Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 93.


__ADS_3

Lilis kaget dan mulutnya terbuka hingga membentuk huruf O. Lilis memandangi William dan katty bergantian.


“Kalian yakin?” Tanya Lilis sambil memandangi William dan Katty bergantian.


“Ini baru tebakan yang ada dalam pikiran kami saja Lis..” Jawab Katty.


“Iya. Namun harus kita cari lagi kebenarannya.” Ujar kata William. Kemudian William menoleh ke Katty.


“Sudah kau dapatkan infonya Kat?”


“Aku masih berusaha mencari informasinya. Bahkan aku meminta bantuan Ben di Divisi kita yang di Inggris. Semoga saja Ben segera memberikan kabar baik.” Katty kemudian duduk bersandar.


William duduk disebelah Lilis. Ia memeluk pinggang Lilis. Lilis yang merasa sungkan segera melepaskan tangannya William yang berada di pinggangnya. William sampai menoleh ke Lilis karena heran.


“Kenapa sayang?” William mengkerutkan keningnya.


“Hehe... gak apa-apa” Lilis hanya sungkan saja ada Katty. Ntah kenapa Lilis jadi merasa takut memperlihatkan kemesraannya didepan Katty. Lilis jadi senyum cengir saja.


William merasa aneh melihat sikap Lilis. Katty merasakan hal aneh tersebut itu juga. Ia pun bangkit.


“Oke... Aku masuk kedalam saja ya. Gak mau ganggu. Santai saja ya Lis....” Katty tertawa kecil sambil tersenyum manis. Kemudian berlalu pergi meninggalkan Lilis dan William berduaan.


William menatap Katty yang pergi dan kemudian menatap Lilis disebelahnya.


“Are you okay, honey?” William menatap lurus ke Lilis


“ I’m fine. It’s okay.”  Jawab Lilis tanpa berani menatap mata William.


“Serius?”


“Iyalah.. Masak enggak.”


“Tapi aku merasa sikap mu aneh sayang?”


“Aneh dimananya?”


“Baiklah kalau kau tak mau bilang.”


“Will... Ben itu siapa yang disebut Katty tadi”


“Ben... dia salah satu staf IT di Divisi V. Dia biasanya selalu didepan komputer. Semua akses V dia yang pegang. Karena ahli IT disana adalah Ben salah satunya. Sepertinya Katty menghubungi Ben untuk meminta bantuannya. Ya semoga saja Ben bisa membantu. Kita tunggu saja kabarnya dari Katty.”


“Oh... begitu rupannya.”


“Hey.... kenapa kekasihku ini hendak tahu dunia yang seperti itu. Sebaiknya fokuslah untuk anak-anak kita, orang tuamu, dan kita” William tersenyum menatap Lilis.


“Kita?” Lilis memandangi wajah William sambil memiringkan kepalanya.


“Yes. Kita. Pernikahan kita sayang.” William menaikkan alisnya sebelah. Kemudian wajahnya didekatkan nya ke wajah Lilis. Bibir keduanya pun menyatu. Ciuman William pun dalam dan semakin dalam. Saling mengecup dan mengulum. William kemudian memeluk Lilis dengan erat dan semakin erat. Disaat ciuman semakin panas, William segera melepaskan ciuman bibirnya. Ia lalu mengecup puncak kening Lilis dan hanya memeluk Lilis.


“ I love you” Bisik William.


“ I love you too” balas bisikan Lilis juga.


Keduanya saling memandang dan tersenyum hangat. William pun memeluk Lilis dan Lilis merebahkan kepalanya di dada bidangnya William.


Sedangkan Katty ke dapur dan mengambil minum. Ia minum air putih satu gelas. Tadi ia tak jadi mengambil minum. Di dapur ia berdiri sendirian.


“Katty... Katty... My bad luck. Don't have a lover and love too” Katty tersenyum miris dan bergumam sendirian. Ia menghela nafas panjang.


Kemudian Katty beranjak hendak kembali ke kamarnya, ia hendak istirahat. Namun langkahnya berhenti karena ia melihat Fatar yang lewat dengan beberapa alat di tangannya. Fatar kemudian melangkah kekamarnya dan Katty mengikutinnya sampai kamar Fatar. Karena pintu kamar tak dikunci ia bisa melihat kalau Fatar sedang merakit sesuatu.

__ADS_1


“Hey kid. Boleh aku masuk.” Sapa Katty didepan pintu kamar Fatar.


“Oh... Tante Katty. Masuklah.” Fatar mempersilahkan Katty masuk.


Katty melangkah masuk dan mendekatin Fatar.


“What are you doing?” Tanya Katty penasaran.


“Aku sedang merakit sesuatu Tante. Sebuah chip.”


“Untuk apa?”


“Hehe... untuk meretas dan membobol data. Tapi ada piranti pelindungnya Tan. Jadi saat kita meretas dan membobol sesuatu tak akan terlacak dan tak akan diketahui dengan mudah. Kita akan aman.”


“Wow.. Amazing. Anak sekecil mu hebat bisa kepikiran hal tersebut.” Katty sangat kagum melihat Fatar.


“Tentu dong Tan. Aku ini suka yang berbau IT. Dan beberapa kali ikut lomba. Hasilnya selalu menang. Itu beberapa piagam dan sertifikat juga piala untuk kemenanganku. Aku buat robot anjing kecil dan kucing robot juga.” Fatar menunjukkan beberapa prestasi dan penghargaannya.


Katty menatap kagum. Katty melihat beberapa penghargaan tersebut. Bocah ini pintar dan genius sekali. Eh tunggu dulu. Yang di ciptakan nya sebuah chip yang sangat berguna. Mungkin Katty bisa memanfaatkannya.


