
" Masuk lah nak mas,,,,! " suara dari dalam rumah paling ujung lembut terdengar oleh mereka.
Kedua pendekar itu kemudian memasuki rumah dengan cara yang sama seperti kemaren berjalan dengan lutut.
Setelah keduanya masuk ke dalam rumah, mereka langsung memberi hormat di hadapan orang tua yang selalu duduk bersemedi.
" Bagaimana nak mas Cakra, apakah kau berhasil,, " tanya resi Wisrawa yang sebenarnya sudah tahu jika Cakra berhasil menyatukan kekuatannya dengan mustika Sodo Jagad.
" Atas restu eyang resi saya bisa melalui ujian penyatuan mustika Sodo Jagad dengan baik eyang,, " ucap Cakra.
" He he he, baguslah, hatiku semakin tenang karena engkau telah siap menghadapi gejolak kehancuran dunia persilatan nantinya,, "
" Terima kasih eyang,, "
" Ada rahasia lain yang belum aku sampaikan tentang mustika Sodo Jagad,, "
" Mohon maaf eyang, apakah itu,,? " tanya Cakra.
" Siapapun yang mampu menyatukan kekuatan mustika Sodo Jagad di dalam tubuhnya, maka dia akan menguasai pasukan siluman kera, sehingga nantinya kau akan menjadi raja siluman kera, mereka akan tunduk setiap perintah perintah mu, jika kau membutuhkan bantuan pasukan siluman kera, kau cukup memanggil mereka dalam hati,, "
" Maaf eyang, tapi saya tidak bermaksud menjadi raja mereka, biarkan mereka memilih pemimpinnya sendiri,,! " ucap Cakra merasa keberatan jika harus menjadi raja siluman kera yang baru..
" He he he, kau jangan lupa nak mas Cakra, ini semua adalah takdir yang sudah di tentukan oleh Sang Hyang Widi yang harus kau lakukan, bagaimana pun juga kau sudah tidak bisa menghindar lagi. "
__ADS_1
Cakra merunduk kan kepala merenungi setiap ucapan eyang resi Wisrawa, setiap ucapan yang masuk di dadanya membuat dada itu tergoncang karena gemuruh semangat yang bangkit menjadikan dia semakin yakin jika dia berada di jalan yang benar.
" Baiklah eyang, akan saya emban tugas yang sudah di takdir kan Sang Hyang Widi kepada saya, semoga apa yang aku lakukan ini menjadi sebuah bakti saya kepada alam,, "
" Bagus nak mas, begitu lah harusnya seorang kesatria bersikap,, "
Ketiganya mereka berbincang sejenak, kemudian Cakra pamit kepada eyang resi Wisrawa untuk melanjutkan perjalanan.
Cakra dan Kenanga berjalan mundur keluar dari rumah itu, namun saat mereka membalikkan tubuh mereka, mereka berdua terkejut karena para pasukan siluman kera di pimpin oleh lima kesatria kera telah berbaris bersujud di depan mereka.
" Hormat kepada raja kerajaan siluman kera,,, " gemuruh seluruh pasukan yang berjumlah sepuluh ribuan itu bersamaan.
Cakra kebingungan, dia tidak tahu harus berbuat apa, dia melihat begitu banyaknya pasukan yang bersujud di depannya sampai memenuhi tempat itu hingga sampai cukup jauh.
" Cukup cukup, semua berdirilah,,,! " perintah Cakra.
" Baiklah, kalau kalian memang ingin aku menjadi raja kalian, maka aku perintahkan kalian untuk berdiri. ! "
Awalnya tidak ada yang berani mengangkat kepala, di dahului oleh Rewanda Hijau yang ragu ragu mengangkat kepala kemudian di ikuti oleh ke empat saudaranya dan akhirnya seluruh pasukan berbaris rapi menegakkan kepala.
