
Pagi baru saja menyibak hari, masih berkawan dengan tetesan embun yang membasuh pucuk-pucuk pepohonan dan mulai malu-malu membiaskan sinar mentari, yang pada akhirnya nanti akan membuat tetesan air akan menguap seiring hangat. Di sebuah balkon kamar yang menampakan lautan indah berpagar deretan bebukitan hijau serta gugusan karang yang angkuh menghitam, seorang wanita menikmati keelokan alam itu sambil membiarkan rambutnya yang masih sedikit basah berkibar perlahan. Dia adalah sang pengantin baru yang masih hangat-hangatnya bergumul dalam gairah asmara.
Kali ini Cinta lebih memilih untuk menikmati sendiri, tepatnya sih dengan sengaja ia mendahului aktifitas mandi yang baru-baru ini sepertinya menjadi ritual wajib baginya dan Namu tentu saja. Sang suami itu masih terlelap ketika ia beringsut perlahan turun dari peraduan yang beberapa malam ini selalu panas menggelora oleh aktifitas asmara mereka berdua. Kemudian menikmati guyuran air dingin di subuh hari, lalu dengan tubuh sedikit mengigil lansung ia membangunkan Namu. Tentu saja pria itu mendelik kesal sementara Cinta terkikik karena merasa menang.
" Kau curang ",begitu protes Namu sambil berjalan dengan sigap menuju kamar mandi.
" Bergegaslah, ku kau tunggu imamku ", kata Cinta sambil dengan lincah menggerakan hairdryer yang berdesing mengeluarkan angin hangat.
Persis seperti dugaannya, proses mandi yang dijalani sendiri-sendiri ternyata memang lebih cepat dan efektif. Sehingga mereka masih punya cukup waktu untuk menunaikan ibadah shalat subuh dengan khusyuk dan tidak tergesa-gesa karena takut kehabisan waktu. Tentu saja, karena prosesi mandi sendiri-sendiri itu tidak perlu ada kegiatan tambahan meronakan pipi, yang pastinya adalah reaksi alami dari tubuhnya yang tidak terkendali karena takberdaya harus menerima kemesraan di pagi buta. Aiiih ...dasar pengantin baru.
" Kok tidur lagi ?", tegurnya pada Namu yang kembali melempar tubuhnya di atas kasur. " Nanti rejekinya dipatok ayam loh .... ".
" Siapa yang duluan mengubah kebiasaan ? ".
" Jadi ceritanya, ngambek nih ? ".
" Itu tau' ".
Dan Cinta pun terbahak-terbahak, melompat mengikuti suaminya yang mulai kembali bergelung di atas kasur. Menggelitiki pinggang pria itu sambil menghujaninya dengan ciuman bertubi-tubi di kedua pipi Namu tersayangnya.
" Jangan membangunkan macan tidur ",
" Aku bisa menjinkannnya lagi kok ", Cinta tetap penuh percaya diri, tak berhenti melakukan aktifitas yang pada akhirnya mengungkung tubuhnya dalam......bahaya.
" Kita buktikan... ", seringai Namu dengan licik. Lalu satu gerakan kilat membalikan keadaan, memebuat si cantik yang tadi begitu perkasa mempermainkannya, kini meringkuk dalam kungkungan asamaranya yang mulai bergelora.
" Lagi ? sekarang ? .... aaaah, aku ingin jalan-jalan di pinggir pantai ", rengek wanita itu dengan sedikit gelisah. Karena jika sudah seperti ini, ia tahu betul berapa lama waktu yang dibutuhkan, belum lagi ..... harus mengulang mandi.
" Siapa yang tadi begitu jumawa melawanku ..... terima akibatnya ". Dan Namu mulai menyesap dengan rakus, mengindahkan geliat wanita tercinta dibawahnya yang melakukan protes dengan terus berusaha menahan. Tentu saja karena sesapan maut yang ditingkahi sentuhan sepanas lava cinta itu, membuat wanita di bawah kungkungannya itu nyaris kehabisan oksigen.
