Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 68 Hancur


__ADS_3

Daichi tiba kembali di kantornya dengan raut wajah yang terlihat tidak baik, sekertaris Yun yang melihat daichi telah kembali langsung mengikuti dari belakangnya masuk ke dalam ruangan daichi.


"Anda dari mana saja tuan? "Saya dari tadi menghubungi anda, tetapi anda tidak mengangkat telpon saya", ucap sekertaris Yun


"Aku lupa membawa ponselku yang sedang aku chas",ucap daichi.


"Ahhh, pantas saja anda tidak menjawab telpon saya", ucap sekertaris Yun.


"Apa ada masalah selama aku pergi?" tanya daichi.


"Tidak tuan, saya hanya mengingatkan anda bahwa nanti siang kita ada pertemuan dengan tuan Misahe", ucap sekertaris Yun.


"Aku mengingatnya sekertaris Yun", ucap daichi.


"Saya hanya takut anda melupakannya", jawab sekertaris Yun.


Daichi berjalan untuk mengambil ponselnya yang di cash, begitu banyak panggilan yang tidak dijawab salah satunya ada panggilan masuk dari sakura. Banyaknya panggilan masuk dari sakura membuat daichi cemas, tanpa berpikir panjang dia langsung menghubungi sakura kembali.


"Kenapa dia tidak menjawabnya", ucap daichi yang kembali mencoba menghubungi sakura.


"Dimana dia", ucap daichi.


"Ada apa tuan?"tanya sekertaris Yun.


"Aku menghubungi sakura, tapi dia tidak menjawabnya", ucap daichi.


"Kenapa anda tidak menghubungi ibu anda tuan, mungkin saja nona sakura meninggalkan ponselnya dikamar seperti waktu itu", ucap sekertaris Yun.


Mendengar saran yang diberkan sekertaris Yun, daichi langsung menghubungi ibunya dan tidak menunggu waktu yang lama panggilan itu pun dijawab.


"Hallo ibu".


"Ada apa daichi?


"Aku melihat sakura menghubungi ku, tetapi ponsel ku tadi ketinggalan. "Apa terjadi sesuatu dirumah?"


"Tidak semua baik-baik saja disini daichi, sakura menghubungi mu karena ingin meminta izin".


"Izin?


"Ia dia sedang pergi keluar, ada urusan yang harus dikerjakannya".


"Hmmmm, jadi dia tidak ada dirumah?


"Iya, tetapi sepertinya sebentar lagi dia akan pulang".


"Baiklah ibu, aku kembali bekerja duluh".


"Baiklah".


Panggilan telepon itu pun terputus, perasaan daichi sedikit lebih tenang sekarang, tetapi dia masih penasaran kemana sakura pergi dan kenapa dia tidak mengangkat telponnya.


"Aku akan menghubunginya nanti", batin daichi.


Meninggalkan kantor beberapa jam membuat pekerjaannya menumpuk, dia ditemani oleh sekertaris Yun kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


__ADS_1




Sakura hanya membiarkan ponselnya terus berdering, dia masih fokus berbicara kepada dokter Rei yang terlihat tidak percaya dengan penjelasannya.


"Maafkan aku dokter Rei, aku harus pergi sekarang", ucap sakura


"Saya akan mengantar anda", ucap Rei


Rei sama sekali tidak peduli mengenai daichi Tama, dia hanya tidak sanggup melihat kondisi sakura yang saat ini terlihat kurang baik, meskipun di hadapannya sakura mencoba seolah-olah tidak terjadi apa-apa dengan dirinya, tetapi Rei seakan dapat merasakan perasaan sakura.


"Itu tidak perlu dokter Rei, supir saya sudah menunggu saya dibawah", ucap sakura


"Benarkah?" Tanya Rei.


"Iya, dia sudah menunggu saya dari tadi dan terus menelepon saya", ucap sakura dengan senyum singkatnya.


