Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Extra Part Final. (Cerita tentang Katty – Tamat)


__ADS_3

Katty bingung dan melirik ke arah kedua rekannya. Kemudian melirik ke arah Julian. Ia pun menganggukkan kepalanya.


Julian tersenyum dan pergi melangkah ke arah lobi untuk menunggu Katty. Sedangkan Katty segera berganti pakaian kembali. Memakai celana jeans hitam dan baju atasan berwarna biru muda. Selesai berdandan, Katty pamitan pada kedua rekannya.


“Aku pergi dahulu ya. Kalau ada apa-apa kabarin aku secepatnya.” Tatap Katty ke arah Bob dan Vicky.


“Kat. Dia pacarmu kah? New boyfriend?” Tanya Bob


“Syukurlah kau sudah move on dari William. Gitu dong ah. Lupakan masa lalu dan cari cinta baru” Vicky tersenyum. Mereka semua tahu masa lalu William dan Katty dahulu.


“Diamlah kalian. Fokus pada tugas. Aku pergi” Katty pun pergi dan segera berjalan ke arah lobi depan. Sedangkan Vicky dan Bob hanya saling pandang kemudian tersenyum.


Sampai di depan lobi, ia sudah melihat Julian dengan t-shirt coklatnya dan celana kulitnya. Ia memandang ke arah Katty yang datang mendekat.


“Hai” Kecup Julian di pipi kanan Katty.


“Hai juga. Ayo”


“Ayo” Julian meraih tangannya Katty.


Kemudian keduanya naik mobil pajero milik Julian. Pajero berwarna putih.


Julian membawa Katty berkeliling kota Miami. Dan lalu turun ke pasar. Mereka bersenang-senang berdua. Menikmatin es cup berdua dan mengambil foto berdua. Keduanya nampak bahagia.


Kemudian Julian mengajaknya kembali menyusuri pantai Miami. Ia mengajak makan di daerah dekat pantai. Kesana lah keduanya. Makan pasta dan minum es kelapa muda.


Julian dan Katty menikmatin kebersamaan mereka sambil makan dan minum.


Selesai makan dan minum, Julian mengajak Katty berjalan-jalan menyisiri pinggiran pantai. Mereka bermain air dan terkena siraman air ombak. Katty dan Julian berpelukan dan bergandengan tangan.


Keduanya seharian terus bersenang-senang. Sampai Katty lupa akan tugasnya.


Kemudian Julian mengajak Katty duduk di dekat pasir putih dan duduk menghadap pantai. Menikmati matahari sore yang akan terbenam. Sungguh indah sekali.


Julian memeluk Katty. Ia memandang ke arah Katty.


“Mau kah kau jadi pacarku Kat?”


Katty menatap Julian


“Kau yakin? Kita baru kenal dan baru jumpa beberapa kali saja”


“Tapi hati ku sudah memilihmu Katty. Mau kah kau menerima hatiku dan cintaku?” Kedua bola mata biru milik Julian menatap intens ke arah Katty. Katty meragu awalnya. Ia mengigit bibir bawahnya. Dan Julian menarik dagu Katty, kemudian dikecupnya bibir manis Katty dengan lembut. Katty pun terhanyut dan membalasnya dengan sama mesranya.


Saat nafas keduanya hampir habis barulah Julian melepaskannya.


“Be my girlfriend beb?” Napas Julian terengah-engah dan Katty pun sama. Katty seakan terhipnotis oleh pesona dari Julian.


“Okay” Katty menganggukkan kepalanya. Dan Julian pun senang serta tersenyum puas. Ia kembali mengulum bibir manis milik Katty dan keduanya berbaring di pasir putih dengan masih saling mengecup.


10 menit kemudian keduanya kembali berjalan sambil bergandeng tangan menyusuri pantai kembali sambil tersenyum bahagia.


Hape Julian berdering dan hape Katty pun sama. Keduanya menatap hapenya masing-masing.


