
Sriiiing.
Di tangan Cakra sudah tergenggam pedang yang mengeluarkan aura biru yang menyilaukan.
Raja siluman kera yang melihat itu menjadi terpana, semakin terpacu lah keinginanya untuk memiliki pusaka pedang itu.
Pertama kali dia melihat pedang yang di bawa oleh Cakra dan Kenanga membuatnya tertarik, sehingga dia mengutus Wanara dan Subala untuk merebut pedang itu.
Karena dia terlalu yakin jika dua panglimanya bisa menjalankan tugas dengan baik, dia menunggu di kerajaan hingga saat dia sedang bersantai dia mendengar jerit kematian dari Subala, tanpa pikir panjang dia segera menghampiri suara jeritan itu di ikuti oleh para pengawalnya.
Sialnya saat dia sampai di tempat itu, dia melihat Wanara salah satu dari panglima yang dia miliki telah mati di tangan pemuda pemilik pedang itu.
" Ha ha ha ha, tidak salah aku menginginkan pedang yang kau bawa menjadi milikku, sebentar lagi pedang itu akan mempunyai tuan baru,, " ungkap raja siluman kera.
" Apa yang membuatmu merasa pantas memiliki pedang ini,,? " tanya Cakra.
" Heeemhh, karena pedang itu hanya pantas di gunakan oleh orang yang kuat bukan orang yang lemah seperti kamu. "
" Ini menarik, kenapa kita tidak membuktikan siapa yang paling kuat di antara kita,, " balas Cakra.
Cakra sudah meningkatkan tenaga dalamnya, pusaran angin mengitari tubuhnya, pupil matanya juga berubah kebiruan.
Raja siluman kera merasa harus meningkatkan tenaga dalamnya juga agar dia bisa mengalahkan Cakra, maka dengan di iringi teriakan yang panjang tubuh raja siluman kera menjadi lebih besar hampir menyamai tingginya pohon mahuni yang berusia lima tahun.
Ukuran lawan yang besar tidak membuat Cakra gentar, baju zirah dan sayap yang mengembang di tambah pedang di tangannya membuat dirinya semakin yakin mampu membuat raja siluman kera binasa.
Raja siluman kera yang tubuhnya menyamai raksasa itu menggeram, tongkat di tangan kanannya dia putar putar di atas kepala, dengan cepat tongkat itu dia gebukkan ke tubuh Cakra.
Sebuah hawa serangan yang kuat mendahului datangnya tongkat.
Traaaang.
Tongkat sebesar batang pohon kelapa menghantam, namun raja siluman kera tidak percaya terhadap apa yang dia lihat, karena tongkat raksasa itu di tahan oleh Cakra menggunakan sebilah pedang yang kecil di atas kepalanya, raja siluman kera tidak mau menyerah, dia tekan tongkat itu untuk mendesak pertahanan Cakra, namun yang terjadi hanya kaki Cakra yang terbenam ke dalam tanah sampai selutut, dia tidak bisa memberi luka yang berarti kepada Cakra.
Cakra yang berada di tekanan tongkat raksasa itu hanya menundukkan kepala sambil tersenyum, dia kumpulkan tenaga dalamnya kemudian dia mendorong tongkat itu.
" Hwuuuaaaaaa,, " teriak Cakra.
Sebuah pemandangan yang mustahil, karena tongkat raksasa itu terdorong ke belakang, sedangkan Cakra langsung terbang tepat di depan kepala raja siluman kera, sebuah pemandangan yang aneh karena Cakra yang kecil melawan raja siluman kera yang besar.
Aaaaaaaaarrghhh.
Dari mulut raja siluman kera keluar sinar putih menerjang Cakra.
__ADS_1
Cakra hanya menyilangkan tangannya untuk melindungi mukanya, tekanan yang besar menerpa tubuh Cakra, namun tidak sedikitpun dia mundur dari tempatnya, walau tepat di belakangnya banyak pohon yang hancur bertumbangan karena dampak dari lesatan sinar putih dari mulut raja siluman kera.
Dua kali serangannya tidak berakibat apa apa, membuat raja siluman kera marah, dia mengamuk dengan mengerak gerakan tongkatnya seperti orang yang ingin memukul lalat.
Cakra yang ada di udara dengan mudah menghindari semua serangan tidak beraturan itu, dia kepak kepakkan sayapnya sehingga gerak terbangnya semakin cepat.
Daaar.
Daaaar.
Daaaaar.
Dari kepakan sayap Cakra melesat bulu bulu tajam yang menghujam tubuh raja siluman kera, namun bulu tebal di tubuhnya mampu menahan bulu burung yang melesat dari sayap Cakra.
Walau begitu dengan serangan bulu itu, mampu meredakan serangan raja siluman kera yang tanpa henti.
Hal ini bisa di manfaatkan oleh Cakra untuk mendekati lawan, dia meluncur deras dengan pedang yang semakin mengeluarkan cahaya biru terang di tangannya.
Craaaaas
Craaaaaas.
Pedang itu merobek perut dan memotong tangan raja siluman kera.
