PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Dendam Datuk Sesat 2


__ADS_3

Cakra menukik ke bawah setelah melihat tempat yang cocok untuk bertarung, Datuk Sesat yang melihat Cakra terbang dalam hatinya sangat kagum kepadanya, dia merasa walau masih muda namun dia sendiri akan sulit menghadapinya, namun dia sebagai seorang datuk sesat yang sudah malang melintang di dunia persilatan tidak akan gentar sedikitpun, apalagi pengalamannya lebih banyak.


Sampai di sebuah pategalan yang sepi, mereka berhadap hadapan, angin semilir membelai tubuh mereka, suasana yang seharusnya sejuk itu menjadi tegang karena mereka telah mulai menyiapkan jurus jurusnya.


Keduanya masih saling pandang dengan tatapan tajam seakan menekan lawan dengan pandangan matanya, hingga cukup lama mereka dalam keadaan seperti itu, keduanya tidak mau gegabah menyerang sehingga justru akan memperlihatkan kelemahan mereka kepada lawan.


Wuuuushhh


Duaaaaarr.


Sebuah pukulan jarak jauh melesat ke arah Cakra, merasa yakin pukulan yang datang masih bisa di atasi, Cakra tidak menghindar, akibatnya pukulan itu telak mengenai dada Cakra dan debu segera mengepul di situ.


Datuk Sesat tersenyum gembira mengira jika Cakra tidak mampu menghindari pukulan jarak jauhnya, datuk sesat menyangka Cakra akan terluka parah.


Namun senyum bahagia itu memudar setelah debu yang menyelimuti tadi telah pudar, dia melihat Cakra masih berdiri tenang di situ tanpa terluka sedikitpun, memang pukulan yang di lesatkan hanya seperempat dari tenaganya, namun sampai sejauh ini belum satu pun lawannya yang selamat setelah terkena pukulan itu, pukulan gendramaya yang selama ini menjadi andalannya.


Setelah pukulan itu tidak berakibat apa apa Cakra kini yang melesat maju, tangan kanannya yang membentuk cakar menjulur ke arah leher datuk sesat.


Deeees.


Deeeesss..


Serangan cakar Cakra di papaki dengan telapak tangan kemudian kaki kanan datuk sesat menendang ke depan arah perut Cakra, namun Cakra segera meloncat bersalto keatas mendarat di belakang datuk sesat.


Tepat di belakang datuk sesat dia arahkan tangannya ke arah tengkuk, merasa ada hawa serangan menuju tengkuknya, tanpa menoleh datuk sesat menundukkan kepalanya, kini ganti kaki kirinya yang mengarah ke belakang menuju dada Cakra.


Duuuuk.


Dengan tangan yang di silangkan di dadanya Cakra menangkis tendangan itu dan mendorong kaki itu sehingga datuk sesat terdorong lima langkah ke depan.


" Tidak aku sangka kemampuanmu luar biasa anak muda, "


" Terima kasih atas pujianmu kek,, " jawab Cakra.


Datuk sesat mulai menyiapkan kuda kudanya, dia mulai menggunakan jurus kebo laksa, jurus yang menitik beratkan pada kekuatan bertahan dan serangan layaknya ribuan kerbau yang menyerang bersamaan, dari hidung datuk sesat keluar asap menandakan tenaga dalam yang di pakai sangat tinggi.


Cakra masih menggunakan gerak cepatnya dan jurus Cakar garuda membelah badai, dia ingin menghadapi jurus yang menggunakan kekuatan dengan jurus yang menggunakan kecepatan.


Langkah berat datuk sesat datang mengguncang bumi yang di pijak, Cakra bersiap, serudukan datuk sesat hampir mengenai dada Cakra, namun dengan gesit Cakra menghindar dengan bersalto melompati kepala datuk sesat.


Braaaaaaakh.


Pohon yang tadi berada di belakang Cakra roboh dengan batang yang hancur menjadi serpihan karena terkena serudukan kepala datuk sesat.


Cakra merasa beruntung mampu menghindari serudukan tadi, kini aura tenaga dalam dari datuk sesat keluar dari dalam tubuhnya, aura hitam itu memadat membentuk tanduk kerbau di kepalanya, hidungnya semakin mendengus mengeluarkan asap putih yang semakin pekat.


Datuk sesat melesat agak cepat dari serangan pertama tadi, dia mengarahkan tanduk di kepalanya ke arah tubuh Cakra.


Dhuuuuarrr.


blaaaaar.

__ADS_1


Tandukan itu membentur dinding batu padas, membuat dinding itu berlubang cukup besar karena terlalu kuatnya benturan, di dalam lubang yang baru terbentuk itu, tubuh Cakra terjepit di antara dinding batu dan tubuh datuk sesat, tangannya memegang kedua tanduk menjaga agar tidak mengenai tubuhnya.


Saling dorong tidak dapat di hindari, mereka mengerahkan tenaga mereka, Cakra bersusah payah mendorong tangannya, hingga saat ada kesempatan dia menghentakkan tangannya hingga datuk sesat terdorong sedikit, waktu yang sedikit itu Cakra gunakan untuk melesat keatas menghindari serangan datuk sesat yang kembali maju dengan sekuat tenaga.


Blaaaaarr.


Bruuuukhh.


Gemuruh suara dinding batu yang berjatuhan akibat benturan yang dahsyat, tubuh datuk sesat terkubur di situ.


Cakra dengan perlahan turun di dekat runtuhan batu itu.


Grreeeeekk


Braaaak.


