PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Teror Siluman Kera 2


__ADS_3

" Dinda tunggu sebentar,, " teriak Cakra yang tertinggal dari Kenanga karena saat dia berlari dia melihat kelinci yang gemuk sehingga dia memutuskan untuk menangkap kelinci itu.


" Cepat kanda, aku sudah lapar,, " teriak Kenanga yang tidak mau menghentikan larinya.


Cakra geleng geleng kepala, padahal dia ingin Kenanga berhenti agar bisa segera membakar dua kelinci yang berhasil dia tangkap tadi.


" Dinda, ini ada makanan,, " teriak Cakra sambil mengangkat dua ekor kelinci yang ada di kedua tangannya.


Kenanga yang terlanjur jengkel kepada Cakra masih tidak mau mendengarkan ucapan pemuda itu, justru dia mempercepat larinya.


" Apa boleh buat,, " gumam Cakra.


Wuuuuuush.


Sejenak tubuh Cakra sudah menghilang dari tempat dia berdiri tadi.


-----


Kenanga yang berlari di tengah hutan itu menjadi heran karena tidak ada tanda tanda Cakra berada di belakangnya, dia berpikir jika Cakra pasti sibuk dengan perutnya sendiri sehingga membiarkan dia berlari sendirian.


" Ah biarlah, nanti biar dia mencari ku, sebaiknya aku lekas berlari agar bisa segera mengisi perutku di kampung. " gumam Kenanga.


Agak lama Kenanga berlari, tiba tiba hidungnya mencium bau daging bakar yang sudah matang, mencium itu perutnya yang memang sudah lapar menjadi semakin lapar.


Kenanga mencoba untuk mencari asal mula aroma harum daging di tengah hutan.


Semakin lama semakin kuat aroma itu merasuk di hidungnya, semakin bersemangat lah Kenanga, semoga pemiliknya berbaik hati memberi sedikit daging bakar kepada dirinya untuk mengganjal perutnya yang sudah terasa lapar.

__ADS_1


Namun pada saat dia sampai di tempat api unggun yang di atasnya ada dua ekor kelinci yang sudah matang dia menjadi terkejut.


" Kakang,, bukankah tadi kakang masih di belakang,, kenapa sekarang sudah ada di sini,,? " tanya Kenanga heran.


" Ya,,, aku sengaja mendahului mu agar aku bisa membakar daging kelinci ini, jadi saat kau sampai di sini daging kelinci ini sudah matang,, ini buat mu,, " ucap Cakra tenang seakan tidak terjadi apa apa sambil melemparkan daging kelinci bakar kepada Kenanga.


Kenanga langsung menangkapnya kemudian tanpa sungkan lagi langsung memakan daging itu.


" Nda kenapa tidak dari tadi saja kakang menghentikan lari ku agar aku tidak usah lari dalam keadaan lapar seperti ini,, " sewot Kenanga yang dia lupa mengucapkan terima kasih atas daging kelinci bakar yang lezat.


" Siapa bilang aku tidak menghentikan, dinda saja yang keras kepala tidak mau menghentikan lari padahal aku sudah berteriak teriak sampai tenggorokan ku terasa kering. "


Kenanga tidak bisa membantah lagi, dia hanya diam menghabiskan makanannya.


" Kita kedatangan tamu dinda,, " bisik Cakra memperingatkan.


" Aku tidak merasakan apa apa kakang,, " ucap Kenanga.


" Coba fokuskan tenaga dalam mu ke tengah tengah kening, kemudian satukan dirimu dengan udara di sekitar mu, coba apa yang kau rasakan.! " ujar Cakra memberi petunjuk sambil melatih kepekaan Kenanga.


Kenanga mencoba melakukan apa yang di jelaskan Cakra, namun dia masih agak kesulitan.


" Jangan terlalu tegang dinda, lemaskan tubuhmu jangan kau lawan setiap hawa yang masuk ke tubuhmu,,! " lanjut Cakra.


Sedikit demi sedikit Kenanga mampu melakukan apa yang di perintahkan Cakra, kini dari getaran udara yang ada di sekitarnya seakan dia di kasih tau gambaran tentang apa saja yang ada si sekitarnya tanpa dia harus melihat, dari getaran udara itu dia bisa merasakan kepak sayap kupu kupu yang letaknya tiga ratus langkah darinya, bahkan dia bisa menghitung jumlah kepak sayap kupu kupu itu tanpa dia harus melihat kupu kupu itu.


" Semakin luaskan jangkauan mu dinda,, " perintah Cakra.

__ADS_1


Kenanga semakin memperluas jangkauannya, kini di jarak empat ratus tombak dari dirinya dia merasa ada beberapa sosok yang memiliki bulu seperti kera namun berukuran seperti manusia, mereka meloncat dari satu pohon ke pohon yang lain.


" Ah makhluk apakah itu kakang,,? " tanya Kenanga.


" Aku tidak tahu dinda, tapi yang pasti sejak kita di pinggir sungai untuk mandi tadi kita sudah di awasi, bahkan yang mencuri ikan bakar kita adalah mereka. "


" Kurang ajar,, " umpat Kenanga.


" Mungkin ada sesuatu hal yang membuat mereka mengejar sampai ke sini, makanya kita harus bersiap siap dinda,, "


" Baik kakang, perutku sudah kenyang, aku siap bertarung saat ini,, " ucap Kenanga.


Semakin lama sosok sosok itu semakin mendekat, walau Cakra dan Kenanga mengetahui keberadaan sosok sosok itu, mereka masih bersikap biasa seakan akan tidak mengetahui keberadaan sosok itu.


---


" Bagaimana Subala, apakah mereka menyadari jika kita buntuti,,? " tanya salah satu sosok berbulu yang berhenti di atas pohon berjarak dua ratus langkah dari keberadaan Cakra dan Kenanga yang mereka buntuti dari tadi pagi.


" Aku rasa mereka tidak mengetahui jika kita buntuti kakang Wanara, buktinya mereka masih bisa tenang di sana,, " jawab sosok berbulu yang di panggil Subala.


Dua sosok pemimpin dari para sosok pengejar yang berjumlah dua puluh lima itu jika di lihat sekilas seperti kembar, namun sosok yang di panggil Subala itu memiliki warna bulu ke abu abuan, sedangkan yang di panggil Wanara memiliki bulu berwarna agak kuning.


" Bagaimana kakang, apakah kita akan menghadang mereka sekarang,,? " tanya Subala.


" Kita lihat dulu adi,, " jawab Wanara.


Tidak lama, kedua orang yang mereka intai itu sedang merapikan perbekalannya, melihat itu Wanara memberi tanda kepada beberapa anak buahnya untuk bergerak mengurung Cakra dan Kenanga.

__ADS_1


__ADS_2