PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Desa Randu Alas 4


__ADS_3

Sriiiing.


Kenanga menyarungkan pedangnya, dia tidak percaya jika kemampuan pedangnya mampu membuat pedang lawan hancur berkeping keping, karena baru kali ini dia bertarung menggunakan pedang merak putih, apa lagi dengan pengerahan tenaga dalam yang selama ini di latih oleh Cakra.


" Sudah dinda, ayo kita masuk ke dalam,,! " ajak Cakra yang sudah berada di samping Kenanga membopong mayat Arya Marga.


Kenanga hanya mengekor di belakang Cakra sambil merenungi apa yang baru saja terjadi.


" Tuan muda,,,, " teriak salah satu pelayan yang menghambur ke arah mayat Arya Marga.


Melihat reaksi pelayan itu, Kenanga menghunus pedangnya dan mengarahkan kepada pelayan itu.


" Kau pasti terlibat terhadap kejadian ini, akan aku hukum mati kau karena sudah berani meracuni kami,, "


" Ampun pendekar, tuan muda Arya Marga dan kami tidak bermaksud meracuni kalian,, "


" Aaaah, kami tidak percaya lagi dengan tipuan licik kalian, sudah saatnya kamu mati,,,, " ujar Kenanga sambil mengangkat pedangnya berniat menebas leher pelayan di depannya.


" Tunggu dinda,, " ucap Cakra menahan tangan Kenanga..


" Apa maksudmu itu pelayan,,? " tanya Cakra.


" Ampun pendekar, kami semua di ancam akan di bunuh jika tidak menuruti keinginan mereka, makanya kami terpaksa meracuni kalian juga para warga yang lainnya,, "


" Siapa yang menyuruh kalian dan apa yang terjadi dengan para warga di desa ini,,? " tanya Kenanga yang lebih tidak sabaran di bandingkan Cakra.


" Ceritanya begini pendekar,, " ucap pelayan bersiap menceritakan kejadian yang terjadi di desa Randu Alas.


 


Sebulan yang lalu, datang beberapa utusan dari kelompok pemuja iblis merah kepada ki lurah, mereka menyampaikan kepada ki lurah untuk mendirikan sanggar pamujan di desa itu, untuk itu para warga desa semua di wajibkan untuk ikut membantu mendirikan sanggar pamujan itu dengan memberikan hasil panennya setiap bulan.


Hal ini membuat ki lurah menolak karena untuk upeti yang di berikan kepada kerajaan saja mereka sudah merasa berat apa lagi di tambah dengan memberikan hasil pertanian untuk pembangunan sanggar pamujan, sehingga ki lurah menolak.


Saat itu mereka tidak melakukan apa apa mendapat penolakan dari ki lurah, mereka langsung pamit pergi tidak tau kemana dan tidak kembali lagi.

__ADS_1


Dua minggu yang lalu di desa ini telah datang seorang perempuan cantik bernama Nyai Rukmini, karena kecantikannya membuat tuan muda Arya Marga menjadi jatuh cinta kepadanya, sudah berulang kali ki lurah memperingatkan anaknya agar menjauhi Nyai Rukmini karena tidak jelas asal usulnya, namun tekad tuan muda sudah bulat karena di butakan oleh cinta.


Hingga seminggu yang lalu, saat akan diadakannya pesta syukuran desa di punden pohon beringin di timur desa, saat semua masakan sudah siap di dapur, tuan muda Arya Marga masuk ke dapur membubuhkan serbuk ke dalam masakan yang di hidangkan di acara itu.


Satu hari kemudian semua warga desa yang ikut memakan masakan untuk pesta syukuran desa mengalami sakit yang misterius termasuk ki lurah dan istrinya, tidak sedikit dari warga sampai meninggal karena sakit misterius itu.


Tidak lama setelah wabah sakit itu merebak, kelompok pemuja iblis merah datang lagi, kali ini mereka juga bersama Nyai Rukmini di dalamnya.


Mereka menyampaikan jika ini adalah kutukan dari iblis merah kepada warga desa ini yang menolak berdirinya sanggar pamujan di desa ini, jika ingin sembuh mereka harus mengumpulkan uang maupun hasil pertanian untuk membangun sanggar pamujan, namun hal itu sulit di turuti oleh masyarakat karena keadaan ekonomi mereka sangat susah sehingga mereka memilih pasrah akan penyakitnya.


 


" Sungguh kejam sekali mereka kakang,, " ucap Kenanga sambil menahan amarah.


