PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Menuju Hutan Kuncoro 1


__ADS_3

Keadaan di lokasi pertempuran itu mulai tenang, seluruh pasukan yang masih hidup kini duduk mendengarkan Cakra yang sedang berbicara di atas tumpukan batu diruntuhkan tadi.


"Siapa di antara kalian yang menjadi pemimpin di pasukan ini,,? ucap Cakra di sertai tenaga dalam.


Terjadi kasak kusuk di tengah tengah pasukan itu, hingga akhirnya seorang berusia tiga puluh lima tahunan berdiri.


" Saya pemimpin dari pasukan ini,, " ucap orang yang berdiri itu.


" Bagus, siapa namamu,,? "


"Saya Dirga berasal dari desa Bringan kerajaan Gading Padas,, " jelas orang yang berdiri ternyata bernama Dirga.


" Majulah kamu kesini,,! " perintah Cakra.


Dirga segera maju menghampiri Cakra yang berada di depan dan berdiri di samping Cakra.


" Semua prajurit Gading Padas, kalian sekarang akan aku beri pilihan untuk mau mengabdi kepada pangeran Jati Kusuma dan berjuang bersama sama atau kalian aku bebaskan untuk kembali ke keluarga kalian masing masing, aku tidak akan memaksa kalian untuk ikut berjuang dengan kami, yang ingin kembali ke keluarga kalian silahkan berdiri dan tinggalkan tempat ini,,! " seru Cakra membuat para pasukan yang ada di situ menjadi kasak kusuk untuk ke dua kalinya.


Agak lama mereka berdiskusi dengan teman di dekatnya, belum ada dari mereka yang berdiri untuk meninggalkan tempat itu, hingga salah satu orang yang berada di belakang berdiri dan maju ke depan.


" Maaf tuan, tuan semua telah membebaskan kami dari penindasan prajurit Selo Cemeng dan kami juga berkeinginan membebaskan teman, saudara dan keluarga kami yang masih di tindas oleh kerajaan Selo Cemeng, sehingga kami akan berjuang bersama dengan pangeran Jati Kusuma,, " ucap prajurit yang tadi maju ke depan.

__ADS_1


"Hidup Pangeran Jati Kusuma,,,, " pekik orang itu.


Dengan spontan semua orang yang berada di situ langsung ikut berdiri sambil berteriak.


"Hiduuuup,,, pangeran,,,, "


Suara gema memenuhi seluruh jurang yang ada di situ, Cakra dan teman temannya yang ada di situ tersenyum gembira melihat kejadian saat itu.


Cakra kemudian memutuskan mengajak mereka semua menuju hutan Gondo Mayit untuk mengambil harta rampasan yang di simpan di salah satu gua di hutan itu.


Sampai di hutan itu, mereka beristirahat sejenak di sana, mereka kini bekerja sama dalam melakukan aktifitas seperti menyiapkan makan untuk mereka, kini mereka seperti keluarga yang saling membantu.


" Maaf tuan Cakra, ada yang ingin bertemu dengan anda, " ucap prajurit yang mengantar mereka.


"Siapa kalian,,? ada urusan apa,,? " tanya Cakra kepada orang orang yang baru datang.


Salah satu orang yang tadi berbicara dengan prajurit maju ke depan Cakra.


" Maaf tuan saya Ranto mewakili yang datang saat ini, kami adalah para pemuda yang berasal dari desa desa di sekitar hutan Gondo mayit ini, kami semua ingin menyumbangkan tenaga kami untuk membantu perjuangan pangeran Jati Kusuma merebut kekuasaan dari kerajaan Selo Cemeng, jadi kami mohon untuk di perkenankan bergabung dengan pasukan ini,, " jawab pemuda itu.


" Apakah kalian semua pernah belajar ilmu kanuragan,, ? tanya Cakra.

__ADS_1


" Walau kami pemuda desa, namun di sela sela kegiatan bertani kami, kami terbiasa berlatih kanuragan bersama jogoboyo di desa kami yang dahulunya seorang pendekar, semua yang hadir saat ini adalah teman kami berlatih kanuragan walau dari desa yang berbeda,, ucap Ratno lagi.


"Syukurlah kalau begitu, kalian mulai hari ini menjadi bagian dari pasukan ini, kamu Ratno aku percaya sebagai pemimpin mereka,, " ucap Cakra.


"Terima kasih tuan," semua yang ada di situ membungkuk memberi hormat kepada Cakra.


" Sudah bergabunglah kalian bersama dengan prajurit prajurit lainnya" ucap Cakra.


Semua yang ada di situ merasa bahagia dengan adanya tambahan tenaga nantinya.


" Sekarang kita harus Bagaimana Cakra ,,? tanya putri Kencana Sari setelah mereka berlima berkumpul dalam satu tempat.


" Besok pagi kita harus bergerak menuju hutan Kuncoro untuk bergabung dengan pangeran Jati Kusuma, kita akan menuju ke timur memotong jalan agar cepat sampai dan agar kita tidak berpapasan dengan prajurit Selo Cemeng,, "


" Untuk sekarang kita biarkan mereka istirahat dulu, pastikan ada yang berjaga malam ini agar semua terkendali,, " perintah Cakra.


" Siap kami akan melaksanakan penjagaan secara bergantian" ucap paman Rejo.


" Terima kasih paman, semoga malam ini tidak ada kejadian yang menjadikan kita kerepotan,, "


Kemudian paman Suro memanggil Dirga dan Ranto untuk membahas prajurit yang bertugas jaga malam itu.

__ADS_1


__ADS_2