PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Menunjukkan Kekuatan Baru


__ADS_3

Seorang laki laki paruh baya dengan jubah kebesaran berwarna putih duduk di singgasananya di dampingi ratu yang masih terlihat cantik di usianya.


" Apakah sudah ada kabar tentang pangeran Anjang Manikam panglima,,? " tanya sosok laki laki itu.


" Mohon ampun gusti prabu, hamba telah menyebar telik sandi untuk melacak keberadaan pangeran Anjang Manikam, kemungkinan besar di lihat dari tidak ada satupun prajurit kerajaan siluman rubah putih yang kembali dengan selamat, ada kemungkinan jika pangeran Anjang Manikam telah tewas atau di tawan oleh mereka gusti,, " jelas panglima Sentanu memberikan kemungkinan yang terjadi.


Wajah raja siluman rubah putih bersemu merah menahan amarah karena mendengar laporan dari panglimanya.


" Mana mungkin kerajaan selemah siluman kera yang hanya dengan satu tangan kiriku saja bisa ***** menjadi abu mampu mengalahkan dan menawan pangeran Anjang Manikam,,? " geram raja siluman rubah.


" Ampun gusti, menurut yang hamba dengar, kerajaan siluman kera sekarang memiliki raja baru yang memiliki kesaktian tinggi, mungkin karena raja baru itulah mereka mampu mengalahkan pasukan kita,, "


" Benarkah itu,, ?selidiki raja baru itu, seberapa besar ancaman raja baru itu kepada kerajaan kita,,! " perintah raja siluman rubah putih.


" Baik gusti, laksanakan,, "


***


Sudah tujuh hari Cakra melaksanakan tugasnya sebagai seorang raja, selama ini seluruh isi kerajaan siluman kera memandang dia sebagai seorang raja yang arif bijaksana, memiliki pandangan ke depan yang jelas tentang arah pembangunan dan perkembangan kerajaan, dia tidak segan segan turun ke semua lapisan untuk memastikan berjalannya pembangunan sesuai dengan yang di rencanakan, dia tidak melulu duduk di singgasana dan menunggu laporan bawahannya.

__ADS_1


Pagi itu saat Cakra di dampingi Kenanga berkeliling di sekitar istana melihat jalannya latihan para prajurit di sana, dia sesekali memberi petunjuk dan arahan supaya mereka mampu bertarung lebih baik untuk memperkuat keamanan di kerajaan siluman kera.


" Dinda, coba serang prajurit yang membawa tameng dan tombak itu,,! " perintah Cakra.


Kenanga diam diam merapal jurus pukulan paruh garuda yang di ajarkan oleh Cakra.


Hiyaaat.


Tubuh Kenanga melesat ke arah pasukan kera yang saat itu sedang melakukan formasi bertahan.


Mereka sempat terkejut mendengar teriakan yang di iringi serangan itu, tapi dengan percaya diri mereka menyongsong serangan itu dengan pertahanan perisainya.


Beberapa orang terpental namun dengan perisai di tangan mereka membuat tubuh mereka terlindung dari luka, saat prajurit paling depan terpental, prajurit lapisan kedua segera menutup lubang pertahanan yang terbuka.


Sedangkan Kenanga yang membenturkan pukulannya ke perisai langsung bersalto ke belakang karena kuatnya pertahanan para prajurit yang berlapis, memang tadi Cakra meminta Kenanga untuk membatasi tenaga dalamnya sehingga tidak membahayakan para prajurit.


Melihat formasi pertahanan itu sudah kembali seperti sedia kala, setelah Kenanga mendarat di tanah dia langsung melesat lagi menaikkan sedikit tenaga dalamnya.


Duuuuuaar.

__ADS_1


Dengan pukulan yang sama Kenanga menghantam formasi prajurit itu, posisi prajurit yang sudah lebih siap daripada saat serangan yang pertama tadi.


Walau pukulan Kenanga datang lebih dahsyat, namun para prajurit yang berjumlah banyak mampu menjadi benteng kokoh, serangan Kenanga hanya membuat ratusan prajurit yang saling melindungi itu mundur lima langkah saja kemudian mereka maju lagi memperbaiki formasinya.


" Cukup dinda,,,! " teriak Cakra.


Kenanga langsung menghentikan serangannya, dia langsung menghampiri Cakra.


" Panglima Gendono,, suruh para prajurit untuk istirahat sejenak, aku ingin menyampaikan sesuatu,,! "


" Baik gusti,, " jawab panglima Gendono Lanang yang langsung memberi perintah kepada para prajurit yang berlatih untuk beristirahat di satu tempat.


" Semua para kesatria kerajaan siluman kera yang aku sayangi, aku lihat saat ini kemampuan bertarung kalian sudah ada kemajuan, aku yakin ke depan tidak akan ada lagi yang menganggap kerajaan kita kerajaan yang lemah, aku pastikan siapa pun yang berani mengusik keamanan kerajaan ini, maka mereka tidak akan kembali dengan selamat,, " ucap Cakra di depan para prajuritnya.


" Hidup raja Cakra, hidup raja Cakra,, " sahut para prajurit membahana seantero tempat di kerajaan itu.


Gema yang mengguncangkan isi dada itu terasa pula oleh sesosok orang berpakaian hitam di balik pohon yang rimbun dan besar, dia dari tadi menyaksikan sendiri bagaimana kuatnya pertahanan prajurit kerajaan siluman kera, dia juga menyaksikan bagaimana berwibawanya raja baru dari kerajaan siluman kera, hal ini membuat dia merasa cukup laporan yang akan di sampaikan oleh rajanya, sehingga dia memutuskan untuk pergi dari tempat itu, dengan gerakan cepat dan ringan dia meninggalkan tempat persembunyian itu sebelum keberadaannya di ketahui oleh prajurit kerajaan siluman kera.


Sebenar bukannya keberadaannya tidak di ketahui oleh pihak kerajaan siluman kera, Cakra sendiri dari awal menyadari adanya penguntit yang mengawasi latihan prajuritnya, akhirnya Cakra justru menampilkan kekuatan prajuritnya dengan meminta Kenanga menguji formasi prajuritnya, hal ini di maksudkan agar kerajaan lain berpikir ulang jika hendak menyerang kerajaan yang dia pimpin, oleh sebab itu Cakra membiarkan penguntit itu pergi untuk melaporkan kekuatan kerajaan itu sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2