" Kita harus serang mereka dan meminta penawar racun secara sukarela maupun secara paksa kakang,, "


" Tenang dulu dinda, kita tidak tau kekuatan lawan, akan lebih baik kalau kita bertindak hati hati,, " jawab Cakra.


"Terus apa yang akan kita lakukan kakang,,? " tanya Kenanga.


" Pelayan, aku ingin melihat keadaan ki lurah dan tolong carikan warga untuk menguburkan mayat Arya Marga,, "


" Baik, silahkan ikut saya,,! " ujar pelayan itu kemudian memanggil pelayan lain untuk mengumpulkan warga untuk memakamkan mayat Arya Marga.


Cakra dan Kenanga mengikuti pelayan itu, mereka masuk ke sebuah ruangan yang di huni oleh tiga orang yang sedang terbaring di ranjang.


" Siapa yang kau bawa itu Parti,,? " tanya seorang lelaki tua yang keadaannya sangat lemah.


" Maaf ki lurah, ada dua pendekar yang hendak memeriksa kondisi anda, mereka hendak menolong warga desa ini,, " ucap pelayan yang bernama Parti.


" Ahh, sudahlah, aku sudah memasrahkan diri kepada Sang Hyang Widi tentang penyakit yang melanda desa ini,, " ucap ki lurah yang putus asa terhadap penyakit yang di deritanya.


" Maaf ki lurah, pasrah kepada Sang Hyang Widi itu setelah adanya usaha, jadi biarkan saya berusaha mencari obat sebagai jalan keluar masalah penyakit yang di alami oleh warga desa ini,, " ucap Cakra.


" Terserah kau saja pemuda, namun kami warga desa miskin tidak mampu memberimu imbalan yang besar."

__ADS_1


Cakra mendengar itu hanya tersenyum, kemudian dia mendekati ki lurah dengan memegang tangan ki lurah mencari denyut nadi di sana, kemudian dia meminta ki lurah untuk membuka mulutnya dan dia juga memeriksa mata ki lurah.


Hal ini juga dia lakukan kepada seorang perempuan yang usianya hampir sama dengan ki lurah dan seorang gadis yang masih remaja.


Dari hasil pemeriksaan itu sudah dapat di pastikan jika mereka semua terkena racun yang masuk melalui makanan yang mereka makan, namun Cakra bingung bagaimana cara mengobati atau mengeluarkan racun itu.


" Tidak perlu risau Cakra, salurkan lah sedikit tenaga dalam ku kedalam tubuh mereka, biarkan aku nanti yang akan membakar racun itu dari dalam,, " ucap roh garuda agni kepada Cakra.


" Ah bisakah seperti itu,, ? " tanya Cakra dengan wajah berbinar.


" Kita coba saja,,! "


Cakra kemudian mencoba menyalurkan sedikit tenaga dalam roh garuda agni ke dalam tubuh tiga orang di ruangan itu.


Awalnya tidak terjadi apa apa, namun setelah agak lama, tubuh mereka merasakan panas yang luar biasa sehingga membuat mereka blingsatan karena menahan panas di tubuhnya, tubuh mereka semakin terasa sakit hingga dari dalam tubuh mereka muncul asap berwarna hitam keluar dari kepala mereka.


Cukup lama, asap itu semakin menipis hingga hilang tanpa bekas lagi, tubuh mereka sudah tidak merasakan sakit lagi, kemudian Cakra meminta pelayan tadi menyiapkan bubur untuk makan mereka bertiga.


***


Tok tok tok tok.


" Ki, ki Sudir, buka pintunya,,,!


Suara pintu di gedor dari luar, seorang laki laki paruh baya dengan wajah putih di hiasi kumis melintang segera membuka pintu dari dalam.


Seorang lelaki yang membopong wanita cantik langsung masuk ke dalam rumah dan meletakkan wanita itu di atas tikar pandan yang ada di rumah itu.


" Apa yang terjadi dengan Rukmini,,? " tanya ki Sudir.


" Dia terluka karena bertarung dengan seorang pendekar wanita,, " jawab Remboko orang yang menyelamatkan Nyai Rukmini.


" Jika wanita itu mampu mengalahkan Nyai Rukmini, di lain waktu dia akan menjadi batu penghalang bagi kita, apalagi kemaren anak buahku juga dikalahkan oleh seorang perempuan,, " terang ki Sudir.


" Terus apa yang harus kita lakukan, perlukah kita melapor kepada pemimpin,,? "

__ADS_1


" Aku kira tidak perlu, aku punya rencana lain yang akan membuat pemimpin kita gembira,, " ucap ki Sudir sambil memperlihatkan senyum liciknya.


__ADS_2