“Apakah chip mu bisa digunakan?” Tatap Katty penuh minat.


“Belum Tan. Belum sempurna. Masih harus ku rakit dan di sempurnakan lagi.”


“Eeemmm... Berapa lama bisa kau selesaikan?”


“Belum tahu Tan... soalnya aku buatnya sambil iseng dan santai. Hehe. Soalnya harus lebih fokus belajar dan sekolah.”


“Selesaikan lah segera. Mungkin alat chip mu bisa digunakan dan akan bermanfaat sekali. aku ingat chip ilmuwan di inggris pernah menciptakan alat yang sama sepertimu. Dan saat ini telah di curi. Karena itu. Bantu lah aku ya, dengan chipmu kita kan mendapatkan penjahatnya dan juga chip yang di curi.”


“Apakah chip yang dicuri punya kegunaan yang sama dengan punya ku ini Tante?”


“Ada sedikit perbedaan saja. Chip yang dicuri itu selain bisa untuk meretas data dan membobol, juga bisa untuk memindahkan dana uang yang ada di bank juga bisa memutarkan dana Investasi.”


“Yes. That’s right.”


“Tapi chip itu gak punya keunggulan untuk anti pelacakan kan Tan. Punya ku punya anti seperti itu. Jadi saat digunakan tak akan ketahuan oleh musuh.”


“Chip yang dicuri hanya bisa menyamarkan lokasi saja. Tapi chip mu juga hebat. Jadi kembangkan dan selesaikanlah segera. Itu akan saat berguna.”


“Berguna untuk apa Tan?”


“Untuk menemukan seorang musuh. Tapi hal yang kau lakukan sangat ilegal kid. Apa tak takut ditangkap?”


“Karena itu ku ciptakan anti pelacakan. Agar tidak diketahui. Kalau gak ketahuan kan gak perlu takut di tangkap. Hehe. Jadi tante diam-diam aja ya.” Fatar senyum cengir.


“Hahaha... Oke. Akan ku rahasiakan.” Katty tersenyum. Dan fatar juga tersenyum.


“Tan... Tante dan Papa kami apakah benar...” Fatar belum selesai bicara tapi segera di jawab Katty.


“Tante dan Papa kalian hanya teman. Not more.” Katty mengacak-acak rambut Fatar.


Di dekat pintu Rafa melihat kedekatan Fatar dan Katty. Rafa jadi kesal. Pasalnya ia masih ingat apa yang dikatakan Katty. Awalnya Rafa hendak menemui Fatar untuk meminjam catatan yang tadi ia lupa catat. Tapi ia malah melihat Katty di kamar Fatar. Dan mereka nampak akrab.


“Fatar...” Seru Rafa. Rafa terlihat kesal.


Katty dan Fatar sama-sama menoleh ke Rafa. Rafa pun masuk kedalam kamar Fatar dan mendekatin adiknya itu.


“Sedang apa kau?” Tanya Rafa.


“Biasa kak. Sedang merakit ini. Mau ku buat dengan sempurna. Namun masih tahap proses.”

__ADS_1


“Aku mau pinjam catatan tadi siang di sekolah. Ada yang terlupa ku catat.”


“Oke kak. Ambil aja di tas sekolah ku itu.” Fatar menunjuk ke tas sekolahnya yang ada di samping dekat ranjangnya.


Kemudian Rafa menoleh ke Katty, katty dari tadi diam disamping Fatar. Katty sibuk memperhatikan Fatar. Rafa pun memandangi Katty terus. Katty yang merasa di tatatpin lalu menoleh ke Rafa.


“Ada apa Rafa?” Katty tersenyum melihat Rafa.


“Gak usah sok ramah deh Tante. Tante mau coba-coba dekatin kami juga biar luluh sama tante gitu. Biar setuju hubungan Tante Katty dengan Papa gitu.” Rafa terlihat kesal.


“What!!! Gak Rafa. Itu gak seperti yang kau pikirkan.” Katty merasa Rafa salah paham.


“Kak. Tante Katty gak gitu kak. Tadi udah dijelaskan Tante Katty. Kalau dia dan Papa..” Fatar belum selesai malah di hentikan Rafa.


“Stop. Kok kau bela dia seh. Kita ini kembar. Aku kakakmu. Seharusnya kau bela keluargamu.”


Fatar jadi kesal sama kakaknya. Ia jadi malas merespon kakaknya. Ia memutar kedua bola matanya dengan malas.


Oh my god. It's misunderstanding. Katty memegangi kedua kepalanya dengan tangannya. Ia mencoba untuk menjelaskan dan membuat Rafa agar mengerti dan percaya.


“Rafa...  Tante dan papa kalian tak ada apa-apa”


“Jangan bohong tante. Kalau Mama ku jadi sedih karena Tante, siap-siap aja Tante hadapin aku.”


Sebuah suara pun terdengar.


“Rafa...” Seru Lilis.


Rafa, Fatar dan Katty menoleh ke asal suara. Terlihat Lilis di depan pintu Fatar yang tak tertutup itu.


“Mama...” Gumam Rafa.


Bersambung...


Halo-halo... Semoga tetap stay dan setia di karya ini ya kak. Dari awal sampai akhir nanti. Makasih yang selalu setia di karya ini. Thank you all :)


Si kecil Rafa salah paham. Katty mau jelasin eh Rafa gak mau dengar. Nah loh, si Lilis muncul tuh. Rafa bakal di apain yak :D


Yuk kak... Gerakan jempolnya yak :D ini hari senin kasi votenya dong banyak-banyak ya kak :D


Di Like yang banyak ya kakak readers semuanya... kasi Vote juga banyak-banyak ya :D


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D


Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D


Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2