Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 66.


__ADS_3

“Kalau aku tak ingat apa pun dan tinggal disini terus, apakah boleh dik?” Tanya William.


Ayu terpelongo mendengar kata-kata William. Ia jadi terbengong.


“Kok gitu Om... Apa semuanya sama sekali gak ada yang Om ingat” Ayu menatap serius ke William.


“Aku tak ingat apa pun. Nama, Rumah, sodara dan semuanya tak ad yang ku ingat”


“Waduh... susah juga.” Ayu berpikir sejenak. Menolong itu seh boleh aja. Tapi dirinya masih belum mengenal orang yang ada dihadapannya ini. Apa yang harus dilakukan ya. kalau gak ditolong, kasian juga. Om nya juga ganteng. Begitulah pikir Ayu.


“Tapi Om gak boleh tinggal gratis disini. Harus ikut kerja. Dilihat dari fisik badan Om oke aja. Jadi Om bantu Ayu cari uang juga untuk biaya hidup. Oke”


“Oke. Gak masalah.”


“Om bisa kerja apa aja?”


“Gak tahu”


“Waduh. Semua gak tahu” Ayu menepok jidatnya sendiri.


William melihat Ayu nampak lucu, ia tertawa kecil melihat gadis muda itu. Ayu kemudian diam. Ia nampak sedang berpikir.


“Kalau bantu aku buka warung nenek gimana? Warung nenek ada dipinggir jalan. Biasanya selalu rame pengunjung. Om bantu jualan aja gimana?”


“Yang masak siapa? Aku gak bisa masak.”


“Untuk nasi tinggal colok ke penanak nasi aja kok Om gampang. Untuk lauk-lauk nanti Ayu masakan pas subuh. Jadi pagi hari udah bisa buka warung. Om bantu jaga dan jualan aja. Gimana? Kan Ayu sekolah.”


“Pulang sekolah, kau musti ke konter. Lalu aku akan seharian di warung begitu.”


‘Hem... gawat juga kalau Om sendirian. Gini deh. Untuk awal-awal Ayu temanin Om jualan di warung. Karena masalah sekolah makanya Ayu gak bisa buka warung nenek lagi. Tapi kalau ada Om kurasa bisa lah. Nanti Ayu masaknya banyakin jadi bisa jualan sampai sore. Biasanya Pagi dan siang yang paling rame. Dimana orang mau sarapan dan makan siang. Jadi sore udah bisa tutup warungnya.”


“Yakin nih buka warung makanan aja”


“Yakinlah. Masakan ayu kan lumayan enak. Hehehe. Lagian emang Om mau kerja apalagi coba.”


“Oke lah. Atau nanti jualan mie juga lumayan kan.”


“Ntar deh gue pikir-pikir. Mie bakso ya maksudnya?”


“Sejenis itulah. Tapi modalmu cukup gak?”


“Cukup lah. Gini-gini Ayu juga punya tabungan. Tapi kalau dalam tiga hari gak laris bisa bangkrut juga seh”


“Tenang pasti gak akan bangkrut deh”


“Oh iya. Om kan ganteng pasti banyak pengunjung yang makan nanti hehehe” Ayu malah jadi kekeh.


“Dasar bocah...”


“Idih... Gini-gini udah gede ya Om. Bukan bocah lagi. Udah kelas 2 SMA loh”


“Iya aja lah”


“Om. Ayu panggil apa ya enaknya nama Om?”


“Terserahmu aja.”


Ayu nampak memperhatikan William yang nampak tampan tersebut. Wajah tampan kebulean gitu, gak mungkin namanya nama katrok ya kan. Setelah berpikir cukup lama, Ayu memikirkan sebuah nama. Ia lalu mengatakannya didepan Willam.


“Ayu panggil Om dengan nama Leo mau gak Om.”

__ADS_1


“Kok Leo? Leo aja gitu namanya” William mengerutkan keningnya.


“Iya Leo. Kan Om cowok kalau dipanggil Leo cocok. Leonardo DiCaprio hehehe” Ayu lalu terkekeh.


“Buset. Itu mah nama Aktor luar negeri.”


“Habis Ayu suka banget sama Leonardo Dicaprio jadi Om namanya Leo aja deh.”


“Ya udah lah. Terserah kau aja” William menggaruk kepalanya yang sebenarnya gak gatel.


Dan sepakatlah mereka seperti itu. Mulai hari itulah William tinggal bersama Ayu. Malam semakin larut dan keduanya mulai ngantuk. Kemudian tidur dikamar masing-masing.


Esoknya. Dipagi buta. Jam 4 subuh, Ayu sudah belanja ke pasar. Ia membeli banyak bahan. Sampai ke rumah jam 5 subuh. Dilihatnya William masih tertidur. Ia lalu segera ke dapur untuk memasak.  Masak tempe goreng, tahu goreng, ikan sambal, telur balado, tumis kangkung, tumis bunga kates, ikan gulai, ayam goreng, telur dadar dan lalapan juga ada.


Jam setengah tujuh William bangun. Ia ke dapur dan dilihatnya kalau Ayu sudah selesai masak. Bahkan sudah mandi. Ia berpakaian seragam sekolah.


“Sarapan dulu Om.. baru habis tu kewarung. Bawa ini semua nanti ya” Ucap Ayu sambil beres-beres dan menyiapkan semuanya.


“Sepagi ini kita buka warungnya.”


“Iyalah Om.”


“Kau sudah mengantar susu dan koran pagi.”


