PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Desa Randu Alas 3


__ADS_3

Dua orang mengendap menelusuri lorong yang terdapat di sebuah rumah panjang, dengan langkah ringan mereka mendekati sebuah pintu kemudian memasang telinganya berusaha mendengar apa yang keadaan di dalam kamar.


" Kenapa sepi sekali, apakah kau sudah memastikan jika racun perangsang gairah sudah mereka telan,,? " tanya seorang wanita cantik yang berpakaian terbuka di bagian dadanya.


" Aku sudah memastikan itu nyai, gadis itu sudah menghabiskan wedang jahe yang aku kasih racun perangsang gairah, sedangkan pemuda itu justru menyantap habis makanan yang juga aku beri racun yang sama,, " jawab seorang pemuda tampan di samping wanita itu.


" Baiklah kalau begitu , ayo kita masuk,,,! " ajak wanita itu.


Keduanya dengan hati hati membuka pintu kamar yang walau di kunci dari dalam namun mereka sudah menyiapkan lubang khusus untuk membukanya.


Pintu terbuka, di dalam kamar yang temaram karena hanya di terangi oleh sebuah obor di sudut kamar, terlihat sesosok gadis yang tengah terbaring di ranjang dengan seluruh tubuhnya tertutup selimut.


" Pantas tidak ada suara, dia tertidur,, " ucap Wanita itu.


" Mungkin tidak mampu menahan efek racun kita sehingga dia tertidur nyai,, "


" Baguslah, geledah dia, ambil harta dan pusakanya, setelah itu kau bisa melakukan apapun sesuka hatimu kepada gadis itu, aku akan bersenang senang dengan pemuda yang ada di kamar sebelah,, " ujar wanita itu.


Tanpa menunggu lagi, laki laki itu langsung menghampiri ranjang yang di tempati gadis itu, perlahan dia membuka selimut sehingga terbuka wajah yang cantik tidur dengan tenang, dia turunkan lagi selimut itu sehingga terlihat dada yang menonjol dari gadis itu mengundang laki laki itu untuk segera melampiaskan nafsunya, dengan wajah tersungging senyum laki laki itu mendekatkan wajahnya ke leher gadis itu, namun belum sempat mulutnya menyentuh kulit leher gadis itu, ternyata gadis itu sudah membuka mata dan mengirimkan pukulan.


Duuuuuk.


Braaaak.


Laki laki yang sudah di kuasai nafsu itu tidak sempat mengelak sehingga pukulan gadis itu telak menghantam dadanya sehingga dia terlempar ke belakang menghantam dinding kamar.


" Bangsat kau Arya Marga, sudah aku duga kau seorang yang tidak tau tata krama,, " bentak gadis tadi yang ternyata Kenanga.


Arya Marga berusaha bangkit sambil memegangi dadanya, sedangkan wanita cantik yang tadi hendak keluar kamar mengurungkan niatnya karena kejadian yang baru saja terjadi.


" Kenapa,, kenapa kau tidak terpengaruh dengan racun yang aku berikan,,? " tanya Arya Marga.


" Huuuh,,, jangan kau kira kami orang lemah dan bodoh, sewaktu aku keluar dan berjalan jalan, tidak sengaja aku melewati pintu dapur di belakang, aku melihat pelayanmu memasukan bubuk ke dalam makanan dan minuman kami, aku curiga itu adalah racun, setelah makanan dan minuman di bawa oleh pelayan lain, aku mendatangi pelayan yang memberi racun itu untuk meminta kejelasan, akhirnya dia mengaku, kemudian aku meminta dia penawar racun jika tidak aku akan membunuhnya sehingga dia mengambilkan penawar itu dari kamarmu,, " ucap Kenanga dengan senyum sinis.


" Dasar wanita licik,, " ucap Arya.

__ADS_1


" Apa,,,? apa aku tidak salah dengar kau mengatakan aku licik,,? bukankah yang licik kau dan wanita sundal di sampingmu itu,,? "


" Hei,, jaga mulutmu,,,, ! kalau tidak ingin aku robek mulutmu,,, " bentak wanita itu yang tersinggung di sebut wanita sundal.


" Kalau tidak sundal terus harus ku panggil apa wanita yang kegatelan dengan laki laki yang bukan pasangannya sendiri,,? "


"Kurang ajar, harus aku kasih pelajaran agar mulutmu tidak kotor,, " ucap wanita itu sambil menahan amarah.


Hiyaaaat


Wuuuuush.


Blaaaaart.


Sebuah pukulan jarak jauh di lancarkan oleh wanita itu, dengan sigap Kenanga menghindar dengan meloncat di atas ranjang, karena pukulan dapat di hindari sehingga hanya mengenai dinding kamar hingga jebol, hal ini di manfaatkan oleh Kenanga untuk keluar dari ruangan itu karena dia sadar akan sulit bagi mereka untuk bertarung di ruangan sempit.


Melihat gadis itu keluar kamar, kedua orang itu juga keluar mengejar gadis tadi melalui lubang dinding yang sama, bersamaan dengan itu, Cakra yang dari awal sudah siaga saat mendengar tubuh yang terbentur dinding kemudian menguping mencari tahu apa yang terjadi di sana kemudian muncul di kamar yang di tempati Kenanga sesaat setelah ke dua orang itu keluar mengejar Kenanga.


Melihat gadis teman seperjalanan nya di keroyok dua orang dia juga ikut melesat keluar ke halaman tempat mereka bertarung.


