
Kau tidak akan mendapatkan apapun, kecuali seorang pria yang sangat mencintai putrimu. Yang akan menyandingkan seluruh hidupnya demi putri mu itu. Yang akan menjaga hati putri agar tetap bahagia... dengan segenap jiwa dan raganya. Kau ... tidak akan mendapatkan apapun, selain seorang pria dengan janji cintanya
Perrnahkah kau merasakan hal seperti itu ?. mencintai seorang wanita dari hati. Lalu kau sendiri pun tak pernah menemukan jawabannya, atas pertanyaan : Apa yang membuatmu jatuh cinta ?. Sesuatu yang datang tiba-tiba, mendesak tak tertahan, dan membuatmu menjadi sangat tidak rasional. Perasaan pada seorang wanita yang tidak bisa kau terjemahkan. Sepertinya hal itulah rasa dari cinta sejati.
Lihatlah pria muda ini, yang menatap matamu tanpa rasa takut, tanpa rasa khawatir, tapi terlihat dia sangat menghormatimu. Seorang pemuda yang tegas dengan pendiriannya yang kokoh. Nampak tak sudi merendah hanya demi memuluskan semua rencananya. Begitu percaya diri sehingga ia benar-benar merasa tak memerlukan seseorang sepertimu, yang hanya ingin menguntungkan diri sendiri.
" Apa yang akan aku dapatkan dari mu anak muda ? ". Saat engkau bertanya seperti itu, kemanakah hilangnya rasa malu mu ?. Ah ... sungguh keterlaluan kau Danny Setiawan.
Tersenyum penuh ironi dan masih tetap tak bisa beranjak dari jangkauan tatapan Raka, ayah Ardelia itu merasakan aura dingin mendominasi melingkupi. Danny Setiawan, pria itu benar-benar tertohok atas sikap dan juga ucapan Raka. Ia benar-benar tidak menyangka jika akan menerima balasan seperti ini. hal yang sangat jauh berbeda dari apa yang sudah didengarnya dari Dracio anak sulungnya.
" Raka itu lemah, ia hanya seorang Arsenio yang paling labil dan tidak patut untuk diperhitungkan. Kartu matinya ada padaku ... juda adik kecil itu ".
Tapi sepertinya, sekarang Danny harus mengubah pandangannya terhadap pria muda ini. Raka benar-benar seratus persen seoarang Arsenio. Walaupun wajahnya yang lembut itu adalah turunan Arjuna sang ayah, tapi sikap tak kenal rasa takut dan penuh percaya diri ini adalah sifat asli keluarga Arsenio.
" Terserah om Danny akan menyetujui atau tidak. Yang jelas saya tidak akan menyurutkan niat untuk tetep memperistri Ardelia. Toh selama ini om juga sudah tudak memperdulikan anak itu bukan ?. Bahkan meragukan apakah gadis cantik itu benar-benar putri Om. Dan saya ... tidak perduli ".
Raka tak melembutkan sedikitpun eksprsinya, ia bahkan menatap tajam lagi. Membuat Danny langsung terdiam, tak bisa untuk sekedar tersenyum lagi.
" Apa yang sudah kau tahu ? ", desis pria paruh baya itu dengan keterkejutan yang tak bisa disembunyikan.
" Tidak banyak Om.... tapi cukup untuk membuatku semain yakin dengan Ardelia ". Terdengar tidak berlebihan namun sangat meyakinkan. Raka tersenyum dengan wajah yang tak sedikitpun melunak.
" Ardelia, anak biologis Om atau bukan... tiadak mengubah apapun. Dia tetap satu-satunya wanita yang akan menjadi istriku, dia tetap satu-satunya pewaris syah bisnis keluarga Hartawan, yang telah kau singkirkan. Seharusnya Om mulai berfikir untuk insyaf dari sekarang .... sudah cukup banyak menikmati kekayaannya, Dan mereka, Aredelia dan ibunya, sudah tidak membutuhkan semua itu sekarang ".
" Kau ... !!!! ", Danny terlihat sangat geram. Wajahnya merah padam, perpaduan antara rasa sengit dan juga rasa malu yang berhimpitan.
" Tidak seharusnya om mengorbankan anak gadis mu sendiri, kau jadikan sebagai jaminan... kau jual ... ".
" Cukup !!.. kau tahu apa ? ".
" Aku tahu semuanya ... ", balas Raka tak kalah sengit.
" Bro !.. ". Tiba-tiba sebuah sentuhan di pundak menyadarkannya yang hampir terseret dalam derasnya arus emosi. Raka menoleh dan mendapati Haidar yang kini berdiri di dekatnya.
Sepupunya itu menatap seolah memperingatkan: kau harus bersabar, tahan emosimu, ingat tujuan awal mu. Hingga akhirnya membuat Raka menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya dan membuat suara mirip sebuah dengusan. Tapi kemudian dia terlihat lebih santai, wajahnya pun tak terlihat sesengit tadi.