“Udah Om. Waktu belanja semua ini sekalian antar Susu dan koran. Sekalian ngerjain semua kerjaan. Bereskan.” Ayu mengacungkan jempolnya.


William tersenyum. Ia lalu menoleh ke Ayu kembali.


“Tapi aku gak punya baju ganti.” Ia teringat, ia masih memakai pakaian tidur rumah sakit terus. William baru sadar.


“Tenang. Nih Ayu sekalian beli di toko kelontong tadi. Lima stel pakaian ini cocok untuk Om. Udh sama celana dan dalaman nya lagi Ayu beli. Moga cocok ya Om”


“Terima kasih. Maaf ya. Aku terus merepotkan mu” William menerima pakaian tersebut dari Ayu.


William menganggukan kepalanya.


Selesai mandi, William memakai pakaian dari Ayu. Kemudian langsung sarapan. Setelah selesai sarapan ia dan Ayu mulai berangkat. Ayu membawa ke warung neneknya. Banyak sekali bawaan yang mereka bawa.


Ayu membereskan dan membersihkan beberapa meja dan kursi. William pun membantu. Kemudian penanak nasi di coloknya agar nasi tetap hangat disajikan ke pelanggan. Lauk-lauk dan sayuran ditata di tempatnya. Piring-piring dan gelas sudah di tata rapi oleh Ayu. Bahkan untuk air minum sudah disediakan oleh Ayu. William nanti tinggal menghidangkan saja ke para pelanggan. Semua sudah di tata dengan baik dan beres.


Ayu tersenyum begitu juga William tersenyum. Mudah-mudahan kerja keras mereka berdua membuahkan hasil.


“Ok. Udah selesai. Ayu ke sekolah dulu ya. Nanti pulang sekolah langsung kemari”


“Iya. Hati-hati ya. belajar yang rajin.”


“Ok.”


“Tapi...” Ayu kembali berbalik menoleh William.


“Tapi apa?”


“Kalau ada apa-apa segera kabarin Ayu ya Om. Ini Hape Ayu. Didalam ada nomor telepon sekolah”


“Ok”


Ayu pun lalu bergegas pergi sekolah. Ia sudah hampir terlambat. Ayu naik angkot yang baru aja melintasinya. Semoga saja ia sampai sekolah tepat waktu.


Kini tinggal William di warung sendirian. Ia mengingat semua intruksi yang udah dikasi tahu ayu tentang apa aja yang harus dilakukan saat melayanin pelanggan yang hendak makan. Bahkan catatan harga sudah disiapkan Ayu dan diserahkannya ke William.


Sebenarnya Ayu agak cems meninggalkan William sendirian diwarung. Tapi apa boleh buat. Dia harus masuk sekolah.

__ADS_1


***


Di Mansion mewah milik Nona LL yang berada di kota W, Nona LL terlihat santai sambil berenang di kolam berenangnya. Philip datang mendekatinnya. Nona LL melihat kedatangan Philip, ia lalu naik kepermukaan. Nona LL mengenakan pakaian renang yang seksi. ia lalu mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya.


“Ada apa Philip?”


“Aku membawa berita untuk mu”


“Apa itu?”


“Menurut informanku kalau William masih hidup.”


“Apa!!!” Nona LL nampak kaget. Pasalnya ia pikir kalau William telah meninggal. Karena keberadaannya tidak ada yang mengetahui. Jadi ia berpikir William memang telah meninggal namun nyatanya masih hidup.


“Kau yakin Philip?”


“Yakin sekali. Tapi...”


“Tapi apa?”


“William mengalami kehilangan ingatan.”


“Apa!!! Hilang ingatan. Hehe.. Menarik. Terus awasin. Aku mau ke Indonesia nanti, untuk mengunjungi William”


“Tapi Ia telah menghilang.”


“Hah? Menghilang? Cepat kau kerahkan orang untuk mencarinya. Kalau bisa lebih dulu mendapatkan William dari pada yang lainnya.”


“Apa tidak sebaiknya di biarkan saja.”


“Kenapa begitu?”


“Kalau mereka mencari dan menemukannya, kita tinggal mendatangi saja.”


“Oh... kau benar Philip. Terus pantau saja kalau begitu.”


Philip ingin mengatakan sesuatu, namun ditahannya.


“Kenapa?” Nona LL merasakan kalau ada hal lain lagi yang ingin disampaikannya.


“Apa tak sebaiknya kau lepaskan saja William. Aku rasa kau terlalu terobsesi padanya”


“Aku tak mau melepaskannya. Tidak mau. Jika tak ku dapatkan. Maka sebaiknya ku hancurkan saja” Senyum mengerikan terlihat diwajah cantik Nona LL. Dia benar-benar gila dan pesikopat.


Dalam hati Philip :” Apa dimatamu hanya ada balas dendam dan William sajakah? Apa tak ada aku di hati dan pikiranmu?”


“Laura...” Panggil seorang wanita separuh baya yang melangkah ke arah mereka berdua.


Bersambung...


Akhirnya bisa UP kembali. Siapa tu yang baru datang? Kok manggil Laura ya? Apakah Nona LL itu adalah Laura. Menurut kakak-kakak readers gimana coba??


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Like nya masih sikit nih. Gak tembus belum... jadi up nya agak lama gak apa-apakan... saya usahakan selalu UP tiap hari ya.


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


Tinggalkan komen yah... Kalau hari minggu emang agak lelet UP nya karena acc dari pusatnya emang lama. Harap sabar selalu dan setia dengan karya ini ya kakak :D


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.

__ADS_1


 


 


__ADS_2