PILAR HATI 3 KSATRIA

PILAR HATI 3 KSATRIA
Merajut Pelangi Musim Gugur (7)


__ADS_3

Waktu dan ruang itu tidak bisa selalu men-distraksi hati berdasarakan lamanya waktu saat terpapar akan suatu hal. Bukan lama atau sebentarnya waktu yang kemudian bisa membuat seorang Keanu memusatkan perhatian menjauhi situasi yang tidak diinginkan dengan tujuan mengalihkan perhatian untuk mengurangi rasa tidak nyaman terhadap suatu objek. Tidak nyaman ? tentu  saja, karena teracuni oleh pesona simata indah yang bersinar kebiruan. Apakah diajelmaan peri laut ?. Maybe .... ah,kau ini terlalu banyak menghayal 'Key. Tapi kau telah benar-benar terdistraksi oleh pesona si rei Sellma itu ya. Niklmatilah penderitaannya...hi..hi..hi..jatuh cinta, seperti babang tampan yang beberapa menit lalu menghebohkan duniamu dengan telpon tengah malamnya,kembali ???!!.


" Oh my God ...... are you crazy Haidar ? " suara serak dengan nada marah di seberang sana terdengar menyalak, bahkan sebelum sempat Haidar mengucapkan halo. " Kalau nggak gawat !!!! awas lo' ".


Tapi betapapun kerasnya gerutuan seoarang Keanu dini hari itu, ternyata tak cukup membuat Haidar mengendurkan niatannya untuk menganggu si sipit ganteng yang kini berkerjap-kerjap menyesuaikan diri dengan kenyataan. Suatu fenomena saat ia belum genap satu jam terlelap nyaman, setelah berhasil sedikit mengabaikan bayangan Sellma tentunya, ia kembali harus terbangun oleh raungan panggilan telepon tak tahu diri seoarang kawan yang sedang kasmaran.


Keanu jadi berpikir untuk membuat sebuah aturan yang tertulis dan disepakati bersama dengan Haidar, bahwa : Sesama Bucin dilarang saling ngerecokin !!!!!. Halaaaah ..... mbok wes' tow bang, pasrah aja. Dengerin dulu suara memelas pria muda bongsor yang kini berlagak batita. Siapa tahu ada keuntungannya untuk mu juga.


" Laaah ... elo' yang nggak bisa balik cepet ke Jerman, ngapa gue yang harus kurang jam tidur ? ".


" Please deeeh.... bantuin dong. Pokoknya pantau terus si cantik itu ya. Feeling gue nggak enak nih sama si Dapid. Apalagi ini Sellma sudah sadar, pasti ada manuver dari si DePe, usaha buat balikan ... ".


" Jujur aja deh ngapa' lo gak bisa pulang tepak waktu di hari ke tiga puluh deadline cinta yang kau janjikan ? ".


" Ya elaaaah bang ' Key .....ngapain sih mesti harus ku rahasiakan ?, ya karena tugas sang raja dong. Karena dua kakak yang lagi bulan madu, apalagi ???? ".Jelas Haidar dengan suara kesal yang terasa nyata.


" Itu judulnya azab... azab adek tengil ". Akhirnya Keanu terkikik-kikik. " Yakin bukan karena cinta yang kau ragukan ?, atau karena tidak turunnya persetujuan dari Sang raja dan sang ratu untuk pangerannya ?".


" Orang tuaku bukan dari jenis konservatif yang mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan kasta ".


" Beruntungnya engkau mas Haidar...euleuh euleuh euleuh....mau dong  nyak'babe'macam gitu ".


" Nyak-babe'ku ...punya elu' juga, asal elonya sendiri mau ".


Itu adalah jawaban diluar dugaan seorang Keanu,walaupun seseorang diseberang sana mengucapkannya mungkin dengan penuh gurauan. Tapi Keanu tetap merasa sangat tersanjung, hingga iamenyunggingkan senyuman tipis di sudut bibirnya.


" Syukurlah.... akhirnya seorang Keanu bisa jadi anak angkat keluarga Mandala Arsenio ".


"  Yakin kau mau keluar dari keluarga Arya Sanjaya ?. Tidak lagi ingin menggilas kakak mu itu ? ".


