PILAR HATI 3 KSATRIA

PILAR HATI 3 KSATRIA
Merajut Pelangi Musim Gugur (5)


__ADS_3

Perjalanan itu sebanding dengan betapa nyamannya tujuan yang akhirnya sudah terpampang di depan mata menanti mereka bertiga. Sebuah rumah di pinggiran kota, asri dengan aneka pepohonan yang menaungi. Walaupun dedaduanan nampak mulai menguning kecoklatan menyambut musim gugur. Hanin menatap Sellma yang nampak berkaca-kaca saat mobil yang membawa mereka mulai berjalan perlahan dengan menurunkan kecepatan ketika mulai memasuki sebuah pekarangan rumah.


“ Rasanya aku ingin segera melompat turun “, kata Sellma sambil mencengkeram tepi jendela mobil, mencerminkan ketidaksabarannya. Kendaraan yang dikemudikan Keanu itu, entah kenapa tiba-tiba seperti kehilangan daya kecepatannya sehingga terasa melajju sangat lambat, terutama bagi Sellma.


“ Apakah Leisel masih bisa mengenali ku ? “, tanya wanita itu lagi, bola matanya bergerak resah meluiskan kekhawatiran. “ Aku jadi takut, Hanin “.


Hanin melompat turun, lalu bergegas membukakan pintu untuk Sellma. Dia meraih jemari wanita itu dan mengenggamnya erat. Mengembangkan senyuman di wajahnya, meyakinkan Sellma dengan kata-kata penuh penghiburan.


“ Leil itu, dia anak yang cerdas dan juga berhati lembut sepertimu. Kau pasti akan terkejut dengan semua hal yang ada padanya nanti. Ayo … “.


Uluran tangan Hanin dan senyuman gadis itu, entah kenapa membuat debaran jantung Sellma semakin kencang, berdetak penuh semangat hingga membuat binaran di sepasang matanya yang sebening biru lautan terlihat begitu indah. Setidaknya begitulah yang tercitra oleh Keanu. Blue marine fairy … ya, sangat cantik dan cukup pantas untuk julukan manis itu. Keanu pun ikut tersenyum dan penuh semangat ia berinisiatif untuk mengikuti dua wanita itu sambil membawa koper dan beberapa barang milik Sellma.


“ Matahariku … “, suara itu terdengar sedikit serak karena isak yang tertahan oleh luapan rasa haru dan bahagia. Suara seorang ibu yang selama ini merindu dendam pada apa yang terjadi pada putrinya. Menghabiskan malam dan hari dengan mengumandangkan selaksa doa. Wanita itu berlari menyongsong Sellma dan langsung memberi pelukan erat pada sang matahari jiwanya.


“ Mom “. Dan air mat aitu pun mengalir berderai-derai membawa luapan kebahagiaan. “ Aku rindu padamu. Maafkan aku ya, Mom “.


“ Memang kau salah apa?. Bukankah kita seharusnya berbahagia sekarang “. Wanita dengan rambut yang memutih namun justru menambah kesan cantik itu melepaskan pelukan putrinya, membelai wajah yang berurai air mata untuk kemudian menyusutnya dengan lembut.


“ Terimaksih, Mom. Mana malaikat ku ? “. Akhirnya Sellma bisa tersenyum mesikupun masih mengeluarkan suara sengau sisa keharuannya.


“ Ayo masuklah, dia sibuk bermain dengan grandpa’nya. Hei … Hanin, sayangku, putri Asia ku … “.


“ Ah nyonya Leigh ..”. Hanin menyambut pelukan hangat ibunya Sellma.


“ Ayo masuklah. Eh, ini siapa ya ?. Rasanya kita pernah bertemu ya?, tapi kapan ? “.


“ Saya Keanu, nyonya, temannya Hanin juga. Kita bertemu saat di toko mainan ... waktu akan mengantarkan Leil .. saat dia ulang tahun “. Dengan cepat Keanu merespon. Mengulurkan tangan dan membuat nyonya Leigh menjabatnya dengan erat dan senyuman hangat.


“ Ah ya, aku ingat sekarang. Kalau tidak salah, waktu itu kalian bersama satu orang teman lagi ‘kan?. Mana dia, si tampan itu ? “.


“ Ah ya, dia Haidar…. Kekasihnya Hanin “. Kata Keanu setengah berbisik.


“ Benarkah ?... ooh sayang syukurlah “. Nyoya Leigh tampak berbinar, saat dia menoleh untuk memastikan pada Hanin, ternyata gadis itu sudah berjalan mengekori putrinya yang begegas memasuki rumah dengan ornament biru muda yang hangat.