Di saat dengan sengaja Namu melepaskan pagutannya, hanya untuk memberikan kesempatan pada Cinta agar dia bisa menghirup dan memenuhi alveoli-nya dengan udara segar. Sepertinya ada hukum alam lain yang ternyata berpihak pada wanita ini. Tiba-tiba saja Namu merasakan ada yang bergelora diperutnya, mulai mendesak ke bawah sepanjang usus besarnya dan menciptakan rasa....... mulas.
" He...he..he... ada yang lebih kebelet rupanya ". Lirih, tapi itu jelas sebuah sorak gembira dari seorang Cinta yang melihat wajah memerah kecut dari Namu yang menahan mules.
" Tunggu !!!....jangan kemana-mana ". Dan Namu pun langsung melompat, melesat ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Cinta yang cekikikan bahagia penuh dengan kemenangan.
Pagi yang menjadi penuh berkah untuknya. Ia bisa berdiri menikmati pemandangan indah di bawah sana. Sepertinya ia jadi punya strategi baru, sambal matah untuk makan malam ternyata sangat membantunya. Buktinya saat seseorang melepaskan mulasnya, ia bisa memanjakan mata dengan keindahan pagi ini.
" Hei .... kau tidak mendengarnya ?. Telepon mu berbunyi dari tadi ".
" Oh ", Cinta terkejut, karena suaminya sudah berdiri di belakangnya sambil menyodorkan benda yang kini mengeluarkan suara getaran khas.
" Adik kita tersayang. Raka ...nih ".
" Haloooooo pengantin baruuuuu.... sudah pada bangun 'kan ? ". Suara yang langsung menghebihkan pagi itu terdengar tanpa pemanasan.
" Ya sudah lah ...kau yang membangunkan ". Sahut Namu dengan cepat.
__ADS_1
" Weeeh ...he..he... sorry kakak ipar yang juga kakak sepupuku. Eh' boleh dong pinjam kakakku tersayang bentar aja, sepuluh menit aja ".
" Ada apa ? ", Cinta langsung mengambil alih.
" Video call berani ?. Kalian sudah berpakaian lengkap ???.... gue' nggakmau nonton film dewasa di pagi hari dong ". Lalu terdengar kekehan Raka yang jelas sedang menggoda.
" Halo ... ", dan Cinta pun langsung beralih pada panggilan video, mengantisipasi kupingnya menjadi lebih merah menahan malu kesal karena ledekan Raka.
" Halooo.... ", tapi ternyata yang nampak dilayar telpon genggammnya tidak hanya wajah sang Raka. Wajah seorang pria dengan area daguyang keabu-abuan karena habis bercukur itu ikut menyeruak, dialah Haidar.
" Lengkap sudah si perusak suasana ".
" Hei ... aku mendengarnya,Kak ". Salak Haidar dengan cepat saat mengetahui ekspresi sang kakak. " Halo mba Cinta, gimana ? enak nggak jadi pengantin baru ?. Eh .... kau tambah cantik saja, aura wanita mu sudah sempurna keluar ... uwaow..... ", dan langsung berubah manis saat berbicara dengan kakak perempuannya.
" Nggak usah diceritakan, nanti kamu ngiler. Ada apa kalian berdua kompak banget di pagi hari. Sudah tak tertahan rindunya pada abang kalian,hah ?".
" Halaaah ...pasti ada maunya itu ", sambar Namu dengan cepat.
Tapi kemudian gambar di layar kamera itu bergoyang untuk kemudian berubah memuat seraut wajah manis dengan sepasang mata sipitnya yang mempesona. Nampak Ardelia tersenyum sambil melambaikan tangan.
" Ya Allah, pagi-pagi udah culik anak gadis orang....ke-ter-la-lu-an !!!! ", hardik Namu tapi dibarengi dengan kekehan.
" Kalau sudah begini, pasti ada maunya nih. Jangan minta oleh-oleh yang nggak jelas loh ... ", Cinta menyahut dengan cepat.
" Tull... kado kawinan kita aja, kalian pada belum ngasih ", Namu menambahkan dengan sindiran telak.
" Jelas kita mau ngasih kado, tapi untuk sesorang berpenghasilan tinggi....ehm, maksudnya paling tinggi diantara kita semua, tentu saja bukan sesuatu yang asal dong ", Haidar membela diri.