“Aku angkat telepon dulu ya beb. Ini dari Frankie.”


“Oke. Aku juga. Ini telepon dari temanku”


Keduanya sama-sama menjauh dan menerima telepon masing-masing.


“Halo Bob. Ada apa?”


“Kat. Target tahu kalau sedang di awasi. Salah satu kamera tersembunyimu jatuh dan terlihat. Mereka sudah tahu. Kita harus bergerak Kat.”


“Baiklah. Kalian langsung kesana saja. Aku akan menyusul”


“Oke”


Katty menutup dan mematikan panggilannya.


Sedangkan Julian terlihat kesal.


“Sial” Umpat Julian.


Entah apa yang terjadi, Katty pun tak tahu. Katty hanya melihat Julian dari kejauhan.


Julian melihat ke arah Katty. Ia memutuskan panggilannya setelah mengintruksikan sesuatu pada Frankie. Kemudian di simpan hapenya di dalam sakunya. Julian mendekati Katty.


“Kenapa Julian?”


“Tak apa beb. Ayo kita kembali. Aku ada urusan dengan Frankie. Jadi kita harus kembali”

__ADS_1


“Aku juga. Aku masih ada pekerjaan dengan teman-temanku. Kau sibuk kan, pergilah. Aku tak apa”


“Kau pulang sendiri begitu?”


“Iya.”


“Yakin?”


“Yes”


Karena Katty bersikeras pulang sendirian akhirnya Julian pulang dengan mobilnya sendirian.


Katty kemudian segera berlari dan menaiki sebuah taksi. Ia meminta taksi ke tempat toko KFC tersebut.


Di lokasi tempat kejadian.


Vicky dan Bob sudah sampai lokasi. Nampak semuanya sedang mengemasi barangnya dan ganjanya. Vicky dan Bob menerobos masuk dan menembaki semua yang ada. Tak ada waktu memikirkan sehingga semuanya mereka ringkus.


Beberapa penjahat telah mati dan yang lainnya masih hidup. Yang masih hidup segera menebak juga dan membalas serangan Bob dan Vicky.


Terjadilah tembak menembak antara mereka. Masing-masing berlindung di tempat yang di rasa aman sekalian masih saling menembak.


Katty tiba di lokasi. Langsung turun dan supir taksi langsung kabur karena ketakutan. Katty mendekati lokasi yang terdengar suara tembak menembak.


Dilihatnya seseorang mau menyerangnya, langsung dihajar dan dipukul oleh Katty. Dan penjahat itu pun tewas seketika.


Katty masuk ke dalam dan membantu dua rekannya. Bob sempat tertembak di lengan kirinya. Ia menahan pelurunya. Katty pun mengeluarkan pistol dan mengarahkan tembakannya.


Semua segera tewas. Apalagi beberapa penjahat yang ada langsung di lempar granat oleh Vicky dan Duar... mereka pun tewas.


Katty dan Vicky serta Bob mendekati musuh. Di belakang ada sebuah suara. Dibelakang gudang dan toko yang terhubung pintu keluar dari belakang. Katty dan kedua rekannya berlari ke arah belakang. Sebuah mobil jeep hitam memasukan beberapa barangnya dan langsung kabur setelah mendapati tembakan dari Katty dan anggotanya. Mobil Jeep telah kabur. Dan seorang bertubuh gemuk jatuh dari jeep karena tertinggal. Katty segera menangkapnya. Masih ada dua orang anak buahnya.


“Big Bos” Ucap salah seorang anak buahnya. Keduanya lalu kenak hajar oleh Bob dan Vicky kemudian tewas dengan tembakan dari pistol kedua rekan Katty.


Katty menatap ke arah pria gendut tersebut. Ada tato di lengannya.


“Siapa Big Bos? Apakah kau?”


Pria gendut itu tak paham bahasa Katty. Katty mengunakan bahasa asing saat berbicara dengannya. Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Katty pikir dialah bosnya. Katty tembak kepalanya tepat mengenai otaknya. Pria gendut pun tewas di tempat.


