PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Jalan Yang Terjal


__ADS_3

Lebih dari tiga purnama Cakra mengembara keluar masuk hutan maupun desa mencari jejak pembunuh eyang gurunya, selama dalam perjalanan yang dilakukannya sudah lebih dari sepuluh kelompok perampok yang dia berantas, kebanyakan dari mereka hanya kelompok kelompok lemah yang hanya mengandalkan tenaga kasar dan jumlah yang banyak sehingga tidak sulit bagi Cakra untuk membinasakan mereka.


Bahkan ada sekelompok perampok yang bermarkas di lereng gunung Srandil yang dia datangi markasnya, sebuah kelompok yang besar karena mereka menghimpun banyak pemuda yang mau bergabung dengan mereka untuk di jadikan anggota, mereka di iming iming dengan harta dan wanita yang kapan pun mereka inginkan sudah siap sedia, sehingga di markas yang layaknya kampung itu memiliki anggota seribu lima ratusan orang.


Cakra mendatangi markas itu setelah mendengar ada seorang gadis desa di culik oleh kawanan rampok itu yang akan di serahkan kepada ketua rampok sebagai koleksi wanita pemuas nafsunya.


Cakra datang tepat sebelum terbenamnya matahari, namun dia tidak langsung menyerang ke markas itu, namun semalaman dia hanya mempelajari keadaan di sana apalagi dia mendapati ketua perampok itu sedang keluar menemui gurunya dan gadis yang di culik dari desa berada di tempat yang aman, hingga pada saat pagi menyingsing ketua perampok baru sampai ke markas mereka, di kawal oleh sepuluh orang kepercayaannya.


Setelah memastikan ketua itu masuk ke rumahnya, Cakra segera melesat dan tiba tiba sudah berada di halaman rumah ketua perampok.


Kemunculan Cakra yang tiba tiba itu membuat kaget para penjaga rumah itu, dia segera memukul kentongan yang ada di dekatnya.


Tidak lama ratusan orang membawa berbagai jenis senjata telah mengurung Cakra, mereka yang sebagian besar bertampang bengis itu menekan mental Cakra dengan berteriak teriak sambil memukulkan senjata, keributan itu mau tidak mau membuat ketua perampok yang hendak beristirahat setelah semalaman melakukan perjalanan menjadi terganggu sehingga dia keluar dari rumahnya.


" Diiaaaam,,! " teriak ketua perampok.


" Siapa dirimu yang pagi pagi seperti ini sudah mengantarkan nyawa kesini,,? "


Mendengar pertanyaan itu Cakra masih tenang, di wajahnya tidak ada sedikitpun tanda bahwa dia sedang takut maupun ragu, bahkan di bibirnya yang merah itu terukir senyum yang membuat ketua perampok merasa terhina.


" Saya Cakra, saya hanya ingin mengajak pulang gadis desa yang kemaren di culik oleh anggota mu,, " jawab Cakra.


"Ha ha ha, asal kau tahu saja, jika siapapun dan apapun yang sudah masuk ke markas ini maka sudah menjadi milik kami, maka tidak ada yang boleh keluar dari sini termasuk kamu dan gadis yang di bawa ke sini kemaren. "


" Maaf, tidak ada rencana bagiku untuk tinggal di sini, jadi kalian halangi pun aku akan keluar dari sini bersama gadis itu,, " tegas Cakra.


" Kurang ajar, jika kau ingin keluar dari sini maka tinggalkan kepalamu di sini,, " teriak ketua perampok itu.


" Silahkan ambil saja sendiri kepalaku,,! "


Ketua perampok sudah tidak bisa lagi menahan amarah dia segera memberi perintah untuk menyerang.


Setelah ketua mereka memerintahkan untuk menyerang para pengepung yang berada di barisan paling depan segera maju, lebih dari dua puluh orang mengeroyok Cakra dengan berbagai senjata di tangannya.

