PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Raja Siluman Kera 2


__ADS_3

" Aargghhh, tidak aku sangka ada seorang manusia yang berani mengganggu ketentraman hutan Murwo ini. " kata kera merah itu.


" Maafkan kami, kami di sini hanya melintas tidak berniat mengganggu, bahkan tidak merusak apapun di hutan ini, " jawab Cakra.


Raja siluman kera menggeram memperlihatkan taring panjangnya.


" Sudah merusuh sekarang berkelit, apalagi kalian sudah membunuh dua panglima terbaik ku,, "


" Kami di serang jadi kami membela diri,, " ujar Cakra kalem.


" Aku sebagai raja di kerajaan siluman kera tidak akan tinggal diam, akan aku binasakan kalian,, "


" Dinda menjauh lah, jangan ikut campur di pertarungan ini,,! " perintah Cakra.


Kenanga tidak berani membantah, dia langsung menjauh dari tempat berdirinya Cakra.


Blaaaar.


Dua sosok kera hendak menghadang Kenanga, namun sebuah bola api menghantam mereka hingga mereka harus bergelimpangan di tanah tanpa napas.


" Siapa yang berani menghalangi temanku pergi maka akan bernasib sama dengan mayat itu,, " geram Cakra.


Sosok sosok kera itu tidak berani menghadang Kenanga, mereka lebih memilih untuk mempertahankan nyawa mereka.


" Kurang ajar, beraninya kau membunuh prajurit kerajaan siluman kera di depan ku, akan aku ***** tubuhmu hingga hancur lebur tidak tersisa. " bentak raja kera.


Raja siluman kera langsung meloncat dengan kedua tangan di kepalkan di atas kepala.


Buuuuuum.


Debu beterbangan dari tanah yang berlubang akibat hantaman kedua tangan raja siluman kera yang dapat di hindari Cakra dengan meloncat ke belakang.


Dari lubang yang di hasilkan, bisa di lihat jika kekuatan raja siluman kera sangat besar, mungkin jika dia mengerahkan kekuatannya maka batu sebesar kerbau bisa hancur akibat pukulannya.

__ADS_1


" Aku kira aku sedang berhadapan dengan pendekar yang kuat, ternyata hanya seorang pendekar yang hanya mampu menghindar dan lari, aku yakin hanya dengan tangan ku ini bisa ******* tubuhmu, " ujar raja siluman kera.


" Masih terlalu awal untuk menyimpulkan hasil pertarungan ini,, aku sama sekali belum melakukan apa pa,, " balas Cakra.


" Ayo kita buktikan,, " geram raja siluman kera.


Setelah berbicara seperti itu raja siluman kera langsung menerjang Cakra, mengetahui kekuatan lawan, Cakra tidak ingin bermain main, dia langsung menggunakan baju zirah nya, dengan baju zirah itu dia tidak khawatir terhadap pukulan lawan karena dia yakin baju zirah itu bisa meredam.


Pukulan tangan yang besar dan panjang itu berdatangan silih berganti, dengan lincah Cakra menghindari sambil sesekali membalas dengan memberikan pukulan maupun tendangan, di pertarungan yang berlangsung cepat itu mulai sering terjadi benturan demi benturan, namun karena kuatnya ilmu kebal yang di miliki raja siluman kera dan baju zirah yang di kenakan oleh Cakra membuat setiap pukulan itu tidak berakibat apa apa.


Kadang kadang salah satu dari mereka hanya terdorong kebelakang namun setelah menapak tanah mereka kembali memburu lawan mereka lagi, gerakan mereka yang cepat itu sampai susah di ikuti oleh mata biasa.


Dua bayangan merah saling bergelut, saling adu cakaran, pukulan dan tendangan.


Blaaar.


Dua pukulan beradu di udara membuat keduanya terpental bersalto ke belakang dan mendarat di tanah dengan pelan.


Raja siluman kera merasa heran dengan musuh yang dia hadapi saat ini, biasanya hanya dengan beberapa serangan lawannya sudah tumbang, namun saat ini dia menemukan lawan yang tangguh sehingga mampu mengimbanginya.


Cakra mendengar itu hanya tersenyum, dia langsung melesat, tiba tiba saat tubuh Cakra sudah dekat dengan raja siluman kera, dia mengeluarkan sayapnya, sehingga kini tidak hanya kaki dan tangannya saja yang menyerang, kedua sayapnya pun mampu menjadi senjata yang apabila mengenai musuh bisa fatal akibatnya.