" Alhamdulillahirobil'alamiin ya Allah, engkau telah memberi kami seorang kakak perempuan yang sangat peka dan pengertian ".
Nggak berlebihan sih sebenarnya ungkapan rasa syukur yang disampaikan Haidar, tapi cukup untuk membuat Cinta dan Namu saling berpandangan. Sebelum tuan dan nyonya Namu itu mengutarakan kebingungan, Haidar kembali mendominasi layar ponsel.
" Karena ini adalah kerja tim, dan kita sudah ada bagiannya masing-masing ... jadi kami serahkan pada mba Humas di Extraordinary Project kali ini. Silahkan mba Ardelia ".
Namu dan Cinta, saling berpandangan lagi, melongo .... wooooo, lalu kembali beralih menatap layar ponsel. Apa sih yang dirancang duo devil ini ?. Alamaaaak...... koq ada ya adik-adik ajaib macam mereka .
*********************************************
Demi apa ?, demi cinta dan kekeluargaan, tak lupa juga demi harapan dua pasang orang tua yang merindukan kehadiran seorang cucu. Tapi ada untungnya juga sih, bisa ganti suasana dan pemandangan. Masa iya habis menikmati suasana pulau dengan pantainya yang indah, pindah tempat juga ketemunya panatai lagi. Bagus juga jika destinasi nya berubah, berganti menikmati suasana romantis dan indahnya kastil-kastil dari abad pertengahan. Ditingkahi angin musim dingin yang akan membantunya untuk membuat sejuta alasan untuk bergelayut manja pada pria tersayang ini.
Heeem, pengalihan liburan dari Maldives menjadi ke Heidelbergh Jerman, walaupun awalnya ditolak mentah-mentah untuk sang suami yang workaholic ini. Tapi tetap saja kepiawaiannya dengan cara sensual intimidasi,pada akhirnya membuat Namu bertekuk lutut. Sweet surrender ya Namu ?, dari pada garing dicuekin ya bro' ?.
" Nah 'kan, ada faedah tambahan lagi tow. Ternyata bisa monitoring pekerjaan si Haidar juga. Sementara dia juga bisa lebih banyak belajar tentang pekerjaan mu. Dan kita .... bisa main salju gratis.....iyeee ".
Namu akhirnya dengan suka rela dan bahagia mengikuti recana manis yang sudah dipersiapkan oleh adik-adiknya serta mendapatkan dukungan penuh dari sang istri. Dan disinilah ia sekarang, duduk membuka laptop di dalam penerbangan executif sambil sesekali membelai rambut sang istri yang bersandar mesra. Menurut pria muda itu, otaknya mulai mengalami over weight dan kebas karena kurang gerak. Ya elah abang Namu, fokus buat olah raga berat lainnya ya ...... hi hi hi hi.
" Memang sudah waktunya mereka untuk memperjuangkan tambatan hati. Bagaimanapun heboh dan konyol bentuk aksi yang dilakukan. Ada yang bilang pacarnya dah'hamil duluan,he he he...tapi kalo' nggak ada triger itu, kita juga nggak nikah-nikah. Haidar sih, manis banget caranya. Hanya saja om Mandala yang menerutku terlalu kaku sih .... ".
__ADS_1
" Eit !, memang sudah resiko dia sebagai sang putra mahkota ". Sahut Namu.
Dalam sejarah hidupnya, ini adalah liburan terpanjang dan terindah. Hingga tanpa terasa ia mulai rindu dengan hari-hari sibuknya di kantor. Berharap jeda waktu dari Bali untuk destinasy selanjutnya, ia bisa mengulik sedikit urusan kantor. Tapi sang ayah dan juga sang istri memelototinya. Akhirnya ia berada di penerbangan kelas sultan ini, demi menopang jalan cerita romansa sang adik dan juga untuk menyelesaikan bulan madunya.
Mungkin memang benar jika semua sudah tiba pada waktunya,maka satu demi satu mulai menemukan cinta sejatinya. Raka yang ternyata juga hanya mengujin perasaannya sendiri. Membuat kamuflase sebagai
seorang pria pemain wanita, mungkin pemuda itu meniru pamannya yang tidak lain adalah ayah angkatnya. Tuan Mandala Arsenio, seorang ayah angkat yang tak pernah memperlakukan dirinya selain seperti putra kandungnya sendiri. Yang berusaha ditirunya mati-matian,ehm….tapi bukan soal percintaan tentunya.
