PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Restu Orang Tua


__ADS_3

Sesosok kakek membopong tubuh yang sudah kaku karena telah tidak bernyawa masuk ke dalam sebuah gua.


Gua yang dari pintunya terlihat kecil namun setelah masuk ke dalam ternyata gua itu cukup luas dan banyak ruangan ruangan di dalamnya.


Kakek berambut putih itu segera meletakkan tubuh anaknya yang sudah tidak bernyawa di atas sebuah batu pipih.


Seorang pemuda yang sebelumnya terbaring di atas batu pipih lainnya segera bangkit dengan susah payah karena tubuhnya masih terasa sakit.


" Apa yang terjadi guru,,? tanya pemuda itu.


" Maafkan aku pangeran,,, "


" Maaf,,,? apa maksudnya ini guru,,,,? " tanya pemuda itu yang ternyata pangeran Anjang Manikam.


" Kami telah gagal menyelamatkan nyawa gusti raja Siluman Rubah Putih,,,, "


" Apa,,,,, apa yang terjadi dengan romo ku, apakah benar beliau sudah tiada,,? "


" Benar pangeran, awalnya gusti raja hendak menguji kemampuan raja baru di kerajaan siluman kera, akhirnya semalam mereka bertarung, namun karena kelicikan dari raja muda itu, romo anda kehilangan kalah sehingga harus kehilangan nyawa, kami yang saat itu datang bersama raja hendak membantu tapi kita terlambat karena nyawa romo anda tidak terselamatkan, setelah itu kami yang tidak terima dengan kematian raja akhirnya menyerang dia namun dia benar benar tangguh dan licik sehingga kami kalah dan anakku pun kehilangan nyawanya demi membela raja siluman Rubah Putih,,, " cerita kakek yang di sebut guru oleh pangeran Anjang Manikam yang cerita itu di putar balikan agar pangeran Anjang Manikam mendendam kepada Cakra.


Pangeran Anjang Manikam tersulut amarahnya, dia kepalkan tangannya kemudian dia pukulkan di batu pipih tempat dia terbaring tadi hingga batu itu retak.

__ADS_1


" Tunggu kesembuhanku raja sombong, aku akan menghabisi raja sombong itu setelah aku pulih,,, " teriak pangeran Anjang Manikam.


Kakek Sembrani yang melihat reaksi pangeran itu menjadi tersenyum karena umpannya mendapatkan hasil.


" Benar pangeran, anda harus segera sembuh agar bisa segera kembali ke istana untuk memimpin di sana,,! "


" Baiklah guru,, " ucap pangeran Anjang Manikam.


" Aku pamit untuk menguburkan mayat anak ku dulu pangeran,, "


" Silahkan guru,,, "


Kakek Sembrani langsung mengangkat mayat anaknya kemudian membawanya keluar sambil tersenyum sinis.


****


Tidak terasa lebih dati dua puluh hari Cakra berada di kerajaan siluman Kera, sudah begitu banyak kemajuan dan perubahan yang di lakukan oleh nya.


Luka dalam yang di derita oleh raja siluman Rubah Putih pun juga sudah mulai pulih, selama masa pemulihan itu hubungan antara Cakra dengan raja Siluman Rubah Putih menjadi lebih baik, mereka sering duduk bersama membicarakan tentang perkembangan kerajaan saling bertukar ide untuk menjadikan kerajaan mereka lebih berkembang lagi.


" Aku rasa apa yang kau sampaikan tentang perang yang hanya menimbulkan kesengsaraan ada benarnya juga, selama ini kita hanya melihat dari sisi kepuasan dalam berperang dapat menguasai wilayah lain namun tidak memikirkan rakyat jelata yang harus menanggung akibatnya, pajak semakin mahal, tanah terbengkalai karena di tinggal para lelaki ikut perang, janda dan anak yatim semakin bertambah banyak,, " ujar raja Siluman Rubah Putih.

__ADS_1


" Benar, Seandainya kita terpaksa berperang kita harus berusaha menghindari korban dari rakyat yang memang harus kita lindungi,,, " balas Cakra.


" Terima kasih, sejak aku berada di sini, banyak cara pandangku yang berubah karena petunjuk petunjukmu, aku sangat berterima kasih, besok aku hendak kembali ke kerajaanku lagi, aku berjanji akan menjadikan kerajaan ini sebagai sahabat yang jika mengalami kesusahan aku akan siap membantu. " ucap raja Siluman Rubah Putih.


" Terima kasih, semoga persahabatan kita akan berdampak pada kerajaan lainnya juga, sehingga kedamaian akan tercipta di seluruh dunia,, " jawab Cakra.


Malam itu mereka berbincang sampai malam, tiba tiba Kenanga ikut bergabung bersama mereka sambil membawa minuman dan buah buahan sebagai teman mereka berbincang.


" Kakang, sudah lama kita di sini, padahal kakang sembilan hari lagi harus bertarung di bukit Harimau, kakang juga berjanji mengenalkan Kenanga kepada orang tua kakang,, " ujar Kenanga agak manja karena di sana hanya ada mereka bertiga.


" Tenang lah dinda, besok kita berangkat ke rumahku untuk meminta doa restu orang tuaku,, " jawab Cakra.


" Doa restu untuk menikahiku kah kakang,,,? " tanya Kenanga berharap.


" Doa restu untuk bertarung di bukit Harimau, " jawab Cakra acuh.


Wajah Kenanga yang awalnya cerah mendapat jawaban itu menjadi cemberut dan tidak suka, dia memalingkan wajahnya dari Cakra.


Karena merasa tidak enak, raja Siluman Rubah Putih pamit ke kamarnya untuk istirahat..


Setelah kepergian raja Siluman Rubah Putih Cakra segera memeluk gadis itu untuk menenangkan hati gadis itu.

__ADS_1


" Tentunya juga minta restu untuk hubungan kita dinda,, "


Wajah Kenanga sekejap langsung berubah merah karena senang, senang karena di peluk dan senang karena hendak dikenalkan kepada orang tua Cakra dan di mintakan restu.


__ADS_2