PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Mulai Menyelidiki 2


__ADS_3

Cakra kini mulai memasuki kota, bekas kota raja Gading Padas, dia berjalan di keramaian kota itu, walau penjagaan di sana sangat ketat namun Cakra bisa mengelabui para penjaga dengan menumpang para pedagang yang masuk kota itu, dia meyakinkan pedagang itu bahwa dia butuh pekerjaan, dia bisa di suruh membongkar angkut dagangan itu, sehingga pedagang itu mengijinkan dia ikut dalam rombongannya.


Sebelumnya Cakra menyimpan pedangnya ke dalam sebuah gua, jika dia butuh pedang itu, dia bisa memanggilnya kapanpun juga dan pedang itu akan menghampirinya, memang salah satu kemampuan pedang itu adalah mampu mendatangi tuannya yang memanggil di manapun letak tuannya itu.


Saat Cakra sudah masuk pintu gerbang kota itu, Cakra segera memisahkan diri tanpa di ketahui pedagang itu, dia mengeliling kotaraja itu dengan teliti.


Thiing Ting .


Bunyi beradunya pedang mengusik pendengaran Cakra, dia segera menuju sumber suara itu, terlihat seorang pemuda di kepung oleh lima orang prajurit, pemuda itu dengan lincah menggerakan pedangnya menggempur para prajurit pengeroyoknya.


"Jangan biarkan lolos penyusup itu,,! " teriak seorang laki laki berperut besar dengan pakaian komprang dan baju rompi merah.


Para prajurit itu masih berusaha meringkus pemuda itu, namun kemampuan pemuda itu berada di atas mereka, sehingga mereka kesulitan menangkap pemuda itu, bahkan kini mereka yang terdesak mundur.


Sreet sreet braaak.


Salah seorang prajurit itu terkena sabetan pedang di dadanya sehingga dia ambruk menabrak kurungan ayam di situ.


Sliweran pedang prajurit mengurung pemuda itu,


Shiiing , desingan pedang sedikit meleset dari arah sebenarnya yang di arahkan ke kepala pemuda itu, namun hanya dengan menggeser kakinya, pemuda itu mampu menghindari sabetan pedang itu.


Pemuda itu mulai kehabisan tenaga, bagaimanapun juga jika dia di keroyok empat orang, itu sangat merepotkannya.


Dia salurkan tenaga dalamnya ke pedang, sesaat pedangnya bersinar kehijauan, jurus pedang cahaya bergulung telah pemuda itu keluarkan.


Cahaya bergulung gulung mengejar para prajurit itu dengan cepat.


Craaak craaak. aaakhh.

__ADS_1


Dengan cepat dua orang prajurit sudah kehilangan nyawanya, kini tinggal dua orang prajurit yang masih berdiri.


" Kurang ajar, anak buahku telah habis di binasakan, aku bunuh kau,, " ucap ki Seto seorang berbaju merah yang dari tadi mengawasi jalannya pertempuran.


Sekali loncat dan bersalto di udara, ki Seto sudah masuk di tengah tengah pertarungan, dia yang bertangan kosong sangat percaya diri dengan jurus tangan kosongnya yang bernama jurus bara wojo.


Sesaat setelah dia mendarat dia langsung mengarahkan serangannya ke pemuda itu,


Tangan kanannya menjulur mengejar leher pemuda itu, dengan cekatan pemuda itu mengibaskan pedangnya ke arah tangan musuhnya.


Traaang.


Tangan yang di sasar pedang itu bukannya buntung, justru pedang itu yang terpental seakan menabrak baja yang sangat kuat.


"Ha ha ha ha, rasakan ini, " ucap ki seto sambil terus merangsek kedepan mengejar leher pemuda itu.


" Kena kau, " ucap ki Seto.


Dhuaaaarr..


Suara ledakan yang di hasilkan dari bertemunya dua kekuatan.


Ki Seto terlempar kebelakang sejauh tiga tombak, sedangkan Cakra masih berdiri di situ dengan tenang, Cakra sengaja mengaktifkan baju zirah dan topeng garuda agar wajahnya tidak di kenali.


"kurang ajar, siapa kau yang berani ikut campur urusan kerajaan Selo Cemeng ,,? " umpat ki Seto setelah menguasai tubuhnya agar tidak terhuyung.


"Aku malaikat maut yang akan mencabut nyawamu,, " ucap Cakra menakuti.


Tanpa di beri aba aba, Cakra yang sudah mengeluarkan jurus Cakar garuda membelah badai segera melesat ke arah ki Seto, ki Seto memapaki serangan itu dengan jurus Bara Wojo tingkat tiga, kini tangannya membara merah.

__ADS_1


Pukulan demi pukulan saling mereka lancarkan, pukulan ki Seto yang berhawa panas mampu di reda oleh Cakra dengan hawa angin dinginnya.


Hyaaat Hyaaat.


Teriak ki Seto semangat menyerang Cakra.


Cakra meladeni serangan itu, satu pukulan mengarah wajahnya bisa di tangkis dengan tangan kirinya, dia menyabetkan tangan kanannya ke wajah ki Seto, namun di hadang dengan tangan kirinya. hingga pada jurus ke dua ratus lima puluh, ki Seto lengah, dada ki Seto tersambar Cakar Cakra.


Ki Seto terjajar mundur empat langkah, wajahnya penuh amarah, wajahnya yang hitam bertambah kelam karena amarahnya.


Ki Seto menyiapkan serangan yang lebih dahsyat, dia ingin beradu nyawa dengan seorang lawan yang tidak di kenalnya karena memakai topeng.


Wuuush.


serangkuman angin berhawa panas melesat dari tangan ki Seto mengarah ke Cakra, tanpa menghindar serangan itu di terima tepat di dada Cakra.


Dhuuuarr.


Kabut asap saat itu terbentuk akibat ledakan tadi.


Namun saat kabut asap itu telah hilang, terlihat lawannya masih berdiri tanpa ada kurang satu apapun.


Ki Seto di buat melongo, pukulan yang selama ini di andalkannya itu tidak mempan kepada lawannya, ini terjadi karena pukulan dahsyat itu di redam oleh zirah yang ada pada diri Cakra.


Melihat kesempatan menyerang, Cakra melesat ke arah Ki Seto.


Craaashhh.


Sesaat leher itu terpotong oleh Cakar Garuda pembelah badai, kepala ki Seto menggelinding ke bawah dan tubuhnya ambruk ke tanah.

__ADS_1


Tepat saat itu, pemuda yang di tolong Cakra sudah mengakhiri pertarungannya dengan dua sisa prajurit yang masih ada.


__ADS_2