
Waktu engkau mendapatkan gelar sarjana pendidikan kedokteran dulu, yang datang menemanimu hanya kakak cantik tercinta. Ketika engkau menjalani sumpah profesi mu sebagai dokter umum, yang ikut hadir masih kakak mu juga , hanya saja kedua orang tuamu menyusul karena mereka harus menerima tamu dari negara yang jauh. Paling tidak terjadi sedikit peningktan lah . Orang lain diantarkan oleh keluarga dan orang-orang tercinta, tapi kau hanya seperti mendapatkan sisa waktu saja.
Ah sudahlah Raka, setidaknya mereka tidak benar-benar mengacuhkan mu. Paling tidak ada kakak cantik yang selalu mengawalmu, berusaha semaksimal mungkin menggantikan posisi ayah dan ibu yang sangat ... sibuk. Jika esok hari kau harus sedikit membalas rasa cinta dan kebaikan kakak cantik mu itu ... rasanya benar-benar sepadan.
" Maaf ya Raka ... ", mba Cinta nya yang akhir-akhir ini terlihat lebih cantik, menatap dengan sinar mata anak kucing nan penuh kepolosan. Tentu saja ia tidak bisa menolak.
" It okay .. ". Bahkan ia pun memeluk kakak perempuan cantik itu. Orang yang akan memarahinya habis-habisan saat ia nakal, tapi juga yang selalu membelanya mati-matian.
Rasanya ... sedikit tidak rela, jika mengingat kakak cantik ini akan segera dimiliki oleh orang lain, Walupun itu adalah kak Namu. Tapi tetap saja .... hati kecil Raka tiba-tiba saha menjadi sedikit bersedih, cemburu dan juga kesal. Pasti dalam beberapa hari kedepan ... ia sudah tidak bisa lagi memiliki mbak Cinta sepenuhnya. Ah ... apa selalu begini kali ya rasanya mau ditinggal nikah oleh kakak tersayang.
" Tapi ada seseorang yang akan menemanimu kok ... dan itu pasti sudah sangat cukup mewakili kehadiran kami semua kok ". Kata Cinta sambil mengelus-elus punggung adiknya.
" Iya .. iya .. Kirana 'kan ?. Sudah bilang dia padaku. Its okay mba Cint ... yang penting semua berjalan lancar iya 'kan ?. Toh aku juga bukan anak kecil yang akn menangis berguling-guling karena iri pada mereka yang didampingi orang tuanya ... he..he..he.. sudah kenyang di-training dari dulu ".
Saat itu Raka hanya tertawa-tawa saja walaupun terdengan sumbang dari hatinya. Malam ini ia bersiap untuk upacara pengambilan sumpah nya sebagai dokter spesialis pedah tulang. Besok pagi jam sembilan waktu Indonesia bagian barat. Dia akan ditemani olej adik kecil sepupu yang manis dan lincah. Kirana ... yang juga belum lama ini baru menyelesaikan program dokter koasnya.
Mba Cinta tersayang akan melangsungkan ijab kabul tepat dikeesokan harinya, atau satu hari setelah ia selasai wisuda. Jarak yang terbentang cukup jauh tidak memungkinkan anggota keluarga intinya untuk bisa berada di dua tempat berbeda walaupun secara bergantian. Jadi dia mengalah, sedikit berkorban untuk kakak tersayangnya itu. Berdoa dengan tulus, memohon semuanya berjalan dengan lancar. Tak lupa juga bersyukur untuk segala nikmat dan kebahagian.
" Maaf ya bang .... aku tidak bisa menemanimu ... aku ingkar janji ... maaf. Aku tidak tahu jika malam nya akan ada acara **'midodareni'...... ** kupikir ... hanya diacara resepsi saja jadi pendamping calon pengantin wanita ".
