Possessive Uncle : My Beloved Little Wife

Possessive Uncle : My Beloved Little Wife
Dia Disini


__ADS_3

Sepasang suami istri tengah menikmati pagi yang cerah dengan jalan jalan sambil menikmati pemandangan sekitar.


"Ayo pulang Yang. Kamu kecapean nanti."


"Nanti dulu lah. Kan baru sebentar."


"Pulang sekarang." Tegas Alvin membuat Aya segera menuruti perintah suaminya.


Hanya beberapa menit berjalan mereka sudah sampai di Villa. Memang tidak terlalu jauh. Namun Alvin khawatir jika istrinya kelelahan.


Keduanya duduk di ruang tengah. Pria itu tak berhenti memeluk istrinya sedari tadi. Sambil berjalan pun Alvin selalu merangkul pinggang Aya. Mungkin takut jika diambil orang. Begitu posesif luar biasa. Kadang Aya juga merasa risih dengan suaminya yang terlalu berlebihan.


"Aku bikinin susu ya."


"Tadi kan udah."


"Aku ambilin buah mau?"


"Nggak ah. Aku masih kenyang."


"Kamu maunya apa?"


"Lagi nggak kepengen apa apa."


"Kalo gitu kita tidur aja." Ajak Alvin.


"Ih masih pagi tau. Aku mau ke halaman belakang aja."


"Mau ngapain. Baru juga duduk."


"Pengen liat liat aja. Aku bosen di sini."


"Yaudah. Ayo." Alvin menuruti keinginan sang istri.


Alvin mengelus perut istrinya yang tengah duduk di pangkuannya.


"Aku mau duduk sendiri."


"Diam Yang. Kamu suka banget ngebantah suami."


Aya hanya bisa mendecakkan lidahnya menanggapi sikap sang suami.


Alvin mencium bibir istrinya dengan tiba tiba.


"Kamu pasti ngedumel dalam hati. Itu hukuman kamu."


"Aku yang di hukum kamu yang dapat enaknya."


"Makannya teruslah berbuat kesalahan." Kata Alvin sambil tersenyum menang.


"Kita di sini berapa hari Mas?"


"Se bosennya kamu aja."


"Kok gitu?"


"Ya kalo kamu mau di sini lebih lama Aku turuti."


"Hm. Kalo aku terserah kamu pulangnya kapan."

__ADS_1


"Iya udah. Kamu nyaman kan di sini?"


"Nyaman nyaman aja."


"Kalau di rumah?"


"Nyaman juga."


"Di sini sama di rumah nyaman mana?"


"Dua duanya nyaman. Tapi kalo di rumah banyak temennya. Jadi rame."


"Kan ada aku Yang."


"Iya. Tapikan kalo banyak orang gitu nggak berasa sepi. Nggak cuman berdua aja."


"Berdua kan lebih enak Yang."


"Itu kan mau kamu." Jawab Aya sambil mendengus pelan.


"Bi Sumi rumahnya jauh dari sini?"Tanya Aya di sela sela makan siangnya.


"Lumayan Nyonya sekitar setengah jam an dari sini."


"Oh. Jauh juga ya."


Alvin terus menyuapi istrinya bermaksud agar wanita itu berhenti berbicara. Nyatanya tidak. Ia merasa di abaikan sekarang. Istrinya malah asyik mengobrol dengan orang lain.


"Aku dah kenyang Mas." Keluh Aya pada suaminya.


"Ini masih banyak."


"Yaudah sesuap lagi aja. Kamu tadi sarapannya cuman sedikit."


Aya hanya bisa menuruti suaminya.


Selesai sholat dan makan Alvin mengajak istrinya untuk tidur siang.


"Aku nggak ngantuk Mas."


"Kalo nggak ngantuk minimal berbaring aja. Temenin aku."


"Yaudah."


Alvin memeluk Istrinya sambil mengelus pipi mulus itu. Tangannya mulai bergerak menelusuri setiap jengkal tubuh sang istri. Ketika hendak menelusup ke paha mulus yang begitu Ia rindukan sebuah celana tangan menghentikannya.