Ia yakin betul jika seorang ibu yang berdoa dengan tulus, sepenuh hati memberikan ridhonya yang paripurna dengan hanya mengharapkan ridho Yang Maha Kuasa, maka semua harapan itu akan menjadi menyata. Lihatlah dirinya dan adik laki-lakinya, Haidar. Tidak ada satupun yang mengikitui jejak ke-playboy-an sang ayah. Terpaku pada satu cinta sejak usia remaja.
Manakala sang istri dengan gemulai dan gesture menggoda mulai berlenggok merayunya, ia hanya dengan sengaja membuat Tarik ulur. Sebenarnya sih untuk menikmati sisi nakal sang wanita tercinta itu saja. Padahal
sebenarnya, ia sangat bersyukur karena sang adik yang notabene adalah seratus persen identik mewarisi genetic ayah angkatnya itu, ternyata mengalami kisah cinta yang sama dengan dirinya. Memendam, menjaga dan memperjuangkan cinta pertama. Tentu saja dengan sangat senang hati ia akan memberikan dukungan.
“ Masih lama ya ? “. Suara Cinta yang terdengar sedikit serak karena terjaga dari tidurnya, mengalihkan lamunan Namu.
“ Baru separuh jalan sayang “. Tukas Namu sambil menyimpan kembali laptonya. “ Lapar ? atau mau minuman hangat ? “.
“ Nggak ah, mau nonton film aja “.
Namu tersenyum dan membiarkan istrinya yang mulai sibuk memilih deretan film box office yang sudah tersusun rapi,disediakan oleh maskapai internasional ini. Tapi setelah beberapa saat, bahkan Cinta tak kunjung menemukan film yang sesuai dengan keinginannya.
“ Ini saja “, akhirnya ia mengambil alih.
“ Kalau film Horor, pasti seru …”.
“ Nggak ah !!!, kalau aku teriak tanpa sadar gimana ?. Bisa dimarahi orang lain “.
“ Kalau takut, nggak usah teriak …. Cukup peluk aku saja “. Tentu bukan bermaksud menggoda, tapi yang dia peroleh pastinya sebuah pelukan manja dari sang istri.
" Kau sudah siap dengan apa yang menunggu kita disana, sayang ?".
" Sangat siap, membayangkannya saja aku jadi tidak bisa menghentikan bermekarannya bunga di hatiku ", jawab Cinta penuh dengan keyakinan.
" Seyakin itu ?".
" Sayang !!!!, jangan merusak mood ku dong. Nania pasti juga sedang gelisah menunggu Haidar. Trust me... aku tahu betul sinar mata yang penuh rindu ".
Dan Namu hanya tersenyum saja, sementara hatinya pun ikut menggaungkan doa yang sama. Semoga cinta itu segera dipersatukan dalam rasa yang sama. Seolah melangitkan rindu,dan membuat penghubung antar masa. Begitulah yang dirasakan olehnya saat ini. Bukan hanya menikmati cinta, tapi juga menyatukan cinta. Ah Cinta ..,.... semoga saja ya.
********* AUTHOR CORNER **********
Mohon maaf ya yang sebesar-besarnya, ternyata ada kondisi dimana babak-babakakhir dari cerita PH3K ini mengalami begitu jauh kemunduran jadwal online. Setelah berusaha sekuat tenaga untuk tetap pada alur cerita yang sudah di -draft sebelumnya, akhirnya bisaterbit juga dua episode.
Maafkan'.... baru sepertiganya.
Salam hangat penuh cinta dan semangat juang untuk terus berkarya dalam hal apapun. Tetap jaga kondisi tubuh dan juga jiwa..... klo' misal akhirnya kena' si cov jiga (macam othor).... stay positif thingking, keep praying, and goodsoon better. Syafakillaf buat semua ya ......
__ADS_1
Terimakasih banyak tetap setiap dan penuh cinta. Semoga Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kita semua dan keluarga, berkah kesehatan dan kebahagiaan.
Love@renita_wei