
Pagi hari, Keanu sudah terbangun oleh suara bising meraung-raung yang memekakan telinga. Membuat rasa kantuknya terlontar dengan kejam dari peraduan yang hangat dan nyaman. Pemuda itru menyambar dengan cepat pesawat telepon tercanggh abad ini, nir-kabel dengan bentuk yang sangat ergonomis dan 'cangking'able alias mudah dibawa kemana-mana. Mengernyitkan kening, karena itu adalah raungan suara panggilan bukan suara alarm yang biasanya menabok gendang telinganya sepagi ini.
" Huuh... halo ", pemuda itu bersungut-sungut menyapa Haidar yang diseberang sana tapi telah mengacaukan menit-menit terakhir mimpi indahnya. " Rugi sepuluh menit gue', sudah waktunya apa 'elo mengacaukan pagi ku ? ".
" Pagi sahabat ... bro ku tersayang. Sorry ... udah melek 'kan ? ".
" Halah !, to the point dah'... ada apaan ? ".
Suara Haidar diseberang sana terkekeh-kekeh. Keanu seakan bisa melihat sepasang alis tebal itu bergerak turun naik menyebalkan ciri khas jika pemuda itu sedang tertawa absurd.
" Pagi buta begini, kalo' bukan hal penting ...awas lo !!!! ", hardik Keanu lagi sambil terus mengumpulkan kesadarannya yang tadi tercerai berai tak karuan.
" Weits ... ini sudah lewat begud dzuhur abang 'Key ". Suara tawa Haidar kembali terdengar renyah memenuhi suasana.
" WIB dodol .... di sini masih subuh !. Buruan deh ... gua' mau lanjut molor lagi neh ". Keanu bersungut-sungut.
" Iya ... iya.. maaf bang bro'. Minta tolong dong. Masih ingat wanita bernama Sellma yang koma di rumah sakit itu. elo' yang ngasih infonya ke gua. Ingat 'kan ? ".
" Iya, terus ". Keanu masih menguap dengan malas sambil sesekali menggaruk-garuk punggung dan juga .... ketiaknya, bleeekh !!!!.
" Tadi malam sudah sadar ".
" Hah ?!!! ... tadi malam ".
" Iya, tadi malam waktu dunia bagian Jerman ... Berlin ".
" Nyaho' bro ... elo tahu dari mana ". Keanu menegakan duduknya. Memasang telingan baik-baik dan mulai serius mendengarkan Haidar yang bercerita panjang lebar. Sesekali mengernyit, namun lebih sering menganggik-angguk, tanda ia memahami maksud dari pemuda yang bersuara penuh semangat di seberang sana.
" Lah ???, koq harus gwa ? . Emang elo nggak balik lagi ke mari gitu ? ".
" Ada banyak hal yang harus diselesaikan disini. Efek si boss muda honeymoon. Mungkin beberapa hari atau satu minggu 'lah, paling cepat aku balik lagi ke Jerman. Key ... Key .... please... tolongin ya ". Haidar memohon dengan gaya memelas layaknya bujang falling in love.
" Heeeem ... ", Keanu jelas sekali sedang melakukan tarik ulur dengan pria diseberang sana.
" Please dong .... demi kemanusian yang sedang diamuk badai asmara ini ", pinta Haidar dengan sungguh-sungguh. " Kubalas kebaikan mu dengan seribu doa agar kau segera terbebas dari dinginnya cengkeraman Jomblois Hipothermics ... halaaaah ".
" Terus gue harus giman dong ?. Lo' pikir si cantik itu nggak curiga apa kalo' tahu-tahu gue' datang terus tanya-tanya ... Hanin ' elo butuh bantuan nggak buat ngurus Sellma. Eh Hanin... gue dapat misi kemanusian dari bang Haid nih, buat mantau elu' .... gila kali 'ya ?!!! ". Tentu saja Keanu mengucapkan hal itu semua dengan gaya kemayunya yang bisa membuat perut kaku karena tertawa. Untung saja Haidar tidak melihat hal itu, senadainya saja ia tidak sedang kacau, pasti mendengarnya saja sudah bisa membuatnya tertawa.
" Ya 'elah brooooo.... 'kan elo pakarnya urusan begituan. Udah deh, pasti akan ada imbalan besar dari Sang Maha Kuasa untuk misi kemanusian ini ". Haidar terus membujuk, tak kenal menyerah.