Keanu terdiam sesaat, ia tidak tahu kapan seorang teman yang baru saja dikenalnya ini telah menyelidiki latar belakang dirinya. Tapi untuk seorang anggota keluarga Arsenio,untuk mencari tahu latar belakang seseorang pasti bukan hal yang sulit. Tapi tetap saja ia tidak menyangka sama sekali


" Nggak usah ge'er ya... jangan pernah berfikir klo'gue ngefans berat sama elo', sampai rela stalking'in elo. Wajah mu mengingatkan ku dengan seseorang ....musuh ".


" He..he..he... si brengsek tukang kawin itu ya ?". Keanu terkekeh,karena ia juga sudah tahu jika Haidar pernah satu sekolahan dengan Sakala kakaknya. Bahkan pernah terjadi huru-hara besar diantara mereka,tepatnya sih kejadian yang pastinya dipicu oleh tingkah busuk kakaknya itu.


" Elo'akan selalu diterima dengan tangan terbuka di keluarga  kami  'Key, nggakpeduli elo itu siapa.Yang jelas..... harus bantuin gue dulu ".


"Lah,ha..ha..ha..ha..ha...".Keanu tidak lagi bisa menahan tawanya. Pemuda itu bahkan nyaris menangis akibat saking akutnya tertawa. " Masih tetep aja inget misi utama nelpon tengah malam buta ... dasar bucin !".


" He..he..he..he .Iya dong. Oh ya, trims ya ... ".


" Lah, aku belum ngapa-ngapain ' Dar ".


" Terimakasih ... kau lebih memilih menjadi seorang Keanu yang merdeka. Menurutku kau tidak melarikan diri, tapi membebaskan diri . Dan karena aksi mu ini juga, tanpa sengaja kau sudah menyatukan pasangan lain ".


" Wah,oh ya ?,sakti amat gue ya ?. Siapa itu emangnya ? ". Keanu menegakkan duduknya, entah mengapa pernyataan Haidar membuatnya begitu bersemangat.


"Kau ingat gadisyang semula dijodohkan dengan mu itu ? ".


" Yang mana ?. Sebelumnya si kakaknya, tapi abang ku yang hobi kawin itu berminat sama dia. Terus ganti adiknya yang kecentilan itu ... ".


" Yang kakaknya lah ... si cantik yang psikolog itu ".


" Oh itu ?. Padahal kalau sama kakaknya itu aku mau pikir-pikir dulu buat nerima ...".


" Halaaah !!!,nggak usah bikin panas lagi dong. Si Ardelia itu udah mau nikah sama sepupuku,,cinta sejak SMA dulu. Ikhlasin aja,'eh emang elo pernah suka Ardel?".

__ADS_1


" Yaelah'bang Haid.....ketemu aja belum pernah. Misi balas dendam aja sama Sakala. Tapi ternyata Tuhan sudah punya rencana yang lebih indah buat gue ...he..he..he.. ". Keanu kembali terkekeh.


" Ya?! ... apaan tuh ?.Dah nemu jodoh ?. Siapa ?... koq nggak ngomong-ngomong sih lo' ?".


"Gimana mau ngomong, orang baru aja.Lagian ..... aku tuh bukan tipe orang konyol yang nelpon di tengah malam buta cuma karena sedang jatuh cinta ".


" He..he..he....",suara kekehan Haidar terdengar kemabli. Sepertinya pemuda itu kena skakmatch Keanu.


" Buruan deh, misi apa yang harus aku lakukan ?. Udah mulai ngantuk lagi nih .... hoooaaamh ", bukan pura-pura, tapi Keanu memang benar-benar menguap lebar kali ini.


" Pantau Hanin dan laporkan, si Ameer ...nah bisa lo'ajak kerjasama dia. Jangan sampe gue kalah gercep sama si DePe. Oh ya ?... siapa tuh yang berhasil ngerontokin hati bang Key ? ".


" Ada  aja deh, lo' tahu kok orangnya. Udah dulu ya,.....byeeeeee  ". Dan Keanu pun dengan cepat menutup telepon, menonaktifkannya dengan segera. Karena ia tahu betul bagaimana Haidar jika sudah penasaran.


Kembali menarik selimut dan bergelung di bawahnya dengan nyaman. Menyunggingkan sebuah senyuman dengan damai. Menikmati sisa kegelapan yang mampu mengistirahatkan jiwa dan raga. Keanu menikmati lelap dalam sekejap, menyongsong awal hari yang masih terlalu dini. Ya sudahlah ....setidaknya kau masih punya sedikit waktu untuk memejamkan matamu bang ' Key.


