Possessive Uncle : My Beloved Little Wife

Possessive Uncle : My Beloved Little Wife
Menyenangkan Sekali


__ADS_3

Alvin mengomeli semuanya, baik pekerja maupun anak anaknya. Pria itu sangat kesal karena tidak mendapati istrinya di rumah sepulang kerja.


"Kalian semua gimana sih. Kalian kan di rumah. Masa istri saya perginya kemana nggak tau. Mana pengawal yang saya suruh juga nggak ngikuti lagi. Kalian bertiga juga sama. Masa Ibu kalian dimana kalian nggak ngerti."


"Maaf Tuan tadi Nyonya bersikeras ingin bawa mobil sendiri. Nyonya bilang sudah izin Tuan."


"Iya Tapi kalian kan juga punya kewajiban mengikuti kemanapun istri saya pergi."


"Ayah. Kita juga baru pulang. Daritadi kita telpon Ibu juga nggak nyambung."


"Hah. Sama aja,"kata Alvin meninggalkan mereka.


Aya tersenyum sekarang. Wanita itu sedang sibuk menikmati waktunya sendiri dengan berjalan jalan. Ia tampil cantik dengan celana jeans, sepatu kets, kaos dan kemeja yang tidak di kancing kan. Aya mencicipi semua makanan yang begitu menggiurkan. Ia juga mengunjungi berbagai tempat yang menurutnya menarik. Wanita itu menikmati masa mudanya yang terlewat dulu.


"Astaga. Menyenangkan sekali." Gumamnya sangat bahagia. Bahkan Ia dengan sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggu.


Aya memotret semua pemandangan yang menarik perhatiannya dengan kamera yang Ia bawa. Hobinya di bidang fotografi harus terpendam karena Ia buru buru dinikahkan dengan Alvin. Apalagi saat remaja juga tidak mendapat kebebasan untuk mengeksplor dunia luar yang menurutnya begitu indah.


Sebuah kedai ramen sederhana menarik perhatiannya. Pemiliknya orang Jepang asli namun juga tertera label halal disana. Jadi Aya tidak ragu untuk mencicipi. Ibu beranak tiga itu bergegas memesan dan duduk di antara para pelanggan yang cukup ramai. Mereka tersenyum menyapa Aya dan di balas ramah.


"Ominogashinaku(Silahkan Nona)." Kata pemiliknya menyajikan langsung untuk Aya.


"Arigatōgozaimasu (terimakasih Tuan)"


"Misu wa nihongo ga ryūchōdesu(Nona fasih berbahasa Jepang) katanya terkejut.


"Sukoshidake(hanya sedikit)"


"Tapi logat Nona sangat mirip orang Jepang."


"Tuan bisa saja." Pria tua itu menemani Aya makan sambil mengajak mengobrol.


Alvin dan anak anaknya sedaritadi menunggu Aya namun tak kunjung mendapat kabar. Pria itu sudah menghubungi semua keluarga dan melakukan berbagai cara tapi tidak ada hasilnya.


"Assalamualaikum." Aya memasuki rumah langsung di peluk suami dan anak anaknya.


"Waalaikumsalam. Ibu darimana aja sih?"


"Kamu darimana sih Yang. Aku khawatir tau."


"Aku keluar sebentar."


"Sebentar apanya kita nunggu udah 4 jam. Lagian kenapa hp pake dimatiin segala."


"Masa sih?" Tanya Aya tanpa dosa.


"Kamu lagi pakai kaya gini. Mau cari suami baru?"


"Apaan sih Mas? masa aku jalan jalan pake rok pendek. Kamu nanti marah."


"Tau ah." Alvin ngambek meninggalkan mereka.


"Ibu. Ayah ngambek tuh."


"Biarkan. Nanti juga baik sendiri. Duduk dulu. Ibu capek."


"Ibu tadi darimana?" Tanya Daniel setelah mereka duduk bersama di sofa.

__ADS_1


"Ibu dari jalan jalan. Lihat, Ibu foto banyak tempat tempat bagus."


"Iya. Kenapa nggak jadi fotografer aja."


"Ayah nggak kasih izin."


"Ibu. Malang sekali."


