Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 67.


__ADS_3

“Laura...” Panggil seorang wanita separuh baya yang melangkah ke arah mereka berdua.


Wanita paruh bayu tersebut datang menghampiri Nona LL dan Philip. Nona LL menyambut kedatangan sang Mama. ya yang baru saja menyapanya adalah Mamanya. Lou Ling Ling adalah Mama dari Nona LL. Lou Ling Ling adalah ketua gangster dari Tiongkok. Ia orang asli dari Tiongkok.


Nona LL memeluk Mamanya.


“Mama kapan datang?”


“Baru saja tiba. Kau apa kabar sayang?”


“Baik Ma. Ayo kita ke ruang tamu”


Nona LL membawa Mamanya masuk ke ruang tamu dan Philip ikut bersama mereka berdua. Nona LL kembali ke kamar ia membersihkan diri di pancuran shower kamar mandinya. Kemudian setelah selesai langsung berpakaian yang rapi. Ia kembali ke ruang tamu untuk duduk bersama Mama dan Philip. Philip baru saja ke dapur menyuruh pelayan menyiapkan teh. Setelah itu ia sendiri mebawakan teh dan meletkannya di meja ruang tamu. Kini ketiganya duduk diruang tamu.


“Mama apa kabar? Tumben datang ke Mansion ku”


“Laura Luther, Apa Mama tak boleh menemui putri Mama sendiri?”


“Tentu saja Boleh Ma.” Jawab Laura. Iya. Nona LL adalah Laura Luther. Ia putri dari Mafia besar di jerman. Nama Papanya Alexander Luther.


“Tante sehat saja kan” Philip kali ini yang bertanya.


“Sehat. Kalian berdua baik saja disini. Kenapa tak datang berkunjung ke Tiongkong? Karena kalian sudah lama tak datang, maka Aku yang kemari.” Lou Ling Ling mengambil tehnya dan menyeruput meminum tehnya.


“Kami baik saja Tante. Maaf tante. Belum sempat kesana. Om Alex apa kabar nya?”


“Dia baik saja tapi terlalu sibuk di jerman. Biarkan lah dia. Kami paling hanya bertemu sebulan sekali. itu pun terkadang. Bisa saja Cuma setahun sekali.” Lou Ling Ling meletakkan kembali teh yang sudah di hirupnya.


Mama dan Papa Laura memang sama-sama sibuk. Jarang bertemu. Yang satu di jerman. Dan satu lagi di tiongkok. Masing-masing sibuk dengan urusannya masing-masing. Kali ini Lou Ling Ling ingin menemui Laura anaknya di Kanada (Canada). Mansion tempat tinggal putrinya di kota tersebut.


Lou Ling Ling walau sudah tua tapi masih terlihat cantik. Kecantikan Laura didapat dari Mamanya. Tapi sikap beringas dan kejam, gila dan Psikopat mungkin saja di dapat dari Papanya.


“Mama tidak sibuk kah? Kenapa malah berkunjung ke Mansion ku?” Laura menatap Mamanya.


“Hanya berkunjung saja apa tidak boleh. Oh iya tadi Mama sempat mendengar percakapan kalian. Apa kau masih menyukai William kah putriku?” Lou Ling Ling menatap ke arah Laura.


“Kenapa Mama membahas hal itu?”


“Lupakan dia Laura. Dunia mu dan dunia dia berbeda. Tak ingat kah kau perkenalan kalian pertama kali dulu.”


Laura menatap tajam Mamanya. Iya Laura masih ingat perjumpaan awal dan perkenalan dirinya pertama kali dengan William. Memorinya kembali mengingat masa itu.


Saat itu William sedang ada tugas di Kanada. Laura yang sedang di toko buku, hanya iseng mencari waktu luang. Disana lah ia bertemu William pertama kali. Saat itu William sedang membaca pesan singkat dari Bos V. Ia menerima misi baru. Setelah membaca pesan rahasia yang diselipkan antara buku di perpustakaan kota tersebut, William segera menghancurkan pesan tersebut. Agar tidak diketahui orang lain. Ia lalu mengembalikan bukuny di rak. Di saat itulah William dan Laura bertemu. Laura yang hendak mengambil buku dan William mengembalikan buku di rak. Keduannya bersentuhan tangan, kemudian saling pandang. Laura yang melihat William yang begitu sangat tampan langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Sedangkan William hanya bersikap biasa saja. Walau tak di pungkiri William sempat terkesima dengan kecantikan Laura. Mereka lalu berkenalan.