" Om Danny ... sedalam dan seburuk apapun luka yang kau torehkan pada Ardelia dan tante Palupi, mereka ... selalu melarangku untuk ikut campur, mereka menyimpannya rapat-rapat. Mereka ... masih sangat menghargaimu, masih sangat menghormatimu .... tidakah hatimu tersentuh ? ".
Raka terus menatap sepasang mata pria itu. Ia berusaha mencari-cari setitik saja penyesalan, kasih sayang atau apaun bentuk dari kebaikan di hati pria ini. Setidaknya ia sangat berharap akan menemukan hal baik itu jika ia sangat teliti mencarinya.
" Ardelia .... dia .... tak pernah lupa dengan rasa rindunya padamu, ia hanya mengabaikannya saja. Sebuah keluarga yang utuh... yang lengkap... yang saling mendukung. Keluarga ... yang tak pernah kau berikan. Hal itulah ... yang akan kuberikan padanya ".
Danny Setiawan, apakah selanjutnya engkau berhak marah ?. Tapi rasanya bahagia saja kau pun tidak berhak. Sejak kau mengusir dua wanita itu dari rumah yang seharusnya adalah rmah mereka, saat itu juga kau sudah berniat membuang jauh-jauh seluruh persaan pada wanita itu dan juga anaknya.
Hei .... itu juga adalah anakmu !!!!. Bagaimana mungkin engkau begitu abai, belasan tahun berganti apakah belum cukup ?. Mengingkari sesuatu hal yang kau sudah sangat tahu tentang kebenarannya. Bukankah kau yang terlalu pengecut ?, ah tidak ... sepertinya kau yang terlalu serakah.
Tapi kau sudah cukup mendapatkan... ah tidak, merampas !!... ya, merampas segalanya Danny, bagaimana dengan Palupi dan anaknya ?. Lihatlah pria muda yang berdiri kokoh di hadapanmu ini. Pasti ini adalah salah satu belas kasihan yang di berikan Tuhan padamu. Seharusnya engkau benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan baik ini.
" Om Danny ... aku memohon restu mu dengan setulus hati. Tapi jika engkau tidak merestuinya... akupun tetap pada pendirianku. Aku, hanya menghormati mu sebagai ayah kandung dari calon istriku. Tapi jika engkau menyakiti calon istri ku itu, maka aku orang pertama yang akan ..... menghadang mu ".
" Ha..ha..ha.. kau memang benar-benar seorang Arsenio. Raka ... ya..ya .. ya.. Raka ya. Putra Arjuna dan Hana Arsenio..... akan ku pertimbangkan. Dalam suasana lain, kita harus bertemu lagi ". Lalu pria itu mengeluarkan selembar kartu berwarna hitam platinum dari kantong jasnya. " Ini, aku yakin Ardelia tidak menyimpan nomor ku ".
Raka tersenyum sambil menerima dan menyimpan kartu itu. " Om salah, aku sudah cukup lama mendapatkan nomor Om... dari Ardelia ".
" Oh ya ? ha..ha..ha..ha.. ". Danny tertawa cukup lama hingga nyaris mengeluarkan air mata. ' Maaf aku tidak pernah mengangkat panggilan dari nomer asing ', jadi apa yang diucapkan Ardelia ittu hanya kebohongan semata. Pasti karena anak gadisnya itu sudah terlalu terluka.
" Dan kau, pasti putra kedua pak Mandala, ya ? ". Pria itu mengalihkan pandangan pada Haidar yang masih dengan sikap waspada menunggu.
" Ya om, saya Haidar ... pernah satu sekolah juga dengan Ardelia, kami berteman baik sejak dulu. ". Haidar mengulurkan tangan terlebih dahulu
" Oh ya .. " mata sipit Danny membelalak, Lalu mengalunlah sebuah tawa yang terdengar tanpa beban meliukan nada senang. " Rupanya anak itu punya teman-teman yang hebat ya. Wah ... jadi tersanjung saya ".
Itulah putri yang kau terlantarkan, putri yang kau anggap tidak berguna. Dia punya banyak orang yang menyayanginya. Yang dirugikan oleh semua hali ini, sebenrnya adalah kau om Danny. Kau rugi karena sikap dan sifat mu sendiri. Tapi masih ada banyak kesempatan yang bisa kau gunakan untuk memperbaiki semuanya, semoga engkau tidak menyia-nyiakan saat berharga yang sbentar lagi menghapiri.
Raka yang tadi masih bertahan dengan eksprasi mengeras, perlahan mulai melunak. Melihat bagaimana Haidar sedikit berbincang dan mulai mencairkan suasana. ia pun kembali mulai bisa tersenyum lagi.