"Iya. Ibumu ini memang malang nak. Tidak seperti kalian yang mendapatkan kebebasan. Mulai dari Oma, Opa , Ayah dan para Om kalian mengekang Ibu." Kata Aya mendramatisir.


"Ululu...Jangan sedih Ibu. Sekarang nikmati lagi masa muda yang terlewat. Ibu harus bebas."


Kata Ara memberi semangat.


"Kok gitu." Protes Zam yang pemikirannya sama dengan sang Ayah.


"Kenapa sih kak. Ibu harus bahagia. Makannya Ara dukung semua yang Ibu mau." Ara mengajak TOS Ibunya.


"Ibu setuju sama kamu." Katanya pada sang anak gadis yang sedikit bar bar.


"Kamu gimana Niel?"


"Gimana apanya kak?"


"Kamu dukung mereka?"


"Daniel team netral." Jawabnya membuat tawa mereka pecah.


Alvin sedaritadi menunggu istrinya namun tak kunjung datang. Ia sengaja pergi tadi agar disusul sang istri. Namun apa sekarang. Istrinya malah tidak datang datang. Pintu kamar terbuka Ia sudah siap dengan wajah cemberutnya agar dirayu oleh Aya. Harapan Alvin pupus sudah. Bukannya Aya namun malah Zam yang datang.


"Ayah."


"Hm."


"Ga papa."


"Yah. Ayah ngambek ya?"


"Tau ah. Ibu kamu mana sih. Suaminya ngambek malah nggak datang juga."


"Ih Ayah minta dirayu Ibu ya?"


"Pengen tau aja. Ada apa kesini?"


"Zam pengen pinjem Flashdisk Ayah. Flashdisk Zam udah ngga muat."


"Di meja kerja. Ambil aja salah satu yang masih di bungkus. Yang nggak di bungkus jangan. Itu isinya dokumen penting semua."


"Ok Yah. Makasih."


"Eh tunggu dulu."


"Iya yah."


"Ibu mana?"


"Lagi print foto di bawah."

__ADS_1


"oh."


"Yaudah Zam ke bawah dulu yah."


"Ya."


Zam menghampiri Ibunya selepas dari ruang kerja Ayahnya. "Ibu. Ayah ngambek tu. Katanya minta di rayu Ibu."


"Biarin. Udah tua juga ngambek Mulu."


kata Aya melanjutkan kegiatannya.


Aya menghampiri suaminya yang tengah duduk cemberut sambil membaca majalah di kamar. Ia memperhatikan gerak gerik Alvin dengan tangan yang menopang kepalanya. Pria itu salah tingkah di perhatikan istrinya.


"Mas."


"Hm."


"Kamu ngambek ya?"


"Gak."


"Kenapa cemberut begitu?"


"Gapapa." Jawab Alvin kesal dengan istrinya yang tidak peka.


"Yaudah, cemberut gitu aja. Kamu makin ganteng kalo cemberut gitu."


Alvin menutup majalahnya dan memeluk sang istri. Ia mengangkat Aya untuk duduk di pangkuannya. Alvin mencium bibir istrinya rakus.


"Katanya ngambek."


"Tau ah. Kamu, suami ngambek malah nggak dirayu."


"Tadi kan udah. Zam bilang katanya Ayah ngambek minta dirayu. Yaudah aku rayu."


"Masa rayu orang ngambek begitu."


"Ya bisanya begini."


"Tau ah. Aku masih ngambek sekarang."


"Udah nyerobot bibir orang masih ngambek juga."


"Tau ah."


"Aduh. Jangan ngambek dong suamiku sayang. Yang baik, perhatian, tampan, kaya dan duitnya banyak."


"Kaya sama duitnya banyak kan sama aja."


"Iya sengaja. Untuk mendefinisikan kamu kaya banget." Aya memeluk suaminya.


"masih ngambek?"


"Mana bisa aku ngambek lama lama sama kamu? I love you My wife." Kata Alvin membalas pelukan istrinya.


"I love you too my Uncle." Kata Aya.

__ADS_1


"Kamu nakal ya." Alvin mengeratkan pelukannya.


__ADS_2