Cakra hanya membiarkan Kenanga bertarung sendiri, dia merasa ini adalah salah satu ujian untuk mengukur kemampuan Kenanga.


Arya Marga merasa jengkel karena setiap serangan yang dia arahkan kepada Kenanga selalu saja mengenai udara kosong, pukulan dan tendangan yang selama ini dia andalkan tidak satu pun mampu menyentuh gadis itu, bahkan ujung bajunya saja tidak mampu dia jangkau.


" Nyai Rukmini, serang dia menggunakan jurus mawar memabukkan,,! " teriak Arya merasa buntu dengan usahanya.


Nyai Rukmini yang mendengar segera paham, dia keluarkan pedang yang tersampir di pinggangnya.


Sriiing.


Gulungan serangan pedang mengarah kepada Kenanga, Kenanga masih merasa mampu menghindari serangan pedang itu, sabetan pedang datang menuju leher kenanga, dengan merendahkan kaki dia menghindari sabetan pedang, saat pedang itu tidak mengenai sasaran Nyai Rukmini mengibaskan tangan kirinya menampar wajah lawan, namun yang di tampar hanya cukup memundurkan kepala untuk berkelit dari tamparan itu.


Namun ada yang aneh di rasa oleh Kenanga, saat tangan yang menampar itu lewat di depan wajahnya, tercium bau harum bunga yang menyengat, awalnya dia mengira jika itu bau parfum wanita biasa, namun agak lama kepala Kenanga menjadi pusing.


Gerakan Kenanga sedikit melambat, hal ini di manfaatkan oleh dua penyerangnya untuk memberi tekanan lebih dahsyat, akibatnya gerakan Kenanga banyak yang tidak beraturan, apalagi dengan serangan yang bertubi tubi membuat dia sedikit kehilangan konsentrasi bertarung.

__ADS_1


" Kerahkan tenaga dalam mu dinda, buat pusaran angin di sekeliling tubuhmu,,! " ucap Cakra setelah melihat gerakan kenanga melambat dan tidak beraturan.


Kenanga mengikuti petunjuk yang di berikan Cakra, dia mengerahkan tenaga dalamnya lebih besar lagi, dia merasakan adanya hawa sejuk yang mendorong hawa panas di dalam tubuhnya, semakin lama hawa panas itu keluar melalui hidungnya sehingga seketika kepalanya menjadi ringan tidak pusing lagi seperti tadi, kemudian dia ciptakan udara tipis melingkari tubuhnya.


Dengan sembuhnya kepala Kenanga dan tenaga dalam yang meningkat membuat Kenanga lebih leluasa memapaki semua serangan lawan, serangan lawan yang datang mampu dia mentahkan..


Sriiiiiing.


Pedang yang selalu menemani di punggung Kenanga sekarang sudah berada di tangannya, dia hendak mengakhiri pertarungan itu dengan cepat agar tidak menguras tenaganya.


Traaang.


Nyai Rukmini mencoba peruntungan dengan menebaskan pedangnya ke arah Kenanga, kenanga menangkis datangnya pedang itu sehingga Nyai Rukmini terpental ke belakang, yang membuat dia kaget adalah bilah pedang pusaka yang selama ini dia banggakan karena berbenturan dengan pedang merak putih menjadi rompal sampai setengahnya.


Mengetahui pedang lawannya rusak, Kenanga melirik bilah pedangnya, ternyata tidak ada kerusakan sedikit pun di pedangnya, jangankan rompal, tergores pun tidak, hal ini membuat dia lega dan kagum terhadap kualitas pedang yang di buat oleh kakeknya.


Semakin percaya dirilah Kenanga untuk menyerang lawannya, dengan gerakan yang luwes layaknya menari, pedangnya menyambar nyambar lawan.


Arya yang kesulitan menghindari sabetan sabetan pedang Kenanga hanya menghindar mundur ke belakang, hingga saat dia terpojok di tembok pagar rumah tidak mampu mundur lagi, bilah pedang itu menusuk tepat di jantung pemuda itu.


Nyai Rukmini yang merasa kehilangan seseorang yang selama ini menjadi pesuruhnya menjadi kalap, dia hentakkan pukulan jarak jauhnya lagi ke arah Kenanga.


Mengetahui datangnya serangan, Kenanga menghalau serangan itu dengan mengibaskan pedangnya dan tanpa di duga dari sabetan pedang itu keluar serangkuman cahaya warna putih berbentuk bulan sabit yang meluncur ke arah datangnya serangan.


Duaaar.


Serangan jarak jauh yang berupa cahaya kuning itu terkena cahaya yang di hasilkan oleh sabetan pedang Kenanga menjadi terbelah sehingga ledakannya melenceng dari sasaran dan cahaya putih itu terus melesat ke arah Nyai Rukmini.


Tidak ada waktu lagi untuk menghindar, dia mencoba menghadang lesatan cahaya itu dengan pedangnya.


Dees.


Cahaya putih itu terhadang oleh pedang di tangan Nyai Rukmini, namun bukan berarti selesai karena cahaya itu tetao menekan hingga tubuh Nyai Rukmini terdorong ke belakang meninggalkan bekas kaki yang menancap di tanah sampai satu tombak.


Blaaar.

__ADS_1


Pedang itu hancur berkeping keping dan lesatan Cahaya tidak dapat di bendung, untung sebuah bayangan meraih tubuh Nyai Rukmini sehingga cahaya itu hanya melukai pundaknya, bayangan itu langsung membawa pergi Nyai Rukmini entah kemana larinya.


__ADS_2