" Dengarkan semua,,! mulai saat ini adalah sejarah baru bagi bangsa kalian, kalian tidak di perkenankan membuat kerusakan di muka bumi ini, kalian harus menolong manusia yang kesulitan di hutan, kalian juga harus menjunjung keadilan, kalian harus tahu jika aku mempunyai tugas yang berat untuk mencegah kehancuran dunia persilatan, jika kalian memang ingin menjadikan aku sebagai raja kalian maka kalian harus bersedia berjuang bersamaku untuk ikut menumpas kejahatan,,, " ucap Cakra Memberikan sambutan pertamanya sebagai raja di kerajaan siluman kera.
" Kami setia dan patuh kepada raja, setiap saat jika kami di butuhkan pasti kami akan datang membantu raja,, " ucap Rewanda Hijau.
__ADS_1
Ucapan itu di sambut dengan teriakan semangat para prajurit siluman kera sebagai bukti ketundukan mereka kepada raja yang baru.
Rewanda Hijau menghampiri Cakra dengan hormat.
" Baginda raja, sebaiknya anda ikut kami ke istana kerajaan siluman kera untuk mengatur urusan urusan kerajaan,, " ajak Rewanda Hijau.
" Baiklah, ayo kita kesana,,! "
Cakra, Kenanga di ikuti kelima kesatria kera di belakangnya berjalan menuju kereta yang dulu pernah di gunakan oleh Cakra menuju ke pertapaan eyang resi Wisrawa, secara sepontan para prajurit kerajaan siluman kera menyibak ke pinggir jalan untuk memberi ruang raja mereka berjalan, saat melewati para prajurit, kesempatan itu di pergunakan oleh Cakra untuk menyapa mereka, kadang Cakra juga menanyakan tentang keadaan kekuatan militer kerajaan siluman kera kepada kelima kesatria kera yang tidak pernah jauh dari dirinya.
Mendengar gambaran kekuatan dari pasukannya dia sudah bisa memperkirakan bantuan apa saja yang bisa dia dapatkan jika nantinya terjadi perang besar yang bisa menghancurkan dunia persilatan.
Tidak lupa Cakra juga menanyakan tentang kemampuan bertarung mereka, jika mengingat pertarungannya kemarin dengan prajurit pengawal raja siluman kera yang dia binasakan, bahwa prajurit kera masih asal dalam bertarung mereka hanya mengandalkan kekuatan badan saja sehingga cara bertarung mereka mudah di pecah belah dan mudah di hancurkan.
Cakra memiliki keinginan nantinya akan meningkatkan kemampuan bertarung prajuritnya sehingga tidak hanya bertarung mengandalkan kekuatan fisik saja.
Cakra mempersilahkan Kenanga naik ke kereta dahulu, kemudian dia menyusul masuk, setelah itu terjadi iring iringan pasukan yang cukup panjang dengan kereta yang di tumpangi Cakra dan Kenanga berada di tengah tengah iringan itu.
Cukup lama mereka berjalan, bukan karena jauh namun karena pergerakan mereka yang lambat.
Saat mereka telah setengah jalan, terjadi keributan di barisan paling depan, Rewanda Kuning yang penasaran dengan keributan itu langsung melesat menghampiri Rewanda Jingga yang berjalan paling depan memimpin pasukan.
Tidak lama Rewanda Kuning sudah kembali lagi ke tempat asalnya melaporkan apa yang terjadi di barisan paling depan kepada Rewanda Hijau.
__ADS_1
Setelah itu Rewanda Hijau menghampiri kereta yang di tumpangi Cakra, dia melaporkan jika ada salah satu penjaga kerajaan siluman kera yang membawa berita jika saat ini kerajaan di serang oleh prajurit siluman rubah putih.
Mendapat laporan itu, Cakra kemudian meminta Rewanda Hijau untuk menunjukkan jalan ke kerajaan siluman kera secepatnya, dia meninggalkan Kenanga melanjutkan perjalanan dengan kereta di kawal oleh Rewanda Kuning dan Rewanda coklat.