
“Apa!!!!” Lilis tentu saja kaget. Jadi benarkah William dan Laura berhubungan dahulu. Lilis mengeluh dalam hatinya.
“Jadi Laura mantanmu juga... Oh para mantanmu pada datang sekarang. Kenapa disaat kita mau menikah para mantanmu bermunculan satu persatu. Lagi ada reonian mantan ya...” Sindir Lilis.
“Bukan begitu sayang...”
“Lantas apa. Katty Mantanmu. Sekarang Laura juga. Berapa banyak mantanmu Will?? Ternyata aku belum mengetahui semua hal tentang mu ya Will.” Ledek Lilis.
“Lis... Aku sedang serius”
“Aku juga. Setelah Katty, habis tu Laura, setelah itu siapa lagi??”
“Lis... Mantanku cuma satu. Yaitu hanya Katty. Dan sekarang kami hanya teman. Sedangkan Laura bukanlah mantanku. Tidak ada yang lain lagi. Cuma itu. Dan sekarang hanya kau kekasih ku. Yang sebentar lagi akan ku nikahi. Jadi percayalah padaku.” Ucap William menatap lurus ke Lilis. Lilis pun diam.
“Oke. Kita fokus dulu dan dengarkan cerita ku Lis. Please.” Sambung William kembali.
Lilis pun menganggukan kepalanya.
William mulai bercerita tentang awal mula ia di rekrut Divisi V. Selama pelatihan satu tahun, ia dan Katty hanya salah satu pasukan Bos V. Namun setelah setahun mereka langsung terjun ke misi pertama. Dimisi pertama itulah William mengenal Laura. Itu pun karena sebuah misi. William akui ia sempat menaruh hati ke Laura dan hampir jatuh cinta tapi setelah mengetahui jati diri Laura, William sama sekali tidak melanjutkan perasaan itu agar tidak berlarut. Bagaimana pun mereka ada di dunia yang berbeda. Laura tentu saja tak terima. Dan setelah itu William tak bertemu lagi dengan Laura. William pun kemudian di tugaskan kemisi berikutnya. Karena misi pertama gagal, William sempat kenak teguran pastinya dari Bos V. Tapi namun begitu William tetap mendapatkan tugas. Hingga tugas kedua dan ketiga ia kerjakan dan semuanya berhasil. Baru kemudian di misi ke empat William ditugaskan bersama Katty.
Disini lah dimulai kedekatan Katty dan William. Mereka menjalankan tugas bersama dan berhasil. Hingga di tugas berikutnya pun mereka terus menjadi patner. Dan selalu menuai keberhasilan dalam menjalankan misi. William dan katty menjadi semakin dekat hingga akhirnya berpacaran. Apa lagi Katty tidak punya orang tua kandung lagi sama seperti William. Merasa punya kesamaan dan kemiripan, juga merasa kompak dan nyaman mereka pun menjalanin hubungan serius. Selama pacaran mereka berdua bahagia tentunya. Dan saat Laura mengetahui hubungan William dan Katty, ia merasa kan sakit. Walau Laura tak menemui Katty langsung, Tapi Laura selalu mengirimkan bangkai binatang mati, surat ancaman dari Laura dan teror yang terus dilakukan nya. William sempat cemas tentu nya. tapi karena Laura bisa menjaga diri, William jadi agak tenang tentunya. Namun kebersamaan William dan Katty selama bertahun-tahun pun kandas. Mereka putus. Hingga William lebih memilih pertemanan saja dengan katty. Katty sempat mempertanyakan namun William tak menjelaskan apa pun.
Intinya semua hal tentang William, Katty dan Laura sudah di ceritakan semuanya kepada Lilis. Tak ada lagi yang disembunyikan William. Semuanya sudah di katakan.
Lilis mendengarkan dengan sangat serius dan penuh perhatian. Lilis pun kemudian meraih tangannya William.
"Jadi ku mohon pengertianmu ya Lis. Dan percaya lah padaku." William berkata bersungguh-sungguh sambil meraih tangannya Lilis dan mengenggamnya dengan erat.
“Aku percaya sayang..” Lilis tersenyum. Dan itulah yang dikatakan Lilis kepada William setelah William mengakhiri semua ceritanya dan semua yang sudah didengarkan Lilis.
“Terima kasih sayang.” William mengecup bibir manis Lilis. Keduanya saling mengecup dan mengkulum. Lidah keduannya bertautan dan saling membelit. Puas mengemut bibir atas dan bawah Lilis dan juga lidahnya Lilis, barulah William melepaskan ciumannya.
“Oke. Sekarang kita ke butik saja kan”
“Iya” Jawab Lilis.
“Tapi berjanji lah Lis. Kau tak akan cemburu lagi dengan Katty dan jika bertemu Laura segera lah menjauh.”
“Oke. Baiklah.” Lilis tersenyum.
Setelah mengclearkan semua masalah, William langsung melajukan mobilnya. Mereka menuju butik Lilis.
Sampai di butik, Lilis dan William makan sebentar dengan makanan delivery yang mereka pesan. Kemudian setelah itu. Mereka melakukan fitting baju bersama. Tiga buah pasang baju pengantin telah mereka coba bersama. Setelah merasa puas dan cocok, Lilis dan William kembali mengenakan pakaian biasa mereka tadi.
__ADS_1
“Oke. Semua sudah di laksanakan. Aku kembali ke kantor ya sayang.” Ucap William.
“Tunggu dulu Will. Ada satu hal penting lagi.”
“Apa itu? Bukan kah semua hal untuk pernikahan kita sudah disiapkan semuanya. Semuanya kan sudah ready. Tinggal menunggu hari H nya saja nanti kan.”
