
Dia terbiasa dengan segala perencanaan matang, yang tidak hanya mengandalkan intuisi namun juga dengan berbekal data dari hasil pengamatan yang melibatakan banyak referensi dari kejadian sebelumnya, persis seperti saat ia menangani pasien-pasiennya yang datang dengan kondidi khusus. Tapi Haidar.... common, this is love with all about unpredictable moment. Harusnya kamu sangat pahamdengan hal itu. Tidak ada hal mudah dalam urusan cinta, apalagi cinta yang kamu yakini begitu dalam. Pasti akan ada banyak lika-liku dan juga jalan terjal yang
harus kau tempuh. Karena semua itu adalah komponen utama pembentuk kisah hidup menjadi romansa sempurna, Haidar.
Sebuah rencana yang kau pikir sempurna, mengiriminya kuntum-kuntum mawar selama tiga puluh hari berturut dan tak lupa menyiksanya karena kau mematikan semua jalur komunikasi. Karena nanti di hari yang ke tigapuluh kau akan datang sendiri mengantarkannya, dan tentu saja melihat wajahnya bersemu merah karena rasa rindu yang pada akhirnya pecah membuncah. Tapi semua rencana sempurna itu menjadai hancur saat kau menerima titah tak tak terbantah.
“ Ini kesempatanmu menunjukan pada dewan direksi, kau mampu. Dan lagi, apakah kau ingin menganggu kisah bulan madu kakakmu ? “. Begitulah sang ayah memberikan perintah yang secara harafiah terbungkus rapi dalam file yang diulurkan padanya.
“ Raka sudah memutuskan memilih Ars Internasional Hospital, sedangkan kau… sampai kapan lagi harus menunggu ?. Aku tahu, kau itu mampu belajar dengan cepat diatas rata-rata orang cerdas pada umumnya, hanya saja kau juga sangat mewarisi ke-idealis’an mama mu denga sempurna…. Ehm selain kecerdasannya tentu. Tapi itu bukan alasan untukmu menjadi ragu-ragu seperti ini “.
Mengesalkan sekali bukan , tapi kamu bisa apa?. Yang sedang kau kejar itu memang cintamu, tapi yang juga membutuhkanmu juga adalah bagian dari keluargamu. Begitulah ketika terjadi bias pada stastistik rencana yang sudah kau buat. Sabar ya Haidar, toh teknologi sudah sedemikian canggihnya. Kau bisa melakukan panggilan video
dengan anggrek bulan yang cantik itu.
Hei, kau punya seorang kawan yang pasti akan dengan senang hati menolongmu bukan?. Kenapatidak kau minta saja si abang Key itu untuk membantu, ya paling tidak membantu memikirkan sebuah rencana, plan B. Si konyol yang sayangnya cukup ganteng itu lumayan cerdas untuk hal-hal seperti ini, bukan ?.
“ Jadi ?, akhirnya ? “. Orlin tersenyum simpul sambil memperhatikan kesunyian yang meremang diantara suami dan anak laki-lakinya.
Suasana sarapan pagi yang sebenarnya cukup hangat dengan aroma aneka rempah bercampur harum gurihnya bawang putih dari kuah soto bening kesukaan keluarga Mandala itu,rupanya kurang bisa melumerkan suasana dingin yang sejak kemarin membekukan sikap Haidar pada ayanhnya. Tapi sebagai ibu, Orlin tentu tidak kehilangan akal untuk membuat situasi seperti itu cair kembali.
“ Yakinlah, segala sesuatu yang terjadi padamu saat ini pasti yang terbaik, walaupun terkadang itu tak sesuai dengan yang kau harapakan … tidak seperti yang kau rencanakan “. Wanita lembut itu tersenyum seraya meletakan satu mangkuk penuh kaldu soto berserta para penghuninya yang menyenangkan itu dihadapan sang putra. Sementara di sebelahnya, Mandala sudah mulai menyeruput kuah panas itu dengan nikmat.
