PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Putra Mahkota 1


__ADS_3

Dua bayangan manusia berlari cepat, di sudut sepi dari kota itu membuat mereka berlari dengan leluasa, sesaat kemudian, mereka telah sampai di sebuah pondok yang cukup terpencil, salah satu pemuda itu memberi isyarat untuk masuk kepada pemuda satunya.


"Terima kasih atas bantuannya tadi, namaku Jati Kusuma,, " ucap pemuda yang di tolong Cakra mengenalkan diri sesaat setelah mereka masuk ke dalam pondok.


"Namaku Cakra, sudah menjadi kewajiban bagiku untuk menolong sesama, apa yang terjadi sampai kau bentrok dengan orang orang itu,? " tanya Cakra.


"Aku hanya tidak suka melihat ketidak adilan terjadi, sehingga aku melawan mereka,, " jawab Jati.


"Benarkah ? tapi kenapa kau melakukan sendirian, bukankah dengan begitu kamu sama saja bunuh diri ? " protes Cakra.


Mendengar itu Jati Kusuma cuma tersenyum.


"Kelihatannya kita harus berpisah, ada urusan yang harus aku lakukan, "


"Jika kamu ingin, tinggalah di sini, disini aman walaupun hanya pondok sederhana. " imbuh Jati kusuma berpamitan.


Tanpa menunggu jawaban Cakra, Jati Kusuma segera pergi keluar dari pintu belakang dan menghilang di balik semak semak yang cukup lebat.


Tinggal di pondok ini bukan ide yang buruk, sementara dia ingin tinggal di situ untuk memulai mencari informasi.


****

__ADS_1


Di bekas kerajaan Gading Padas, seorang bertopeng macan sedang duduk di singgasana, di temani para dayang perempuan yang masih muda yang siap melayaninya, di depannya terdapat beberapa orang yang duduk menunduk tidak berani menatap sosok di singgasana itu.


Seseorang menghadap tergopoh gopoh, mengganggu kekhidmahan suasana di pendopo itu.


Seorang itu masuk dan menyembah orang yang ada di singgasana itu dengan takut.


"Apa yang terjadi denganmu, datang kesini tergopoh gopoh kayak orang di kejar maling saja,,,? " bentak orang di singgasana.


"Ampun gusti Sangga Bhumi, ketiwasan gusti,"


"Ketiwasan kenapa ? ngomong yang jelas ,,! " bentak orang di singgasana yang bernama Sangga Bhumi itu.


"Ampun gusti, saya membawa berita kalau ki Seto telah tewas di selatan kota gusti. "


"Menurut kabar, ki Seto mengejar seorang pemuda yang di curigai mata mata gusti karena yang di kejar hanya satu, dia hanya membawa 5 prajurit, namun semuanya di temukan tewas gusti" jelas orang yang melapor.


" Kurang ajar, selama ini tidak ada satu orang pun berani memasuki wilayah macan perak, kenapa sekarang ada yang berani mencari gara gara di sini, aku tidak akan membiarkan ini terjadi. "


"Selain itu ada kabar apa lagi yang akan kau laporkan ,,,? " tanya Sangga Bhumi.


"Ampun gusti, ada kabar dari kerajaan Tirta Kencana, bahwa orang yang bertugas menyelidiki keberadaan pangeran Jati Kusuma di sana telah kepergok oleh senopati Bajra, akhirnya penyusup itu terpaksa di bunuh oleh orang orang kepercayaan kerajaan Selo Cemeng yang di tempatkan di sana"

__ADS_1


"Kurang ajar, kalian semua bodoh, di kasih tugas seperti itu saja tidak becus, " teriak Sangga Bhumi sambil meremas pegangan singgasananya, hingga pegangan yang terbuat dari kayu jati itu lebur menjadi abu.


***


Di tengah hutan yang cukup lebat di utara kerajaan Gading Padas, Jati Kusuma berlari dengan gesit, di lihatnya pondok pondok yang baru di buat disana, hatinya lega karena dia sudah sampai di tujuan.


Mendekati pondok pondok di situ, dia sudah di sambut oleh bekas senopati Jolo Wojo, senopati yang menjadi atasan Bajra yang memerintahkan Bajra memimpin para pengungsi.


"Syukurlah nakmas sudah kembali, paman begitu mengkhawatirkan dirimu, ayo kita masuk ke dalam pondok,,,! " ajak Jolo Wojo.


" Apa yang terjadi di sana Nakmas ,,?" tanya Paman Jolo Wojo sambil menyodorkan kendi berisi air.


"Saat aku menyelidiki di sana, aku kepergok, akhirnya aku bertarung dengan ki Seto, salah satu tokoh pendekar sesat yang berpihak kepada mereka, untung aku di bantu oleh pemuda yang bernama Cakra, " cerita Jati Kusuma.


"Terus, dimana pemuda itu ,,? Kenapa kamu tidak mengajaknya kemari,,? " tanya paman Jolo.


"Aku belum bisa mempercayai orang asing untuk tau tentang apa yang kita perjuangkan paman, aku harus melihat nantinya gimana dia paman,, " jawab Jati Kusuma.


"Sungguh tindakan yang bijaksana pangeran, " ucap paman jolo.


Dulu waktu terjadi peperangan antara kerajaan Selo Cemeng dengan kerajaan Gading Padas, setelah memeriksa para penduduk sudah mengungsi, senopati Jolo Wojo di perintahkan oleh raja untuk menyelamatkan pangeran Jati Kusuma yang masih berusia delapan tahun, dia bersama prajurit bawahannya melarikan diri lewat jalan rahasia yang hanya di ketahui oleh keluarga kerajaan, membawa pangeran yang masih kecil, mereka sengaja mengambil jalur berlawanan dengan para pengungsi agar mereka terhindar dari pengejaran prajurit Selo Cemeng, akhirnya pihak kerajaan Selo Cemeng menduga pangeran Jati Kusuma berada bersama sama para pengungsi, namun karena pengungsi itu di lindungi oleh raja Rangga Jaya dari kerajaan Tirta Kencana sehingga mereka tidak berani berlaku sembarangan.

__ADS_1


Kini Pangeran Jati kusuma yang sudah dewasa mulai menyusun kekuatan di bantu oleh paman Jolo Wojo, mereka berpindah pindah tempat agar tidak mudah di lacak oleh prajurit Selo Cemeng hingga nanti saat mereka sudah kuat mereka akan mengadakan perang gerilya untuk merebut Gading Padas.


__ADS_2