
“Tapi bukannya Papa menghilang ya?” Rafa mengkerutkan keningnya.
“Iya... Sempat dikira meninggal rupanya masih hidup. Eh tapi Papa hilang ingatan trus menghilang ntah kemana katanya... kok bisa disini sekarang?” Sambung Fatar juga.
Lilis dan William saling pandang. Jack dan Tania yang sudah melepaskan pelukannya juga saling pandang.
Loh... dari mana si kembar tahu. Begitulah pikir orang-orang dewasa.
“Maksudnya kalian apa nak?” Lilis memandangi ke dua anak kembarnya.
Rafa menceritakan semua yang di dengarnya dan diketahuinya saat mendengar pembicaraan Lilis dan Tania. Dan kejadian ia tertabrak truk saat melihat William. Semua hal yang diketahu si kembar diceritakannya.
“Jadi begitu Ma.. Pa..” Rafa mengakhiri ceritanya.
“Iya... Fatar juga tahunya dari kak Rafa” Ucap Fatar pula.
“Kita duduk dulu yuk...” William mengajak si kembar duduk bersama di sofa ruang tamu.
Lilis duduk disebelah William, si kembar duduk didekat Papanya. Sedangkan Jack dan Tania duduk di sofa sebelahnya lagi.
William mengelus kedua kepala anaknya dengan lembut. Ia mulai menjelaskan dengan kata-kata yang mudah dipahami anak-anaknya.
“Maaf kalau Papa lama tidak muncul dihadapan kalian. Papa belum meninggal. Hanya saja Papa terbaring lama dirumah sakit. Saat sadar Papa hilang ingatan. Tapi hanya sementara. Saat sudah ingat kembali Papa kembali lagi sekarang bersama kalian. Masalah yang sulit dipahami dan masa-masa yang tidak mengenakan kita lupakan saja ya. yang penting sekarang Papa bersama kalian lagi.” William tersenyum ke arah Rafa dan fatar.
“Lalu bagaimana Papa bisa kembali pulang kemari?” Rafa bertanya.
“Iya. Dan bagaimana ingatan Papa bisa kembali?” Rasa penasaran Fatar pun sama hal dengan kakaknya.
“Kalau itu karena Papa bertemu Mama kalian. Sehingga Papa akhirnya ingat kembali dan sekarang bisa pulang kerumah.”
“Oh....” Jawab si kembar bersamaan.
“Sudah jangan dibahas lagi ya... yang penting Papa kalian sudah bersama kita.” Lilis memberikan pengertian ke anak-anaknya.
Si kembar akhirnya menganggukan kepalanya.
William dan Lilis sengaja tidak memberitahukan kejadian yang agak mengerikan ke anak-anak mereka. Mereka tak ingin si kembar mengetahuinya.
“Nah.. Karena kita semua sudah berkumpul maka ada baiknya kita susun rencana kapan hari baiknya ditentukan?” Tania mengutarakan niatnya.
“Hari baik?” Lilis mengkerutkan keningnya.
“Iya dong... iya kan William...” Tania mengedipkan matanya ke arah William.
William tersenyum dan paham akan maksud Tania.
“Itu terserah Lilis. Aku ikut saja” William tersenyum.
“Oh....” Lilis akhirnya paham.
Hahaha... semua lalu tertawa bahagia.
“Oh iya Jack. Bisa kita berbicara berdua.” Ajak William ke Jack.
__ADS_1
“Oke.” Jack mengikutin William.
William dan Jack lalu beranjak ke ruang kerja William yang ada di rumahnya, ada ruangan kerja khusus miliknya. Kesitulah mereka berdua berbicara. Sedangkan Lilis dan Tania berbincang-bincang diruang tamu bersama si kembar juga.
Didalam ruangan kerja William, Jack dan William duduk dikursi yang ada didalam ruangan tersebut.
“Apa yang mau kau bicara kan Will?”
“Aku masih kuatir tentang Nona LL”
“Dia siapa ?”
“Entahlah. Aku juga tak tahu. Mungkin ada hubungannya dengan masa lalu ku Jack. Mungkin salah satu musuh ku dimasa lalu. Tapi aku juga tak tahu. Soalnya dia selalu memakai topeng.”
“Musuh? Apa ada hubungannya dengan pekerjaanmu yang dahulu di Inggris.?”
“Iya Jack. Sesungguhnya pekerjaanku dahulu di Inggris adalah seorang agen rahasia Jack. Aku agen khusus dari Pasukan V. Atasan ku bernama Bos V. Mungkin saja Nona LL adalah musuh lama ku.”
“Jadi kau masih melakukan pekerjaan lama mu Will?”
“Aku berniat berhenti. Itu demi Lilis dan anak-anakku. Jika ku teruskan aku takut bahaya akan terus mengincar mereka. Karena itu aku bermaksud berhenti. Namun Bos V memberikan tugas terakhir untukku. Dan aku gagal. Dalam menjalankan misi. Baru dua kali aku gagal. Yang pertama gagal di misi pertama ku. Dan yang kedua gagal di misi Max. Chipnya tidak ku dapatkan. Dan keberadaan chip tersebut aku tak tahu. Sedangkan Max sudah meninggal dunia bukan?”
