Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 10.


__ADS_3

“Mbak yakin belum pernah dengar nama Pak Yudha Hadinata?” Tanya Lilis Sekali lagi.


“Iya. Benar. Saya tidak tahu kalau ada pegawai sini yang bernama Pak Yudha Hadinata.” Jawab Resepsionis tersebut.


“Lis... Kau tidak salah namakan?” Tanya Dimas yang mulai jadi bingung juga.


“Tidak. Itu memang namanya. (kemudian Lilis kembali bertanya ke resepsionis) Kalau Tuan Smith ada di tempat mbak??”


“Tuan Smith saat ini sedang rapat dengan para pegawainya. Dan nona juga tidak bisa sembarangan bertemu karena harus buat janji dahulu. Beliau orang yang sibuk.”


“Oh... begitu.”


Pintu Lift didekat Lobi Resepsionis kemudian terbuka. Keluarlah William bersama Jack.


“Itu dia...” Lilis melihat orang yang baru keluar dari Lift. Ia lalu menyapanya.


“Yudha...?” panggil Lilis.


William mendengar suara Lilis dan menoleh. Terkejutnya ia melihat Lilis ada diperusahaannya. Jack pun nampak kaget.


“Lilis...?” gumam William.


Lilis datang mendekat. Menghampiri William.


“Kenapa kau ada disini Lis?” Tanya William.


“Ini aku ingin menyerahkan berkas ini. Kau meninggalkannya di restoran. Sepertinya penting jadi kuantar kesini. Tapi aneh sekali. Saat kutanya nama mu di lobi resepsionis tadi kutanyakan nama mu tapi ia tak pernah dengar nama mu” Lilis menjelaskan dan ia nampak curiga.


“Ehem... oh... dia Resepsionis baru ya kan Bos...” William memandang ke Jack.


“Ah... iya. Itu benar. Lagian disini Yudha dikenal dengan nama Jack.” Jack pun ikut bersandiwara bersama Bosnya.


“Oh begitu ya...” Lilis memandang William dan Jack bergantian.


“Iya. Tentu saja.” Jawab William cepat.


“Kenapa bukan dengan nama Yudha. Kok nama Jack?” Lilis masih curiga.


“Karena Bos biasa memanggil ku Jack. Sehingga semua karyawan tidak ada yang tahu nama ku” William sangat pandai menyembunyikan jati diri nya.


“Kalau Nona kurang percaya. Silahkan tanya kembali ke Resepsionis. Asisten Tuan Smith siapa? Pasti dia akan menjawab Jack.” Jack mencoba menyakinkan juga.


Setelah Lilis menyerahkan berkas tersebut ke William, ia pun berjalan kembali ke Resepsionis dan bertanya.


“Mbak... Nama Asistennya tuan Smith Siapa?”


“Pak Jack Nona.”


“Apakah dia ada disana?” Lilis menunjuk ke arah William.


“Iya. Benar” Resepsionis melihat ke arah jack yang disebelah William jadi ia mengiyakannya.


“Oh. Terima kasih mbak.”


“Sama-sama.”


Kini Lilis kembali ke hadapan William dan Jack. Sedangkan Dimas masih terpaku didekat lobi Resepsionis.


“Bagaimana?” Tanya William.


“Benar kata mu. Mbak tadi bilang Jack asisten Tuan Smith. Maafkan saya kalau begitu.” Lilis membungkuk di hadapan William dan Jack.


“Tak masalah. Bos anda duluan ke Mobil. Nanti saya menyusul” Kata William ke Jack.


“Baik.” Jack pun pergi duluan.


“Eh... Kenapa Bos mu menurut sekali dengan mu?” Tanya Lilis agak aneh.

__ADS_1


“Hehe... Bukan begitu. Bos ku sangat baik. Lagian ia buru-buru untuk bertemu klien. Terima kasih ya Lis. Kau sudah mengantarkan berkas ini. Ini sangat penting untuk pertemuan dengan klien nanti.”


“Tak masalah. Kalau begitu aku pamit ya. Masih jam kerja ku. Sebentar lagi istirahat ku berakhir.” Lilis hendak pergi namun William mencegah.


“Tunggu dulu...” William meraih tangan Lilis.


“Eh...” Lilis terkejut. Ada desiran aneh saat William menyentuh tangannya.


“Maaf..” Ucap William dan melepaskan tangan Lilis.


“Kenapa? Ingin ada yang mau disampaikan lagi kah?” Tanya Lilis.


“Sebagai ucapan terima kasih. Aku mau traktir makan. Karena kau sudah menolong ku membawa berkas ini.”


“Tak perlu. Aku tidak meminta imbalan.”


“Tapi aku merasa berhutang. Mau kan?”


“Baiklah. Tapi aku harus bekerja dahulu.”


“Oke tak masalah. Berikan nomer HP mu Lis?” Pinta William.


Lilis menyebutkan nomer HP nya dan William menyimpannya di Hanphonenya.


“Ok. Sampai nanti ya. Aku duluan. Bye.” William tersenyum ke arah Lilis dan kemudian berlalu pergi keluar.


Lilis kembali ke arah Dimas.


“Bagaimana? Sudah?”


“Iya. Sudah selesai. Ayo kita kembali ke restoran”


“Pria tadi siapa Lis. Dua Pria Tampan.” Dimas menanyakan ke Lilis.