Raka juga mengangguk dengan pasrah, walupun hatinya sedikit teriris oleh sedih. Bisa saja ia mengorbankan dirinya sendiri, lebih memilih bersama sang kakak di malam skral menjelang hari bahagia. Tapi acara Wisuda dan Pelepasan Pendidikan Dokter Spesialis itu .... adalah sesuatu hal wajib yang harus dia ikuti. Ya sudahlah ... kembali ia memupus hatinya, menghibur dirinya sendiri. Semoga semua kebahagian ini berjalan dengan lancar dan senatiasa dalam keberkahan.
Dan suara dering itu menjerit meminta perhatian. Raka bergegas meraih benga hitam mengkilap yang kini layarnya menyala biru terang. Sebuah nama tertera di layar membuatnya tersenyum. Adik sepupu yang lincah dan manis itu kini meneleponnya, pasti ia sudah sampai di kota gudeg ini.
" Halo .. ".
" Lama amat sih angkat teleponnya ? ", lansung terdengar nada protes tanpa permisi.
" Assalamua'alikum Rana .. ", tentu saja juga dengan nada menyindir.
" Wa'alaikum salam kakak ... aku sudxah di depan nih ".
Tidak menunggu lebih lama, Raka pun langsung melesat keluar dari kamarnya. Sambil tetap menahan telpon di samping telinga kirinya.
" Kok agak lama .. macet ya ? ?. Nggak apa-apa juga sih ... pake taxi lo' ? ". Raka terus bertanya sambil berlari kecil melintasi ruang tamu dan tanpa alas kaki serta sedikit berjinjit ia melesat mengalahkan rasa nyeri di telapak kakinya karena kerikil-kerikil kecil di halaman.
" Hai ... ".
Dan pemuda itu ternganga, terpana tak percaya, tak menahan keterkejutan yang tiba-tiba saja sudah menguasai seluruh paras tampannya. Menampilkan penampakan yang culun dan lucu. Raka tak berkedip, seoalh tak percaya dengan pemandanagn indah di hadapannya.
" Jangan anfal disini .... seneng 'kan kubawaiin bidadari ", seloroh Kirana dengan tawa cerianya.
" Ardelia ...", Raka mendesis bahagia.
Si manis dengan sepasang mata kucing yang memikat itu berdiri menjulang dengan senyuman cantiknya yang memukau. Jadi ini maksud dari apa yang dikatakan oleh kakak tercantiknya itu. Mengirimkan gadis tercantik dan tersayang untuk menemani salah satu hari bahagia. Tentu saja hati seorang Narendra Rakadipa langsung dipenuhi dengan bunga-bunga bermekaran.
“ Udah nyengirnya ?. Buruan ajak masuk atau gimana gitu .. “. Kirana dengan ekspresi kesal yang geumesh... lalu menyeret paksa Raka pada kenyataan.
“ Oh …sorry … over happy sih ini. Ayo masuk … “. Raka langsung meraih koper kecil yang dibawa Ardelia. Dengan gerakan cepat mencium pipi gadis manis yang masih tersenyum-senyum itu. “ Thanks … Luv U’ beib “.
“ Ih… jangan semena-mena terhadap jomblo dong. Kalian ini .. “, tentu saja Kirana menyolot kesal.
“ Loh … yang tadi di bandara itu?.... yang juga memaksa ngaterin .. biar cuma sopirnya doang itu ? “, Ardelia terkekeh sambal melangkah mengikuti Raka,
“ Hayo !!!!... siapa ? “, Raka pun menimbrung cepat.
“ Mas Alend … calon kakak ipar lo’ yang batal. Temennya kak Namu .. puas “. Kirana mendelik.
“ Idiiih …. Nggak sesewot itu kali Rana’. Eh … duda ganteng itu ya. Tapi ngomong-ngomong … lo’ mau nggak sama dia ? “.
“ Kumat deh ... nggak !!! “, Kirana mendelik dan memukul punggung Raka yang masih tertawa-tawa menggodanya. “ Lagian elo’ nggak modal banget sih kak… masa’ iya kita hanya di-inapkan di kamar kost mu yang kosong … nggak di hotel gitu “. Jelas Kirana sedang mengalihkan trending topic diantara mereka bertiga.