Dengan perlahan Cakra turun, namun sebelum tubuh Cakra menginjak tanah, luka di perut raja siluman kera telah sembuh seperti sedia kala, begitu juga tangan yang sempat terpotong juga menyambung lagi, setelah itu tubuh raja siluman kera berdiri seperti sedia kala.
" Ghhherrrr., tidak aku sangka jika ada manusia yang bisa menembus ilmu kebal ku, bahkan mampu memotong bagian tubuhku, jika aku tidak membunuhmu, di lain waktu kau akan menjadi penghalang bagiku. " ucap raja siluman kera.
Keduanya akhirnya melesat menyongsong lawannya, dengan gerakan yang cepat dan kuat mereka saling serang, sambaran sambaran angin dari hasil benturan dua kekuatan yang mereka lakukan membuat porak poranda arena pertarungan itu, batu dan batang pohon berterbangan membuat Kenanga dan pengawal raja siluman kera harus menjauh agar tidak terkena batu dan batang itu.
Cakra dengan gerak lincahnya terbang menyelinap diantara bagian tubuh sang raja kera membuat lawannya itu kesulitan untuk menangkap tubuh Cakra.
Walau unggul dalam hal kecepatan hingga lawan kewalahan, namun tidak mudah bagi Cakra untuk mengalahkan lawan.
Berkali kali Cakra mampu menebas putus anggota badan raja kera, namun hal itu tidak bertahan lama, karena setelah itu tubuh yang terpotong bisa menyambung lagi.
" Apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkan raja siluman kera ini,, " gumam Cakra dalam hati.
" Kenapa kau begitu bingung,,? bukankah masih ada aku,, " ucap roh garuda agni menimpali ucapan hati Cakra.
Cakra sempat tercekat, dia lupa jika di dalam tubuhnya terdapat roh garuda agni yang siap membantunya.
" Apa maksudnya,,? bagaimana bisa aku mengalahkan raja kera sialan ini,,? " tanya Cakra.
__ADS_1
" Kenapa kau tidak mencoba membakarnya dengan api,,? "
" Api,,,,? ah aku tau apa yang harus aku lakukan, terima kasih atas petunjuk mu,, " ucap girang Cakra mendapatkan petunjuk dari roh garuda agni.
" Sekarang aku minta tolong berikan sedikit kekuatanmu kepada ku,, " ucap Cakra kepada roh garuda agni.
" Akan ku buat dia hancur menjadi abu,, " balas roh garuda agni.
Usai mengatakan itu, perlahan tubuh Cakra terselubung api berwarna biru muda, dengan tubuh terselimut api itu membuat Cakra seperti bintang jatuh yang siap menghanguskan lawannya.
Cakra terbang dengan cepat, dari sayap sayapnya keluar bulu tajam yang terbakar.
Claaaph
Claaaph.
Aaaakh.
" Panas,,,,, apa ini,,? " teriak raja siluman kera yang kini tubuhnya mampu di tembus bulu burung yang terbakar.
Untuk mengurangi rasa sakit dan panas itu, raja siluman kera bergulingan di tanah untuk mengurangi rasa sakit dan panas yang dia rasakan.
Cakra tidak menghentikan serangannya, dia menghujani raja kera dengan bulu bulu itu, karena terus di serang, membuat raja siluman kera meradang, dia lemparkan tongkatnya, anehnya tongkat itu bisa mengejar ke arah manapun Cakra pergi, hal ini membuat Cakra menghentikan hujan bulu yang di lakukan tadi.
Raja siluman kera mendengus kesal, dia kini berdiri, bertepatan saat itu Cakra terbang ke arahnya sehingga dia menyongsong tubuh Cakra dengan pukulan tangan kanannya.
Buuuuukh.
Tubuh Cakra telak terkena pukulan itu sehingga tubuhnya terpental jauh hingga beberapa pohon yang di tabraknya menjadi bertumbangan, tubuhnya baru berhenti saat tubuhnya menyentuh tanah hingga tanah yang tertimpa tubuhnya sampai berlubang panjang.
Buuum.
Buuuumm.
Buuuummmm.
Tanah bergetar akibat lari raja kera yang mengejar Cakra, sekejap dia sudah berdiri di depan tubuh Cakra, dia mengira lawannya sudah mati, tapi yang di harapkan tidak terjadi karena Cakra sudah berdiri tegak di tempatnya.
Cakra tidak mau kecolongan lagi, dia langsung melabrak datangnya lawan, dengan pedang di tangan dia bergerak cepat memotong dan menebas lawan, beberapa kali bagian tubuh lawan terpotong, setelah berhasil memotong, kemudian Cakra membakar dengan jurus pukulan garuda agni, hingga bagian tubuh itu hancur menjadi abu, setelah menjadi abu, Cakra mengibaskan lagi pedangnya hingga muncul pusaran angin beliung yang menerbangkan abu itu ke semua arah, hal ini membuat bagian tubuh itu tidak bisa menyambung lagi.
Melihat hasilnya, Cakra kemudian menyerang raja siluman kera dengan jurus yang sama.
Aaaakhhh.
__ADS_1
Jerit kematian yang memilukan, karena tubuh raja siluman kera di bakar oleh Cakra, kemudian setelah tubuh itu lebur jadi abu, Cakra menerbangkan abu itu ke segala arah.