PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Menerima Pusaka 2


__ADS_3

"Tidak semua masalah bisa di selesaikan dengan kekerasan, Angin yang lembut kadang bisa membawa perahu pada tengah lautan yang penuh dengan ikan" bunyi suara tanpa wujud yang terdengar di telinga Cakra.


Suara ghaib itu membangunkan tidur nyenyak Cakra, tidak terasa ternyata hari sudah pagi, meski cahaya mentari tidak mampu masuk ke dalam celah yang di tinggali Cakra, namun cahaya terang itu dapat terlihat dari celah masuk itu.


Cakra memikirkan kata kata yang terdengar tadi, dia memikirkan apa maksud dari kata kata tadi.


"Aku harus melakukan sesuatu, tidak mungkin aku berdiam diri terus disini" gumam Cakra.


Dia memeriksa lagi dinding dinding batu pada gua itu, dia mendorong sisi sisi dinding gua yang di duga ada ruangan di baliknya, namun sekali lagi usahanya tidak membuahkan hasil, tapi Cakra tidah mudah menyerah sampai dia teringat kata kata yang membangunkan dia tadi pagi.


"Lubang, iya aku harus mencari lubang di sekitar sini, " desis Cakra.


"Ketemu " teriak girang Cakra.


Setelah memeriksa, Cakra menemukan lubang sebesar jari kelingkingnya, dia korek korek lubang itu dan ternyata ada ruangan di dalamnya.


Dia mendorong dinding yang ada di dekat lubang itu namun tidak bisa, dia memikirkan bagaimana cara membuka ini.

__ADS_1


"Baiklah akan aku coba, mudah mudahan berhasil"


Cakra mengumpulkan tenaga dalamnya di tangan kanannya kemudian di arahkan ke lubang itu.


Wuushhhh.


Wuuusshhhh.. kreekk


Terdengar suara batu bergeser sedikit, namun belum bisa terbuka semua, butuh tenaga angin yang lebih besar, Cakra baru menyadari maksud dari kata kata angin lembut mendorong kapal ke tengah lautan, konsep sama pun di gunakan Cakra, dia mendorong masuk tenaga dalam anginnya melalui lubang, tenaga dalam yang terkumpul di dalam ruangan itu kelamaan membuat tekanan pada pintu batu dan mendorong pintu batu itu dari dalam.


merasa tenaganya belum cukup, Cakra mengeluarkan Tombak Bayu Angkasa, dia mengarahkan ujung tombak pada lubang batu itu, dia kerahkan semua tenaga dalam mengalir ke ujung tombak itu.


Suara batu yang berbenturan dengan dinding batu, terbukalah sebuah ruang kosong yang di dalamnya terdapat kitab dan sebuah pedang bersender di dinding gua.


Pedang itu di ambil oleh Cakra, pedang dengan gagang kepala garuda di ukiran matanya terdapat batu merah delima yang bersinar.


Shiiiiiingg......

__ADS_1


"Sungguh pedang yang indah" gumam Cakra.


Cakra kemudian menyarungkan pedang itu kembali. kemudian Cakra mengambil kitab yang ada di situ, kemudian membuka lembar demi lembar kitab itu dan mempelajarinya.


Mulai hari itu dia mempelajari semua isi kitab itu dan berlatih menggunakan pedang garuda yang berpasangan dengan kitab itu.


Duaar duaar duaaar.


Ledakan terjadi di celah itu yang mengakibatkan runtuhnya celah itu, berbarengan dengan itu telah melesat bayangan putih dari dalam celah itu.


Huphh..


Sesosok pemuda mendarat dengan anggun tanpa suara, di punggungnya bertengger pedang bergagang kepala garuda, sejenak dia mengeluarkan tenaga dalamnya dan tercipta baju zirah berwarna merah yang gagah muncul juga topeng berbentuk kepala garuda dan di punggungnya terdapat sayap yang terbuat dari kumpulan energi yang di padatkan.


Dia melesat mengepakan sayapnya dan terbang keangkasa sesuka hatinya.


* * *

__ADS_1


Sari telah menyelesaikan pertapaannya, kini dia bersiap mengambil gendewa emas di depannya, dia panjatkan doa kepada Sang Hyang Kuasa terlebih dahulu sebelum akhirnya dia bisa mengangkat gendewa itu, ajaib setelah gendewa itu terangkat, gendewa itu menghilang masuk kedalam tubuh Sari.


Setelah Sari mampu mengendalikan kekuatan yang meluap dari gendewa emas di dalam tubuhnya, dia segera keluar dari gua itu dan melesat cepat menuju kerajaan Tirta Kencana.


__ADS_2