Raja siluman kera yang awalnya merasa mampu menghadang serangan Cakra justru merasa kaget saat Cakra mengeluarkan sayapnya, dari serangan yang datang ini seakan akan musuhnya memiliki empat lengan yang semua bisa di gunakan untuk menyerang, sayap yang lentur namun kuat itu kadang menyelinap diantara mereka kemudian di kepakan ke depan dengan keras sehingga dada raja siluman kera bisa dengan telak terkena samplokan sayap itu.


Beberapa kali raja siluman kera di paksa mundur akibat serangan kaki, tangan serta sayap Cakra.


Dengan sayap itu Cakra leluasa terbang dan menggerakkan kaki dan tangannya untuk menyambar lawan layaknya burung garuda yang menyambar mangsanya.


Raja siluman kera merasa di permainkan karena selama ini Cakra terbang tinggi kemudian menukik mengarahkan cakar maupun kakinya ke tubuh lawan kemudian dia terbang lagi.


Raja siluman kera langsung mengeluarkan tongkat besinya, dengan tongkat itu dia menghalau setiap serangan Cakra, bahkan dia juga mampu memukul salah satu sayap Cakra, awalnya dia mengira Cakra akan jatuh ke tanah akibat rusaknya sayap kiri miliknya, namun ternyata sayap kiri yang terpukul hingga rusak itu dengan cepat pulih lagi seperti semula sehingga Cakra mampu melanjutkan terbangnya.


Amarah raja siluman kera semakin memuncak, saat Cakra terbang rendah mengirimkan cakarnya ke perut lawan, raja siluman kera langsung meloncat kesamping, saat Cakra melewati di depannya, dia meloncat di atas punggung Cakra kemudian dia berpegang di kedua sayap Cakra dan berloncatan di atas punggung itu, selain itu dia juga memukuli punggung Cakra.

__ADS_1


Cakra yang di perlakukan seperti itu tidaknya turun justru melambung tinggi ke angkasa sambil menahan sakit akibat pukulan yang masih di lakukan oleh raja siluman kera, dengan satu tangan berpegangan di sayap dan satu tangan memukuli punggung Cakra, raja siluman kera bertahan.


Saat sudah mencapai ketinggian Cakra berputar putar di udara membuat raja siluman kera menghentikan pukulannya agar bisa berpegangan dengan kedua tangan.


Raja siluman kera berpegang dengan kuat sehingga walau Cakra terbang dengan terbalik menghadap ke atas namun raja siluman kera masih tetap kuat berpegangan.


Cakra merendahkan terbangnya, sehingga saat ada sebuah batu besar dia kembali berbalik menghadap atas, akibatnya tubuh raja siluman kera yang bergelantungan memegang pundak Cakra terbentur batu punggungnya.


Aaaaakh.


Terpaksa raja siluman kera melepaskan pegangannya sehingga jatuh ke tanah, Cakra langsung memutar balik, dengan menyiapkan pukulan paruh garuda dia melesat mengarah ke tubuh raja siluman kera.


Blaaaaaaar.


Tidak di sangka oleh Cakra, tubuh raja siluman kera sangat keras sehingga dirinya harus terpental kebelakang berbarengan dengan terpentalnya tubuh raja siluman kera.


" Ha ha ha, bagaimana,,,? sudah merasakan ilmu kebal tubuhku ini,,? " seru raja siluman kera.


Cakra yang baru mendaratkan kakinya di tanah langsung memperbaiki posisi berdirinya, dia memang heran karena pukulannya tadi benar benar telak mengenai lawan, namun tidak berakibat sama sekali kepada lawan, hal ini membuat dia tidak percaya.


Cakra ingin mencoba sekali lagi, maka dia meningkatkan tenaga dalamnya kemudian menyiapkan pukulan paruh garudanya sekali lagi.


Wuuuuuuuus..


Blaaaaaar.


Blaaaaam.


Pukulan yang di lakukan oleh Cakra di terima dengan dada terbuka oleh raja siluman kera, tubuh itu hanya berguncang sebentar dengan telapak tangan Cakra masih menempel di dada lawan, justru terjadi ledakan di sekitar mereka hingga menimbulkan lubang di beberapa titik.


Cakra segera menarik tangan dan meloncat bersalto ke belakang.


" Apa boleh buat, aku akan menggunakan pedang garuda,, " gumam Cakra.

__ADS_1


Sriiiiiiiiiiiing.


Sebuah sinar biru muda berpendar dari bilah pedang menyilaukan mata, Cakra kemudian bersiap untuk menyerang lawannya.


__ADS_2