“Yang satu Tuan Smith yang duluan pergi. Sedangkan satu nya lagi asistennya. Ayo kita kembali. Nanti terlambat.” Ajak Lilis ke Dimas.


***


Disepanjang perjalanan, Didalam mobil, William terus melihat semua berkasnya. Jack ikut membantu. Mereka memeriksa semuanya. Kalau-kalau ada yang kurang maka aka segera diketahui. Syukurlah semuanya sudah lengkap.


“Kita beruntung Tuan, karena Nona Lilis membantu membawa berkas yang anda tinggalkan.” Ucap Jack ke William.


“Iya. Kau benar Jack.” William menutup semua berkasnya.


“Dan hampir saja kita ketahuan Tuan”


“Kau benar jack. Dan syukur saja kau cepat berpikir”


“Iya Tuan.”


“Gaji mu akan kunaikan dua kali lipat.”


“Terima kasih Tuan. Tapi saya agak bingung Tuan. Kenapa kita harus berbohong didepan Nona Lilis.”


“Belum saatnya dia tahu siapa aku sebenarnya. Ini juga berhubungan masa lalu.”


“Maksud Tuan?”


“Kau tak akan mengerti Jack. Suruh supir cepat mengemudinya. Kita harus cepat sampai.” Perintah William ke Jack.


“Baik Tuan” Jack pun menyuruh Supir untuk segera bergegas.


***


Dirumah Kontrakan Lilis.


Bibi May yang menjaga Rafa dan Fatar nampak kelelahan. Lambat laun ia pun tertidur.

__ADS_1


“Bibi May sudah tertidur. Kali ini kita tak perlu memberi permen” Ucap Fatar.


“Ayo kita selesaikan yang tadi.” Ajak Rafa.


“Baik Kak”


Rafa dan Fatar mengeluarkan apa yang telah mereka kerjakan tadi sebelum bibi May datang. Dan saat Bibi May tertidur, mereka melanjutkan kembali.


Sebuah formula telah selesai mereka kerjakan. Ditambah dengan alat ciptaan Fatar maka Formula tersebut akan bekerja.


“Alat ciptaan mu sudah selesai.”


“Sudah kak.”


“Ok. Formula nya pun sudah siap.”


“Ok. Kita gabungkan saja kak.”


Rafa lalu mengambil rambut nya sehelai dan mengambil rambut Fatar sehelai. Dicampurkannya dengan Formula buatannya. Kemudian Formula tersebut di masukan ke alat ciptaan fatar. Alat ciptaan fatar kemudian dihubungkan ke TV rumah mereka, yang mereka modifikasi sebagai komputer agar bisa membaca data. Kemudian fatar mengotak atik keyboardnya. Dilayar nampak sedang berjalan sebuah data di periksa.


Kemudian setelah 10 menit berlalu hasilnya nampak dilayar. Fatar menekan tombol enter dan muncul sebuah analisa.


“William Smith....?” Rafa dan Fatar menyebutkan sebuah nama bersamaan.


“Apa hasil mu ini sudah akurat Fatar?” Tanya Rafa.


“Tentu kak. 100 persen akurat.” Jawab fatar.


“Lalu Siapa William Smith?”


“Aku akan menyelusuri Mbah Google kak dan mencoba meretas beberapa data secara global di seluruh dunia dengan alat ku ini”


“Oke. Coba lah.”


Fatar mulai mengotak-atik. Ia butuh kosentrasi tinggi. Dikarenakan beberapa kali ia gagal membobol data.


“Kenapa Fatar?” Rafa merasa Fatar agak kewalahan.


“Agak aneh kak. Data nya seakan dirahasiakan kak. Agak susah aku membobolnya.”


“Coba pakai penelusuran biasa. Jangan dari jalur rahasia.”


“Baik...”


Dan Bingo...


Sebuah data keluar dilayarnya.


William Smith seorang Presdir dari Perusahan I.S (International Smith) orang terkaya dan sangat terkenal. Namun sayang hanya ada data umum saja.


“Kak sudah ketemu. Tapi aneh. Tak ada fotonya. Sehingga kita tak tahu wajahnya. Dan data-datanya banyak dirahasiakan juga kak. Hanya ada data Umum.” Fatar memberitahukan kakaknya.


“Itu sudah lebih dari cukup. Kita akan mencari tahu lagi lebih lanjut nanti.” Jawab Rafa.


“Lalu apakah William Smith adalah Papa kandung kita kak?” Fatar berharap kali ini benar.


“Aku rasa iya. Karena formula ku tak mungkin salah saat memeriksa Rambut Kita. Ditambah Alat ciptaan mu, aku yakin hasilnya akurat.” Rafa menjelaskan.


“Syukurlah. Jadi gimana selanjutnya kak?”


“Kita cari lokasi Papa”


“Kebetulan kak, hasil pencarian ku mengatakan dia ada di Indonesia sekarang.”


“Oke. Kalau begitu kita temui Papa” Ucap Rafa ke Fatar.


Bersambung...

__ADS_1


Makasih buat kakak-kakak yang sudah mampir ke karya aku ini. Klik Like dan Komennya ya kak. Jangan lupa klik Vote dan favorite juga agar bisa mendukung Authornya. Biar semangat untuk UP ceritanya. terima kasih untuk yang sudah mampir :) :) :)


__ADS_2