" Sepertiny aku harus segera mengunjungi mami-nya Ardelia ya. Bagaimana menurut mu Raka ? ".
" Oh, ah .. ya... bagus, bagus sekali. tapi sebaiknya om datang sendiri. Berbicara empat mata dengan tante ". Jawab Raka dengan lancar saat ia sudah bisa menguasai keterhenyakkannya.
" Kalau begitu, aku butuh bantuan kalian ". Danny tersenyum sambil menatap kedua pra muda itu dengan bersunguh-sungguh.
..............................................................................
__ADS_1
Syaiendra yang mendapatkan tugas besar mengawal keberadaan Ardelia serta Kirana, nyaris seperti serdadu yang hanya bisa berkata 'siap', tanpa tahu hal taktis apa yang sebenarnya sedang di berputar di sekitanya kini. Bahkan sikap blak-blakan dan kejujurannya tadi nyaris menciptakan sebuah blunder. Untung saja hal itu benar-banar tidak terjadi pada akhirnya. Tapi cukup membuat pria itu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Santai saja mas, semua oarng sudah tahu bagaimana liciknya pria itu. Tapi baru segelintir orang yang mengerti jika ada anak sah yang diabaikannya ".
" Sorry Ardel .... tapi aku benar-benar tidak menyangka dengan kebenaran ini. Kau ... terlalu ... baik dan manis .. ".
" Heiiiii, rupanya sudah ada pria tampan lain yang menagkui betapa manisnya calon istri ku ini. Heeem... ". Tiba-tiba Raka dan Haidar sudah berada tak jauh dari mereka bertiga. Menyungingkan senyuman tanpa malu-malu lagi yang menunjukan betapa dirinya telah menjadi bucin milenial.
" Berarti akan ada pernikahan lagi dong, tak lama lagi ".
" Yess !!! you right bro' ... ". Penuh semangat Raka menjentikan jarinya pada Syailendra, tapi membuat Ardelia tersipu malu.
" Eeeaalaahhhh... iki aku thok sing jomblo ngenes berarti ? ", Haidar terlihat sangat menderita.
" Santai kakak ku, aku pun jomblo high quality ", seloroh Kirana berusaha menopang jiwa haidar yang merana karena rindu.
" Loh ?!... elu ... elu ... ", Haidar menggerakan jari telunjuknya mengarah pada Kirana lalu berganti pada Syailendra.
" Kalian... waaaah.. kukira ada sesuatu yang mulai terjalin perlahan diantara kalian. Ternyata nggak 'tow ? ".
" Waduh.. waduh .. sorry mas'bro, berarti kau sudah sangat repot ya ngurusin adik kecil kami ini ", sambar Raka penuh semangat. Bahan bully baru niiiiih, batinnya seiring serungai usil yang mulai mengembang.
" Kakak ... ih!!!... kebiasaan deh. Ayo .. mulai, mulai ... ", Kirana mulai tidak bisa menahan rasa kesalnya. Gadis itupun mencelos dengan mimik muka yang sewot.
" Rana, ku kasih tahu ya. Untuk sebuah definisi operasional dari Jomblo Kualitas Tinggi dan Persedian Terbatas ... ya ... si mas ini ". Mulailah jurus andalan Raka mengarah telak pada Kirana.
" Satu-satunya pria yang bisa masuk dalam kelompok PTSM, ya nggak 'Ka ? ". Haidar menimpali cepat, seperti ikan emas yang menyambar umpan.
" Iya, tull ".
lalu duo devil itupun melakukan high five, seperti baru saja mendapatkan kemaenangan sempurna. tak perduli dengan wajah kesal Kirana yang juga mulai terlingkupi semburat rasa malu. Sementera Syailendrea yang notabene paling senior .. ehm, paling tua diantara mereka semua hanya bisa tersenyum malu-malu sambil menggeleng-gelenggkan kepalanya.
" Eh... PTSM apa sih ? ", tanya Ardelia tiba-tiba.
" Oh iya, ... apa itu 'Dar ? ". Hah ?!!!... ya' ampun Raka, jadi elo juga nggak ngerti ?. Asal iya-iya saja, yang penting bulying untuk adik manis terus berlanjut ya... dasar !!! duo little devil, yang udah mulai bangkotan.
" Pria Tamvan Sepanjang Masa ... hadeeeh!!! jangan bikin malu komunitas dong ' Ka ". Haidar menggeleng-gelengakan kepalanya.
" Oh iyaaa.... sorry..sorry 'Dar ".
Kekompakan dua sepupu yang sudah mendarah daging dengan sifat usilnya itu tentu saja hanya berbalas cibiran dari Kirana. Sementara Ardelia pun mengeluarkan ekspresi yang tidak jauh berbeda. Tapi tidak dengan Syailendra, pria dewasa ini benar-benar merasa terpojokan. Tapi ia hanya bisa tersenyum-senyu saja.