***************************************************


Istirahat siang yang justru membuat seorang Haidar lebih aktif dalam melakukan pergerakan. Ia melajukan mobilnya dengan sigap meliuk di jalanan ibu kota yang  tak mengindahkan terik siang itu. Sambil terus mendial sebuah nomer yang dari tadi membuatnya gemas dengan si pemiliknya.


“ Angkat dong Raka,lagi ngapain sih lo’ ? “. Dan ia tidak pernah putus asakembali membuat sambungan untuk berkomunikasi dengan sepupunya itu.


“ Halo, eh dodol!!!,gaksabaran amat,bukaan delapan lo’ “. Makian itu langsung memenuhi gendang telinga Haidar.


“ Assalamu’alaikum pak dokter…… sudah bisa diganggu ?. Jam istirahat ini …”.


“ Wa’alaikumsalam “, masih terdengar ketus suara Raka. “Ada apa ?. Jam dua ini aku  ada operasi loh  “.


“ Lo’ dimana sekarang ?. Aku di parkiran IGD “.


“  Di Kantin khusus pegawai, baru makan nih. Nyusul sini “.


Haidar menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari Raka. Lalu memarkirkan mobilnya di area parker yang sebenarnya khusus untuk dokter. Ketika seorang security menghampiri yang pastinya dengan maksud  untuk menegur, segera ia mengeluarkan senjata pamungkas. Menunjukan tanda pengenal pada pria yang nampak seumuran dengannya itu. Lalu bergegas masuk kedalam area IGD untuk mengambil jalan pintas masuk kedalam bangunan rumah sakit. Ya iyalah, secara ia juga punya saham di tempat itu. Dan juga masuk dalam bagian tim support medical comite.


“ Yuhuu….”, sebuah seruan kecil membuat Haidar berhenti mengedarkan pandangannya.


Terlihat Raka sedang menikmati seporsi asem-asem iga yang menggoda keimanan para penjaga berat badan. Disampingnya nampak Ardelia juga sedang duduk menikmati makan siang dengan gemulai, seporsi sapo tahu yang harum gurih.


“ Deeeh…. Kalian menyiksaku dengan pemandangan ini “,nyinyir Haidar. Untung saja mulut lemes yang terlatih untuk menguliti perasaan lawan bicaranya dengan ledekan absurd itu segera terbungkam manakala porsi besar


makan siangnya hadir mengalihkan keusilannya.


“ Dari kantor, atau dari …. “, Ardelia yang mulai angkat bicara.


“ Ya langsung. Mau ngomong penting sama dia, tapi sebagai calon nyonya …. Kamu juga wajib hukumnya ikut mendampingi “.


“ Eh, kalau top secret…. Gue’ nyingkir dulu nggak pa-pa kok “.


“ Oh no !..no..no…. disini aja. Kewajiban orang nyulik kan’ harus ngembaliin utuh hasil culikannya “.


Spontan saja Ardelia tertawa mendengar perkataan Haidar yang sebagian besar ditujukan untuk Raka. Dua saudara sepupu yang sudah tidak perlu diragukan lagi kedekatannya memang. Haidar bisa langsung tahu dengan tepat, jika kehadirannya memang karena diambil paksaoleh Raka.


“ Raka…”.


“ Heem “,sahut Raka cepat sambil menatap sekilas Haidar sebelum kembali menyeruput kuah asam manis pedas dari mangkuknya.


“ Ada kepikiran nggak,cara cepet biar gue bisa balik lagi keJerman ?. Menunggu sebulan ….. oh no,is too long “.

__ADS_1


“ Bilang aja sama tante Lin, elonya baru ngebet kawin “.


“Udah … nggak ngefek. Kan’udah ada menatu yang siap dihamilin kakak gue. Iming-iming dariku sih nggak laku sekarang “.


“ Lah, sama dong kita. Kata mamahku … aku juga suruh nunggu paling nggak setengah atau setahun lagi kawinnya. Hadeeeh ….. siapa sih yang bikin mereka berdua jadi berbesan “.


“ Yaah …tambah sedih gue dengernya”.


“ Cup…cup…cup… “.  Raka pun memberikan tissue makan pada Haidar yang langsung menerimanya dan berlagak mengusap air mata dengan bend aitu.


