Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 122 Marah


__ADS_3

Hari yang telah ditunggu sera akhirnya datang juga, pertemuannya dengan haga membuatnya sama sekali tidak sabar bahkan meski cuaca siang itu begitu panas sama sekali tidak mengurungkan niatnya.


"Ayana, aku pergi dulu", ucap sera yang mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding.


"Pergi? Di siang hari ini?" "Apa kamu yakin, diluar sangat panas, kulit mu akan terbakar nanti",ucap ayana.


"Aku akan bertemu dengan teman lama ku di sebuah restoran ayana, kamu tenang saja", jawab sera yang tersenyum .


"Kalau begitu biar aku menemani mu", ucap ayana


"Jangan!!! Ah, maksudku biar aku pergi sendiri saja ayana. Lebih baik kamu dan yumi beristirahat karena kalian sudah bekerja keras beberapa hari ini", ucap sera.


"Apa kamu yakin?"tanya ayana yang memastikan lagi.


"Tentu saja ayana. Yasudah aku harus pergi sekarang karena aku sudah terlambat. Sampai jumpa", ucapnya yang pergi terburu-buru meninggalkan apartemen.


"Hati -hati sera", teriak ayana.


"Ayana", ucap yumi yang datang dari arah belakangnya.


"Ada apa yumi?"tanya ayana yang menoleh kearah belakang.


"Apa kamu tidak merasa aneh?"tanya yumi


"Soal apa?"tanya ayana yang melihat yumi dengan raut wajah tampak bingung dengan pertanyaan yang diberikan kepadanya.


"Sejak kapan sera memiliki teman?" Apa kamu mengenal teman yang dimaksudnya itu?"tanya yumi yang begitu penasaran.


Pertanyaan itu adalah pernyataan yang dari semalam ada dipikirannya, dia sendiri sebenarnya begitu penasaran. Memiliki seorang teman lama hal yang wajar, tapi tidak untuk sera yang memiliki kepribadian tertutup. Bersamanya bertahun- tahun tentu membuatnya begitu mengenal sera termasuk bagaimana pertemanan yang dimiliki, sera adalah orang yang kurang bergaul dan begitu sulit dekat dengan orang lain termasuk teman- teman model yang seprofesi dengannya, tidak ada sama sekali yang menjadi teman atau dekat dengannya karena dia sulit percaya terhadap orang lain.


Ada perasaan khawatir yang dirasakan ayana saat melihat tingkah laku sera yang baginya cukup mencurigakan, tapi kali ini dia mencoba untuk mempercayai sera yang telah berjanji kepadanya akan berubah.


"Semoga dia tidak melakukan hal - hal yang aneh yumi", ucap ayana


"Kau benar ayana, semoga saja", ucapnya menghela napas.


°°°°°°°°


Ketika dia tiba di sebuah restoran yang telah mereka sepakati, mengatur gestur wajah dan caranya berbicara dilakukannya sebelum bertemu dengan haga. Dia ingin menunjukan sera yang dulu pernah dikenalnya sama sekali tidak berubah, sera yang lembut dan baik hati. Citra itulah yang ingin dibangunnya dan ditunjukannya kepada haga agar mendapat simpati dari nya.


Bibirnya tersenyum ramah saat melihat sosok pria yang duduk di sudut kanan dari restoran itu, wajahnya terlihat tampan saat serius menatap layar ponselnya dengan mengenakan kemeja lengan panjang warna biru muda dan kemeja itu terlihat sempurna berada di badannya.


"Haga.., maafkan aku telah", ucapnya dengan suara pelan dan terdengar menyesal.


Pria itu sama sekali tidak menyadari kehadiran sera dan langsung mengangkat kepalanya saat mendengar suara sera menyebut namanya.


"Sera, kamu sudah datang", ucapnya yang bangkit dari bangkunya.


"Maafkan aku haga, jalanan tadi sangat macet",ucapnya yang terlihat merasa bersalah.


"Tidak apa- apa sera. Aku juga baru sampai. Duduklah", ucap haga dengan ramah.


"Baiklah", jawab sera sambil duduk di bangkunya.


Seorang pelayan wanita datang menghampiri meja mereka dengan senyum lebar menatap haga, sorot mata yang sangat dipahami sera saat melihat haga yang tampan tentu saja mendapat balasan senyum menawan dari haga hingga membuat siapapun yang melihatnya akan terpana.


"Mau pesan apa?"tanya pelayan wanita itu yang hanya fokus menatap haga tanpa mempedulikan keberadaan sera.

__ADS_1


Haga langsung memandang sera yang ada di depannya.