“ Padahal yang datang calon bidadari surgamu … ke’ter’laluan … “, provokasi Kirana lagi sambil sedikit menyikut Ardelia meminta dukungan.
“ Laaah … planning awal yang datang ‘kan cuma elo’. Nggak tahu kalau bakal ada si cantik ini … he..he..he .. “.
“ Heem.. “, Kirana tetep manyun. “ Mba Cinta yang mengatur semuanya …. Tak apalah, lets go … kita langsung istirahat ya mba Ardel .“ Ehm’…. yakin ingin sekamar dengan Rana ?... dia ngorok loh … “. Raka mengedipkan mata pada Ardelia. Pipi gadis itu langsung bersemburat merah.
“ Hei !!! … bukan muhrim. Lagian siapa yang ngorok “, salak Kirana dengan keras. " Ku bilangin tante Hana loh ", ancam Kirana kemudian.
“ Kan cuma bobo doang Rana … “. Raka terbahak.
Tapi jurus balasan yang dilancarkan Kirana sangat cepat dan terlihat begitu terlatih. Mendorong kakak usil itu keluar dari kamar dan langsung mengamankan kakak ipar yang cantik ini. Ardelia terkikik-kikik geli melihat tingkah polah dua bersaudara ini.
“ Bisa kau bayangkan saat satunya sudah ikut bergabung ‘kan, kak ?. Tiga orang kakak lelaki … yang dua adalah pembuat onar “. Kata Kirana saat mereka berdua mulai membongkar isi koper dan bersiap hendak membersihkan diri.
“ Kau pasti sangat disayang oleh mereka ya. Kau sangat beruntung Rana .. “. Ardelia tersenyum-senyum melihat Kirana yang masih bertahan dengan cemberutnya.
“ Aku menderita ….. hanya Kak Namu dan mba Cinta yang saying baik dan pada ku . Duo Little Devil itu … hobi mereka mengodaku sampai aku menjerit-jerit “.
“ Itu pasti karena kau sangat manis dan menggemaskan “.
“ …. “, Kirana tidak sempat memberikan sanggahan, karena ktukan di pintu kamar telah menyita perhatiannya kemudian.
“ Ku tunggu di luar ya … ayo ke pecel lele langgangan kita Delia. Kau pastinya juga rindu ‘kan ? “, suara Raka terdengar dari luar.
“ Gimana kak ? “, Kirana meminta pendapat Ardelia dan mendaptakan anggukan persetujuan.
“ Ya … kami mandi dulu sebentar “, jawab Ardelia setengah berseru.
……………………………………….
Graha Saba Pramana auditorium megah salah satu perguruan tinggi ternama negeri ini, terlihat semarak dengan wajah – wajah bersinar ceria. Mereka yang jadi tokoh utama hari ini adalah orang – orang yang sudah menuntaskan pendidikan dan juga pemantapan profesi, serta progam pasca sarja kedokteran. Tidak hanya para pemeran utama
yang nampak Bahagia, tapi juga para kerabat, sahabat dan keluarga yang ikut larut dalam euphoria kemenangan itu.
Sama seperti Ardelia yang juga ikut larut dalam bahagia. Menatap sosok dengan jas putihnya yang begitu mempesona, saat ia tertawa wajah tampan itupun sekan berlipat ganda meningkat tampannya. Dari dulu, ia selalu mengingkari hatinya sendiri yang sebenarnya merindukan setian inchi sempurna wajah Raka. Membalut debaran di hatinya dengan membisikan... 'dia teman lo' , hanya teman'. Tapi kini, sepertinya masa-masa itu telah lewat. Ia tak lagi sembunyi-sembunyi menatap senyuman yang manis, wjah yang lembut dari si pemilik tubuh kekar yang mempesona itu.
" Kau lebih suka yang mana ? brewok atau klimis ? ". Ardelia tersenyum saja saat Raka menanyakan hal tersebut disaat terakhir mereka bertemu.
" Aku akan menuruti permintaan mu ", kata Raka lagi.