“ Masih dalam masa kerja keras bagi kawanku untuk mendapatkan putri Asia itu nyonya “.


“ Ya .. apa yang dilalui gadis itu dan juga anakku tidaklah mudah untuk dilupakan. Sakitnya, ketakutannya dan juga kekecewaan pasti begitu dalam “. Nyonya Leigh menarik nafas panjang untuk kemudian tersenyum dengan sedikit kelegaan dan membimbing Keanu untuk segera masuk. “ Ayo, kita berkumpul  di dalam. Itu … suara tawa Leil sudah melengking-lengking kegirangan “.


Dan benar saja, saat nyonya Leigh dan Keanu tiba di sebuah ruang tengah dengan sebuah tungku perapian khas pedesaan dan juga lantai kayu yang nampak mengkilap memukau, diatas sebuah hamparan karpet lembut yang tebal nampak si kecil Leisel sedang tertawa-tawa kegirangan. Bocah mungil yang menggemaskan itu terlihat semakin cantik karena tawa ceria yang menghiasi wajahnya. Tampak Hanin berkali-kali menenggelamkan wajahnya pada perut Leil, dan membuat bocah itu tertawa-tawa geli.


“ Mom…lihat, dia lebih memilih Hanin dari pada aku “, Sellma terlihat merajuk. Nyonya leigh buru-buru mengusap-usap punggung putrinya bermaksud menghibur.


“ Nanti dia kan kembali berlari memelukmu, sayang. Biarkan dulu, jangan paksakan “.


“ Hei …  Leil sangat suka sekali dengan ini ‘kan “. Keanu berinisiatif, ia menggoyang-goyangkan sebuah boneka sapi gendut yang terbuat dari bahan lembut.


“ Oh, dari mana kau tahu. Aku mengatakannya padamu? “. Sepasang mata Sellma berbinar-binar seraya menerima si sapi ‘ndut itu dari tangan Keanu. “ Hanin yang mengatakannya padamu ? “.


“ Kau yang selama dua hari ini selalu bercerita “. Keanu tersenyum.


“ Oh ya?, terimaksih sekali Key…. Kau sangat perhatian pada Leil “.


Keanu hanya tersenyum saja, tapi hatinya riuh berseru. ‘ Aku memperhatikanmu Sellma, wanita lembut yang seharusnya diperlakukan hanya untuk menjadi bahagia. Semua yang ada padamu, seharusnya adalah anugrah yang harus sangat disyukuri. Tapi sayang, kau telah terlebih dahulu bertemu para pria busuk itu ‘.


“ Leil … look, itu mommy mu “. Hanin membalikan tubuh gadis kecil berusia tiga tahun itu untuk menatap Sellma yang kini duduk bertopang lutut.


“ My Leil … beautiful Leil, look … mr.Moo … mooo… mooo “. Sellma menggerak-gerakan boneka sapi gendut itu. “ Mr Moo…. Kau ingat putri cantik itu ?. Mooo .. ah ya… dia kawanku. Hai Leisel.. kau lupa padaku ?, aku mr. Moo… moooo…moooo… mari kita berteman “.

__ADS_1


Sellma mengubah suaranya menjadi lebih rendah, menirukan suara seekor sapi sambil terus berusaha menciptakan interkasi dengan gadis kecil yang kini nampak ragu menatapnya. Leisel menatap Hanin, lalu menatap tuan Leigh kakeknya yang duduk tak jauh darinya. Sementara Sellma, ia terus berceloteh dengan mr.Moo membujuk Leisel agar mendekat.


“ Mr. Moo .. jadi kau juga rindu dengan Leil yang cantik itu ?. Mooo…mooo.. tentu saja, Leisel itu temanku. Kita akan sama-sama minum susu … mooo…mooo … “.


“ Emooo….. “. Pada akhirnya gadis kecil itu melangkah perlahan, mendekati Sellma yang mulai terlihat sedikit goyah dengan Pundak yang bergetar.


“ Mr. Moo… apa kau juga kenal dengan Baba si domba hitam ?. Moo… tentu saja… Baba black sheep have you any wool…. Yes sir, yes sir three bags full … “. Dan Sellma dengan karakter Mr. Moo pun mulai bernyanyi, dengan suara yang sedikit parau.


“ Mommy …… mommy “. Dan langkah kaki kecil itupun seperti telah menemukan tujuannya. Menghambur


dengan suka cita pada sosok wanita yang kini merengkuhnya dengan erat.