"Kamu mau pesan apa sera?"tanya haga.


"Aku mau coklat hangat", jawabnya.


"Satu Capucino hangat", tambah haga


"Baik, saya akan segera membawa pesanan kalian", sambil menatap haga dengan senyuman.


Melihat tingkah pelayan wanita itu tentu membuat sera merasa risih dengan tingkahnya yang mencoba menggoda haga.


"Dasar wanita tidak tau diri", batin sera dengan wajah sinis nya.


Menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan haga, dia mencoba mengatur ekspresi wajahnya kembali sambil tersenyum menatap haga.


"Well, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu haga", ucapnya dengan senyum di wajahnya.


"Aku tau itu sera. Silakan katakanlah", ucap haga yang terlihat santai.


Saat dia baru ingin mengutarakan tujuannya, pelayan wanita itu datang kembali dengan membawa pesanan minuman mereka.


"Ini capucino pesanan anda tuan", ucapnya dengan ramah, tapi ekspresi berubah saat meletakan minuman sera. Wajahnya begitu datar tanpa ada senyuman yang terlihat dan tentu membuat sera merasa kesal saat dirinya diperlakukan seperti itu.


"Terima kasih", ucap haga.


"Sama -sama Tuan, jika anda membutuhkan pesanan tambahan silakan panggil saya", ucapnya yang pergi meninggalkan mereka.


"Ada apa sera?"tanya haga yang melihat wajah sera murung.


"Ah.Tidak ada apa- apa haga", jawabnya yang tersenyum simpul.


Dengan wajahnya yang terus tersenyum, dia meminum coklat hangat pesanannya.


"Jadi apa yang ingin kamu katakan sera?", tanya haga.


Tanpa berpikir panjang, dia langsung mengutarakan niatnya kepada haga.


"Aku ingin mengajakmu bekerja sama haga. Aku rasa saat ini kita berada di posisi sama", ucap sera yang menatapnya dengan tajam.


"Maaf sera aku kurang mengerti maksudmu", ucap haga. Perkataan sera benar - benar tidak dipahaminya kemana arah dan tujuan kalimat yang keluar dari mulutnya.


"Baiklah haga aku akan menjelaskannya", ucap sera


"Silakan", jawab haga dengan santai sambil menyadarkan punggungnya dengan kedua tangannya yang masuk ke saku celananya.


"Sepertinya kisah percintaan kita ada dalam sebuah garis yang sama haga. Kamu tentu tau bahwa aku sangat mencintai daichi, tapi sekarang dia telah menikah", ucap sera yang begitu serius memandang haga.


"Lalu", ucap haga yang merasa pembicaraan semakin menarik.


"Dan tanpa terduga kamu menyukai sakura Agata yang tak lain istri dari pria yang sangat aku cintai", ucap sera.


Haga mulai mengerti kemana arah pembicaraan itu akan berakhir.


"Begini sera, anggaplah apa yang kamu katakan itu benar bahwa aku mencintai sakura. Lalu apa yang ada didalam pikiranmu saat itu?"tanyanya yang penasaran.


"Aku ingin mengajakmu untuk memisahkan mereka berdua. Itu akan sangat adil saat aku kembali mendapatkan daichi dan kamu mendapatkan wanita yang kamu cintai", ucapnya tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


Mata haga terkunci sesaat memandangi sera, dia sama sekali tidak habis pikir bagaimana bisa sosok wanita yang ada di pandangannya saat ini memiliki pemikiran kotor dan licik seperti itu, dia hanya tersenyum ironis melihat sera.


"Waw!! Aku sangat terkejut mendengarnya ", ucap haga tertawa.


"Aku tau pasti kamu terkejut haga tapi aku rasa kita dapat bekerja sama menjadi sebuah team yang baik untuk mendapatkan orang yang kita cintai",ucapnya.


"Apa kamu benar- benar mencintai daichi?"tanya haga, matanya begitu serius menatap sera dan kali ini di mencondongkan badannya kearah meja.


"Tentu saja. Aku sangat mencintai daichi. Kenapa kamu bertanya seperti itu?"tanya sera.


"Dengar sera, jika kamu benar - benar mencintai daichi. Seharusnya kamu melepasnya tanpa menggangu kehidupannya saat ini", ucap haga.


"A-pa melepasnya?" Apa kamu bercanda?"matanya melotot melihat haga.


"Aku sangat serius sera karena aku akan melepaskan wanita yang aku cintai saat melihatnya telah hidup bahagia dengan pasangannya sekarang, tapi hal sebaliknya akan aku lakukan saat melihatnya tidak bahagia atau disakiti", ucap haga.