__ADS_1
" Brewok aja ah .. biar kelihatan lebih jelek ", putusan Ardelia pada akhirnya.
" Looh ? . Boleh tahu kenapa ? '.
" Biar jelek aja ... biar aman ".
Raka lalu tertawa terbahak-bahak sambil meraih kepalanya, mendekat untuk kemudian mendaratkan sebuah kecupan hangat di pipi Ardelia.
" Ya deh ... aku brewok terus, biar jelek ya. Tapi awas kalau kau jadi cari yang lain ".
Tapi kini pria itu sedikit mengikari janji. Walaupun Raka tidak mencukur habis kumis dan jambangnya. Ardelia pun menerima saja, karena ini event istimewa bagi pria itu. Toh. mau disembunyikan bagaimanapun juga .... pria di sana itu tetaplah pria tampan yang tak bisa menghentikan aura pemikatnya.
" Nah lo ... deretan cewek pada ngantri foto sama abang ganteng ", komentar Kirana. " Pepet kak .... cepetan ".
Ardelia terkekeh, ia sudah sangat terbiasa dengan pemandangan seperti ini. Si pria tampan yang sangat populer itu... selalu berubah menjadi lampu pijar dengan cahaya kebiruan yang berpendar menarik para ngengat wanita. Tidak ada yang berubah sama sekali, selalu para wanita berseliweran dan berlenggok menggoda seoang Raka. Yang berbeda adalah .... kini sepasang mata Raka tak pernah berhenti menatapnya dan mengulas senyuman mesra.
" Lo' harus kesana deh kak ... tuh ..tuh.. pada agresifnya kayak gitu ". Kirana kembali memprovokasi.
" Biarin aja ... abang akan bisa mengatasinya kok. Kita lihat saja ya ... kalem... tenang ... ". tapi ardelia tetap terlihat begitu santai dan nyaman menikmati pemandangan yang akan membuat sebagian besar wanita langsung mengeluarkan aura cemburu level sembilan.
" Nah .. nah... ngapain lagi itu ... ". Kirana menunjuk serius pada Raka yang kini nampak berlari kecil menuju pinggir panggung. Mendekati band yang masih memainkan lagu-lagu hits yang nyaman ditelinga.
" Kita lihat saja ... dia selalu punya kejutan kok ", Ardelia terlihat santai.
" Hadirin yang berbahagia ... berikut adalah persembahan dari ... ", sang MC mendekat pada Raka yang berbisik perlahan. " dokter Raka Dipa ... dokter spesialis orthopedy... yang akan membawakan sebuah lagu.... ".
" Raka ... yuhuuu .. ".
" Rakadipa ... I love you ... ".
" Raka .... marry me please ".
Walah .... sebegitunya ?. Ardelia dan Kirana saling berpandangan, tingakh para fans berat Raka membuat kedua gadis itu geleng-geleng kepala.
" Nggak nyangka ... segitu tenarnya kakak gue. Datang dari mana barisan cewek itu ". Kirana berbisik pada Ardelia.
" Yang jelas bukan teman satu jurusan. Mereka ..... adik tingkat ... temen abang menghabiskan mlam yang sepi ".
" Laaah ..... kakak nggak marah ?. Tuuuh pada edan kayal gitu ". Kirana bergidig ngeri melihat rombongan cewek-cewek seksi yang berkerumun itu.
" Biarin aja ... abang pasti bisa mengtasinya ".
" Untung dapatnya engkau kak .... yang sabar dan baik hati begini. Kalau aku ... huu!!!! sudah kubanting semua pe-rem-puan itu ".
Ardelia pun tertawa mendengar Kirana yang justru berapi-api . Ia ... sudah sangat terbiasa dengan hal seperti ini. Rasa cemburu ? tentu saja da.. tapi masih dalam bats yang bisa ia tangani dengan baik. bahkan hanya dengan sebuah senyuman kecill saja.
Here we are under the moonlight
I'm the one without a dry eye
I'm sorry for whatever I've caused
Before today I knew I felt lost
But now you're my lady
So take my hand
now, see me
'Cause you've made me into this man
I promise I'll treasure you, girl
You're all that I've needed
Completing my world
You.......
