PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Kebun Istana


__ADS_3

Seorang laki laki berpakaian serba hitam tiba tiba datang menerobos penjagaan di kerajaan siluman rubah putih, langkahnya yang terburu buru menunjukkan bahwa ada keperluan penting yang harus di sampaikan kepada raja siluman Rubah Putih.


" Maaf tuan, ada keperluan apa anda mau menemui raja Rubah Putih,,? " tanya seorang penjaga sambil menyilangkan tombaknya.


" Ada berita penting untuk raja, biarkan aku lewat,,! " bentak laki laki berpakaian hitam itu.


" Tidak bisa, raja sedang ada urusan, jadi tidak bisa di ganggu,, " ujar penjaga itu.


" Kalau kau tidak ingin kepalamu pisah dengan badan, maka biarkan aku masuk,,! " ancam laki laki itu.


" Ma,,,,,, Aaakkkh,, " teriak penjaga itu belum sempat menyelesaikan kata katanya.


" Terlalu lama berpikir,, cuiiih,, " gumam laki laki berpakaian putih itu setelah memenggal ke dua penjaga yang menghalangi dia masuk.


Hanya dengan sekali gerakan jari, angin yang di hasilkan dari gerakan jari itu mampu memisahkan kepala dua penjaga itu dari tubuhnya.


Perlahan laki laki itu masuk ke istana raja, tibanya di dalam ternyata sang raja sedang di kerumuni para dayang dayang yang cantik dan muda, mereka bersenang senang sambil meminum minuman keras yang terbuat dari perasan buah anggur.


Laki laki yang baru datang itu langsung berlutut di hadapan sang raja.


" Ada berita penting apa sehingga kau berani mengganggu kesenanganku,,? " tanya raja Rubah Putih setelah meminta salah satu dayang yang tadi duduk di pangkuannya untuk menyingkir.


" Ampun raja, hamba telah selesai mengintai di kerajaan siluman kera,, "


" Benarkah,,, ada kabar apa dari sana,,? " tanya raja itu antusias.


" Maaf raja, memang sekarang kerajaan siluman kera telah di pimpin oleh raja yang baru,, "


" Haah, seperti apa sosok raja baru di sana,,? "


" Menurut yang hamba ketahui raja baru itu seorang laki laki dari bangsa manusia yang masih muda,, "


" Apa tidak salah mereka mengangkat raja dari bangsa manusia yang lemah,, ? jika memang mereka mau mengangkat manusia berarti manusia itu cukup sakti,, "


" Maaf raja, untuk kemampuannya hamba belum pernah menyaksikan sendiri, namun saat ini raja itu telah membangun kekuatan prajurit mereka dengan kuat, bahkan raja itu telah berjanji untuk menghancurkan kerajaan lain yang berani menyerang mereka,, "


" Apa,,? sombong sekali raja bau kencur itu, apakah di kiranya kerajaan kerajaan siluman selain mereka ini adalah kerajaan yang lemah, aku tidak terima terhadap penghinaan ini, akan aku kasih pelajaran raja ingusan itu. " kata raja Rubah Putih.


Laki laki di hadapan raja itu menundukkan kepala menyembunyikan senyuman licik, apa yang selama ini telah di susun rapi kini tinggal memulai dan menunggu hasilnya saja.


" Trengginas, kirim surat tantangan kepada raja baru itu, aku ingin menguji seberapa kuat dia sehingga berani sesumbar seperti itu,, " perintah raja Rubah Putih kepada lelaki berpakaian hitam di depannya.

__ADS_1


" Segera hamba laksanakan raja,, " jawab Trengginas mantab .


Trengginas segera pamit untuk melaksanakan tugas itu.


Sedangkan raja Rubah Putih melanjutkan kegiatan bersenang senangnya tadi, sekejap suara tawa terdengar riuh di ruangan itu diselingi suara desah dan erangan.


****


Tidak di sangka oleh Kenanga jika di istana kerajaan siluman kera terdapat taman dan kebun yang indah, bunga berwarna warni dari berbagai jenis dari melati, mawar, anggrek dan nusa indah tumbuh dengan subur di sana, sedangkan buah buahan yang jarang di jumpai di hutan namun di kebun itu seakan tidak pernah ada habisnya, mereka tinggal memetik buah yang di sukainya tanpa harus bersusah payah.


Hal ini yang membuat betah Kenanga berada di sana.


Cakra beberapa kali mencari keberadaan Kenanga, akhirnya dari keterangan seorang penjaga, dia tau keberadaan gadis cantik yang di cintainya itu.


