
Pangeran Jati Kusuma sangat bersyukur bahwa harta sebanyak itu tidak di ketahui oleh Sangga Bhumi, jika tidak maka harta itu akan habis berpindah di kerajaan Selo Cemeng.
Pangeran Jati memutuskan membangun bangunan di atas ruangan bawah tanah penyimpanan harta itu untuk menjaga agar harta itu aman, bagaimanapun juga harta ini akan di gunakan untuk kepentingan kemakmuran warga Gading Padas.
Mereka semua keluar dari ruangan itu, mereka istirahat di ruangan masing masing.
Saat sore beranjak, mereka menyambut ki Harjo, ki Adirojo, Putri Kencana Sari, kedua paman Suro dan Rejo, dewa tongkat rotan, Sanja Kelana dan seribu lima ratus prajurit dari hutan Gondo Mayit yang telah menyelesaikan peperangan di sana.
Pangeran Jati sangat gembira menyambut kedatangan mereka, karena dengan keberanian mereka lah sehingga mereka mampu mengalahkan Sangga Bhumi.
Keesokan paginya, rakyat Gading Padas berbondong bondong menuju alun alun kerajaan Gading Padas, di wajah mereka terukir senyum bahagia karena hari ini mereka bisa leluasa berkerumun di alun alun tanpa adanya pengawalan ketat dari prajurit Selo Cemeng yang bengis.
Pada pagi itu, akan dilaksanakan penobatan pangeran Jati Kusuma sebagai seorang raja sehingga para rakyat ikut hadir ingin melihat sosok pangeran yang akan memimpin mereka nantinya, mereka memiliki harapan jika pangeran Jati mampu menjadi pemimpin yang arif bijaksana.
Tiga ribu prajurit kini sudah berbaris di depan pendopo, para sesepuh kerajaan juga sudah bersiap, termasuk Cakra dan putri Kencana Sari.
Pangeran Jati Kusuma masuk dengan pakaian jubah berwarna keemasan, di iringi oleh paman Jolo Wojo dan Nyai Selasih.
Pangeran Jati Kusuma langsung menuju di bangku yang berada di tengah ruangan, melakukan prosesi penjamasan sebagai simbol pembersihan hati dan pikiran sebelum melakukan tugas sebagai seorang raja di kerajaan Gading Padas, air yang di dalamnya di kasih bunga tujuh rupa mulai di siramkan dari atas kepala pangeran Jati Kusuma di ratakan sampai ujung kaki, doa doa di lantunkan oleh para pemuka agama agar menjadi pengantar tersambungnya hubungan raja dengan Tuhan Semesta Alam.
Setelah prosesi penjamasan selesai di lakukan, seorang sesepuh keagamaan memakaikan mahkota di kepala pangeran Jati Kusuma dan paman Jolo Wojo menyerahkan keris Panca Wahyu sebagai simbol keabsahan pangeran Jati Kusuma menjadi raja yang baru.
Pangeran Jati Kusuma berdiri dan mengangkat keris Panca Wahyu di atas kepalanya.
" Semua rakyatku, sampaikanlah kepada seluruh warga yang tidak hadir di sini bahwa aku Jati Kusuma raja baru di kerajaan Gading Padas berjanji akan melindungi wilayah ini sampai tetes darah terakhirku, aku akan berusaha memakmurkan warga yang ada di sini sampai ke pelosok dan aku tidak akan membiarkan rakyatku akan menderita seperti dahulu, maka ayo semua yang ada di sini bersama sama untuk berjuang mempertahankan kedaulatan kerajaan Gading Padas dan berjuang untuk kemakmuran rakyatnya,,,! " ucap Jati Kusuma dengan semangat.
__ADS_1
Ucapan itu di sambut oleh para punggawa dan rakyat Gading Padas sehingga bergemuruhlah suasana di situ, sorak sorai para warga membahana menyambut janji dari rajanya.
Raja Jati menuju singgasananya dan duduk di sana untuk pertama kali, hari ini mereka sangat bergembira karena babak baru dan harapan baru di kerajaan Gading Padas telah di mulai, semua bersuka cita, makanan makanan walau sederhana di hidangkan, bahkan banyak para saudagar yang dengan senang hati menyumbangkan bahan makanan untuk di hidangkan di acara itu sehingga semakin bahagialah mereka yang hadir, hingga siang mereka baru membubarkan diri.