Suara sang master ceremony yang cantik itu seperti sebuah bell penyelamat saat pelaharan berakhir. Biasanya Syailendra akan sangat enggan untuk memenuhi permintaan seperti ini, apalagi diacara penikahan. tapi dari pada dikuliti oleh dua setan kecil ini, sepertinya ini adalah hal yang paling manis untuk bisa melarikan diri. So, stage ... I'm comming. Syailendra melesat cepat sambil meninggalkan semyum pada Raka, Haidar, Ardelia dan juga Kirana yang masih saja belum hilang cemberutnya.
" Ya'elaaah .. kurang gercep lo' sist. Noh !!, si mbak MC sudah persis kayak ayam birahi ". Provokasi Raka yang melihat bagaimana keseruan di atas panggung.
MC wanita itu jadi melupakan dan mengabaikan rekannya yang sebenarnya cukup tampan dan menarik. Tentu saja karena pria yang sekarang baru saja naik keatas panggung ini berlipatganda tampannya, belum lagi penampilan yang luar biasa eksklusif dan elegan itu. Huaaah ..... mata gadis mana yang nggak akan kena radang pesona akut.
" Satu lagu saja buat pasangan yang sedang berbahagia Namu dan Cinta. Selamat !, perjuangan belasan tahun kini terbayar sudah. Ini juga untuk PTSM yang lain di sana ... ". Syailendra menunjuk ke arah rka dan Haidar. Yang langsung disambut dengan sangat hiperbola oleh kefua pria tampan nan sableng itu. Melempar ciuman jauh dengan bibir monyong dan ujung jarinya. tapi entah kenapa bersambut suitan riuh dan juga jeritan histeris para gadis lainnya, tamu undangan yang sejak tadi helas-jelas sibuk mencari perhatian duo devil itu.
" Dan juga ... untuk para dara jelita ", Syailendra menjeda sesaat kalimatnya, namun sepasang matanya menatap pada Kirana dan juga Ardelia. " Girls ... semoga kalian tetap cantik dan mempesona ".
Syailendra mendekati grand piano yang tadi juga dipakai oleh Haidar. Lalu jeritan riuh kembali terdengar. Pasti para gadis itu sangat iri pada piano hitam mengkilap itu. Dari tadi dapat perhatian penuh dari para pria tampan ... oh ya ampun, mau dong tuker takdir. Jerit hati para gadis itu.
Saat jari-jemari yang panjang dan kokoh itu mulai melentik memainkan nada-nada yang indah. Sepasang mata Haidar tiba-tiba saja membulat, membelalak sempurna.
" I know that song ", serunya girang. Lalu tanpa menunda lagi, pria itu kembali melesat kearah panggung.
........................
There used to be a greying tower alone on the sea
You became the light on the dark side of me
Love remained a drug that's the high and not the pill
But did you know that when it snows
My eyes become large and the light that you shine can be seen?
Baby, I compare you to a kiss from a rose on the grey
Ooh, the more I get of you, the stranger it feels, yeah
Now that your rose is in bloom
__ADS_1
A light hits the gloom on the grey
................................
Sebua isyarat diberikan pada Syailendra, dan pria itu menyambutnya dengan lebih bersemangat lagi. Yah .. part selanjutnya bagianmu, begitu lah ia memahami maksud Haidar.
....................................
There is so much a man can tell you,
So much he can say
You remain my power, my pleasure, my pain
Baby, to me, you're like a growing addiction that I can't deny
Won't you tell me, is that healthy, baby?
But did you know that when it snows
My eyes become large and the light that you shine can be seen?
Baby, I compare you to a kiss from a rose on the grey
Ooh, the more I get of you, the stranger it feels, yeah
Now that your rose is in bloom
A light hits the gloom on the grey
.................................................
Pecahlah sudah suasana di hall megah itu. Duo maut yang sesungguhnya dari para pria tampan penuh kharisma. Dua orang pria yang membawakan lagu dengan segenap perasaannya. Memuja seorang wanita tercinta, bagai kuntum mawar pemberi kecupan yang mampu menyingkirkan badai dengan serta merta.
I've been kissed by a rose on the grey
I've been kissed by a rose on the grey
And if I should fall, will it all go away?
I've been kissed by a rose on the grey
There is so much a man can tell you,
So much he can say
You remain my power, my pleasure, my pain
Baby, to me, you're like a growing addiction that I can't deny
Won't you tell me, is that healthy, baby?
Now that your rose is in bloom
A light hits the gloom on the grey ........ (1991 : SEAL - Kiss From A Rose)
Cinta itu ........
Seperti mawar yang mengecup kabut kelam
Seperti cahaya lembut
Yang membelai kesendirian di tengah lautan
__ADS_1
Cinta itu .......
Tak berbatas dari yang terungkap (@Renita Wei_Love is)