Senyum yang terlihat memaksakan dirinya, senyum yang bertolak belakang dengan suasana hatinya saat ini. Meskipun dia berusaha tersenyum di hadapan rei, tapi dia menyadari bahwa itu adalah sebuah senyum paksa untuk menutupi kesedihan yang tengah dirasakannya.


"Saya pamit duluh kalau begitu",ucap sakura.


"Baiklah nona sakura, hati-hati", ucap Rei.


Sakura pun pergi melangkah berjalan turun kebawah dan meninggalkan Rei yang masih berada di rooftop, pandangan Rei terus tertujuh kepada sakura yang berjalan meninggalkannya.


Langkah kaki sakura terhenti sejenak saat dia menyadari bahwa dirinya sudah tidak berada di dekat Rei, dia masih tidak menyangka dengan kehadiran Rei di rooftop.


"Sejak kapan dia ada di sana?"ucap sakura sambil mengarahkan pandangannya mengarah ke rooftop.


Dia kembali melangkahkan berjalan menujuh keluar dari rumah sakit itu, baru beberapa langkah dia berjalan, langkah kakinya kembali terhenti saat kedua matanya mengarah ke seseorang yang sedang berjalan.


Sakura sama sekali tidak menyangka dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini, bagaimana mungkin seseorang yang tergeletak tidak berdaya saat dilihatnya tadi, seketika saja langsung pulih secepat itu. Kini sakura menyadari ada sesuatu yang janggal, jika dia begitu sehat kenapa dia harus terlihat begitu lemah dihadapan Daichi.


"Astaga", ucap sakura seakan mulai menyadari sesuatu.


"Bagaiman aku bisa melupakannya, dia melakukannya untuk menarik simpati daichi".


"Dasar licik", ucap sakura dengan tatapan yang begitu membenci Sera.


Dia tidak habis pikir bagaiman bisa ada seorang wanita yang sanggup melakukan hal-hal serendah itu hanya demi mendapatkan perhatian dari seorang pria. Rasanya dia ingin sekali berlari dan menghampiri Sera untuk memberinya pelajaran dan memintanya untuk tidak menggangu daichi lagi, semakin melihat wajahnya membuat kemarahan sakura kembali memuncak dengan sekuat tenaga dia mengepal kedua tangannya dengan tatapan yang terus tertujuh kepada Sera.


"Aku akan menunjukan dimana posisimu saat ini Sera", ucap sakura dengan tatapan yang tajam.


Dia kembali melangkah berjalan keluar dari rumah sakit itu, perasaannya yang masih belum membaik ditambah dengan kedua matanya yang terlihat sembab membuat sakura memutuskan untuk tidak kembali kerumah sekarang.


"Aku tidak bisa pulang sekarang, ibu pasti akan cemas jika melihat kondisiku seperti ini", ucap sakura.


Butuh beberapa menit untuk dia berpikir kemana dia harus pergi sambil menenangkan suasana hatinya yang saat ini sedang kacau, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi berjalan-jalan ke taman yang tidak jauh dari rumah sakit.


"TAXI", teriak sakura yang memberhentikan sebuah taxi.


TAXI itu berhenti tepat di pintu masuk dari rumah sakit wongdo, sakura langsung bergegas masuk ke dalam taxi.


"Kita mau kemana nona", ucap supir taxi itu.


"Tolong ke taman yang tak jauh dari rumah sakit ini pak", ucap sakura.

__ADS_1


"Baik nona", ucap supir taxi itu.


Selama di perjalanan pandangan sakura tertujuh keluar jendela yang ramai akan lalu lintas jalanan, tetapi dia hanya merasakan kesunyian di dalam dirinya dengan tatapannya yang tampak kosong dengan pikirannya yang melayang-layang entah kemana.


Dreg...Dreg..Dreg..


Ponselnya kembali berbunyi, dia mengambil ponselnya di dalam tas untuk melihat siapa yang dari tadi terus menghubunginya.