“ Ish ….kalian ini …”, Ardelia benar-benar tak mampu lagi menahan tawanya. Duo konyol itu, kalau sudah ketemu  pasti ada-ada saja polahnya.


“ Padahal waktunya tinggal dua belas hari lagi “, gerutu Haidar.


“ Apanya yang dua belas hari ? “, Raka terlihat bingung.


“ Dua belas hari lagi aku harus menyatakan cinta pada Nania, dan memenangkan taruhan bahwa ia akan jatuh cinta padaku dalam satu bulan. Harusnya di dua belah hari itu …. Ada banyak hal romantis yang bisa kuhadiahkan


pada Nania. Tapi ……..”.


“ Sebentar ….. yang taruhan …. Kau dengan Nania ?. Trus apa masalahnya ? “, Ardelia terdengar bingung.


“ Masalahnya …. My big plan is …datang sendiri secara langsung, bawa tiga puluh bunga mawar di hari ke tiga puluh dan bertanya…. will you marry me ? “.


“ Oh ….masih ada dua belas hari  kan buat mikirin. Eh,  jadi yang delapan belas hari ini , elo udah ngapain ? “. Tiba-tiba saja Ardelia membelalakan matanya. “ Jangan bilang klo’ elo cuekin dia, nggak kontak-kontak … atau …. “.


“ Brokoli itu nggak bilang ? “, Haidar melotot pada Raka yang sok cool. “ Ishh, keterlaluan… tiap hari ku kirim mawar merah sesuai dengan jumlah harinya “.


“So sweeeeeet….koq abang nggak cerita-cerita “. Kali ini Ardelia beralih memukul lengan Raka, tentu saja dengan menampilkan raut muka cemberut. “ Harusnya ‘kan bisa belajar romatis kayak Haidar “.


“ Nah, ini …ini nih. That they romance not us, honey “. Manuver Raka berkelit dari tuntutan manis seorang Ardelia yang menurutnya akhir-akhir ini jadi lebih manja,menurutnya.


“ Baru tahu’kan Raka playboy nya Ka’We. He… he…. Aduh jadi lupa’kan tujuan utama gue. Gimana nih, ada ide nggak ?. Please dong bantuin. Ka’, masak sik otak Don Juan elo’mampet  “.


“ Waduuh, emang ada yang bisa ngelawan titah sang kaisar ?. Kalo tante permaesuri aja udah hands up…. Kita bisa apa ?”.


“ Nggak ngebantu ‘ lo bro “.


“ Laah …. “.


“Minta tolong mba Cinta sama kak Namu  aja “. Tiba-tiba saja Ardelia mengeluarkan sebuah ide yang sungguh tak terduga. “ Hei, what ?....sampai pada melotot gitu “.


“ Mereka lagi bulan madu beib, baru sibuk bikin anak …aghh “. Dan cubitan dari Ardelia yang mendarat presisi di pinggang membuat Raka tak melanjutkan kalimatnya, karena meringis geli dan nyeri.


“ Gue percaya elo’ sist, dari pada si bro nggak yang tak teruji kredibilitas ke-play boy -an nya itu “. Tapi Haidar begitu bersemangat menunggu Ardelia yang masih menghabiskan jus lemonnya.


“ Kalian berdua sudah jadi kasih kado pernikahan ?. Yang kemarin rencananya paket liburan itu ?”, tanya Ardelia.


Jawaban berupa gelengan kompak dari dua pria yang kini fokus menatapnya, membuat Ardelia tersenyum ceria.


“ Good. Kapan mereka akan masuk kerja lagi ?”, tanya Ardelia lagi.


“ Cutinya sebulan. Dua hari lagi balik, terus istirahat sebentar….habis itu lanjut ke Maldives “. Sahut Raka.


“ Eh, bisa nggak itu di ganti…jadi ke Jerman ? “.


“ Maksud ‘lo Del ?”. Haidar mengernyitkan keningnya. Sementara Ardelia senyum-senyum penuh arti.

__ADS_1


“ Kasih kado paket Honeymoon ke Jerman…kalian berdua patungan.Yang ke Maldives di cancle aja. Urusan misi  tersembunyinya, biar gueyang ngomong ke mba Cinta.Trust me …. “.


Haidar dan Raka hanya bisa saling pandang sambil melongo. Sementara Ardelia terlihat begitu semangat dan senyum-senyum dengan wajah berbinar-binar.


__ADS_2