PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Pertemuan Tidak Terduga 2


__ADS_3

Cakra melihat lekat sosok anggun di depannya, di hampiri sosok itu sambil mengulas senyum yang membuat tambah menawan wajah pemuda itu.


"Apakah anda baik baik saja " tanya Cakra dengan sopan.


"Aahh,,, aku baik baik saja, terima kasih atas pertolonganmu, kalau tidak mungkin aku dan kawan kawanku sudah binasa." balas gadis itu dengan tersipu karena pesona dari Cakra, baru kali ini dia berhadapan dengan pemuda yang tampan dan rupawan seperti itu.


"Namaku Cakra, kebetulan lewat sini, namamu siapa ? " kenal Cakra.


Belum pertanyaan itu di jawab gadis itu, dua orang paruh baya yang tadi di di lumpuhkan oleh prajurit Selo Cemeng telah menghampiri mereka.


"Oh .. aku Sari dari Tirta kencana dan ini paman pamanku suro dan rejo yang menemani aku" jawab gadis itu yang ternyata bernama Sari dan memperkenalkan ke dua laki laki paruh baya yang baru saja mendekati mereka.


Mendengar nama Tirta kencana, ingatan Cakra terbawa pada masa dia dengan orang tuanya berjalan menuju kerajaan Tirta Kencana untuk mencari tempat perlindungan, yang akhirnya dia terpisah dari orang tuanya di hutan Pancer, dia termenung mengingat itu semua.


"Kau dari mana dan mau kemana? " tanya Sari membuyarkan lamunan Cakra.

__ADS_1


" Aku hanya seorang pengembara, hanya mengikuti kehendak kaki melangkah" jawab Cakra menutupi tujuan aslinya.


" Kalau begitu ayo ikut aku sarapan, sebagai rasa terima kasihku padamu yang telah menolongku" tawar Sari kepada Cakra sambil menggandeng tangan Cakra di tempat perapian yang sudah ada seekor kijang panggang, memang sebelum para prajurit Selo Cemeng datang mereka sempat memanggang kijang yang mereka dapatkan kemaren di hutan itu.


Tanpa bisa menolak, Cakra hanya bisa mengekor di belakang sari, kemudian duduk di bawah pohon rindang menanti paman suro dan paman rejo menyiapkan daging kijang bakar yang sudah matang.


Sambil menunggu mereka berdua berbincang bincang, pembawaan Sari yang ceria dan ramah menjadikan Cakra nyaman berbincang dengan Sari.


" Kamu orang Tirta Kencana, tapi kenapa kamu berada di hutan wilayah Gading Padas ini ? " tanya Cakra untuk menghilangkan keheranannya.


" Kemaren kami kemalaman di hutan ini jadi kami istirahat di sini" sambung sari.


Tidak lama, paman rejo membawa daging kijang bakar di alasi daun jati di tangan kanan kirinya untuk di berikan kepada Cakra dan Sari, kemudian kembali ke dekat perapian untu makan bareng dengan paman suro temannya sejak kecil.


" Kamu dari wilayah Gading Padas, bagaiman keadaan di sana Sari ? " tanya Cakra ingin tau keadaan tempat dia berasal.

__ADS_1


Sambil tetap makan, Sari menceritakan semua apa yang terjadi di kerajaan Gading Padas.


Keadaan masyarakat yang memprihatinkan, kelaparan di mana mana, perlakuan selayaknya budak bagi warga asli Gading Padas yang di lakukan oleh orang orang Selo Cemeng, rakyat di suruh menanam padi dan bahan pokok lainnya, namun hasilnya harus di serahkan kepada kerajaan Selo Cemeng, mereka hanya di beri makan buah asam, buah lontar, dan buah juwawut, sedangkan padi mereka di rampas semua, raja dan keluarganya di penjara dan di temukan gugur pada setahun yang lalu karena di siksa dan tidak di beri makan.


Tanpa di sadari Sari, Cakra yang mendengar keadaan di wilayah tempat dia berasal itu tanpa sengaja menyalurkan amarahnya dengan mengeluarkan tenaga dalam, otot otok wajahnya menegang, giginya bergeretakan menahan amarah, di sekeliling tubuhnya muncul angin yang berputar putar menerbangkan dedaunan di situ.


Reflek Sari menjauh dari tubuh tubuh Cakra, dia tidak tau apa yang terjadi pada Cakra, yang bisa dia lakukan adalah menjauh mengikuti paman pamannya.


Sadar apa yang di perbuat telah membuat Sari takut dan menjauhinya, Cakra segera mengendalikan amarah dan tenaga dalamnya, dia terduduk lemas di bawah pohon itu sambil menundukan kepalanya.


Sari yang melihat keadaan sudah nyaman, dia menghampiri Cakra, awalnya dia takut mendekati karena dahsyatnya kekuatan Cakra, namun dia berusaha memberanikan diri mendekati Cakra.


"Ada apa Cakra, kenapa reaksimu seperti ini ? tanya Sari sambil meletakan tangannya di pundak Cakra untuk menenangkan hati Cakra.


" Aku tidak apa apa sari, cuma aku berasal dari Gading Padas, aku tidak rela jika rakyat di sana di perlakukan seperti itu, aku akan segera membebaskan mereka sari, " jelas Cakra.

__ADS_1


Cakra langsung melesat meninggalkan Sari di situ, dia merasa harus segera menemukan gua di gunung Gumbolo Arum untuk menyempurnakan ilmunya dan sesegera mungkin membebaskan rakyat rakyat yang tertidas di manapun mereka berada.


__ADS_2