
Pertarungan di padang rumput itu sudah selesai, Cakra memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya.
Sejenak Sari dan ke dua pamannya waspada dengan adanya orang yang baru datang, namun melihat yang datang adalah Cakra, mereka menjadi lega, apalagi Sari wajahnya menjadi cerah dan berseri walau dia agak lelah setelah bertarung.
" Ternyata kamu di sini Cakra ,,? tanya paman Suro.
" Kebetulan aku lewat sini tadi dan mendengar ada pertempuran jadi aku tertarik ke sini, tidak tahunya paman dan putri Kencana Sari tadi yang bertarung,, "jawab Cakra.
" Kebetulan sekali kakang kita bisa bertemu di sini,, " potong Sari dengan gembira.
" Sebenarnya kalian mau kemana, disini berbahaya karena banyak tokoh golongan hitam yang berkeliaran di sini,, " ucap Cakra.
"Aku ke sini mencari kakang karena kakang pergi tanpa pamit aku dulu,, " jawab Sari menjadi ketus dan cemberut karena ingat kejadian Cakra pergi tanpa pamit.
Melihat tingkah momongannya itu, ke dua paman Rejo dan Suro geleng geleng kepala sambil senyum kecut.
"Maafkan aku putri, aku terburu sehingga tidak sempat berpamitan kepada anda, tapi saat ini kita sudah ketemu, aku butuh bantuannmu, maukah kamu membantuku putri,,? jelas Cakra.
" Bantuan apa kakang ,,? tanya Putri Kencana Sari hatinya mulai tidak marah lagi.
__ADS_1
Kemudian Cakra menceritakan semua yang telah terjadi, termasuk menceritakan rencananya untuk bisa melepaskan Gading Padas dari Cengkraman Selo Cemeng.
Mendengar itu, Putri Kencana Sari dan ke dua pamannya bertekad membantu pangeran Jati Kusuma mengembalikan kerajaan Gading Padas ke tangannya.
****
Hiyaaat hiyaaat hiyaaat...
" Ayo lebih cepat, gerbang padepokan golok terbang sudah terlihat, " ucap paman Jolo menggebah kudanya di ikuti ke seorang temannya.
Paman Jolo membagi tugas dengan anak buahnya, dua anak buah Sarno dan Woko di suruh menuju ke padepokan padepokan sebelah arah timur, sedangkan paman Jolo dan Renggo menuju ke arah selatan.
" Maaf kisanak, bisakah saya bertemu ki Sarjo pemimpin padepokan golok terbang ,,? "tanya Jolo Wojo kepada penjaga gerbang.
" Maaf, kisanak siapa dari mana ,,? " tanya penjaga gerbang itu.
"Saya Jolo Wojo teman dari ki Sarjo,, " jawab paman Jolo.
"Baiklah, tunggu sebentar di sini, aku akan melaporkan dulu kepada ki Sarjo,,,! "
__ADS_1
Sebentar kemudian, penjaga gerbang itu mempersilahkan mereka masuk, ki Sarjo menyambut mereka dengan bahagia karena sudah lama tidak bertemu, bahkan ki Sarjo mengira jika Jolo Wojo sudah tewas dalam peperangan dua belas tahun yang lalu.
" Lama tidak bertemu Jolo, selama ini kemana saja kau,, " tanya ki Sarjo.
Mendapat pertanyaan itu paman Jolo Wojo menceritakan apa yang di alaminya saat peperangan dulu, kini ki Sarjo paham alasan kenapa selama ini Jolo Wojo bersembunyi.
"Aku sungguh prihatin terhadap apa yang terjadi saat ini, banyak rakyat sengsara, kekayaan dan kemakmuran hanya di nikmati oleh segelintir orang yang dekat dengan penguasa, bagi rakyat mereka seakan akan tidak di beri kesempatan menikmati hasil kerja mereka, karena hasil kerja mereka di rampas dengan dalih pajak dan upeti, tanah tanah di sita, hewan ternak di jarah dan anak gadis di perkosa,, " ucap ki Sarjo prihatin.
"Benar ki, oleh sebab itulah kita tidak bisa membiarkannya,, "
"Namun apa yang bisa kita lakukan ? kekuatan mereka sangat besar dan jika kita bergerak sendiri sendiri, sama saja bunuh diri,, " lanjut ki Sarjo.
"Untuk itulah aku kesini ki, aku ingin mengajakmu bergabung dengan kami, kita bisa bergerak dengan taktik dan rencana yang matang agar kita tidak gagal,, " ajak Jolo Wojo.
"Benarkah itu, apa rencana kalian" ucap ki Sarjo dengan semangat.
Paman Jolo Wojo menjelaskan apa yang telah mereka lakukan dan rencana apa saja yang akan mereka lakukan, mendengar itu, ki Sarjo sangat senang, dia sangat mendukung rencana yang akan Jolo lakukan, dia menyatakan kesediaannya membantu perjuangan itu.
Ada setitik harapan bagi mereka untuk mengembalikan kemakmuran rakyat Gading Padas.
__ADS_1