"Katanya mau tidur. Aku pergi nih." Aya menatap tajam sang suami. Padahal semalam mereka sudah melakukannya. Aya tidak pernah mengerti kenapa tidak pernah ada kata puas dalam benak suaminya ini.


"Iya iya. Aku tidur." Kata Alvin sambil menahan hasratnya.


Prank....


Alvin langsung bergegas keluar kamar mandi. Ia takut terjadi sesuatu dengan istrinya.


"Astaga Yang." Kaget Alvin melihat kondisi Aya.


Ia buru buru menghampiri wanita itu.


"Kok bisa kaya gini. Kamu hati hati dong."

__ADS_1


Alvin membawa sang istri duduk di sofa.


"Gelasnya jatuh. Waktu aku pungut pecahannya kena tangan." Jelas Aya.


"Kamu kan bisa panggil aku. Lain kali jangan di ulangi lagi."


"Iya."


"Sebentar aku ambilkan obatnya."


Alvin duduk kembali di samping Aya setelah meninggalkannya beberapa saat untuk mengambil kotak P3K. Ia meraih tangan Istrinya yang berdarah. Hanya luka kecil tapi pria itu begitu khawatir. Perlahan Ia membersihkan luka Aya sambil sesekali meniupnya. Alvin menempelkan plester dengan hati hati agar sang istri tidak merasa kesakitan.


"Terimakasih." Kata Aya setelah suaminya selesai.


"Sama sama sayang. Lain kali jangan diulangi lagi." Ia memeluk istrinya khawatir.


"Iya."


Sore hari Alvin dan Aya tengah bersantai di ruang tengah.


"Tuan. Nyonya." Wanita itu menghampiri pasangan suami istri itu.


"Saya melihat ini di depan pintu. Mungkin untuk Tuan dan Nyonya." Kata Bi Sumi sambil menyerahkan sebuah kotak.


"Baik Bi. Terimakasih."


Jawab Aya sambil menerimanya.


"Sama sama Nyonya. Saya permisi ke dapur dulu."


"Iya Bi." Jawabnya sambil tersenyum.


Aya membuka kotak itu. Alvin terkejut melihat isi kotak itu, sementara Aya cukup kebingungan juga. Kotak itu berisi foto foto Aya selama berada di sini. Lengkap sejak hari pertama mereka datang sampai sekarang.


'Dia di sini.' Batin Alvin was was.


Ia memeluk istrinya erat. Firasat buruk mulai berkeliaran di pikirannya.


"Besok kita pulang." Kata Alvin tiba tiba.


Ia khawatir dengan keamanan istrinya. Karena hanya membawa dua orang pengawal dari rumah untuk menjaga mereka.


"Mas." Aya menenangkan suaminya. Menepuk lembut punggung pria yang memeluknya itu.


"Jangan khawatir tidak akan terjadi sesuatu."


Alvin melepaskan pelukannya menatap wajah sang istri lekat.


"Dia ada di sini. Dia sedang mengawasi kamu. Bagaimana kamu bisa setenang ini."


Aya menggenggam tangan suaminya untuk memberi ketenangan pada pria itu.


"Dia akan merasa senang jika tau kamu seperti ini. Dia merasa menang melihatmu takut dan panik. Kamu harus tenang dan tidak boleh terlihat lemah."


Alvin sedikit berfikir. "Kenapa kamu berkata begitu?" Tanyanya sedikit bingung dengan pernyataan sang istri.


"Seseorang akan menyerang titik terlemah lawannya. Sekarang kelemahanmu adalah aku dan semua orang tau itu. Maka dari itu jangan terkecoh dengan semua ini."


"Tapi aku menghawatirkan mu. Aku takut orang itu benar benar merebutmu dari aku."Katanya sambil menangkup wajah sang istri.

__ADS_1


"Allah selalu bersama kita." Kata Aya untuk mengatasi kekhawatiran suaminya.


__ADS_2