__ADS_1


Cakra segera berkelebat maju menyongsong serangan lawannya, dia berkelebat di antara serbuan senjata lawan, sambil mengirimkan tamparan tangan yang kelihatannya sangat lemah tanpa tenaga namun setelah mengenai kepala lawannya hasilnya sangat mengerikan, setiap kepala yang tertampar tangan itu langsung pecah tengkoraknya sehingga langsung jatuh ke tanah tewas dengan telinga berdarah, hal ini tidak mengherankan karena saat memberikan tamparan Cakra telah menggunakan jurus sayap seribu, jurus yang menitik beratkan tenaga dalam di telapak tangannya sehingga tamparan yang terlihat lembut itu sangat fatal akibatnya.


Cakra masih bergerak lincah menggunakan langkah kilat menapak angin sehingga kecepatannya sulit di ikuti oleh lawan, bacokan maupun sabetan yang di kira bisa mengenai Cakra ternyata hanya mengenai udara kosong, bahkan kadang bacokan, sabetan dan tusukan tombak itu justru mengenai kawan mereka yang juga memburu ke arah beradanya Cakra.


Sedikit demi sedikit para pengeroyok itu mulai berkurang, banyak dari mereka yang mati karena tamparan tangan Cakra maupun terkena senjata kawannya.


Dari ratusan pengeroyok itu kini hanya tinggal puluhan saja yang masih hidup, mereka semua seakan hanya menunggu giliran untuk mati di tangan Cakra, hal ini menyebabkan amarah ketua perampok itu.


Ketua perampok itu memberi perintah kepada dua puluh orang pengawalnya untuk menyerang, dua puluh orang yang awalnya ada di belakang ketua perampok untuk mengawasi pertarungan di depannya itu segera bergerak menyerbu.


Duuuuuuuuuuar.


Namun sebelum dua puluh orang itu bergerak, Cakra yang mendapat kesempatan untuk mengirim pukulan jarak jauhnya segera mengarahkan pukulan jarak jauhnya ke arah ketua perampok.


Beruntung bagi ketua perampok itu mampu menghindari pukulan jarak jauh Cakra dengan meloncat ke depan sambil bersalto di udara, namun sial bagi pengawal ketua perampok itu, dari dua puluh orang, enam belas orangnya telah hangus terbakar bahkan ada yang hancur tubuhnya karena dahsyatnya pukulan yang di kirimkan Cakra.


Empat orang pengawal yang tersisa menjadi marah, karena selama ini sepak terjang mereka belum ada yang menandingi, namun kini hanya dengan satu serangan sudah memporak porandakan mereka, empat orang itu bergabung dengan ketuanya untuk menyerang Cakra.


Walau semakin lama semakin banyak para pengeroyok yang datang, namun hal ini tidak membuat Cakra mundur walau hanya satu langkah.


Apalagi kini di tangan Cakra sudah tergenggam tombak Bayu Angkasa, sehingga dia lebih leluasa melawan para pengeroyok itu.


Serbuan serbuan yang langsung di pimpin ketua perampok itu walau menang jumlah namun tidak menjadi penentu kemenangan mereka, apalagi setelah baju zirah Cakra sudah di aktifkan, sambaran pedang maupun tombak tidak ada yang dielakkan oleh Cakra, namun tidak satupun senjata mampu melukai Cakra, justru pedang dan golok yang berbenturan dengan tubuh Cakra menjadi rompal dan bengkok.


" Edan pemuda ini, ilmu setan mana yang dia gunakan,, " keluh ketua rampok.


Ketua perampok itu hanya geleng geleng kepala melihat anak buahnya di bantai oleh pemuda asing yang menyerang mereka, dia tidak habis pikir, jumlah mereka yang ribuan itu kini tinggal seratusan orang, siapa pun yang berada di dekat Cakra semuanya tidak bisa hidup lebih lama, semua tewas dengan mengenaskan.


Ketua perampok itu sebenarnya merasa jerih juga menghadapi Cakra, namun karena dia tidak mungkin meninggalkan markasnya karena di markas itu banyak harta hasil rampokan.