Perkenalan pertama dan pertemuan pertama berlanjut ke pertemuan selanjutnya. Beberap kali mereka bertemu secara kebetulan. Terkadang di perpustakaan, terkadang di cafe dan terkadang di toko mini market. Karena sudah berkali-kali bertemu kebetulan terus, akhirnya tahap kenalan berlanjut dengan saling tukar nomer Hape. Dan sesekali janjian ketemuan di Bioskoplah atau makan malam bersama. Hampir dua bulan hal itu terus berlanjut. Laura semakin menyukai William. William pun sebenarnya hampir jatuh cinta juga ke Laura. Karena Laura memberikan sinyal hijau setiap pertemuan mereka.


Malam itu di sebuah pertunjukan pameran lukisan, banyak orang besar dan orang penting hadir. Laura , Mamanya, Papanya dan Philip menghadiri acara tersebut. Tak disangka di acara tersebut William juga hadir. Laura tentu saja senang. Ia menghampiri William. Padahal William hadir karena misi dari Bos V. Ia disuruh mengawasi gerak gerik Papanya Laura yang akan bertransaksi di tempat tersebut. Dan senjata canggih dengan batu astroid yang sebagai dasar kekuatan senjata tersebut. Batu asteroid tersebut berbeda dari batu asteroid biasa karena memiliki unsur kekuatan yang bisa dimanfaatkan sebagai senjata. Ntah bagaimana Papa laura mendapatkannya. Yang jelas di tempat itulah mereka mengadakan pertemuan untuk transaksi tersebut. Papa laura akan membayarkan sejumlah uang yang banyak untuk mendapatkan senjata canggih tersebut. Dan tugas William merebut senjata dan batu asteroid yang ada unsur kekuatan tersebut.


“Will.. kau juga disini?” Sapa Laura waktu itu.


“Hai Laura. Kau juga.”


“Iya. Aku bersama Papa dan Mamaku”


“Oh iya.”


“Iya. Ayo ikut aku, akan ku kenalkan pada orang tuaku.” Laura terlalu senang melihat William ada. Ia langsung menggandeng tangannya William dan membawanya ke hadapan Papa dan Mamanya.


“Papa... Mama.. Kenalkan ini William. Will, ini Papa dan Mamaku” Laura langsung mengenalkan.

__ADS_1


William menganggukan kepalanya.


“Saya William. Selamat malam”


“Selamat Malam. Aku Lou Ling Ling, Mamanya Laura. Dan ini suamiku Alexander Luther.” Lou Ling Ling juga mengenalkan dirinya dan Suaminya.


“Hah? Alexander Luther?” Gumam William. Ia mengingat sebuah informasi.


“Dan ini Philip Luther” Lou Ling Ling mengenalkan Philip yang ada disebelahnya.


Philip dan William saling menganggukan kepalanya. Sedangkan Alexander terlalu dingin sehingga ia hanya diam. Tak banyak bicara.


William permisi sebentar dan membawa Laura bersama nya. Laura meminta ijin dan di ijinkan oleh Lou Ling Ling.


William dan Laura kini berdiri di sudut ruangan pameran.


“Kau putrinya Alexander Luther kah?” Tanya William ke Laura.


“Iya. Kenapa?”


“Bukankah Alexander Luther adalah Bos Mafia besar di Jerman?”


“Oh kau mengetahuinya. Papaku memang terkenal ya kan. Tapi apa kau takut dengan Papaku ya. sehingga kau menanyakan hal ini. Apa kau tak mau lagi berkenalan dan dekat dengan ku setelah tau tentang keluargaku?” Laura menatap William sedih.


“Bukan begitu Laura. Aku hanya tak sangka kau Putri dari Bos Mafia besar.”


“Iya. Papa ku memang Bos Mafia besar dan Mamaku Ketua dari gengster di Tiongkok. Lalu kenapa?”


“Mama mu Ketua dari gengster di tiongkok?”


“Iya. Gengster terbesar di tiongkok. Apa kau tak menyukai keluarga ku?”


“Will... tunggu. Kau mau kemana?”


“Aku hanya ke toilet.” William berlalu pergi meninggalkan Laura sendirian.


Laura jadi sedih. Ia berpikir. Kalau William telah menjauhinya. Laura kembali ke ke luarganya.


“Kenapa sayang?” Tanya Lou Ling Ling melihat putrinya yang baru kembali lagi bersamanya.


“Tak apa-apa Ma. Papa dan Philip mana Ma?”


“Sedang dilantai bawah. Mungkin sibuk dengan urusan mereka. Sudah kita nikmatin saja pameran lukisan ini. Lukisan disini indah-indah semua” Jawab Lou Ling Ling. Dan Laura hanya menganggukan kepalanya.


Di lain tempat. William sudah mengikutin Alexander dan Philip. Mereka menuju lantai paling bawah. Disanalah transaksi dilakukan. William mengendap-endap mengikutin mereka.


Sampai di tempat sudah ada lima orang yang menunggu. Tiga orang penjaga. Dan dua orang lagi adalah penjual senjata tersebut. Kemudian di tambah Philip dan Alexander.