Tanpa pikir panjang, Cakra segera menyusul Kenanga.


Di carinya gadis itu di setiap sudut taman namun dia tidak menjumpai gadis itu di sana, Cakra kemudian mencoba mencari di kebun istana itu.


Ternyata gadis itu sedang terbaring di bawah pohon mangga yang rindang sehingga udara di bawahnya terasa sejuk, mungkin gadis itu terlalu menikmati udara di sana, sampai membuat dirinya terlelap.


Menemukan gadis cantik yang dia cintai sedang tidur, dia langsung meloncat ke atas pohon kelengkeng yang rimbun dengan buahnya yang lebat.


Cakra iseng dengan mengambil setangkai buah, dia lemparkan sebuah tepat mengenai pipi Kenanga.


" Auuh sakit,,,, siapa yang melempar buah ini,,,? " gumam Cakra sambil memegangi dahinya yang tertimpuk buah kelengkeng.


Kenanga berdiri memperhatikan sekelilingnya, tapi tidak ada satu pun yang bisa dia curigai.


Pluuk.


Tiba tiba punggungnya terkena timpuk lagi, Kenanga langsung membalikkan badan, tapi sama saja tidak ada siapapun di sana, karena sesaat setelah melempar Cakra telah berpindah tempat.


Kenanga mencoba menggunakan jurus yang di ajarkan oleh Cakra untuk mencari tahu keberadaan sekelilingnya dari getaran udara, tapi hal ini tidak berhasil.


Tiba tiba dari belakang tubuhnya di peluk oleh seseorang, dia berteriak ingin menghindar namun tangan itu dengan cepat mengunci tubuhnya untuk merapat di tubuh pemeluknya, Kenanga menoleh ke belakang hendak menampar orang itu, namun setelah tahu siapa yang melakukannya hal itu menjadi urung, justru dia menjadi tersenyum dan menikmati pelukan itu.


Cakra meletakkan dagunya di pundak kanan Kenanga sambil berbisik" aku rela kok di tampar oleh bidadari,, "


" Iiiih,,, kakang,,,,, " gemas Kenanga sambil mencubit hidung mancung pemuda itu.


" Apa kakang tidak malu di lihat para penjaga nantinya,,? " tanya Kenanga.

__ADS_1


" Memangnya siapa yang berani mengganggu kita ,,? tanya Cakra.


" Ah sudah lah.. " pasrah Kenanga.


Di tariknya tubuh itu ke belakang untuk duduk di bawah pohon mangga, setelah itu Cakra berbaring dengan meletakkan kepalanya di paha gadis itu sebagai bantal.


Kenanga menjadi senang sekaligus malu karena baru kini Cakra bersikap seperti itu, dia ingin momen seperti itu tidak segera berlalu, dia ingin berlama di sana.


Cakra memejamkan mata.


Sedangkan Kenanga memandangi wajah tenang itu dengan penuh perhatian.


" Ihhh.. buat apa nyusul kesini jika malah tidur,,? " geram Kenanga sambil mencubit hidung Cakra.


" haduh,, biarkan aku menikmati suasana surga ini dinda,, jangan ganggu,,! " ujar Cakra.


" Suasana surga,,,? memang ada surga di sini,, ? "


" Aroma surga sudah ku cium dari tadi, sejuk dengan angin semilir yang nyaman dan juga bidadari nya pun menemani di sini, apakah ini bukan surga,,? "


" Di tambah lagi pemandangan dua gunung terlihat jelas,, " lanjut Cakra.


" Dua gunung,,,? Aaakkh,, " Kenanga segera menutupi dadanya dengan selendang setelah sadar apa yang di maksud oleh Cakra.


Kenanga salah tingkah namun dia dalam hati malah senang.


Agak lama mereka menikmati suasana itu.


Weeeees.


Claaaaaaaaph.


Cakra dengan cekatan menangkap pisau yang mengarah ke kening Kenanga, dia langsung bersiaga namun pelempar pisau itu telah pergi sesaat setelah melempar pisau.


Cakra meneliti pisau yang ada di tangannya, ternyata di gagang pisau itu terdapat kain putih yang di gulung rapi.


" Apa itu kakang,,,? " tanya Kenanga.


Cakra tidak menjawab, tapi dia langsung membuka gulungan kain putih itu di hadapan Kenanga.


" Ini surat tantangan dinda,, "

__ADS_1


" Dari mana kakang,,? " tanya Kenanga.


" Aku tidak tahu, tapi aku akan datang memenuhi tantangan ini,, " jawab Cakra mantab


__ADS_2