“ Leil … my Prety Leisel “.


Jika ada banyak air mata yang kembali tertumpah saat itu, itu adalah luapan rasa bahagia. Melihat bagaimana seorang anak kecil yang menemukan kembali ibunya. Menyaksikan bagaimana sebuah cinta yang paling murni itu memenangkan sebuah hati. Lihatlah, tiga ratus enampuluh enam hari yang tak menghapus ingatan seorang bayi, ia mengenali suara malaikat penjaganya di bumi ini. Lihatlah bagaimana kesunyian, dan ketidakpahaman seorang bayi saat melihat ibunya yang terdiam dalam koma, kini mematahkan sebuah ketakutan. Ya, Leisel, anak kecil itu mengerti, hatinya memberitahu jika wanita ini adalah satu-satunya wanita yang mencintai dengan seluruh darah dalam hidupnya. Wanita bersayap yang dikirim Tuhan sebagai malaikat penjaganya, malaikat itu bernama ibu.


Hanin terpaku, sepasang matanya pun mulai terasa menghangat. Pemandangan penuh cinta itu sungguh membuatnya tak mampu menahan buliran air yang mulai menggenang di kelopak mata. Ibu, sosok tercantik, terindah, terlembut dan terkuat yang akan menjagamu hingga nafas terakhirnya. Apakah kau tidak merindukannya Hanin ?.


“ Kau tidak pulang lagi nak ?. Ada apa dengan mu ?, apa yang kau sembunyikan dari ibu ? “. Begitu telak menembus jantungnya dan mengoyak dinding kebohongan di hatinya.


“ Ku pikir kau akan pulang bersama dengan nak Haidar “. Suara ibunya terdengar penuh dengan nada kecewa, malam itu saat ia meneleponnya.


“ Maaf bu, setelah semua urusan ini selesai. Aku akan segera pulang… dan tidak akan kembali lagi ke Jerman. Tunggu aku ya bu, biar ku selesaikan semua tanggung jawab ku di sini dulu “.


“ Ya nak, ibu percaya padamu. Doa ibu selalu bersama mu, jangan lupa shalat dan selalu berdoa mohon perlindungan dari Allah “.


“ Ya bu “.


“ Ibu rindu sekali padamu, nak “.


“ Hanin, terimakasih banyak ya “. Tiba-tiba suara tuan Leigh yang berat itu mengagetkannya.Hanin menoleh dan mendapati pria yang masih terlihat gagah dan tampan diusia enam puluyhan lebih itu nampak tersenyum hangat padanya.


“ Sekarang, kau sudah tidak boleh merasa bersalah lagi. Kau sudah melakukan semua yang kau rasa adalah tanggung jawabmu dengan sangat … sangat sempurna. Terimaksih banya ya cantik “.


“ Tuan Leigh …. “, hanya itu yang keluar dari mulut Hanin dengantatapan yang berbinar hangat.


Semua kebahagiaan di siang itu semakin bertambah saat para tetangga dan keluarga Sellma datang silih berganti mengunjungi. Ada banyak air mata bahagia, dan juga tawa ceria yang mengisi suasana hangat di rumah itu. Tuan Leigh yang ternyata seorang ahli tata kota cukup memberikan banyak masukan pada Keanu atas proyek yang sedang digarap pemuda itu. Membuat Keanu merasa sangat nyaman berbincang dengannya. Seperti sudah mengenal sejak lama saja.


“ Tolong jaga dia baik-baik ya, jangan sakiti dia, jangan bikin dia menderita lagi “.


“ Hah ? !! “. Keanu ternganga dan menatap tuan Leigh dengan pandangan kebingungan. Tapi debaran jantungnya mulai mendesak dengan cepat. Membuat nafas pria muda itu sedikit tersengal. ‘ Bagaiman pria ini bisa tahu ?, apakah begitu kentara rasa sukanya pada Sellma ? ‘.


“ Dia gadis yang sangat baik dan manis. Ya … dia dan Sellma adalah wanita-wanita yang seharusnya disayangi dan dicintai dengan tulus. Jika kau tidak bersungguh-sungguh dengan Hanin, sebaiknya … kau tinggalkan dia segera. Jangan berikan dia harapan palsu “.


“ Hah ?!!! “. Keanu semakin terbelalak, waduuuuh ….. ada yang harus diluruskan ini. “ Tuan Leigh, anda salah sangka … benar-benar salah sangka. Hanin dan aku hanya berteman saja “.


