
Cakra segera berlari agar lebih cepat menemukan pintu biru yang di maksud oleh eyang Jatayu, di matanya terbayang orang orang yang dikasihinya sehingga membuat dia semakin semangat.
Ruangan putih yang tidak tampak batasnya itu tidak membuat Cakra menyerah, dia terus berlari tanpa henti.
Tiba tiba mata Cakra berbinar, dia melihat dari kejauhan titik hitam, dengan ketetapan hati, Cakra tidak ragu untuk mendekati titik hitam itu, semakin dekat titik itu semakin membesar, ternyata titik itu kini berbentuk sebuah pintu persegi yang berwarna biru, di pintu itu terdapat ukiran yang menarik.
Cakra terus mendekati pintu itu, sekarang terlihat jelas di daun pintu itu terdapat ukiran garuda yang di sekujur tubuhnya berkobar api dengan posisi terbang, ukiran itu di pahat dengan teliti sehingga detail terkecil pun tergambarkan, menjadikan ukiran di daun pintu itu menjadi terlihat hidup.
Sejenak Cakra mengagumi detail ukiran itu, jarinya meraba ukiran itu dengan penuh takjub.
Ke ingin tahuan Cakra tentang gambar garuda yang dari tubuhnya keluar api membuat tanpa sengaja tangannya menekan gambar itu semakin keras.
Kriiieeeeeet.
Cakra terkejut, karena tanpa disadarinya, dia telah menyebabkan pintu itu terbuka sedikit, Cakra mengintip dari celah pintu yang terbuka itu.
Dari situ dia tidak mendapati apa apa, semakin penasaran lah Cakra sehingga hatinya tergerak untuk membuka pintu itu lebih lebar.
Dengan hati hati Cakra membuka pintu itu.
Kraaaaaaatt.
Cakra melongok kan kepalanya, mata Cakra langsung membulat, di dalam dia melihat sebuah alam yang hijau dan indah, pohon pohon hidup teratur di sana seakan di sana di tata satu per satu sehingga tumbuhnya sangat rapi, di tengah juga terdapat danau yang cukup besar yang airnya jernih layaknya cermin yang memantulkan cahaya matahari dan sebuah hamparan pegunungan yang seakan akan menjadi batas dari tempat itu.
" Indah sekali,, apakah ini surga ,,? " gumam Cakra dalam hati, kemudian dia mencubit pipinya.
Aaaakhh
Dia merasa sakit di pipinya menandakan ini bukan surga.
Cakra menjelajahi tempat itu sampai ke pinggiran danau yang jernih itu.
" Aneh, kenapa di sini tidak ada kehidupan selain tumbuhan ,, " heran Cakra.
Cakra kemudian berbaring di pasir pinggir danau, dia merenung sejenak.
Saat dia menyadari sesuatu dia segera terlonjak bangkit dari rebahan nya dan duduk.
__ADS_1
" Sangat aneh, selama aku berada di alam ini aku tidak merasa lelah sama sekali walau aku lari sangat jauh tadi, aku juga tidak merasa lapar maupun haus sama sekali."
Cakra kembali menjatuhkan tubuhnya di pasir.
" Apa yang harus aku lakukan di sini, " pikir Cakra.
Masih tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaannya, Cakra masih merenung.
Tiba tiba, sebuah hantaman angin dengan keras mengarah padanya.
Buuuuuuuumhh.
Tubuh Cakra yang tidak sempat menghindar karena terlalu cepatnya hantaman itu menjadi terpelanting berguling guling di pasir.
Setelah tubuhnya berhenti berguling, dia langsung berdiri mencari siapa yang telah mengirim serangan kepadanya.
Dia menoleh ke kanan dan ke kiri namun yang di carinya juga tidak menampakkan batang hidungnya.
Wuuuuuush.
Cakra membalikkan badannya, namun melihat serangan bola api besar itu hampir sampai, tidak sempat baginya untuk menghindar sehingga Cakra memutuskan menghalau serangan itu dengan jurus paruh garuda.
Blaaarrrr.
Tubuh Cakra terpental tidak mampu menahan serangan itu, tubuhnya terasa panas seakan terbakar sehingga dia berguling guling di pasir untuk mengurangi rasa panas yang di rasanya.