" Kemanusian yang sedang kasmaran. Kenapa sih harus gue' yang ikut ribet bang Haiiiiiiid ".
" Please ... bang 'Key ...... ". Bujuk Haidar
" Aaarggghhhh....... ". Keanu menggeram sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tiba-tiba saja terasa berkutu.
" Please ..... please ..... ya .. ya.. ya.. ". Haidar tak menyerah menyudutkan dengan jurus memelas
" Ya deh ". Akhirnya si abang Keanu yang putih, sedikit bermata sipit dengan hidung mancung menggemaskan itu pun ...... kalah.
__ADS_1
" I love you my dear bro '..... muach..muach... akan ku buatkan seribu bangau kertas beserta doa yang akan mengakhiri masa suram kejombloan mu ... ".
" Hiiiiih ..... udah ? ", tapi Keanu bergidig ngeri dengan sikap Haidar yang over dosis pil kasmarana itu. " Nanti siang'an gue' action ... jangan telpon dulu, nunggu kabar dariku ya ".
" Siiiiaaaap bro !!!!!! ". Suara lega yang menurut Keanu sangat lebay itu mengakhiri telepon Haidar subuh itu. Membuat Keanu kembali ambruk sambil menarik selimut dengan penuh semangat membara untuk kembali terlelep.
Tapi ....... suara raungan bernada potongan lagu 'Bohemian Rhapsody" nya band Queen itu ganti meraung tepat pada part yang menghebohkan dunia. Membuat Keanu kembali terlonjak, mengumpat dengan kesal dan beradu tinju dengan selimut yang sebenarnya pasrah tanpa sesal.
" Haiiid ... I hate you !!!!!!. Kau curi sepuluh menit berharga ku ".
............................................................................
Untung saja ia tidak berjanji muluk-muluk dengan pemuda tengil yang sayangnya sangat tampan, bahkan ia sebagai pria pun juga menganguminya ... sedikit. Untung juga karena ia sudah mewati-wanti agar pemuda itu jangan mengubunginya terlebih dahulu. Rapat koordinasi dan apapun istilahnya itu, memang sangat menguras tenaga. Walaupun sebenarnya ia merasa sudah sangat cukup mempersiapkannya dengan berhati-hati. tapi ya , beginilah negara adi daya dengan kemajuan teknologi yang tak pernah meninggalkan konsep peeestarian lingkungan ini. Sangat detai untuk segala hal, tidak ada yang tidak melewati prosedur uji oleh tenaga ahli.
Rencana pembangunan gedung baru KBRI untuk negara Jerman sebenarnya sudah melewati begitu banyak proses. Tetapi desain awal, ternyata belum memenuhi standard ketentuan konstruksi yang berlaku di negara panser ini. Jerman memang memiliki standar dan prosedur konstruksi yang sangat detail, kompleks namun dengan semua proses yang sangat birokratis. Tidak ada ketebelece, shorcut, faktor kedekataan atau apapun untuk bisa memuluskan. Jangan harap cara-cara seperti tadi bisa berlaku di negara ini.
Pembangunan sebuah gedung atau bangunan terutama itu adalah fasilitas publik, harus benar-benar terpastikan bahwa perencanaannya dan pelaksanaannya harus memenuhi standar keamanan, fungsi gedung yang maksimal serta sesuai dengan standard konstruksi modern dan standar gedung hijau. Bahkan untuk penentuan jumlah pohon dan jenis pohon yang akan ditanam pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membicarakannya. Terjawablah semua keheranan Keanu tentang deretan pohon-pohon di taman, sepanjang tepian jalan atau yang ada di suatu halaman gedung pasti akan bernomor. Ya ... inilah satu lagi hal baik dari negara Jerman yang bisa dibawa pulang ketanah air nanti. Keperdulian akan alam dan kebetrlangsungan ekosistem.
Dan hal-hal inilah yang akan dijadikan alibi tepat oleh Keanu bialamana si mas bucin itu tiba-tiba tidak bisa menahan diri dan langsung meraung-raung menelponnya. Tapi kekhawatiran itu sepertinya tidak terjadi, sampai menjelang sore ini, Haidar benar-benar tidak menelponnya. Keanu memutuskan untuk menemui Hanin di cafe tempat gadis itu bekerja. dan sepertinya keberuntungan sedang menaungi dirinya. Gadis itu terlihat sedang bergegas keluar cafe saat Keanu baru saja selesai memarkir kendaraan pinjaman yang dibawanya.