“ Bisa tambah lontong lagi ? “, pinta Mandala menyela pada istrinya. “ Butuh tenaga ekstra untuk hari ini “.
“ Tentu sayang “,
Orlin tersenyum. “ Kau juga mau pakai lontong nak ? “.
“ Nggak mah, aku nasi saja “. Akhirnya terdengar suara Haidar. “ Aku ikut papa kok. Urusan di Jerman juga sudah kuatasi. Semoga semua lancar ya “.
“ Syukurlah….“.
“ Kok aku ditinggal, sih ? “, tiba-tiba suara cempreng yang khas disertai langkah kaki lincah menyeruak. Kirana nampak seperti anak kijang yang melompat-lompat ringan.
“ Kelamaan sih dandannya “, sahut Haidar sambil menyendok hidangan di hadapannya dan melahap dengan nikmat.
“ Yee biariin… “. Kirana mencibir pada Haidar, tapi tetap saja bergelayut manja pada kakaknya.
“ Apa lu’, ada maunya ini mesti “. Dan tebakan Haidar serratus persen tepat, ditandai dengan adikanya yang cengar-cengir dengan tatapan selembut si empus imut.
“ He… he… he… bantuin dong, aku dapat isip di Jepara nih “. Pinta Kirana dengan manja, ii perihal program dokter interensip yang harus dijalaninya pekan depan.
“ Maksudnya ? “.
“ Teleponin kak Yulia dong ….. gwa sedirian di kota ukir itu, nggak ada temen, nggak ada kenalan “.
“ Lah ?!, mau gangguin pengantin baru lo’ ? “.
“ Ih … kakak !, ya enggak lah. Maksudnya …. Minta tolong cariin info seputaran kota itu dan *****-bengek about kos-kosan, dan sebagainya….. Ya … please “. Kirana memohon dengan manja.
“ Kenapa nggak telepon sendiri aja “.
“ Nggak punya nomornya “, sahut Kirana cepat.
“ Ku bagi “.
“ Ih kakak…. Kakak dulu dong yang mukadimah sama mba Yulia. Nanti aku telepon sendiri, habis itu “.
“ Imbalannya ? “.
“ Ih kakak !!!!! “, salak Kirana di tengah suara kekehan Haidar.
__ADS_1
“ Buruan sarapan, nggak pake becanda dulu lah. Ntar’ keselek loh “, Orlin datang sebagai penyelamat suasana yang mulai heboh oleh tingkah usil Haidar dan juga lengkingan Kirana. Sebuah situasi yang sepertinya sulit sekali untuk berubah jika kedua anaknya itu sudah bertemu.
“ Hari ini ada rencana kemana ?. Kalau senggang, ikut mamah ke rumah sakit aja, Rana “.
“ Belum ada rencana kemana-mana sih mah, tau’ nanti. Atau nyusul aja deh … agak siangan, ada yang mau telpon habis ini “.
“ Dieeh…. capa’ nih yang mau nelpon ?. Ganteng nggak ya ? “. Jelas Haidar menggoda adiknya.
“ Mau tau’ aja, tapi yang jelas dia cantiiiiiik banget “.
“ Heeem “. Tapi Haidar hanya mengeluarkan sebuah suara yang menandakan ia tidak tertarik sama sekali pada obyek yang sedang dipuji Kirana.
“ Pah, mau bareng aku atau tetep diantar sopir ? “. Haidar justru mengalihkan pembicaraan dengan bertanya pada ayahnya.
“ Bareng sopir. Masih mau mampir-mampir dulu sebentar “, jawab Mandala seraya menghabiskan air putih
dari gelas yang tinggal berisi separuh. “ Aku berangkat dulu ya sayang “. Pamitnya sambil mencium kening istrnya sekilas.
“ Ya, hati-hati ya. Makan malam di rumah ‘kan ? “.
“ Tentu “, jawab Mandala dengan tegas sambil melempar senyuman yang terhangat dan hanya satu-satunya terspecial untuk sang wanita ratu hatinya.