Tapi aneh, walau tubuhnya terasa terbakar namun di tubuhnya tidak ada luka sedikit pun.
Saat rasa panasnya telah berkurang, Cakra kembali berdiri, dia melepas bajunya agar rasa panasnya hilang.
Kini Cakra sudah siap dengan serangan yang akan datang walau dia belum tau dari mana datangnya serangan itu akan muncul.
Wuuuuuus
wuuuuuushh.
Dua gelombang angin datang bertubi tubi, dengan susah payah Cakra menghindari serangan itu, namun tubuhnya masih saja terhempas karena dorongan serangan yang walau tidak tampak namun sangat besar kekuatannya.
__ADS_1
Kadang kadang di antara serangan tidak tampak itu, muncul juga serangan berbentuk bola api besar yang karena terkena sambaran angin membuat bola api itu menjadi lebih besar sehingga sulit di hindari oleh Cakra.
Entah sudah berapa lama dia menghindari serangan serangan yang entah dari mana datangnya, sudah berpuluh puluh kali tubuhnya terkena serangan, entah berupa sambaran angin maupun serangan bola api.
Tanpa di sadari Cakra, kepekaan dia terhadap serangan serangan yang datang mulai tajam, kini jumlah serangan yang mampu dia hindari lebih banyak walau masih banyak juga serangan yang menghantam tubuhnya.
Tidak sengaja dari gerakan kaki yang di gunakan untuk menghindari serangan yang datang, Cakra telah menciptakan suatu bentuk jurus baru yang sangat cepat dan tepat untuk digunakan saat dia menghindari serangan lawan.
Tubuh Cakra yang terhantam serangan angin dan api, sedikit demi sedikit mulai terbiasa dan membuat tubuh itu menjadi lebih kuat dan kebal terhadap serangan lawan.
Cakra tidak sempat menghitung berapa lama dia berada di posisi itu, pikirannya hanya fokus untuk menghindari setiap serangan yang datang.
Dia kini bisa membaca pola serangan yang datang, sehingga gerak kakinya sudah bisa di sesuaikan dengan datangnya serangan.
Semakin lama serangan yang datang semakin banyak yang bisa di hindari, gerakan Cakra saat ini tambah cepat dan mantap, sesuatu yang tidak di ketahui Cakra bahwa gerakan kaki dan menghindar yang di lakukan sebenarnya melengkapi jurus sayap seribu dan menyempurnakan jurus langkah kilat menapak angin yang sebelumnya sudah di miliki Cakra, membuat jurus sayap seribu dengan di lambari langkah kilat menapak angin menjadi lebih dahsyat.
Tiba tiba, serangan yang tadi gencar datang telah berhenti, tanpa terasa lelah Cakra masih berdiri dengan sigap mengantisipasi jika sewaktu waktu terjadi serangan lagi.
Ciiiiiiiiiiiit.
Kraaaak,, kraaaaak, kraaaaak
Wuuuusssh.
Sesosok burung raksasa datang menyambar tubuh Cakra, Niat hati Cakra menghindari sambaran Cakar burung itu, namun dia kalah cepat, kuku yang kuat dan tajam itu telah mencengkeram ke dua lengan Cakra.
Tubuh Cakra di bawa ke atas hingga tinggi, tepat di atas danau, tubuh itu di lepas sehingga tubuh itu meluncur dengan deras.
Cakra berusaha mengeluarkan sayap yang biasanya dia bentuk dari kumpulan tenaga dalamnya, namun sia sia, tubuh itu tidak mampu mengeluarkan sayap sehingga tubuh itu tetap meluncur ke bawah.
Byuuuuuuuuur.
Tubuh itu terhempas di dalam danau, beruntung kesadaran Cakra masih terjaga sehingga dia tidak tenggelam.
Tubuh Cakra muncul dari permukaan air, namun munculnya tubuh Cakra sudah di tunggu burung raksasa yang terbang berkeliling mengawasi tengah danau tempat Cakra jatuh, hingga saat tubuh Cakra muncul burung itu langsung menyambar Cakra, karena tubuh Cakra berada di dalam air, maka sulit bagi Cakra untuk menghindari sambaran burung itu, akhirnya di bawanya lagi tubuh Cakra ke atas dan di hempaskan ke dalam air danau yang dalam.
Hal ini berulang kali terjadi.
__ADS_1