PEWARIS KESATRIA JATAYU

PEWARIS KESATRIA JATAYU
Bergabung Dengan Putra Mahkota 2


__ADS_3

Cakra dan Jati masuk lebih dalam di hutan Kuncoro, cahaya matahari pagi memudahkan mereka mencari arah di tengah lebatnya hutan itu, hutan kuncoro adalah hutan yang lebat sehingga jarang ada orang yang mau masuk ke tengah hutan itu, selain akar belukar yang menutupi jalan, hewan hewan buas yang ada di situ juga menjadi alasan orang orang enggan masuk ke tengah hutan Kuncoro.


Saat matahari sepenggalah, mereka memasuki sebuah tempat yang berisi pondok pondok yang baru di bangun, sebagian malah baru di bangun oleh para laki laki yang ada di situ, sebagian laki laki yang di situ sedang berlatih menggunakan pedang, menggunakan tombak, menggunakan panah dan menggunakan tangan kosong, sedangkan perempuannya sedang memasak daging hasil buruan kemaren.


Cakra merasa heran karena di dalam hutan yang terpencil ini ada kelompok orang yang dari aktifitasnya bersiap untuk berperang, namun hal itu tidak dia tanyakan kepada Jati.


"Selamat datang nakmas, bagaimana kabar di kotaraja nakmas ,,? " tanya Jolo Wojo sambil melirik Cakra.


"Semua baik baik saja paman, mari masuk dulu nanti saya perkenalkan dengan Cakra,, " ucap Jati.


Kemudian mereka bertiga masuk ke pondok, seorang pelayan masuk membawa senampan daging kijang bakar dan seteko teh hangat.


"Paman, inilah Cakra yang aku ceritakan, kemaren dia yang menolong aku paman. " Kenal Jati.


" Oh, kenalkan saya Jolo Wojo, Paman dari Jati, " ucap paman Jolo Wojo.


Mendengar nama Jolo Wojo, ingatan Cakra kembali pada masa masa kecilnya, di saat romonya kedatangan tamu senopati Jolo Wojo pimpinannya, dia sempat mengintip wajah tamu itu dan sekarang dia yakin bahwa orang ini adalah senopati Jolo Wojo.

__ADS_1


"Apakah anda yang di sebut senopati Jolo Wojo ,,? " tanya Cakra.


Jati dan paman Jolo kaget atas pertanyaan ini, karena selain yang ada di lingkungan itu tidak ada satu orang luar pun yang tahu masa lalu mereka, namun kenapa Cakra mengetahui.


" Dari mana kamu tahu, tidak ada seorangpun di luar lingkungan ini yang tahu siapa aku,? " tanya paman Jolo.


Akhirnya Cakra menceritakan siapa dirinya, dia juga menceritakan keberadaan orang tuanya dan para pengungsi yang bersama romonya.


" Benarkah,,? bagaimana sekarang keadaan ayahmu,,? tanya Paman Jolo.


"Romo baik baik saja, beliau sekarang di angkat oleh raja Rangga Jaya sebagai senopati di sana, saya pun juga di tugaskan oleh romo untuk menyelidiki keadaan dan kekuatan Gading Padas" jawab Cakra.


"Maaf paman, apa maksudnya mengembalikan pewaris yang sah, apakah masih ada keturunan raja Arya Jaya ,,? tanya Cakra.


" Benar Cakra, dulu aku di minta raja untuk melarikan diri menyelamatkan pangeran Jati Kusuma hingga sampai saat ini kita berpindah pindah untuk sembunyi"jelas paman Jolo.


Mendengar itu seketika Cakra sujud kepada pangeran Jati Kusuma, dia merasa segan kepada pangeran Jati Kusuma.

__ADS_1


" Tidak perlu seperti itu Cakra, bangunlah,,,! " cegah Jati Kusuma kepada Cakra yang menyembahnya.


"Terima kasih pangeran" ucap Cakra.


" Bagaimana hasil penyelidikanmu selama ini Cakra,,? " tanya Jati setelah Cakra kembali duduk di hadapannya.


"Di mana mana sama pangeran, keadaan di Gading Padas sangat sulit, banyak laki laki yang di paksa menjadi prajurit untuk garda depan mereka, ini taktik yang licik, karena jika kita menyerang mereka sama saja kita memerangi saudara kita sendiri, para laki laki yang di paksa jadi prajurit hanya dijadikan umpan, setelah kita berperang dengan saudara kita jika kita menang mereka akan mudah memukul balik kita dengan mengerahkan para datuk datuk golongan hitam yang mereka ajak di pihak mereka," cerita Cakra.


"Benar apa yang di sampaikan Cakra, karena aku melihat banyak pendekar golongan hitam yang datang ke Gading Padas sendiri sendiri maupun berkelompok," imbuh Jati.


" Kurang ajar, licik sekali mereka,, " desis paman Jolo sambil memukul meja di depannya.


"Di sana di pimpin oleh seorang yang bernama Sangga Bhumi" jelas Cakra menyampaikan apa yang dia ketahui.


Kedua orang di depan Cakra kaget mendengar itu, mereka mengenali nama Sangga Bhumi sebagai tokoh sesat yang sakti di kelompok Macan perak, ternyata kerajaan Selo Cemeng bersekutu dengan para pendekar golongan hitam dan menyerahkan kerajaan Gading Padas kepada pendekar golongan hitam itu.


"Ini tidak bisa di biarkan" desis Jati.

__ADS_1


" Melihat situasi seperti ini, kita harus menyusun ulang rencana kita, kita tidak bisa menyerang mereka secara besar besaran, sama saja kita berperang melawan orang kita sendiri. " ucap paman Jolo Wojo.


Setelah Cakra menyampaikan hasil penyelidikannya, mereka bertiga berusaha mencari rencana terbaik untuk membebaskan rakyat Gading Padas yang tertindas.


__ADS_2