"Hentikan omong kosong itu!!!!"ucap sera yang terlihat mulai kesal menatap haga.


"Sera menurut ku kamu tidak salah masih mencintai daichi, tapi mencintai seseorang tidak harus memilikinya, bukan?"tanya haga yang menatap sera dengan tenang, dia mencoba menyadarkan sera bahwa apa yang dilakukannya saat ini salah.


Sera duduk diam, pikirannya bercampur aduk. Kedua tangannya terkepal begitu kuat di pangkuannya. Situasi saat ini benar - benar diluar ekspetasinya, dia sama sekali tidak menyangka bahwa haga akan memberikan tanggapan yang bertolak belakang dengan apa yang dipikirkannya. Menenangkan dirinya sesaat akhirnya ia kembali melihat haga yang terlihat santai menatapnya, kedua mata mereka bertemu dan saling bertatapan.


"Sepertinya aku sudah salah", ucap sera dingin.


"Berhentilah sera, biarkan daichi bahagia dengan kehidupannya sekarang", ucapnya dengan suara tenang.


"Stop untuk menasihati ku!!" Aku sama sekali tidak membutuhkannya!! Urus saja urusanmu haga, jangan ikut campur dengan apapun yang ingin aku lakukan!!"ucapnya dengan nada suara yang meninggi.


"Baiklah kalau begitu sera. Aku mengerti", jawab haga yang tetap tersenyum.


"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan",ucapnya yang bangkit dari bangkunya dan pergi meninggalkan haga dengan raut wajah penuh kemarahannya.


Wajahnya terlihat bingung saat melihat tingkah sera yang begitu saja pergi meninggalkannya, meskipun sesungguhnya dia tau apa alasan sera bertingkah seperti itu karena jalan pikirannya dan sera berbeda hingga membuatnya terlihat marah bahkan meninggalkannya tanpa mengucapkan salam perpisahan.


"Wanita yang berbahaya", ucap haga sambil menghela napasnya, tapi melihat tingkah sera yang begitu agresif pikirannya justru khawatir terhadap sakura karena dia tidak ingin sakura mengalami kesusahan akibat tingkah sera.


Dia berjalan menujuh ke parkiran, wajahnya menegang sambil membuka pintu, lalu menutupnya dengan begitu kuat


"AKHHhhhh!!!!!!!!!


Berteriak sekuat- kuatnya di dalam mobil, kedua tangannya memukul setir mobil untuk melampiaskan emosi yang memuncak dalam dirinya.


"Pria sialan!!!!!"ucapnya dengan matanya yang sinis saat mengingat haga yang menolak bekerja sama dengannya.


"Baiklah kalau begitu. Aku tidak butuh bantuan siapapun, aku sendiri yang akan memisahkan mereka berdua dan mendapatkan kembali daichi", ucapnya dengan pandangan kosong menatap kedepan.


Obsesinya yang besar untuk mendapatkan kembali daichi menutup pikirannya yang logis, keegoisannya membuatnya melakukan apa saja agar tujuannya dapat tercapai. Ketika kondisinya dirasa sudah tenang, dia menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya keluar dari parkiran menuju jalan raya. Mobil itu melaju begitu cepat, tanpa memperdulikan mobil lain yang ada dijalanan, bahkan suara klakson mobil - mobil dibelakangnya diabaikannya dan semakin mempercepat laju mobilnya.


••••••••••


Haga yang masih berada di dalam restoran itu masih berpikir apa yang akan dilakukannya, ucapannya sera dianggapnya tidaklah main- main untuknya. Meskipun dia masih mencintai sakura,tapi memisahkan dua orang yang saling mencintai bukanlah tindakan yang tepat dirasanya.Baginya sakura hanyalah kenangan untuknya, melihat wanita yang dicintainya telah menemukan kebahagian dengan pria yang tak lain adalah sahabatnya sudah cukup membuatnya bahagia meski dia tidak bisa memiliki sakura.


"Aku harus memberitahu daichi soal ini", ucapnya sambil meraih ponsel yang ada di atas meja, tapi niat baiknya itu terhenti saat dia memikirkan sesuatu.


"Jika aku memberitahu daichi, dia akan tau bahwa wanita yang selama ini aku cintai adalah sakura.Itu tidak boleh terjadi, aku tidak ingin hubunganku dengan daichi menjadi renggang",ucapnya yang terlihat dilema dengan pilihannya saat ini.


"Sera...,Sera..., Sera.!!! Wanita ini membuat ku gila!", ucapnya yang terlihat frustasi memandang keluar jendela melihat kendaraan yang lalu- lalang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2