PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Lawan Menjadi Kawan


__ADS_3

Pagi buta sekali, matahari masih belum menampakkan kegagahannya, kerajaan siluman Kera telah terjadi kegaduhan, pasalnya pagi itu Cakra, raja mereka yang baru telah kembali ke kerajaan setelah semalam menghilang, yang lebih membuat gempar adalah kedatangan raja mereka membawa sosok yang selama ini menjadi musuh utama mereka.


" Cepat panggilkan tabib istana ke sini,,! " perintah Cakra sesaat setelah meletakkan tubuh raja Siluman Rubah Putih di sebuah ranjang kepada para punggawa kerajaan yang mengikuti dirinya masuk di kamar yang biasanya di gunakan untuk para tamu di istana itu


Mendapat perintah dari raja mereka bukannya segera melaksanakan perintah, justru mereka masih diam sambil saling melempar pandang, mereka ragu untuk melaksanakan perintah itu.


" Kalian tunggu apa lagi,,,,,kenapa tidak ada yang memanggil tabib istana,,,?" tegur Cakra melihat para punggawanya hanya berdiri saling pandang.


" Baik gusti akan saya panggilkan,, " jawab Ekarupa langsung keluar ruangan mencari tabib kerajaan.


" Ampun gusti,, selama ini kita bermusuhan dengan kerajaan siluman Rubah Putih, bahkan sudah beratus ratus tahun kami berperang, namun kenapa hari ini gusti prabu justru akan menyelamatkan musuh kita, apa tidak sebaiknya kita bunuh raja jahat ini,,! " ucap Panglima Gendono Lanang.


Cakra yang saat itu sibuk memeriksa kondisi raja siluman Rubah Putih mendapat saran dari panglimanya menjadi terkejut dan menolehkan pandangannya ke arah panglima Gendono Lanang.


Panglima Gendono Lanang yang mendapat pertanyaan itu segera menjatuhkan tubuhnya berlutut didepan Cakra, dia Khawatir jika rajanya marah karena ucapannya.


Cakra kemudian duduk di tepi ranjang di hadapan seluruh punggawanya yang ada di ruangan itu termasuk resi Bayushuta.


" Sekarang aku akan bertanya kepada kalian, aku minta kalian menjawab sesuai hati nurani kalian,, " ucap Cakra.

__ADS_1


" Apakah kalian senang dengan banyaknya mayat yang bergelimpangan,,,? "


" Tentu tidak gusti,,, " jawab mereka serempak.


" Apakah kalian ingin sesama saudara kita saling bertikai dan saling membunuh,,? "


Para punggawa hanya menggeleng gelengkan kepala mereka.


" Apakah kalian ingin melihat rakyat kita kelaparan dan menderita karena perang,,? "


" Kami tidak menginginkan hal seperti itu gusti,, " ujar resi Bayushuta.


Para punggawa semakin menundukkan kepala tidak berani menjawab pertanyaan raja mereka.


" Jika kalian tidak menginginkan hal hal seperti tadi, kenapa kita harus menjadikan peperangan menjadi jalan utama untuk menggapai kemakmuran kerajaan,,,? "


" Kenapa juga kita tidak mencari jalan keluar yang lain yang lebih bisa membuat kedamaian di dunia ini,,?"


" Aku berusaha menyelasaikan permusuhan yang sudah lama ini berlangsung, namun aku tidak ingin menjadikan peperangan sebagai penyelesaiannya, mungkin dengan membunuh raja kerajaan siluman Rubah Putih kita akan memenangkan peperangan ini, namun apakah prajurit kerajaan mereka akan serta merta tunduk, apakah nantinya para petinggi kerajaan akan membiarkan kita memenangkan perang ini,,,? "

__ADS_1


" Kemungkinan besar justru mereka akan melakukan perang yang lebih besar gusti,,,, " ujar panglima Gendono Lanang.


" Nah tepat apa yang di sampaikan oleh panglima Gendono Lanang, mereka pasti akan menyerang kita karena mereka tidak akan dengan suka rela menyerahkan kerajaan mereka walau raja mereka telah tiada, jadi aku lebih memilih untuk menyelesaikan peperangan ini dengan persahabatan dan kerja sama yang menguntungkan kedua belah kerajaan. " ujar Cakra mantab.


Para punggawa mulai mampu memahami cara berpikir raja mereka, utamanya resi Bayushuta dia sangat gembira karena telah mengangkat sosok Cakra sebagai raja mereka, mereka merasa puas dengan jawaban raja mereka, kini mereka hanya menyerahkan masalah ini kepada raja mereka.


Tanpa mereka sadari, raja siluman Rubah Putih yang terbaring lemah di ranjang telah mendengarkan seluruh pembicaraan mereka, dari sudut mata raja itu telah mengalir setitik air bening tanda hatinya terguncang.


Dari sini raja siluman Rubah Putih mampu menilai secara langsung betapa arif bijaksananya raja muda ini, sayangnya dia baru sadar setelah keadaannya begitu lemah seperti ini.


Tidak lama tabib istana datang tergopoh gopoh masuk ke ruang itu.


Tabib istana itu langsung menghadap kepada raja Cakra.


" Tolong obati luka dalam yang dia derita, rawat dia dengan baik, aku ingin dia segera sembuh dari luka lukanya,, " ucap Cakra memberi perintah.


" Baik gusti,, " ucap tabib itu.


Tabib itu segera memeriksa keadaan raja siluman Rubah Putih, setelah selesai, dia segera meracik obat yang nantinya akan di minumkan untuk mengurangi rasa nyeri dari luka dalamnya dan di borehkan di anggota tubuh yang terluka.

__ADS_1


Melihat cara kerja tabib istana yang cekatan dan teliti, Cakra segera keluar dari ruangan itu untuk istirahat di kamarnya, sedangkan para punggawa kerajaan siluman kera segera membubarkan diri.


__ADS_2