"SUAMIKU"


Begitu lama dia menatap layar ponselnya, pikirannya kembali teringat saat daichi telah membohongi dan mengecewakan dirinya, ingatan itu kembali membuat perasaanya terasa sakit. Pria yang duluh sangat dibencinya, perlahan dengan seiring kebersamaan yang mereka bangun dan habiskan waktu bersama membuat sakura mulai mencintai daichi bahkan dia sering merasa tidak mampu jika terlalu lama berjauhan dengan suaminya itu, tetapi disaat rasa cintanya mulai tumbuh untuk daichi dengan gampangnya daichi merusak semuanya.


Perasaan yang dibangun butuh waktu berbulan-bulan hingga sampai tahap sekarang, tetapi dalam hitungan beberapa detik saja berubah menjadi rasa benci yang teramat dalam di hati sakura, dia yang selalu menanamkan kepercayaan yang besar terhadap daichi dengan mudah dipermainkan dan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan.


Kemarahan yang masih dirasakannya membuat begitu muak dengan daichi, bahkan dia tidak ingin menjawab teleponnya karena dia belum siap untuk mendengar suara daichi di telinganya, dia mengubah ponselnya silence dan kembali memasukannya ke dalam tas.


"Kita sudah sampai nona", ucap supir taxi itu


Sakura melihat suasana di taman itu terlihat ramai dari luar jendelanya, dia berharap dengan berada di keramaian dapat melupakan pikirannya saat ini. Dia mengambil beberapa lembar uang dan memberikan kepada supir taxi itu.


"Ini pak", ucap sakura.


"Nona itu terlalu banyak", ucap supir taxi itu.


"Ambillah pak, itu untuk bapak", ucap sakura sambil tersenyum.


"Sungguh???"Tanya supir taxi itu yang masih tidak percaya.


"Ia itu untuk bapak",ucap sakura.


"Terima kasih banyak nona", ucap pria paruh baya itu dengan wajahnya yang terlihat begitu senang.


Sakura merasa begitu bahagia saat melihat senyum yang terpancar dari pria paruh baya itu, setidaknya dia masih bisa membahagiakan orang lain saat hatinya sendiri sedang hancur.


"Apa anda akan lama di taman itu nona?"ucap pria itu.


"Hmmm, saya belum tau berapa lama saya akan disana", ucap sakura.


"Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan nona, saya hanya takut anda basah", ucap pria itu.


Mendengar perkataanya, sakura langsung melihat cuaca diluar yang sepertinya sedikit mendung dari kaca jendela taxi.


"Apa anda yakin akan pergi kesana nona?" tanya supir itu.


"Hmmm, saya akan berteduh jika hujan turun pak", jawab sakura sambil tersenyum.


"Baiklah, jaga diri anda nona", ucap pria tua itu.


"Terima kasih", ucap sakura sambil turun dari dalam taxi itu.


Terdiam sejenak sambil menarik napasnya yang panjang, dia pun dengan perlahan melangkahkan kakinya menuju ke Taman itu. Terasa begitu aneh baginya, saat semua orang berjalan dengan pasangan mereka, keluarga atau pun teman mereka, dia hanya berjalan sendirian menikmati suasana taman itu.


Langkah kakinya berhenti tepat di sebuah bangku panjang yang kosong dengan pemandangan taman bermain kanak-kanak di depannya, melihat anak- anak kecil dengan senyum polos mereka membuat perasaan sakura begitu tenang.


Cahaya matahari perlahan tertutup dengan awan gelap yang menghiasi langit yang membuat semuanya terlihat gelap, saat orang-orang satu persatu mulai meninggalkan tempat itu sakura hanya diam menikmati awan mendung yang seakan mengerti dengan kesedihan yang tengah dirasakannya.


Pengkhianatan yang dirasakannya terasa begitu sakit dan menyebabkan luka yang begitu dalam, bahkan waktu belum tentu dapat menghapus luka yang dirasakannya, rasa cintanya yang dirasakan begitu besar terhadap daichi membuat kekecewaan yang mendalam yang dirasakannya.

__ADS_1


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung....


__ADS_2