' Din din din '. Keanu membunyikan klakson, menurunkan kaa jendela hingga membuat gadis yang kali ini mengikat ekor kuda rambutnya menoleh dan melihat dengan jelas.
" Hai ... mau kemana ? ". Seru Keanu.
" Mau ke rumah sakit bang. Aku pergi dulu ya ". Hanin menjawab tanpa mendekat, hanya menghentekina langkahnya saja.
" Ayo kuantar ". Tanpa menunggu persetujuan Hanin, Keanu kembali menjalankan mobil yang dikendarainya. Mendekati Hanin yang kini berwajah penuh protes.
" Hei !!! saudari sebangsa dan setanah air ... jangan kau tolak niat baik sudara mu. Kualat nanti kau ".
Hanin pada akhirnya tidak mampu menahan tawa melihat gaya Keanu berbicara. Tidak memprotes lagi, ia pun begegas naik dan duduk di sebelah Keanu.
" Rumah sakit mana ? mau apa ? ".
" Abang ingat dengan Sellma ? ".
" Ya ".
" Dia sudah sadar sekarang. Kita kesana, kau masih ingat'kan ? ".
" Oh ... ". Tapi hati Keanu bersorak ... gotcha!!!. " Syukurlah. Oke let's go ! ".
Sepanjang perjalan yang memang tidak panjang itu, Hanin tidak banyak bercerita. Ia hanya menceritakan garis besarnya saja. Sellma sudah sadar, hasil general chek up tadi pagi sudah menyatakan jika wanita muda itu baik-baik saja. Dan kemungkinan besar besok siang atau besok sore sudah diperbolehkan untuk pulang. Sepasang mata Hanin nampak berbianr begitu gembira saat menceritakan semua hal itu. Kentara sekali gadis itu begitu bahagia. Bahkan berkali-kali ia nampak menarik nafas dengan sangat lega.
" Yang sangat ingin ditemuinya adalah Leisel. Kau ingat gadis kecil yang cantik dan lucu itu ? ", tanya Hanin.
" Tentu saja. Aku mau punya anak berwajah malaikat seperti itu ". Sahut Keanu.
" Kalau begitu, abang harus cari ibunya yang secantik peri ".
__ADS_1
" Ada gitu yang mau dengan ku ?, apalagi yang secantik peri ".
" Pasti ada ... yakinlah ", Hanin terkekeh-kekeh. " Ayo bergegas, kita sudah sampai ".
Keanu mengikuti langkah ringan gadis itu. Si mungil yang membuat si bongsor Haidar mati kutu, tak berdaya terseret arus cinta. Entah bagaimana si mungil ini menciptakan pusaran arus yang mampu membuat seoarang Haidar dengan segala kelbihan jiwa raganya yang tidaklah kecil itu, benar-benar menjadi pria lemah lembut seolah tanpa daya. Tapi mungkin begitulah cinta menjungkir-balikan berbagai hukum alam, karena cinta hanya mengikuti hatinya saja. Keanu .... Keanu ... koq jadi ketularan babang' bucin itu sih.
" Kau mau ikut masuk bang ? ".
Pertanyaan Hanin membuat Keanu tersadar dari lamunan selama menyusuri lorong rumah sakit ini. Mereka sudah berada didepan sebuah pintu ruangan yang beberapa waktu lalun ia dan Haidar pernah juga ikut datang ke tempat ini.
" Apakah tidak menganggu ? ", tanyanya penuh kehati-hatian.
" Tentu tidak, bukankah saat ulang tahun Leisel kau juga ikut hadir. Ayo masuklah... Sellma pasti akan sangat senang dengan kedatangan seorang teman lagi ".
Akhirnya Keanu pun ikut serta melangkah perlahan dibelakang Hanin. Pintu ruangan itu perlahan terbuka, memperlihatkan pemandangan seorang wanita muda yang sedang duduk dipembaringan sambil menikmati seporsi makan malam yang terlihat sangat lezat di santapnya. Tidak ada lagi selang infus yang membelit tangannya, tidak ada lagi selang oksigen yang bertengger di hidungnya yang menjulang indah. Wajah itu masih terlihat pucat dan belum sepenuhnya memancarkan rona kehidupan, tapi sebuah senyuman yang terkembang kemudian...... entah mengapa terlihat sangat manis.
