
Putri Kencana Sari tiba tepat waktu, di saat Cakra di keroyok oleh panglima Mahendra dan senopati Angga.
Kini Cakra dan putri Kencana Sari sudah bersiap menghadapi lawannya masing masing.
Putri Kencana Sari yang berhadapan dengan senopati Angga tidak ingin mengulur waktu, putri Kencana Sari sangat mengkhawatirkan keadaan di dalam benteng sehingga dia memutuskan langsung menggunakan gendewa emas miliknya.
Senopati Angga menyerang dulu karena mengira mampu segera bisa mengalahkan perempuan di depannya.
Hiyaaaat.
Taaaaak.
Senopati menusukkan tombaknya, putri Kencana Sari cuma menepis dengan busurnya sehingga tombak itu berubah arah tergeser dari arah incaran senopati Angga.
Putri Kencana Sari membalas serangan itu dengan menendang ke arah pinggang dengan kaki kirinya.
Senopati Angga hanya mundur sedikit untuk menghindari tendangan itu.
Senopati Angga melancarkan pukulan telapak tangan ke arah dada putri Kencana Sari.
Daaaaaak.
Keduanya terjajar ke belakang sebanyak empat langkah karena putri Kencana Sari memapaki pukulan itu dengan jurus tapak mawar miliknya.
Putri Kencana Sari memulai serangan, dia arahkan busurnya ke arah lawan, senopati Angga menghindari dengan menggeser tubuh ke samping dan menyabetkan tombak panjangnya ke arah tubuh putri Kencana Sari.
Melihat tombak lawan datang, putri Kencana Sari melompat bersalto di udara dan mendarat di atas dahan pohon.
Siiiingg.
__ADS_1
Sebuah anak panah meluncur dari pohon tempat berpijak putri Kencana Sari.
Taaaak.
Anak panah itu di tangkis dengan tombak di tangan senopati Angga.
Siiiiingg
Siiiiing...
Serbuan anak panah semakin banyak, senopati Angga memutar tombak pusakanya untuk menghalau semua anak panah yang datang.
Claaaaph.
Sebuah anak panah terlambat di tangkis sehingga menancap di paha kanan senopati Angga.
Putri Kencana Sari segera meluncur dari pohon dan menyabetkan busurnya..
Tubuh senopati Angga Bergulingan karena tidak tahan akan pukulan busur gendewa emas walau sudah di tahan dengan tombak pusakanya.
Tidak ingin memberi kesempatan kepada lawannya, putri Kencana Sari langsung menerjang tubuh yang bergulingan tadi, tapi dengan sisa tenaganya senopati Angga berusaha menghindari serangan putri Kencana Sari.
Blaaaaaam.
Sebuah lobang cukup dalam tercipta akibat pukulan tangan yang di lancarkan putri Kencana Sari, debu mengepul menutupi tempat itu, putri Kencana Sari celingukan mencari keberadaan musuh, ternyata saat debu mengepul menghalangi pandangan mata, senopati Angga telah meninggalkan arena bertarung menyelinap masuk ke dalam kumpulan prajurit.
Sadar lawannya telah melarikan diri, putri Kencana Sari sangat geram, dia melampiaskan kekesalan hatinya dengan mengarahkan gendewa emasnya ke arah kumpulan prajurit lawan.
Ribuan anak panah melesat kearah prajurit lawan. karena tidak menyangka satu anak panah yang di lesatkan mampu membelah menjadi ribuan anak panah sehingga banyak prajurit yang tidak menggunakan perisai untuk menghalaunya.
__ADS_1
Akibatnya fatal, tubuh mereka dengan mudah tertembus anak panah dan tubuh mereka bertumbangan.
....
Di pertarungan lain Cakra yang melawan panglima Mahendra sudah menggunakan pedang garuda miliknya,
pertarungan itu kini menjadi semakin seru karena sudah tidak ada yang ikut campur di pertarungan itu.
Cakra mengurung panglima Mahendra dengan sabetan sabetan pedang yang cepat, dengan jurus pedang garuda menembus langit, dia menyerang bagian bagian vital tubuh panglima Mahendra.
Panglima Mahendra pun tidak ingin tubuhnya menjadi sasaran pedang lawan, dia menggunakan gada miliknya untuk bertahan dari gempuran lawan, sampai saat ini Cakra belum berani membenturkan pedangnya ke gada lawan mengingat gada itu sangat keras.
Cakra mempercepat serangannya dia kadang memukulkan pukulan paruh garudanya sehingga lawan harus berjumpalitan menghindari serangannya.
Cakra terbang rendah mengarah lawan, dia menyabet nyabetkan ke tubuh lawan, akibatnya panglima Mahendra cuma bisa bertahan dengan gadanya dan mundur secara perlahan.
Sreeeeet.
Sebuah sabetan pedang Cakra menggores lengan kanan panglima Mahendra, mengakibatkan pegangan pada Gadanya terlepas, Cakra masih tetap menekannya.
Panglima Mahendra meminta para prajurit membantunya hingga beberapa prajurit menghambur membantu panglima Mahendra menghadang Cakra, kesempatan itu di manfaatkan oleh panglima Mahendra untuk mencari celah keluar dari arena itu.
Sedangkan Cakra yang belum sadar jika panglima Mahendra telah melarikan diri masih menggempur para prajurit yang datang bagai banjir bah yang melanda.
Cakra kemudian menyadari jika Panglima Mahendra sudah tidak berada di situ, dia terbang ke atas dan mencari keberadaan panglima Mahendra, namun sejauh dia memandang tidak di dapati keberadaan panglima Mahendra.
Merasa kesal, Cakra mengerahkan jurus bulu garuda, dia kepak kepakkan sayapnya sehingga ribuan bulu menyerbu para prajurit yang tadi menyerangnya.
Akibat dari hujaman bulu itu ratusan prajurit tadi langsung tewas sesaat setelah tubuhnya tertembus bulu yang berasal dari sayap Cakra.
__ADS_1
Setelah semua prajurit bergelimpangan Cakra mengajak putri Kencana Sari untuk menggempur prajurit lawan dari belakang.