Batu yang menimbun datuk sesat berhamburan kemana mana, sebagian melesat ke segala arah dan ada yang mengarah ke tubuh Cakra, dengan sigap Sayap garuda menutupi tubuh Cakra melindungi dari lesatan batu yang besar dan runcing.


Saat lemparan batu itu telah reda, Cakra membuka sayapnya, di situ datuk sesat telah berdiri sambil menyiapkan serangan selanjutnya.


tidak mau tubuhnya terkena serudukan lagi, Cakra mengeluarkan tombak Bayu Angkasa miliknya, dia memutar mutar tombak itu dengan cepat.


Datuk sesat melesat lagi, namun Cakra memutar tombaknya lebih cepat sehingga membuat lesatan datuk sesat semakin melambat, bahkan tubuh datuk sesat sempat terangkat, tapi datuk sesat tetap berusaha merangsek ke depan.


Duaaar.


Benturan dua tenaga terjadi sehingga dua tubuh itu terlempar ke belakang sejauh tiga tombak berguling guling bahkan tombak bayu angkasa sempat terlempar agak jauh dari jatuhnya tubuh Cakra.


Mereka berdua berusaha bangkit dan menyeka lelehan darah yang keluar dari tubuh mereka.


Mata datuk sesat terpejam, dia memanggil pusaka nya yang selama ini jarang dia gunakan, sebuah keris panjang berwarna hitam berputar putar di hadapan datuk sesat.


Thaaaph.


Daaar


daaarrrr


Tepat saat datuk sesat membuka mata, tangannya menyambar keris yang berputar putar itu. ledakan energi pun terjadi sehingga tanah di sekitar datuk sesat berdiri ikut meledak menimbulkan debu berhamburan menutupi tubuh datuk sesat.


Dari kepulan debu itu datuk sesat melesat dengan cepat menusukkan kerisnya ke arah dada Cakra.


triiiiiiing


Duaaaaar.


Saat tusukan keris itu hampir sampai, Cakra menghunus pedangnya dan menangkis serangan itu hingga terjadi ledakan yang cukup besar.


Mereka sempat memeriksa senjatanya masing masing takut jika senjatanya rusak akibat dahsyatnya benturan tadi.


Kemudian mereka melesat lagi mengarahkan serangan senjata masing masing ke arah tubuh lawan yang terbuka, namun bukan hal mudah karena mereka berdua sangat kuat pertahanan dan penyerangannya sehingga hanya benturan benturan senjata yang terjadi, sedangkan sedikitpun mereka belum bisa menyarangkan serangannya di tubuh lawan.

__ADS_1


Batu batu terberongkat, lobang di tanah saat ini semakin banyak, pohon pohon ikut bertumbangan hewan hewan lari menjauh dari arena pertempuran, lebih dari setengah hari pertarungan itu masih berjalan.


Cakra dengan kecepatannya menyerang datuk sesat, sedangkan datuk sesat dengan kekuatannya mampu meredakan kecepatan Cakra.


Deeess


Duaaarr.


Tendangan kaki Cakra dapat di tepis dengan tangan kiri datuk sesat.


Begitu juga pukulan jarak jauh datuk sesat bisa di musnahkan dengan tebasan pedang yang mengeluarkan aura kuning keemasan.


Wuuuuushh.


Duaaar.


pukulan paruh garuda yang di lesatkan oleh Cakra dapat di hindari oleh datuk sesat, saat menghindari pukulan itu dengan meloncat ke atas Cakra segera melesat menyabetkan pedangnya, datuk sesat yang berada di udara posisinya sangat lemah sehingga dia berusaha menangkis sabetan itu dengan kerisnya.


Weeeeet.


Triiiiing.


Blaaaaaamm.


Tubuh datuk sesat terlempar kebelakang sampai membentur dinding batu.


Duaaar.


Dinding batu itu meledak akibat berbenturan dengan punggung datuk sesat yang dialiri tenaga dalam.


Tubuh datuk sesat merosot ke bawah, nafasnya tersengal sengal akibat pertarungan tadi.


" Cukup, Aku sudah tidak kuat, sekarang terserah padamu mau kau apakan kau,, " ucap datuk sesat merasa tenaganya sudah habis.


" Aku tidak akan membunuhmu kek, namun saya minta kakek tidak lagi ikut mengurusi dunia persilatan,, " jawab Cakra.


" Baiklah, mulai saat ini aku akan mundur dari dunia persilatan,, " ucap datuk sesat.


" Kalau begitu terima kasih kek,, " Cakra kemudian melesat terbang kembali ke Gading Padas.


Saat Cakra telah terbang jauh, dari semak semak muncul seorang kakek yang sebenarnya sudah lama menyaksikan pertarungan tadi, dia menghampiri datuk sesat.


" Semua sudah selesai Respati, aku akan kembali ke tempat pertapaan ku,, " ucap datuk sesat kepada kakek yang menghampirinya yang ternyata ki Respati.


Datuk sesat berjalan melewati ki Respati.


Claaaaphh.


Aaaakkkhhh.


Sebuah tombak menghujam punggung datuk sesat menembus ke jantungnya, sesaat ambruk lah tubuh itu.

__ADS_1


Kaki ki Respati menginjak tubuh yang tidak bernyawa itu, dia menarik tombak yang tadi dia gunakan untuk membunuh datuk sesat.


" Cuiiih,, kini kau sudah tidak berguna lagi, lebih baik kau mati,,, " ucap ki Respati kemudian melesat meninggalkan jasad itu menuju ke kerajaan Selo Cemeng.


__ADS_2