“Max adalah Dimas yang kita kenal kan”
“Iya Jack. Max buronan. Ia mencuri Chip rahasia dari pemerintah Inggris. Chip tersebut telah dikembangkan dan dibuat oleh ilmuan dari pemerintah Inggris. Dan Max mencurinya. Karena itu ia menjadi penjahat buronan. Lalu Max lari ke Indonesia dan mengoperasi wajahnya dan merubah identitasnya. Selama bertahun-tahun dia menyamar menjadi orang lain. Chip itu sangat berharga bagi pemerintah Inggris karena itu aku ditugaskan untuk merebutnya. Sekarang Max sudah tiada dan chip itu aku tak tahu dimana. “
“Lalu selanjutnya bagaimana?”
“Will... bukan kah dia berbahaya? Sudah dua kali kau dan Lilis dibuatnya dalam bahaya.”
“Karena itu buatlah penjagaan ketat disekitar Lilis dan anak-anakku. Lalu lakukan pencarian terhadap Nona LL namun tersembunyi. Jika dilakukan terang-terangan, takutnya ia akan waspada pada kita” Ucap William.
“Aku tahu dia berbahaya dan dia wanita gila juga. Karena itu kita harus waspada dan melakukan penjagaan ketat disekitar kita mulai sekarang.” Sambung William lagi.
“Baiklah Will.”
“Terima kasih Jack, kau menjaga Lilis, anak-anakku dan perusahaan selama ini.” William menepuk pelan pundak Jack.
“Tak masalah Tuan.” Ucap Jack.
“Hey... sudah lama aku tak mendengarmu memanggil ku dengan sebutan Tuan” William tersenyum nakal.
“Jadi kau suka aku panggil apa Tuan atau nama saja”
“Aku lebih suka kau panggil aku dengan nama ku saja. Tapi kalau Tuan juga boleh.” William terkekeh.
“Dasar sialan kau”
“Hey... aku masih atasanmu jangan mengumpat atasanmu.”
“Iya... terserah kau saja.”
“Aku bercanda Jack. Lagian kau sodara ku kan” William tersenyum.
__ADS_1
“Hem...” Jack jadi malas meladenin jika William dalam mode jahil begitu. Dia iyakan sajalah. Begitu pikir Jack.
William lalu teringat kata-kata Tania. Ia melirik ke Jack.
“Jack... Kau ingat saat rencana ku mau melamar Lilis yang waktu dulu itu kan.”
“Iya”
“Siapkan hal itu lagi ya. Tapi pindah lokasi saja . Oke”
“Okelah. Aku menurut saja.”
***
Waktu pun berlalu dan sekarang sudah malam hari. Malam ini Lilis menyiapkan makan malam spesial di bantu koki dapur juga yang sudah lama bekerja di keluarga Smith.
Semua makanan sudah ditata di atas meja. Lilis memanggil kedua anaknya. Rafa dan Fatar pun hadir di ruang makan. Kini Lilis memanggil William. Setelah William hadir dan duduk bersama di meja makan, maka makanlah mereka bersama-sama. Suasana layaknya sebuah keluarga yang makan bersama dengan bahagia. Rafa dan Fatar makan sambil menceritakan apa saja yang selama ini mereka lakukan disekolah dan prestasi yang selama ini yang mereka raih. William dengan antusias mendengarkan. Mereka makan sambil sesekali berbincang. Lilis menatap ke arah William, Rafa dan Fatar. Senyum terus terukir diwajah mereka. Lilis pun tersenyum bahagia. Ia bisa merasakan kebahagian kedua anaknya. Mereka sangat bahagia karena William yang sudah berkumpul bersama mereka. Lilis pun tersenyum dan ikut bahagia pula.
Selesai makan mereka duduk bersama di ruang keluarga. duduk santai saling bercengkrama layaknya sebuah keluarga. Anak-anaknya pun sambil nonton Tv diruang keluarganya. Lilis duduk disamping William sambil William memeluk pinggang ramping Lilis. Mereka berbincang-bincang santai. Hingga malam semakin larut dan si kembar mulai mengantuk dan pamitan kepada kedua orang tuanya. Rafa kembali ke kamarnya sendiri sedangkan Fatar juga kekamarnya sendiri. Setelah ditinggalkan si kembar, William menatap Lilis disampingnya.
“Kita tidur juga gak sayang?” William tersenyum nakal.
“Iya lah. Kau tidur dikamarmu. Dan aku tidur dikamarku.” Lilis hendak beranjak pergi.
William menahan Lilis dengan meraih tangannya Lilis.
Lilis menoleh ke arah William.
“Kenapa? Tapi hendak istirahat.” Tanya Lilis.
William menghela nafasnya. Ia menatap Lilis lekat-lekat.
“Lalu kapan kita bisa tidur dikamar yang sama?” Ucap William sambil menatap Lilis lekat-lekat.
Bersambung...
Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak... :D
Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1