Siang itu setelah warga sudah membubarkan diri, Raja Jati Kusuma mengadakan pertemuan, di pendopo itu dia memimpin pertemuan.
" Pada saat ini, kita belum sepenuhnya bisa bernafas lega karena saya yakin kerajaan Selo Cemeng tidak akan melepaskan kerajaan gading Padas ini dengan mudah, apalagi keadaan kita yang masih lemah akan mudah bagi mereka untuk merebut kerajaan ini, agar bisa memperkuat posisi kita maka aku akan menunjuk ki Sarjo, ki Adirojo, ki Harjo dan dewa tongkat rotan sebagai penasehat raja mulai hari ini,,, "
Mendengar nama nama mereka di sebut mereka segera berdiri dan memberi hormat kepada raja Jati Kusuma.
" Terima kasih atas kepercayaan yang telah gusti raja berikan kepada kami, " ucap mereka serempak.
" Sedangkan untuk menemaniku menjadi mahapatih di kerajaan ini adalah paman Jolo Wojo. "
" Terima kasih gusti,, " ucap Paman Jolo Wojo.
Semua yang di sebut berdiri mengucapkan terima kasih kecuali Cakra.
Setelah semua kembali duduk, Cakra segera berdiri memberi sembah kepada raja.
" Mohon ampun Gusti, mohon mempertimbangkan keputusan gusti prabu ,, "
" Ada apa Cakra, kau sahabatku tidak perlu bersikap kaku, memangnya adakah keputusanku yang salah ,,,? " tanya raja Jati Kusuma.
" Ampun gusti, keputusan gusti prabu tidak salah, namun hamba merasa tidak mampu mengemban beban berat itu, saya merasa lebih baik menjadi orang bebas yang berkeliling dunia menyebarkan kebaikan, jadi hamba mohon gusti prabu menarik titah yang telah prabu sabdakan tadi,, " ucap Cakra.
__ADS_1
" Aku memahami keinginanmu Cakra, namun aku tidak mungkin menarik keputusanku, oleh sebab itu aku bebaskan kau berkelana namun kau tetap menjadi panglima di kerajaan ini. " jawab Raja Jati Kusuma.
" Kalau memang hanya itu yang bisa di lakukan, hamba menerima gusti,, " ucap Cakra.
Raja Jati Kusuma pun lega akan keputusan Cakra, dia berharap banyak terhadap bergabungnya Cakra di kerajaan Gading Padas.
***
Di kerajaan Selo Cemeng, raja sangat murka atas laporan yang dia terima tentang kekalahan Sangga Bhumi di Gading Padas.
" Bodoh Sangga Bhumi, mempertahankan Gading Padas saja tidak becus,,"
" Sekarang Gading Padas sudah lepas dari kerajaan Selo Cemeng aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi, akan aku rebut kembali kerajaan itu,, "
" Bagai mana menurutmu patih,, ? "
Patih Mangun Gada yang saat itu masih berpikir keras mendengar pertanyaan rajanya menjadi tergagap.
" Ampun raja..., Hamba kira memang saat ini waktu yang tepat untuk merebut kembali kerajaan Gading Padas karena mereka masih lemah, namun pada saat ini sebagian besar prajurit kita tengah menuju kerajaan Tirta Kencana untuk menyerang mereka, jika kita ingin menyerang Gading Padas juga maka kekuatan kita akan terbagi sehingga melemahkan pasukan kita,, " usul Patih Mangun Gada.
" Terus apa yang bisa kita lakukan,, ? "
" Sementara kita fokus dulu di penaklukan kerajaan Tirta Kencana, setelah itu baru kita merebut kembali Gading Padas, apalagi saat ini Gading Padas sudah kehilangan setengah sumber daya alamnya sehingga jika kita memaksa menaklukan mereka maka keuntungan kita sangat kecil. "
" Agar kerajaan Gading Padas sulit membangun kekuatan maka kita mengutus para perampok dan pendekar golongan hitam untuk mengacau sana sehingga mereka akan kerepotan dan tidak sempat lagi membangun kekuatan. "
__ADS_1
" Bagus, usul yang sangat bagus. kalau begitu urus semuanya patih,,,! "
Patih Mangun Gada setelah mendengar perintah itu segera memberi hormat dan meninggalkan ruangan itu dengan senyum yang licik.