“ Papah itu ….. makin hari mesranya nggak berkurang ya sama mamah. Padahal kalu dari cerita tante Hayu dan tante Hana, dulu papah itu playboy, badung dan keras kepala. Tapi pas udah ketemu mamah …. Yiiiiih langsung jadi bubur smooties “.
“ Rana, kau pikir papah mu itu papaya … bubur smooties. Yang kerenan dikit dong “.
“ Ih kakak “, Kirana mencibir pada Haidar. “ Tapi aku heran deh ‘ …. Kalau papah itu sempat jadi playboy, kenapa gen reses-nya itu koq nggak nurun ke kamuy a kak ? “.
“ Itu karena gen dominan mamah yang sudah membuatnya bertekuk-lutut “. Sahut Haidar lagi.
“ Tapi koq malah kak Raka ya yang playboy …. Padahal om Juna itu adalah definisi pria setia abad ini. Harusnya ‘elo kak yang playboy …. Nggak like father like son ‘ah !!! “.
“ Udah ngomongnya ? “. Haidar memencet hidung Kirana. “ Jadi playboy itu pilihan …. Jadi pria setia itu wajib hukumnya. Iya nggak, Mah ? “.
“ Belum, habis ini paling “.
What ?????, dan tiba-tba saja seperti ada sesuatu gumpalan besar yang berhenti di kerongkongan Haidar. Pemuda itu terdiam, tapi ia menajamkan seluruh inderanya untuk merekam informasi yang belum apa-apa serasa sudah memicu adrenalinnya.
“ Atau kamu telepon aja dulu, nggak apa-apa ‘kan ? “.
“ Rana tunggu aja deh. Kalau jam segini … di sana pasti masih pada terlelap. Kasihan Na’ .. “.
“ Oh ya udah deh kalau begitu. Kamu nanti jangan lupa mampir ke rumah bu Rury ya. Apa mau bareng mamah sekalian aja ? “.
“ Giman nanti deh enaknya ya mah. Boleh dong aku agak santai dulu … “.
“ Terserah kamu ‘lah … asal jangan lupa nyusul mamah habis ini ya “.
“ Okay bu boss… “. Dan Kirana pun kemabali melanjutkan sarapannya.
Sementara itu Haidar yang sudah berpamitan dengan sang ibu, di dalam mobilnya kini ia terlihat gelisah. Ada apa antara Kirana, mamahnya, Nania atau Hanin dan juga bu Rury ?. Bagaimana bisa ia tidak mengerti apa-apa ?. Apa Nania sengaja menyelediki kenapa ia tidak kunjung kembali ke jerman?. Atau gadis itu sudah mulai rindu ?, atau ada apa’kah ini ?.
Semua pertanyaan itu membuat Haidar menjadi sangat gelisah. Ia melirik pergelangan tangannya untuk membaca waktu. Saat ini di Jerman masih dini hari, haruskah ia membuat si babang Key terbangun dengan ekspresi yang sudah pasti ….. kesal bersungut-sungut. Yang ada dia malah nggak mau nolongin elo’, Dar. Sabar dikiiiiiit kenapa ?. Lagian hari ini kamu harus konsentrasi untuk rapat tahunan pemegang saham. Ko… sen… tra…si … please, Mr.Haidar.
Duhai Cinta ………. Kenapa kau menyiksa hingga tulang rusuk ku sih ?. Pasti karena dia juga adalah bagaian darimu. Lantas ?, haruskah aku mengganggu sahabatku ?. Ah... pasti dia akan mengerti.
Akhirnya, Haidar mengabaikan rasa toleransinya dan memenangkan egonya. Menyambungkan wireless dengan telepon seluler termutkahir miliknya. Mendial sebuah nomer yang akhir-akhir ini begitu dihafalnya.
" Oh my God ...... are you crazy Haidar ? " suara serak dengan nada marah di seberang sana terdengar menyalak, bahkan sebelum sempat Haidar mengucapkan halo. " Kalau nggak gawat !!!! awas lo' ".
