PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Satu Langkah Awal


__ADS_3

Cakra datang sambil memanggul rusa yang di dapatnya, di sampingnya Nyai Selasih yang berjalan beriringan.


" Wah besar benar tangkapanmu Cakra, sini aku bersihkan karena perapian yang aku buat sudah siap,, " sambut paman Suro.


"Siapa yang bersamamu itu Cakra ,,? tanya putri Kencana Sari.


" Oh namanya Nyai Selasih, dia dulu dari Gading Padas, namun saat terjadi perang dia lari ke hutan Gondo Mayit ini,, " jawab Cakra sambil menyerahkan rusa tangkapannya kepada paman Suro.


" Benar, nama saya Nyai Selasih, maaf saya bisa memanggil dinda dengan siapa ya ,, ? " ucap Nyai Selasih memperkenalkan diri.


" Saya Kencana Sari, dari kerajaan Tirta Kenaca, panggil saja Sari,, " ucap Sari ramah.


" Apakah anda putri Kencana Sari ,,? " Nyai Selasih terkejut mendengar nama itu.


Sari hanya diam saja tidak menjawab, kemudia Nyai Selasih menatap Cakra, merasa di tatap untuk di mintai jawaban Cakra hanya mengangguk kepada Nyai Selasih.


Spontan Nyai Selasih langsung menjatuhkan dirinya memberi sujud kepada putri Selasih.


"Sudah sudah jangan begitu, di sini kita sama, sama sama berjuang membebaskan rakyat Gading Padas, dari pada begitu ayo membantu paman Suro menyiapkan makanan untuk kita,,! " Cegah Sari kepada Nyai Selasih yang mau bersujud kepadanya.


Mereka akhirnya bekerja sama menyiapkan makan, sedang Cakra pergi ke sungai di dekat situ untuk membersihkan badan.


Saat semua masakan sudah siap, Cakra pun sudah selesai mandi, mereka berkumpul di dekat perapian sambil menikmati daging rusa panggang.


" Melihat situasinya, saat ini adalah waktu terbaik untuk memulai rencana kita, sambil kita berjalan menuju ke hutan Kuncoro kita harus mengganggu kegiatan prajurit Selo Cemeng yang ada di Gading Padas untuk memancing mereka mengerahkan pasukannya, " ucap Cakra di sela sela makannya.

__ADS_1


"Apakah dengan hanya berlima ini sudah cukup bagi kita untuk melawan mereka Cakra,,? apakah tidak menunggu kita lebih kuat lagi ,,? " tanya paman Suro.


" Kalau hanya untuk merusuhi para prajurit yang menakut nakuti warga desa kita berlima sudah cukup paman, " jawab Cakra.


"Bagaimana jika mereka mengerahkan pasukan inti mereka yang di dukung oleh golongan hitam dan pengikutnya, Apakah malah menjadikan kita kesulitan nantinya, bahkan kita bisa binasa,, " sambung paman Rejo.


" Kondisi saat ini tidak mungkin bagi mereka untuk mengerahkan pasukan intinya, kematian ki Seto di markas mereka dan kematian Tiga durjana dari bukit setan menyebabkan mereka lebih memilih memperkuat kota raja Gading Padas, sehingga yang nanti di kirim keluar adalah pasukan yang baru mereka bangun dari para laki laki Gading Padas dengan paksa. "


" Jadi nantinya musuh kita hanya para pemimpin pasukan itu, sebaiknya kita semua tidak melukai prajuritnya,, " jelas Cakra.


" Kalau seperti itu rencanamu, aku ikut saja dan siap membantu sekuat tenagaku, " ucap Nyai selasih yang menyimak rencana Cakra dengan seksama.


" Baiklah, kita harus memulai langkah perjuangan ini walau hanya maju satu langkah, " ucap Cakra dengan mantap.


Setelah mereka selesai makan, mereka segera melanjutkan perjalanannya, kuda yang tadi di pakai oleh Cakra kini di pakai oleh Nyai Selasih, Cakra sendiri kini terbang untuk melihat kondisi di sekitar situ.


Cakra merendahkan terbangnya menghampiri empat temannya, dia memberitahukan arah yang harus di tuju.


"Ada pasukan kerajaan Selo Cemeng berada di utara kita sedang menuju ke sebuah desa, sebaiknya kita cegat mereka sebelum mereka sampai ke desa itu,, " ucap Cakra masih dengan terbang sejajar dengan kawan kawannya.


Mendengar itu mereka memacu kudanya lebih cepat ke arah yang di tunjukkan Cakra.


***


Hiyaat Hiyaat hiyaaat..

__ADS_1


Dua puluh orang prajurit menggebah kudanya dengan cepat, mereka ingin segera sampai ke desa Sembung agar tugas mereka memungut pajak segera selesai, mereka di pimpin oleh seorang lurah prajurit yang bengis bernama Sentono.


"Berhentiiiiii....,,! " teriak sentono menghentikan anak buahnya.


"Siapa kalian,,? beraninya kalian menghalangi perjalanan kami,, " bentak Sentono kepada tiga orang yang berada di atas kudanya menghalangi jalan.


" Buat apa kami memperkenalkan diri kepada anjing anjing Selo Cemeng, apalagi sebentar lagi kalian akan mati,, " seru paman Suro memanasi.


"Kurang ajar, kalian cuma bertiga tapi bisa bisanya berlaku sombong di depan pasukan Selo Cemeng, "


"Seraaaangg, "teriak Sentono.


Sriiing sriiing sriiingg jleeph aaakhhh.


Sebelum mereka bergerak maju menyerang, dari arah kanan di balik semak semak telah bermunculan anak panah yang melesat menyasar para prajurit itu, tidak butuh lama, jerit kematian terdengar dari para prajurit Selo Cemeng yang tidak siap di serang dari sisi kanan menggunakan panah, Sentono dan yang lainnya menggunakan tameng dan pedang untuk menangkis datangnya anak panah yang ribuan itu.


Hujan anak panah kini sudah berhenti, Prajurit yang awalnya berjumlah dua puluh kini hanya tinggal empat saja, mereka waspada jika ada hujan anak panah lagi.


" Kurang ajar, beraninya kalian semua berlaku curang, keluar kalian akan aku habisi,,,! " teriak Sentono menutupi kegusarannya karena anak buahnya banyak yang tewas hanya sekali serang.


Wuuushhh , aakhhh..


Sebuah kerikil menembus perut salah satu anak buah Sentono dari sisi kiri jalan, tidak lama setelah itu ratusan kerikil itu meluncur kearah mereka, dengan kesulitan mereka menghindari hujan kerikil ini, hingga kerikil kerikil itu banyak yang bersarang di tubuh mereka, hingga ketiga anak buah Sentono ambruk tidak bernyawa, sedangkan Sentono sendiri kaki kiri dan ke dua lengannya telah tertembus banyak kerikil, hingga akhirnya dia kabur menunggangi kudanya walau dengan susah payah.


Sebenarnya Cakra memang membiarkan Sentono lolos agar melaporkan kepada Gusti Sangga Bhumi bahwa ada serangan yang melibatkan banyak pasukan sehingga mereka kalah, padahal hujan panah itu bersumber dari satu Gendewa Emas yang memiliki kesaktian satu anak panah yang di lepas bisa membelah diri menjadi banyak, hal ini yang menyebabkan seakan akan yang menyerang mereka banyak.

__ADS_1


Serangan tadi adalah awal yang baik dari perjuangan mereka membebaskan Gading Padas dari kungkungan Selo Cemeng.


__ADS_2