Possessive Uncle : My Beloved Little Wife

Possessive Uncle : My Beloved Little Wife
Ciuman Ganas


__ADS_3

Untuk yang kedua kalinya suara tamparan menggema memenuhi ruangan diiringi suara tangis wanita karena kesakitan. Pipinya sudah lebam karena seorang pria menamparnya dengan sangat keras. Entah bagaimana jadinya nanti. Jika orang normal tentu akan ada pergeseran pada otaknya.


"Bagus. Kau salah target lagi. Dan yang kena adalah istriku. Anakmu sendiri. Kau tau? berapa kali kau mencoba membunuhnya?" Bentak Alvin dengan wajah yang sudah memerah.


"Kali ini aku tidak akan berbelas kasihan pada wanita iblis sepertimu. Aku tidak akan luluh lagi meskipun istriku merengek hingga bersujud di depanku demi membela Ibu keparat sepertimu. Kakak, Aku memang bukan adik kandungmu. Aku hanya orang lain dan bukan siapa siapa. Aku tidak meminta izin padamu untuk menghukum wanita yang kau panggil istri ini. Kau juga bodoh karena diam saja atas semua perbuatan yang telah dilakukannya. Untuk itu. Aku, demi melindungi istri dan keluargaku akan mengasingkan kalian ke luar negeri. Kalian tidak akan bisa menginjakkan kaki di tempat yang sama dengan istriku. Aku sudah muak memberi kalian kesempatan. Aku sudah bosan dengan janji yang selalu diingkari."


"Vin..."


"Kau memang ingin aku mati agar kau bisa membawa istriku pergi. Menikahkannya dengan lelaki pilihan kalian. Memberi keturunan sebagai pewaris. Kalian pikir aku tidak tau niat busuk kalian? Aku sudah hafal. Bahkan trik murahan yang kalian gunakan sangat mudah untuk aku baca. Aku masih memberi kesempatan kalian hidup di tempat yang jauh. Jadi gunakan baik baik. Jika tidak aku bisa saja membunuh kalian sewaktu waktu." Kata Alvin lali meninggalkan ruangan tersebut.


"Istri saya mana?" Tanya Alvin memasuki rumah.


"Sedang mengobrol dengan Nona dan Tuan Muda di kamarnya Tuan."


"Ok." Kata Alvin bergegas menyusul sang istri.


Gelak tawa terdengar dari luar kamar. Alvin langsung masuk ke dalam.


"Mas kok baru pulang?"


"Iya. Kamu lagi ngapain?"


"Nonton film. Lucu banget. Kalo mau mandi bajunya sudah aku siapin."


"Ayo temenin aku bentar."


"Iya deh." Aya mengikuti suaminya setelah berpamitan pada anak anak.


Alvin berendam di bathtub sedang dimandikan oleh sang istri. Aya begitu telaten menyabuni punggung suaminya dengan lembut.


"Dah Mas. Bilas sana. Ini handuknya. Aku mau keluar dulu."


"Iya." Kata Alvin patuh. Pria itu dengan tiba tiba memeluk sang istri yang tengah mencuci tangan.


"Bilas sana Mas. Kok malah kesini."


"Bentar aja Yang. Pengen peluk."


"Nanti aja peluknya. Ntar kamu masuk angin."


"Iya." Alvin melepaskan pelukannya.


Alvin menghampiri sang istri dan merebahkan kepalanya di pangkuan Aya. Wanita itu mengelus kepala suaminya lembut.


Alvin memeluk perut istrinya dan mengecup beberapa kali.


"Mau dedek?"


"Enggak. Kamu gitu mulu. Nggak usah ada dedek lagi. Cukup. Tiga aja udah bikin pusing."

__ADS_1


"Beneran?"


"Iya Istriku. Kamu tuh ya.."


"Ini kening kamu kenapa merah?"


"Gatel. Cium biar sembuh."


"Maunya. Ada ada aja kamu. Mana ada orang gatel dicium sembuh. Harus pake obat biar sembuh. Aku ambilin."