" Ganteeeeeng .... sorry.... sorry .... ".
__ADS_1
...............................................................................
Bertemu kembali dengan seseorang yang pernah kau sayangi, kau jadikan panutan tapi kemudian jadi seseorang yang paling bengis menghancurkanmu, rasanya wajar jika tiba-tiba saja lapisan oksigen disekitarmu terasa begitu menipis. Rasa sakit itu tak kunjung hilang, meski engkau sudah memaafkan. Sepertinya belum seluruh sel dalam tubuhmu ini menerima permintaan maaf itu.
" Ku harap aku tidak mengganggu. Aku tidak lama kok ". Begitulah David menyapanya, menghampiri dan menjajari langkahnya yang baru saja keluar dari tempat tinggalnya pagi itu.
" Ada apa ? ", Hanin berusaha bertanya sesantai mungkin.
" Aku dengar Sellma sudah sadar dan sudah pulang sekarang. Aku turut bahagia. Menurutmu .... apakah baik jika aku menemuinya juga ? ".
" Kau mau apa ? ".
" Aku ingin meminta maaf ... ", suara David terdengar melirih.
" Tapi tidak untuk saat ini. Maksudku ... jangan sekarang, biarkan dia berbahagia dulu dengan anaknya ".
" Ya, aku mengerti. Tapi .... ada sesuatu yang harus ku sampaikan padanya ".
" Bisa kau katakan padaku ... aku akan menyampaikan padanya terlebig dahulu. Ya.... agar dia bisa menentukan, perlu atau tidak harus menemui mu ".
" Garret, tiga bulan lagi ... ia bisa keluar dari penjara. Dan aku tahu betul betapa jahatnya pria itu ".
Hanin serentak menghentikan langkahnya, terpaku pada beton trotoar. Gadis itu menatap David, tamapk jelas ada rasa khawatir yang mulai membuncah perlahan.
" Lalu ?, ... harus bagaimana ? ".
" Aku akan memasukan dia kembali ke penjara ... dan membuatnya mendekam disana seumur hidup ",
" Bagaimana ... caranya ?, bagaimana mungkin ? ". Hanin terlihat kebingungan dan masygul dengan kekhawatirannya.
" Aku butuh kau dan Sellma .... untuk semua ini. Dan juga .... aku ... ". Dave terlihat sedikit gelisah, pria itu bahkan mengusap wajahnya dengan gusar.
" Kau.... ingin aku kembali melaporkan Garret ?. Tapi kau akan terseret .... kau kaki tangannya ". Hanin sepertinya dapat menebak arah pemikiran David.
" Kau bisa pulang ke indonesia untuk lari dari Garret. Tapi bagaimana dengan Sellma dan ankanya?. Bagaimana jika Garret melakukan hal itu lagi pada wanita-wanita lain ? ".
Hanin menatap sepasang mata David yang kecokelatan, wajah itu dulu terlihat menawan, tapi kini seperti sedikit pucat. Sepertinya pemuda itu tak berbohong, sinar mata itu terlihat begitu bersungguh-sungguh.
" Paling tidak ... biarkan aku mempunyai kesempatn untuk menebus dosa-dosaku, Hanin ".
...................................................................................................................
AUTHOR CORNER :
Bagaimana seorang anak yang sangat terobsesi pada kisah cinta orangtuanya
Hingga ia lupa jika cinta itu adalah sesuatu yang tak mampu disamakan
Rasa kecewa dan marah pada dirinya membuat ia terpuruk dan melarikan diri dari kenyataan
Saat ia memutuskan lagi tak akan mencintai, karena ia percaya cinta itu hanya akan melukai
Seorang gadis yang lincah seringan kelopak melati, tiba-tiba datang menghampiri
Membuat badai di dalam hatinya
Dan ia pun mulai mempertantakan kembali
Tentang cinta... tentang kisah cintanya sendiri
__ADS_1
Nantikan .... di 14 Februari 2022. PRIA SETENGAH PURNAMA @renita_wei