PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Mustika Sodo Jagad


__ADS_3

Suasana hening menyelimuti ruangan dimana Resi Wisrawa menerima tamu tamunya, Butiran butiran air mata bening keluar dari mata yang teduh dari resi Wisrawa.


Begitu juga Cakra dan Kenanga merasa bersalah dalam hatinya karena selama ini selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan yang menimbulkan kematian, dia belum bisa melaksanakan petuah gurunya untuk mengedepankan rasa agar lawannya sadar dari jalan yang salah tanpa perlu pertumpahan darah.


" Jangan ada penyesalan di hati kalian ,, " ucap resi Wisrawa seakan mampu membaca isi hati kedua tamunya itu.


" Memang ini semua sudah di takdir kan, justru aku sangat berterima kasih kepada kalian berdua. "


" Maaf, maksud eyang resi bagaimana,, " tanya Cakra yang tidak paham apa yang di maksud oleh resi Wisrawa.


" Sebenarnya sudah lama aku menasehati ketiga murid murid ku yang telah di kuasai nafsu keserakahan, namun hal itu tidak di indahkan bahkan mereka semakin berbuat semena mena kepada semua orang, mereka merampasi pusaka dan harta orang yang melewati hutan ini, karena selama ini belum ada yang mampu menghentikan mereka, menjadikan mereka semakin bertindak sesuka hatinya termasuk merampas kekuasaan raja siluman kera yang sesungguhnya,, "


Cakra menyimak penjelasan itu dengan seksama.


" Bahkan aku sudah mengutus ke lima kesatria kera untuk menyadarkan mereka entah itu dengan nasehat maupun dengan kekerasan, namun semua gagal tidak membuahkan hasil, akhirnya tepat setahun yang lalu aku bersemedi meminta petunjuk kepada Sang Hyang Widi, aku mendapat petunjuk jika akan datang kesatria jatayu yang akan bisa menghentikan sepak terjang ke tiga murid yang salah jalan itu, "


Cakra dan Kenanga menjadi terkejut mereka menyadari jika takdirnya sudah di tentukan oleh Sang Maha Kuasa, di kiranya setiap apa yang dia lakukan adalah hasil dari rencana akalnya, namun justru semua itu hanya perjalanan yang sudah diatur oleh Sang Maha Kuasa tanpa manusia sadari dari awalnya.


" Di semedi ku juga disampaikan siapa yang akan memimpin para kesatria kera, membimbing mereka untuk ikut membantu kalangan pendekar menyelamatkan dunia persilatan yang sedang berjalan menuju kerusakan, saling membantai, saling menghancurkan tidak peduli dari golongan putih maupun hitam. "

__ADS_1


" Akankah itu terjadi resi,,,? " tanya Kenanga.


" Benar,, hal itu akan terjadi, jika tidak ada yang mencegah,, "


" Siapakah yang bisa mencegah itu resi ,,,? " ucap Kenanga dengan tidak sabar.


Cakra mencoba memegang tangan Kenanga agar dia tidak banyak bicara dan menunggu resi Wisrawa menyelesaikan ceritanya.


Yang di pegang hanya tersenyum karena paham maksud dari Cakra.


" Tidak apa apa kesatria jatayu,, "


" Maaf eyang resi, panggil saja saya dengan nama Cakra dan mohon eyang resi berkenan melanjutkan cerita. " ujar Cakra dengan hormat dan sopan.


" Pusaka apakah yang nantinya akan menjadi rebutan itu eyang,, ?" tanya Kenanga.


" Aku tidak tahu pusaka apa itu, namun pusaka itu mampu membuat sebuah kerajaan rata dengan tanah dalam satu kali serangan, hutan yang luas akan menjadi tandus seketika jika senjata itu di gunakan di sana, jika senjata ini jatuh ke tangan yang salah maka akan mudah bagi mereka menguasai dunia,, "


Cakra dan Kenanga menjadi tegang mendengarkan kehebatan senjata yang bisa menjadi sumber mala petaka itu.

__ADS_1


" Terus siapakah yang bisa mencegah ini terjadi eyang,, ?" lanjut Kenanga


" Tidak ada orang lain yang akan bisa mencegah itu semua kecuali kau Cakra atau kesatria Jatayu,, "


Cakra dan Kenanga kaget mendengar jawaban itu, mereka tidak menyangka jika nama Cakra yang di sebutkan.


" Namun eyang resi, apakah saya yang lemah ini mampu memikul beban seberat itu,,,? "


" Semua yang hidup di bumi ini sejatinya sangat lemah nak mas, tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang bisa mengalahkan kehendak Gusti, seperti apa yang kau renungkan tadi, sejatinya kau bisa menang dengan musuh musuhmu yang terdahulu tidak mati saat kau bertarung dengan kakek tongkat naga merah di hutan Angkrong dulu karena kau di beri kekuatan oleh Sang Hyang Widi agar bisa sampai di sini, jadi nantinya kita semua yang lemah ini akan di bimbing oleh Sang Hyang Widi untuk bisa mencegah kerusakan di dunia persilatan, "


" Ikutilah takdirmu itu nak mas, jangan pernah meragukan dirimu, jika kau meragukan dirimu sama saja kau meragukan Sang Hyang Widi yang telah menciptakanmu untuk melakukan tugas di dunia ini,, "


" Mohon tambahan berkah doa restu eyang agar hati ini semakin mantab,, " ujar Cakra setelah memahami apa yang di sampaikan resi Wisrawa.


" Tentu, tentu nak mas, aku yang sudah tua renta ini hanya bisa memberi doa kepadamu untuk melaksanakan tugas ini, juga terimalah mustika sodo jagad ini,,, " resi Wisrawa mengulurkan tangannya ke depan, di atas telapak tangannya terdapat batu berwarna hitam transparan dengan di tengahnya terdapat garis berwarna emas.


Cakra awalnya ragu menerima, namun setelah melihat keseriusan di wajah resi Wisrawa dia segera yakin kemudian dia menjulurkan kedua tangannya di bawah tangan Resi Wisrawa.


Resi Wisrawa kemudian menaruh mustika itu ke tangan Cakra, sejenak Cakra merasakan mustika itu sangat berat dan dari dalam mustika itu mengalir hawa dingin yang menerobos kedalam tubuhnya.

__ADS_1


" Kau harus menyelaraskan kekuatannya dengan tubuhmu nak mas, aku sarankan nanti malam kau bersemedi di balik air terjun agar kau dengan cepat mengendalikan mustika itu. "


" Baik eyang, akan saya kerjakan petunjuk eyang. "


__ADS_2