Dia masih berharap jika pemuda itu segera kehabisan tenaga sehingga dia bisa menyerang dan membunuh pemuda itu.


Namun harapan itu tidak juga kunjung datang, yang ada justru pemuda itu semakin menggila, walau sudah setengah hari pemuda itu bertarung namun tidak ada tanda tanda dia kehabisan tenaga, hal ini terjadi karena dia sudah di latih oleh gurunya untuk mengumpulkan udara yang masuk ke dalam tubuhnya di rubah menjadi tenaga, sehingga walau dia bertarung namun tenaga itu selalu terisi oleh tenaga baru dari udara yang d tarik ke dalam tubuh melalui hidung maupun pori pori kulitnya.

__ADS_1


Ketua perampok menjadi khawatir karena anak buahnya hampir habis, dia kembali masuk ke arena pertarungan lagi, kini dia membawa golok yang besar dan tebal membabat secara membabi buta ke arah Cakra.


Craaaaak.


Terjadi benturan yang mengakibatkan percikan api dari golok ketua perampok setelah sabetannya mengenai pundak Cakra, ketua perampok menjadi terkejut, bukannya pundak itu bengkah justru golok besar miliknya lah yang patah akibat benturan itu, tidak sampai di situ, tangan ketua perampok itu bergetar cukup kuat karena tenaga dalamnya jauh di bawah pemuda itu.


Saat ketua perampok itu masih terpaku dengan pikirannya, Cakra menggebuk dengan tombaknya ke arah ketua perampok, ketua perampok itu terperangah dan secara tidak sadar dia menangkis gebukan tombak itu dengan golok yang sudah patah.


Traaaaang.


Gebukan tombak itu bisa tertahan oleh golok namun daya dorongnya membuat kaki dari ketua perampok itu melesak ke dalam tanah sedalam semata kaki, masih belum selesai Cakra menendang ke arah dada ketua rampok.


Buuuuuuk.


Tubuh itu terlempar cukup jauh.


Wuuuushhh.


Cakra terbang menyusul tubuh yang terlempar, sekejap Cakra sudah berada di atas tubuh ketua Perampok yang masih terlempar di udara, Cakra segera membacokkan mata tombak yang seperti kapak itu ke tubuh ketua perampok.


Craaaaaaak.


Buuuuuuuuuuk.


Tubuh itu terhempas ke tanah dengan luka menganga lebar menyilang di dada ketua perampok itu, selesailah perjalanan ketua perampok itu dengan mengenaskan, matanya melotot saat menjemput maut seakan dia tidak terima hari ini hari terakhirnya, banyak kenikmatan dunia yang masih ingin dia nikmati namun nasibnya sudah tidak mengijinkan untuk dirinya menambah dosa lagi.


Para pengeroyok yang tinggal tujuh puluh orang itu segera bersujud meminta ampunan kepada Cakra, Cakra tidak begitu saja percaya, namun mereka meratap meminta pengampunan dengan memelas, akhirnya Cakra melepaskan mereka dengan meminta mereka berjanji tidak mengulangi, mereka pun berjanji dan mereka berencana membuka lahan pertanian di sekitar markas itu dan membentuk perkampungan yang baru.


Cakra kemudian memerintahkan mereka untuk membebaskan para gadis yang mereka tahan, akhirnya mereka membebaskan para gadis yang ada di situ, namun tidak hanya gadis mereka juga menyerahkan harta yang mereka kumpulkan dengan merampok itu, cukup banyak harta yang mereka kumpulkan.


Namun sebagian gadis yang di bebaskan itu tidak mau kembali lagi ke desanya masing masing mereka terlanjur malu dengan tragedi yang menimpa mereka, sehingga mereka sepakat untuk tinggal di kampung baru itu membina keluarga dengan mantan anggota perampok di situ.


Akhirnya Cakra memberi sedikit uang dari harta yang di kumpulkan tadi untuk bekal kehidupan mereka, yang lainnya dia bagi bagikan ke para warga yang membutuhkan.

__ADS_1


__ADS_2