Keanu terpaku, ia tak pernah meminta sepasang kakinya untuk tiba-tiba saja berhenti. Bahkan jantungnya pun seolah memperlambat rima detakannya. Ada angin yang berhembus lembut, seolah senyuman wanita pucat itu yang meniupkannya. Wanita secantik peri .... ahhh, sepertinya wanita dengan rambut kecoklatan terang itu memang tidak membutuhkan sepasang sayap untuk menunjukan bahwa ia adalah seorang peri.
" Hanin.. maaf .. aku selalu merasa lapar ". Suara nya merdu, lembut dan ringan seperti helaian bulu yang membelai lembut.
" Bagus untuk mu. Kau memang harus segera pulih agar bisa cepat menggendong Leil ". Hanin tertawa. " Oh ya ... kenalkan, ini Keanu sahabat dari Indonesia. Kemarin ikut juga merayakan ualng tahun Leil disini ".
" Oh ya ? ". Sepasang mata biru terang itu berbinar indah dan si empunya tidak tahu bagaimana pria muda dihadapannya ini gelisah serta menenangkan diri dengan menelan ludah. " Terimakasih banyak tuan .... Key... ".
" Keanu ... kau bisa memanggilku Key' ". Dengan cepat Keanu mengulurkan tangan dan membuat wanita peri itu meraihnya perlahan namun pasti. Jari jemari itu begitu kurus dan tampak rapuh, Keanu menggenggammnya perlahan. Tiba-tiba saja hatinya perih seperti teriris sembilu, bagaimana bisa peri selembut ini dilukai dengan begitu biadap ?. Dan jiwa prianya pun meradang.
" Key ... ah terima kasih banyak ya. Sudah begitu banyak hal yang kulewatkan pasti ". Sellma tersenyum, dan Keanu melepaskan genggaman tangannya perlahan. " Aku selesaikan makan ku dahulu ya ".
" Ah ya .. ya.. ya .. tentu saja, silahkan ".
" Ku bawakan banyak hidangan yang pasti kau suka ". Hanin dengan suka cita mengeluarakan dua buah kotak bekal yang lumayan besar. " Oh ya bang Key ... ayo kita makan bersama-sama. Aku buat cukup banyak... akan cukup untuk kita semua. Ayolah ".
Keanu tertawa, dan ia tidak menemukan alasan yang tepat untuk menolaknya. Karena jam biologis tubuhnya pun sedang menuntut recharge energi. Ia pun lalu duduk di sofa, sambil menikmati sandwich isi daging beserta salad segar dan juga seporsi limun jahu yang masih hangat. Tapi sepasang matanya tak berhenti mencuri pandang pada sesosok mahluk cantik yang berkali-kali tertawa pelan setiap Hanin menceritakan sebuah lelucon.
Dan ... hei, apakah mahluk itu punya magnet aneh untuk hatinya ?. Kenapa ia tak bisa mengalihakn barang sebentar saja untuk tidak mengindahkan wajah ramping yang nyaris tirus itu. Lalu kenapa senyuman dari wajah pucat itu juga terlihat begitu manis ?.
Ah, pasti karena kamu sudah terlalu stress di rapat tadi bang Key. Hingga pemandangan standar seperti itu cukup mampu mengobati kepenatan otak mu. Bang Key ...... ayolah, tapi dia memang canti ya ???. Haaaiiiis !!!!!!!!... Keanu. wake up !!!!!.
\===========================================
**Author Corner **
Othor yang suka ngilang .... hadiiiir !!!!!!!!!.
So sorry ..... bingits. Maksud hati nggak demikian, tapi pada akhirnya ya jadi demikian. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Mana Alend & Rana Lover's ? ......... haaaiiii.... on progres, siap-siap di bulan Februari tahun ini ya. Tunggu kisah mereka yang juga ditingkahi oleh kisah seru DLD (Duo Little Devil) dan Oppa kesayangan yang lagi butuh-butuhnya suplemen energi .... hi..hi..hi..hi... (kejar tayang---->>>>> harus segera ngasih cucu).
Siap-siap di launching novel terbaru : PRIA SETENGAH PURNAMA
__ADS_1