Semua penjahat telah di ringkus. Hanya mobil jeep itu yang berhasil kabur dan tak tahu siapa yang kabur itu.


Mereka harus menghilangkan semua jejaknya karena itu diledakkan dan kemudian di bakar juga sampai hangus tak tersisa.


Katty dan kedua rekannya segera kembali ke hotel.


Sampai di hotel, seorang pelayan memanggil Katty.


“Non. Tadi ada seorang pria tampan mencari Non. Karena tak jumpa ia menitipkan pesan ini ke saya.” Pelayan pun pamit.


Katty, Bob dan Vicky masuk kedalam kamar. Mereka juga harus segera pergi dari hotel. Mereka pun segera berkemas dan bersiap.


Setelah semuanya selesai. Vicky, Katty dan Bob langsung cek out dari hotel dan membayar semua biaya penginapan. Kemudian langsung pergi ke bandara.


Vicky dan Bob sudah memesan tiket kembali ke inggris. Tapi Katty malah baru membaca suratnya. Awalnya ia mau menelepon Julian. Namun nomernya tak aktif terus. Jadi baru lah Katty membaca surat dari Julian.


“Dear Katty sayang. Tadi aku ke hotelmu. Ada urusan mendadak jadi aku harus pergi. Awalnya aku ingin mengajakmu serta bersamaku tapi kau tak ada dikamar hotelmu. Sehingga aku membuat surat kecil ini pada secarik kertas yang ku minta pada seorang resepsionis hotel. Kemudian ku titipkan pada pelayan yang bertugas membersihkan setiap kamar. Aku berpesan agar surat ini sampai ke tangan nona cantik yang tinggal di kamar nomer 809. Sayang, karena kita tak bertemu, maka datang dan jumpai aku di Italia. Aku disana menunggumu. From Julian. Note : pelayannya ku bayar mahal agar pesan ini sampai padamu sayang. Call this number if you in Italia” Katty melihat nomor di bagian bawah surat. Katty tersenyum.


“Aku akan ke Italia guys” Katty tersenyum pada Vicky dan Bob. Bob baru saja diobati lengannya juga tadi. ia masih merasa sakit tapi tak apa-apa.


Sehingga Vicky dan Bob yang kembali ke Inggris sedangkan Katty menaiki pesawat yang menuju Italia.


Dua hari kemudian.


Di sore hari. Disebuah taman di kota Italia.


Seorang pria sedang menunggu seseorang. Dia adalah Julian.


Julian menatap Hapenya. Ia melihat foto-fotonya saat bersama Katty di Miami. Mereka nampak bahagia dan tersenyum bersama di foto tersebut.


Sudah dua jam Julian menunggu tapi Katty belum muncul juga.


Tadi siang, Katty menulis pesan di chat kalau ia sudah sampai di Italia. Mereka pun janjian bertemu di taman jam setengah 4 sore. Tapi sudah dua jam berlalu Katty tak muncul juga.


Sebuah panggilan masuk berdering dari hapenya Julian. Julian menatap layar hapenya yang tertulis nama katty my girl. Julian tersenyum. Ia menerima panggilan tersebut.


“Halo beb”


“Halo juga”

__ADS_1


“Where are you? I miss you so much”


“I miss you too. But. Maafkan aku Julian. Aku tak bisa”


“What!!!”


“Maaf”


“Kau serius sayang? Kenapa lagi Kat? Kali ini kenapa?” Julian sudah nampak kecewa dan sedih.


“Sorry” Teleponan pun terputus.


“Halo ... halo ... kat?” Julian menatap layar hapenya dan ternyata sudah dimatikan oleh Katty. Julian merasa sedih. Ia menghela nafas panjang dan menyimpan hapenya di saku celananya. Kemudian ia berbalik dan berjalan hendak pergi saja.


Tapi yang dilihatnya di belakangnya malah muncul Katty.


