PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Semangat Baru


__ADS_3

Matahari sudah meninggi, pangeran Jati, paman Jolo, putri Kencana Sari dan Nyai Selasih masih duduk melingkar, raut wajah mereka terlihat tegang dan khawatir, mereka belum bisa melanjutkan perjalanan yang sebenarnya harus segera mereka lakukan, namun sampai saat ini Cakra masih belum kembali semedinya, mereka tidak mungkin meninggalkan Cakra di tempat itu, namun juga tidak mungkin membiarkan pasukan terlalu lama tinggal di situ, selain berbahaya untuk pasukan juga berbahaya bagi masyarakat desa Ringin Anom yang tidak jauh dari tempat mereka istirahat.


Di saat semua masih bimbang dan khawatir, dari arah barat Cakra datang dengan tubuh yang segar, tidak ada tanda tanda dia terluka seperti yang terjadi kemaren, dia berjalan dengan gagah, raut wajah yang tenang dan pedang bergagang kepala garuda yang bertengger di punggungnya membuat dia bertambah wibawa.


" Cakra,,,,, " teriak putri Kencana Sari dengan bahagia setelah melihat Cakra telah tiba.


Semua yang ada di situ berdiri demi menyambut kedatangan Cakra yang memang sudah mereka harapkan.


" Cakra, bagai mana keadaanmu,, ? " tanya putri Kencana Sari tidak sabar ingin tahu keadaan Cakra.


" Hamba baik baik saja putri, terima kasih perhatiannya,, " jawab Cakra.


Cakra kemudian bergabung dengan pangeran Jati untuk membicarakan perjalanan para pasukan ke hutan Gondo Mayit.

__ADS_1


Tiba tiba Ningsih datang membawa buah buahan untuk sarapan Cakra.


" Silahkan Cakra,,,,! ini aku bawakan buah pisang dan mangga untuk mengisi perutmu,, " sodor Ningsih.


Cakra dengan wajah yang sumringah mengambil buah buahan itu dari tangan Ningsih dan langsung memakannya.


" Terima kasih Ningsih, ini terasa nikmat sekali,, " ucap Cakra sambil memegang pipi Ningsih.


Ningsih yang di perlakukan seperti itu pipinya menjadi merah dan kemudian pergi dari situ.


" Paman, tolong kumpulkan seluruh prajurit dan para pendekar,,,! " perintah pangeran Jati kepada paman Jolo.


Tidak terlalu lama, prajurit itu telah duduk berbaris dengan rapi menanti apa keputusan atasannya.

__ADS_1


" Saudara saudaraku, kita semua telah memulai perjalanan hingga sudah setengah jalan, namun di tengah jalan kita telah tersandung dan jatuh di dalam kubangan lumpur yang dalam, sekarang tinggal kita mau tetap berada di kubangan lumpur itu dengan kotor dan hina atau kita akan bangkit menegakan kepala menyelesaikan perjalanan kita menuju kemenangan walau dengan susah payah,,,,,,,? "


" Kalau aku akan berjuang keluar dari kubangan lumpur untuk melanjutkan perjalanan ini, karena di tempat tujuan kita, telah menanti orang tua kita, saudara kita, kawan kita dan anak anak kita, mereka telah bersiap menyambut kita, kita tidak mungkin mengecewakan mereka dengan menunduk lemah di kubangan lumpur tanpa mau berusaha keluar,,, "


" Sekarang siapa yang ingin bersama sama dengan kami keluar dari kubangan lumpur ini dan memberi kebahagian kepada siapa pun yang menunggu kita di Gading Padas ,,,?" teriak pangeran Jati memberi semangat kepada prajuritnya.


Para prajurit yang awalnya menunduk lesu karena kejadian kemaren, serentak menegakan kepala, mereka berdiri dengan serempak mengacungkan kepalan tangannya sambil berikrar sehidup semati berjuang bersama pangeran Jati.


" Hiduuup pangeran Jati,, " pekik para prajurit di ucapkan berkali kali,


Kini mereka semua bersiap melanjutkan perjalanan dengan semangat baru, mental mereka sudah terbangun, semangat mereka menggelora sehingga di antara mereka muncul kebanggaan di hatinya, hal ini juga tidak luput dari warga Ringin Anom yang menyaksikan kejadian di pagi hari itu, mereka merasa terharu hingga tidak sedikit dari mereka ingin bergabung di dalam pasukan itu, namun karena banyak yang tidak memiliki ilmu kanuragan pangeran Jati menolaknya, walau mereka memaksa.


" Tidak semua perjuangan harus berupa berangkat di medan perang, ada kalanya perjuangan bisa di lakukan dengan menyediakan bahan pangan dan doa bagi yang berperang, sesungguhnya kami yang berperang sangat membutuhkan doa doa kalian, sehingga tidak perlu semua ikut berperang, tetaplah tinggal di desa dan doakanlah kami, karena itu juga bentuk dari perjuangan. " ucap Pangeran Jati meyakinkan warga yang ingin ikut berperang.

__ADS_1


Mendengarkan itu semua warga yang hendak ikut berperang mengurungkan niatnya, walau sangat kecewa, namun mereka memahami apa yang di inginkan pangeran Jati.


Mereka dengan sukarela mengumpulkan bahan makanan yang akan di bawakan para prajurit yang pergi berperang, walau sedikit namun mereka sangat gembira mampu membantu perjuangan pangeran Jati.


__ADS_2