PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Dendam Datuk Sesat 1


__ADS_3

Suasana Sangat tenang di kerajaan Gading Padas, para warga yang dulu merasa tidak bebas dalam beraktifitas kini mereka bisa beraktifitas tanpa adanya ketakutan, setiap hari kini tidak ada yang memungut pajak tinggi atau uang keamanan yang justru mencekik warga, mereka bisa berjualan dengan bebas.


Begitu juga dengan para petani, mereka bisa menanam tanaman dengan lega tanpa harus khawatir hasil panennya di rampas oleh pihak kerajaan, peternak pun juga begitu, kuda maupun sapi mereka menjadi harapan bisa menghidupi mereka nantinya sehingga mereka merawat hewan itu dengan sungguh sungguh.


Di pendopo, raja Jati Kusuma duduk di singgasana dengan lesu dan wajah khawatir, dia mengkhawatirkan tentang kekuatan prajurit yang di miliki kerajaan Gading Padas, mulai dari pasukan telik sandi, pasukan pengawal khusus, pasukan pengawal kota dan pasukan perang.


" Saat ini keadaan kita sangat lemah, jika saja kerajaan Selo Cemeng menyerbu kita maka mereka dengan mudah akan menghancurkan kita, Bagaimana menurut kalian semua,,? "


" Menurut hamba, saat ini kita harus segera mengajak para pemuda yang ada di kerajaan Gading Padas ini untuk bergabung menjadi prajurit kerajaan, kita latih mereka secepatnya agar bisa menghalau serangan musuh dari luar, kita gaji mereka sehingga mereka mampu membiayai keluarga yang mereka tinggalkan,, " jawab patih Jolo Wojo.


" Bagai mana menurutmu panglima Cakra ,,? "


" Mohon maaf gusti prabu, hamba memiliki pikiran lain, pada dasarnya apa yang di sampaikan oleh paman patih sangat tepat, namun hal itu membutuhkan waktu yang lama untuk menyusun prajurit dari kalangan pemuda yang belum terbiasa dengan kanuragan, juga dengan seperti itu banyak pemuda yang akan meninggalkan desanya masing masing sehingga yang ada di desa hanya kaum tua dan wanita, justru hal ini akan menghambat pemulihan ekonomi karena proses penggarapan sawah dan ladang mereka kurang maksimal karena di tinggal para pemudanya,, "


" Alangkah baiknya jika kita mencoba bekerja sama dengan para pimpinan padepokan untuk mengirim murid muridnya agar bergabung menjadi prajurit di sini, itu akan menjadikan kedua belah pihak sama sama di untungkan, selain itu kita juga akan mengirim para pendekar yang dulu ikut berperang kita ke desa desa untuk mengajari kanuragan di sela sela pekerjaan mereka di desa para pendekar juga kita angkat sebagai demang atau kuwu disana untuk mengganti demang dan kuwu yang dahulu di bawah Selo Cemeng untuk memutus kebiasaan mereka memeras rakyat, kita didik para pemuda di sana dan kita tanamkan jiwa bersedia melindungi daerahnya masing masing dari serangan musuh maupun perampok, jika mereka nantinya di butuhkan oleh kerajaan dengan mudah nanti kita mengumpulkan mereka,, "

__ADS_1


Raja Jati Kusuma manggut manggut mendengar usulan Cakra, dia mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk melihat reaksi para punggawanya.


" Saya kira apa yang di usulkan oleh Cakra ada baiknya, bahkan dengan seperti ini para pimpinan padepokan akan merasa senang karena keberadaan mereka seakan di butuhkan dan mereka mampu menyumbangkan kemampuan mereka untuk kerajaan dan kerajaan ini pun akan kuat karena di isi prajurit prajurit tangguh dari lulusan padepokan, sedangkan keamanan desa juga terjamin karena warga desanya mampu bahu membahu mengamankan desanya masing masing,, "


Melihat semua punggawa yang hadir memanggut manggutkan kepalanya sebagai tanda setuju dengan rencana itu maka raja Jati Kusuma segera memutuskan.


" Baiklah kalau begitu, aku akan memutuskan jika kita akan mengajak para pimpinan padepokan untuk bergabung dengan kerajaan, untuk itu saya mengutus ki Harjo, ki Adirojo untuk mendatangi para pimpinan padepokan agar bergabung dengan kita, juga menunjuk paman patih Jolo Wojo untuk memimpin penempatan pendekar kita di desa desa menggantikan demang dan kuwu di sana,,! "


"Untuk saat ini pertemuan di tutup dan semua bisa segera melaksanakan tugasnya masing masing,, "


Sedangkan paman patih Jolo Wojo segera mendata para pendekar dan mendata desa desa yang perlu di ganti pemimpinnya, patih Jolo Wojo menuliskan surat yang di berikan kepada para pendekar untuk nantinya di sampaikan kepada pemimpin desa yang dahulu.


Sedangkan Cakra dengan cepat berunding dengan Sanja Kelana untuk menyebar telik sandi ke berbagai arah, dia meminta Sanja Kelana untuk memimpin pasukan yang ada di dalam kerajaan, dia sendiri akan keluar untuk menjaga keamanan kerajaan itu dari luar.


Blaaaarrt.

__ADS_1


Thok thok thok thok...


Bunyi kentongan terdengar bertalu dari arah pos penjagaan kediaman Cakra.


Cakra keluar dari kediamannya melihat apa yang terjadi di sana, tiga tubuh penjaga sudah bergelimpangan tanpa nyawa, seorang kakek berdiri sambil mencekik prajurit yang tadi memukul kentongan.


" Akhirnya kau keluar juga, sudah saatnya aku membalaskan dendam karena telah menghalangiku menghancurkan pasukan lawan,,, "


" Maaf Datuk sesat, saya harus membela kebenaran sehingga saya berani melawan anda, namun saya kira hal ini sudah tidak perlu di lanjutkan karena saat ini Sangga Bhumi yang anda bela sudah tiada, akan lebih baik jika anda kembali lagi tidak ikut campur dengan urusan duniawi,, " ucap Cakra.


" Ha ha ha, aku tidak peduli dengan Sangga Bhumi, namun aku hanya ingin membunuhmu untuk mengobati sakit hatiku,, " jawab Datuk Sesat


" Kalau begitu, aku tidak akan lagi menolak untuk bertarung dengan mu agar rasa sakit hatimu terbalaskan,, "


Cakra segera mengaktifkan zirah garudanya dan terbang dengan pelan agar Datuk Sesat dapat mengikutinya menuju ke tepi hutan yang sepi agar lebih leluasa bertarung.

__ADS_1


__ADS_2