Katty tersenyum manis ke arah Julian. Julian pun tersenyum dan ia merasa dikerjai oleh Katty.


“Beb ... kau mengerjaiku?”


Katty tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Julian langsung menggelengkan kepalanya dan berlari langsung memeluk Katty. Ia kecup bibir Katty dan meluapkan kerinduannya.


Setelah puas melakukan Kiss. Julian menatap Katty yang ada dipelukanya.


“Kenapa lama sekali baru datang? Aku menunggumu lama beb”


Katty tertawa kecil.


“Sebenarnya aku sudah tiba dari semalam. Tapi karena lelah, jadi aku langsung istirahat. Makanya baru siang tadi mengabari mu dan menghubungi nomor yang kau berikan di kertas yang di titipkan pada seorang pelayan di Miami.”


“Kau ini....” Julian mencubit hidung mancung Katty. Katty meringis namun tersenyum bahagia.


“Lalu kenapa baru jam segini menemuiku. Aku pikir benar-benar tak jadi datang”


“Hahaha... aku hanya iseng. Aku sudah sampai dari tadi memperhatikanmu di tempat yang tersembunyi” Katty hanya menguji ketulusan dan keseriusan Julian. Setelah di lihatnya kalau Julian serius dan tulus maka Katty putuskan untuk hidup bersama Julian. Ia akan memberikan cintanya dan hatinya pada Julian. Sama halnya Julian pun begitu pada Katty.


“Kau nakal ya....” Julian menatap Katty.


Katty tertawa dan Julian mencium kembali bibir Katty. Keduanya berpelukan mesra.


“I love you” Ucap Julian ke Katty.


“I love you too” Katty tersenyum dan dibalas Julian ciuman mesra. Keduanya merasa hangat dan bahagia.


Happy for Katty dan Julian.


Tamat.


Di scane terakhir, Katty sedang di dapur membuatkan Julian makanan. Julian di ruang tengah, jauh dari dapur. Mereka berada di apartemennya Julian di Italia. Sebuah panggilan masuk di hape Julian dan segera di angkatnya.


"Halo Big Bos ...." Ucap Frankie dari seberang sana.


"What's up bro?" Jawab Julian santai.


"Markas kita sudah dilenyapkan di Miami. Lalu apa yang akan kita laporkan pada Paman Alexander Luther?"


"Lupakan Miami. Aku yang akan jelaskan ke Paman nanti. Frankie, apa kau tahu siapa yang melenyapkan markas kita di Miami???"


"Entahlah. Aku tak tahu karena aku langsung kabur. Kau dimana Julian?"


"Aku di Italia. Bersama kekasihku"


"Kau benar-benar serius dengan wanita itu?"


"Ya. Dan jangan ganggu aku saat ini. Kembali lah ke Jerman duluan"


"Oke. Bye" Frankie memutuskan panggilannya.


Julian menutup hapenya dan menyimpannya di saku celananya. Katty datang dengan piring yang sebelah kanan berisi roti sandwich empat bagian dibuat dan satu lagi di tangan kirinya ada mangkuk berisi salad. Jus orange menemani sebagai minumannya.


Katty dan Julian duduk bersama di sofa dan menikmati bersama apa yang sudah dibuat oleh Katty. keduanya tersenyum bahagia.


The End.


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Akhirnya novel Rafa dan Fatar sudah selesai dan berakhir. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya :) :D


Makasih kepada semua pembaca setia yang baik hati. Baca dari awal sampai bab akhir yak. Jangan di skip ya...


Dukungan kalian semua sangatlah berarti. Klik Favoritenya jangan di hilangkan yak :)

__ADS_1


Maaf kan typo yang masih banyak bertebaran yak hehe :D dan ikutin karya saya yang lainnya. Thanks dan Love you all readers :D


Like, Vote dan Komen ya :D kasi bintang 5 nya juga dong. Makasih semuanya :D Bye-bye. :) :D


__ADS_2