You're my love, my life, my beginning
And I'm just so stoked I got you
Girl, you are the piece I've been missing
Remembering now
All the times I've
been alone, showed me the way
Led me here, led me home
Right through that door straight to you
You're my love, my life, my beginning
It's you
........................... (Sezairi Sezali : Its You)
" Ini salah satu jurus maut rayuan kak Raka rupanya ", gumam Kirana yang melihat Raka bergaya bak artis terkenal itu.
" Keren 'kan ?.... lihat bagaimana para gadis itu menjerit histeris ".
" Kalau aku jadi kamu ... sudak ku pasang tulisan sold out di dahinya. kak ".
__ADS_1
Jelas Ardelia langsung tertawa begitu mendengar komentar Kirana. Gadis itu seolah tidak perduli, tapi sepasang matanya tak lepas dari semua gerakan Raka. Hingga pria itu berhasil menemukan keberadaannya, melempar senyuman dan mulai berjalan mendekat. Menyibak kerumunan para gadis dan membuat semua mata mengikuti kemana pria itu bergerak.
Someone needs to
come and pinch me now
I just can't believe what I have found
Standing here by me
Giving me the greatest gift you can
Saying yes and now our life begin
Choosing you daily
So take my hand
now, see me
'Cause you've made me into this man
I promise I'll treasure you, girl
You're all that I've needed (all that I need)
Completing my world
Hingga Raka sudah berdiri dihadapannya, mengulurkan tangan dengan penuh keyakinan. Memintanya untuk bangun dan berdiri. Ardelia menatap ke dalam sepasang mata bening yang lembut memintanya.
You
You're my love, my life, my beginning
And I'm just so stoked I got you
Girl, you are the piece I've been missing
Remembering now
Ardelia menyambut uluran tangan itu perlahan disusul dengan gemuruh tepuk tangan, yang melibas rasa cemburu segilintir gadis di belakang Raka.
All the times I've
been alone, showed me the way
Led me here, led me home
Right through that door straight to you
You're my love, my life, my beginning
It's you
I will never giveup on you, girl
Treat you right every night
Make my move, just for you
Wanna do, do this right
You
You're my love, my life, my beginning
And I'm just so stoked I got you
Girl, you are the piece I've been missing
Remembering now
Mengakhiri lagu itu dengan sangat manis. Raka mengecup perlahan punggung tangan Ardelia. Tak memperdulikan bagaimana pipi gadis itu menjadi memerah. Tak menghiraukan suitan panjang berasahut-sahutan bersanding dengan gemuruhnya tepuk tangan, atau bahkan terikan penuh kekecewaan para gadis yang tadi mengelu-elukannya. Raka sudah menjatuhkan pilhan, dan ia sedang membuat pengumuman pada dunia.
You
You're my love, my life, my beginning
...................................................................................
**********
Midodareniberasal dari kata widodari atau bidadari yang turun dari langit. Adalah sebuah prosesi yang dilakukan setelah mempelai melakukan upacara siraman, yang merupakan tahap pembersihan bagi kedua calon pengantin sebelum hari sakral pernikahan.
Tradisi Midodareni berasal dari legenda Jaka Tarub dan Nawangwulan. Konon dari cerita tersebut, para bidadari datang ke bumi menyambangi calon mempelai wanita yang sedang berdiam diri di kamar menjelang malam pernikahan. Masyarakat Jawa yang memegang tradisi ini percaya, ini adalah malam saat bidadari mempercantik calon pengantin wanita supaya lebih elok. Calon mempelai wanita tidak tidur dan didampingi oleh sanak keluarga serta pini sepuh. Ia mendengarkan nasihat dari leluhur dan para tamu wanita tentang bagaimana menjalankan kehidupan rumah tangga. Prosesi ini juga berisi doa-doa pada Sang Pencipta untuk calon mempelai agar selalu diberi berkah, rahmat, serta kebahagiaan.
__ADS_1