“ Oh ya ?. Oh …maaf, maafkan aku kalau begitu. Tapi, rasa suka itu juga bisa muncul dari awalnya hanya berteman … “. Pria itu masih menatap Keanu, kali ini dengan pandangan menghakimi.


“ Iya, benar juga ya. Tapi sepertinya tidak mungkin terjadi tuan “. Keanu berusaha untuk tetap santai sambil tertawa kecil. “ Temanku, kau ingat pemuda yang bersamaku di toko mainan… saat ulang tahun Leil beberapa minggu lalu …. “. Dan untuk kedua kalinya Keanu mengulang kembali cerita itu.


“ Ah ya .. “, tuan Leigh yang sesaat tadi mengerutkan keningnya berusaha memeras ingata, kini nampak berbinar. “ Siapa dia ? “.


“ Namanya Haidar, dia adik ipar duta besar Indonesia di sini. Dan dia datang ke Jerman selain karena pekerjaan, juga karena mengejar cintanya. Dia, calon kekasih Hanin “.


“ Oh begitu rupanya. Tapi …. Benarkah kau tidak tertarik pada putri khatulistiwa itu ? “.


“ Ha.. ha..ha.. “, Keanu tertawa cukup keras. Tatapan mata tuan Leigh yang seperti seorang detektif pada seorang tersangka, cukup membuatnya jadi sedikit salah tingkah. “ Dia cantik, iya. Dia baik dan menarik, semua pria pasti bisa langsung melihat hal itu. Tapi untuk jatuh cinta ….. sepertinya hatiku telah tertambat pada wanita lain, tuan Leigh “.

__ADS_1


“ Benarkah ?. Bagaimana kau tahu kalau itu cinta ? “.


“ Ehm …. Entahlah, aku hanya tahu … saat aku tidak menemukan alasan apapun yang bisa kupergunakan untuk menguatkan hatiku untuk mengetahui itu sebab aku tertarik atau suka… saat itulah aku tahu, jika perasaan ini adalah cinta “.


“ Hei anak muda !, jangan gunakan bahasa yang berbelit pada orang tua seperti ku “.


“ Wah … ha..ha..ha..  “, dan Keanu kembali tertawa. “ Maksudku, jika ada yang menanyakan apa yang membuatmu jatuh cinta pada nya… aku tidak lagi bisa menjawab atau bisa menemukan alasan lagi. Hanya cinta, cinta yang muncul tiba-tiba dan membuat hati dan jantungku berdebar “.


“ Oh…. begitu ya. Wah, beruntung sekali wanita itu ya. Kau sudah menemukannya ? “.


“ Sudah “, jawab Keanu dengan cepat dan penuh keyakinan.


“ Waaah…. Selamat kalau begitu. Semoga cinta kalian bisa bersatu ya “.


“ Terimakasih tuan Leigh “. Dan Keanu pun menatap pria tua itu dengan tatapan penuh arti dan bisikan terimakasih yang lebih dalam lagi.


Diantara ribuan suara yang gegap gempita mengetuk gendang telinga


Hanya ada satu suara yang mampu menembus hingga ke dinding hati


Suarayang menuntun langkahmu untuk menghampiri, membuat poros dunia berganti


Begitulah cinta ketika ia telah memanggil nuranimu


Saat kau tersesaat diantara berjejalnya milyaran manusia


Sepasang matamu nanar mencari keberadaannya, maka pejamkanlah


Biarkan seluruh indramu yang bekerja mencari dalam dengungan sunyi


Maka kau akan tiba tepat dihadapannya, yang tersenyum menanti


Cinta itu,


Terkadang tak membutuhakn detik untuk terciptanya


******************************************************************************



Bagaimana seorang anak yang sangat terobsesi pada kisah cinta orangtuanya


Hingga ia lupa jika cinta itu adalah sesuatu yang tak mampu disamakan


Rasa kecewa dan marah pada dirinya membuat ia terpuruk dan melarikan diri dari kenyataan


Saat ia memutuskan lagi tak akan mencintai, karena ia percaya cinta itu hanya akan melukai


Seorang gadis yang lincah seringan kelopak melati, tiba-tiba datang menghampiri


Membuat badai di dalam hatinya


Dan ia pun mulai mempertantakan kembali


Tentang cinta... tentang kisah cintanya sendiri


Nantikan .... di 14 Februari 2022. PRIA SETENGAH PURNAMA @renita_wei

__ADS_1


__ADS_2