“Barangnya sudah ada?” Tanya Alexander Luther.


“Iya”


“Philip. Serahkan uangnya.”


“Baik” Ucap Philip. Philip menyerahkan sekoper besar uang.


Dua orang tersebut membuka koper dan memeriksa. Mereka tersenyum.


“Ok. Cocok. Ini senjatanya” Dia menyerahkan senjata tersebut bersamaan batu asteroidnya. Philip lalu menerimanya.

__ADS_1


Disaat hal tersebutlah. William memakai topeng dan menembakkan senjatanya. Terjadilah tembakan. Tiga orang penjaga tumbang dan tewas terkena tembakan William. Dua orang tadi langsung kabur. Sedangkan Philip dan Alexander bersembunyi dan menghindari tembakan William.


William mendekat sambil menodongkan pistolnya. Philip lalu tiba-tiba memukul William sehingga pistolnya terlempar. Kini William dan Philip saling baku hantam. Keduanya saling melayangkan tinju dan pukulannya dan bahkan tendangan kakinya.


Lalu Philip mendapatkan tendangan mematikan dari William hingga jatuh tersungkur. William kemudian beralih ke arah Alexander. Dilihatnya alexander sudah menghilang. Ternyata alexander langsung pergi ke lantai atas. Tapi William segera mengejarnya. Ia menembak ke arah Alexander. Alexander jatuh. Dan yang dibawanya pun terjatuh. Dengan segera William mengambil senjata dan batu asteroid tersebut. Misinya hanya mengambil senjata dan batu asteroid tersebut. Karena itu ia biarkan Alexander. William lalu berlalu pergi. Philip menghampiri Alexander. Alexander terluka kena tembakan dibahunya.


“Om... Kau terluka” Philip terlihat cemas.


“Kau cepat kejar dia. Jangan perdulikan aku.”


“Tapi...”


“Cepat...”


Philip lalu mengejar William.


Diruangan pameran yang ramai pengunjung. William membuka topengnya kembali. senjata tadi dan batu asteroid ia sembunyikan di tas kerja yang ia bawa. William membaur bersama tamu di pameran tersebut. Laura melihat William kembali. ia segera berlari menghampirinya.


“Will. Kau sudah kembali. Ayo ikut aku. Kita duduk bersama Mamaku.”


“Maaf Laura. Aku buru-buru. Harus segera kembali.” William segera pergi.


“Tapi..” Laura mengejar William.


William keluar dari ruangan pameran tersebut. Laura masih mengejarnya. Sedangkan Philip bertemu Lou Ling-Ling dan mengatakan bahwa Alexander masih di lantai bawah sedang terluka. Lou Ling Ling segera berlari ke lantai bawah dan membawa beberapa penjaga berasamanya untuk menolong suaminya. Sedangkan Philip mencari di seluruh ruangan mencari sosok Pria tadi.


Sudah di cari kemana-mana namun tak berjumpa. Philip keluar. Mungkin ia sudah keluar gedung. Di luar gedung Laura berhasil mengejar William.


“Will tunggu. Kau mau kemana? Kenapa terburu-buru sekali.”


“Maaf Laura. Ku rasa kita tak perlu bertemu lagi.”


“Apa? Tapi kenapa?”


“Laura...” Panggil Philip dan mendatangi Laura. Luara tak menoleh ke Philip tapi ia memegang tangan William berusaha melarang William pergi.


William jadi tak bisa pergi. Philip udah sampai di hadapan Laura.


“Laura ... Om tertembak.” Philip memberitahukan kabar yang membuat Laura kaget.


“Apa??” Laura menoleh ke Philip. Saat itulah pegangan tanganya terlepas. Dan William segera melarikan diri tapi ia malah bertabrakan jalan dengan seeorang sehingga tas kerja yang dia bawa terjatuh dan isi dalamnya terkeluar. Saat itulah Philip dan Laura melihat ke William. William segera mengambil tas dan memasukan kembali isi dalamnya. Tapi Philip sudah melihatnya.


“Hei. Kau tunggu.” Philip mengarahkan pistol ke arah William.


Bersambung...


Akhirnya bisa UP kembali. Nah udah kejawab, Nona LL itu adalah Laura Luther. Waduh William mau di tembak oleh Philip noh.. lanjutannya gimana ya kakak readers semuanya :D


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Like nya masih sikit nih. Gak tembus belum... jadi up nya agak lama gak apa-apakan... saya usahakan selalu UP tiap hari ya. Yang baca karya ini ada 34 ribu lebih pembaca. Jempolnya digerakan juga ya untuk like dan vote jadi gak hanya baca dalam diam hehehe :D


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


Tinggalkan komen yah...


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.


 

__ADS_1


 


__ADS_2