"Nggak usah. Aku kan minta cium."


"Yaudah." Aya mencium kening suaminya.


"Lagi."


"Lagi."


"Lagi." Aya mencium kening suaminya sesuai dengan keinginan pria itu.


"Udah. Capek tau."


"Yaudah kalo capek. Giliran aku." Alvin menarik sang istri dan mencium bibir Aya dengan rakus. "Enak. Lebih enak dari apapun." Alvin mengusap bibir Aya dengan ibu jarinya.


"Yang."


"Kita liburan berdua yuk. Anak anak biar dirumah aja."


"Nggak tega Mas. Meskipun mereka udah besar tapi aku tetep nggak tega buat ninggalin mereka."


"Terus kapan dong kita liburan berdua nya."


"Dipikirkan nanti nanti saja." Kata Aya.


Alvin menggandeng tangan istrinya. Mupung anak anak lagi tidur siang Alvin akan mengajak Aya untuk jalan jalan di taman berdua. Meskipun hanya hal sederhana namun Alvin sangat menikmati waktunya berdua dengan sang istri. Semenjak punya anak Ia merasa bahwa waktu berdua dengan Aya sangat langka. Apalagi anak anak mereka yang begitu manja.


"Kita duduk dulu Yang." Kata Alvin saat mereka sampai di taman.


"Capek ya?"


"Enggak. Cuman pengen duduk berdua aja disini sama kamu. Dulu sebelum punya anak kita sering kesini berdua. Sekarang hampir nggak pernah. Mereka nempel terus."


"Namanya juga anak Mas. Nggak mau jauh jauh dari orangtuanya."


"Iya. Tapikan Ibu sama Ayahnya butuh waktu berdua."


"Ini kita udah berdua. Kalo tidur berdua juga. Kurang apalagi?"


"Kamu nggak akan ngerti."

__ADS_1


"Dah. Jangan cemberut gitu. Nanti jelek."


"Jelek atau enggak kamu nggak akan ninggalin aku kan Yang?"


"Enggak lah Mas. Kamu suami aku. Aku akan selalu sama kamu."


"Makasih udah mau terus bersama aku. Menjadi istri yang baik dan pengertian. Selalu support dan semangatin aku kalo lagi capek dan down. Makasih Yang."


"Sudah kewajiban aku Mas. Kita suami istri harus saling support. Saling melengkapi satu sama lain."


"Iya. Makasih." Alvin memeluk istrinya erat.


"Yang. Aku mau cerita deh."


"Apa?"


"Anak rekan bisnis aku itu nikah kontrak sama cewek demi bisa klaim harta warisan dari keluarganya."


"Terus?"


"Ya mereka hidup seatap tanpa adanya cinta. Mereka hanya terikat hubungan yang saling menguntungkan. Si cewek dapat duit la si cowok dapat harta warisannya. Hingga suatu ketika si cowok pulang dalam keadaan mabuk. Ia memperkosa istrinya dan parahnya nggak pake pengaman jadi istrinya hamil."


"Terus terus..?"


"Karena si cewek ini sebenarnya punya pacar dan pacarnya itu nggak tau dia nikah kontrak. Dia memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."


"Astaga."


"Belum sampai disitu. Karena kliniknya ilegal dia mengalami pendarahan hebat sampai meninggal."


"Dan suaminya gimana?"


"Ya nggak gimana gimana dong. Dia masih bisa hidup sampai sekarang."


"Tragis banget."


"Iya. Di dunia emang ada ada aja." Alvin merangkul istrinya.


"Kamu ini dapat cerita beneran atau ngarang Mas?"


"Astaga beneran Yang. Masa iya aku ngarang. orang Papanya sendiri yang cerita sama aku."


"Oh. Kirain."


Alvin mencium pipi istrinya gemas hingga mengigitnya pelan.


"Sakit Mas. Lihat bekas gigi kamu ada di pipi aku. Kamu kalo nyium ganas banget."


"Maaf Yang aku lupa kulit kamu sensitif." Kata Alvin mengusap pipi istrinya dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2