“Ada yang belum Will. Satu hal penting lagi. Yaitu orang tua ku”
“Orang tuamu?”
“Iya. Papa dan Mamaku masih disekap Wenny. Mereka menjadi tahanan rumah. Papa masih seperti orang stroke. Sedangkan Mama, ku dengar sekarang di jadikan pembantu dirumah kami sendiri. Dan aku dilarang menemui Papa dan Mama ku. Wenny menempatkan banyak penjaganya.”
“Apa saja yang dikerjakan Jack selama ini? Apa tugas yang ku berikan belum juga ia selesaikan?”
“Jack bilang, ia menunggu Wenny masuk jebakan. Barulah kita bertindak.”
“Kenapa lama sekali?? kita harusnya segara mengambil perusahaan keluargamu dan menolong kedua orang tuamu.” William nampak kesal.
“Jack bilang tinggal sebentar lagi. Katanya harus bersabar.”
“Sepertinya aku harus turun tangan juga. Kau tenang saja sayang. Di hari pernikahan kita, Papa dan Mamamu pasti akan bersama kita.”
“Iya Will. Terima kasih.”
William dan Lilis berpelukan. Lilis bersyukur karena William sangat mencintainya dan sangat perhatian juga peduli padanya. Lilis merasa aman dan nyaman saat bersama William. Ia harap kebahagian ini akan terus bersama mereka berdua.
Dikediaman rumah keluarga Hartono.
Wenny sedang duduk di sofa ruang tamu. Hesti datang mendekatin anaknya.
“Kenapa kau disini Wen? Tidak dirumah suami mu?” Tanya Hesti heran.
Wenny merasa kesal dan capek.
Iya dua tahun lalu Wenny dan Panji akhirnya telah menikah. Itu pun Panji mau menikah karena terkena jebakan dari Wenny. Saat itu Wenny mengajak Panji minum di cafe dan rupanya minuman Panji diberi obat oleh Wenny. Setelah pulang dari Cafe, Wenny mengajak Panji ke Hotel. Dan di hotel itulah obatnya bereaksi dan Wenny pun ditiduri oleh Panji. Dengan dalih kesuciannya yang telah hilang dan rencana liciknya, Wenny menjebak Panji. Mau tidak mau Panji akhirnya pun menikahi Wenny dua tahun lalu.
Namun selama dua tahun pernikahan, rumah tangga Wenny dan panji tidak lah harmonis. Panji selalu sibuk di kantornya. Sekarang perusahaan Papanya Panji di pimpin oleh Panji sendiri. Sedangkan Wenny pun sibuk dengan perusahaan keluarga hartono. Karena masing-masing kesibukan mereka, sampai sekarang Wenny tidak hamil hamil juga.
Wenny selalu meminta haknya kepada Panji. Namun karena Panji tak mencintainya maka Panji tak terlalu peduli dengan permintaan Wenny. Bahkan sekarang Wenny yang kalut dengan masalah perusahaan pun tidak dipedulikan Panji. Panji tidak ada niat untuk membantunya. Perusahaan banyak kekurangan dana. Beberapa kali dana perusahaan terpakai Wenny dan Ibunya. Bahkan harta keluarga hartono yang dipegang semuanya oleh Wenny terpaksa satu persatu ia gadai demi mendapatkan pinjaman di Bank.
Kini hutang di Bank makin menumpuk. Wenny bingung dalam membayar banyak pinjaman di Bank. Apa lagi dana perusahaan ikut terpakai, Wenny semakin pusing. Belum lagi pajak yang belum dibayar. Sehingga ia harus membuat pembukuan palsu. Namun begitu semua masalah keuangannya tidak selesai juga.
“Wen... kau dengar tidak?”
__ADS_1
“Sudahlah Ma... diamlah. Aku sedang pusing. Buat apa aku pulang ke rumah keluara Sudrajat. Suamiku sama sekali tidak peduli padaku. Aku juga punya banyak masalah. Mama jangan meminta uang lagi padaku. Hutang kita sudah terlalu banyak di Bank. Bahkan dana perusahaan pun ikut terpakai.” Keluh Wenny.
“Lah... jadi gimana kalau Mama perlu uang Wen?”
“Jangan berfoya saja Ma... Kalau Mama perlu uang jual saja semua barang mahal Mama atau perhiasan mama.”
“Wen... Kok gitu. Keluarga Suamimu kan kaya. Kau mintalah uang ke suami mu?”
“Dia sama sekali tak peduli Ma. sepeser pun tak ada yang diberinya untuk ku. Bahkan kedua mertua ku sama sekali tak bisa di andalkan. Karena semua sudah Panji yang berkuasa.”
“Kau sendiri salah Wen... kenapa sampai sekarang kau tak bisa juga meluluhkan Panji? Coba saja kalau Panji kau buat jatuh cinta, semuanya pasti akan dia berikan.”
“Bagaimana aku meluluhkan nya, jika di otak dia hanya Lilis saja yang ada. Semuanya membuat aku kesal dan stres”
Wenny sedang tak enak hati, Hesti yang disamping Wenny pun jadi tak banyak bicara.
Sebuah suara terdengar sayup-sayup. Dan pecahan kaca terdengar dan kemudian seorang pembantu menjerit meminta tolong.
“Tolong.. Tolong...”
Wenny dan Hesti saling pandang. Ada apa itu dan kenapa?
Bersambung
Di Like yang banyak ya kakak readers semuanya... kasi Vote juga banyak-banyak ya :D
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D
Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1