Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 116.


__ADS_3

Keduanya jatuh di atas tempat tidur dengan masih berpelukan dan bibir keduanya masih saling bertautan.


Saat keadaan mulai memanas, Lilis kemudian terbayang kembali hari dimana ia di sentuh oleh Philip. Bayangan gelap itu masih menghantuinya.


“Jangan!!!” Jerit Lilis seketika.


Willliam pun menghentikan kegiatannya. Ia melihat Lilis seperti ketakutan.


“Sayang... Ini aku. William”


Lilis segera menggeser tubuhnya. Ia merasa takut dan tak nyaman.


“Jangan....” Lilis mulai terisak.


William terduduk di tepi ranjang. Ia melihat sendu ke arah Lilis. Lilis duduk meringkuk disudut ranjang juga, menjauhi William.


William melihat dengan tatapan sedih. Ia kira Lilis sudah bisa disentuhnya. Ia kira Lilis sudah melupakan kejadian tersebut. Nyatanya hal itu masih belum bisa dilupakannya.


William bangkit dan berdiri. Ia hendak keluar kamar saja. Lilis pun menyadari kesalahannya.


“Will. Maafkan aku”


William kembali menoleh ke Lilis.


“Tidak sayang. Aku yang harusnya minta maaf. Aku akan keluar dan membiarkanmu sendiri dahulu”


Dalam hati Lilis : “Tidak. Seharusnya jangan seperti ini”


Lilis pun segera melangkah menghentikan William yang akan keluar kamar. Ia memeluk William dari belakang. William pun tak jadi keluar.


“Maafkan aku. Bisa kah kita tidur biasa saja. Jangan pergi” Bisik Lilis.


William berbalik dan ia melihat ke arah Lilis. Di kecupnya puncak keningnya Lilis.


“Iya sayang. Aku tak akan pergi. Tapi yakin kah kau untuk sekamar denganku. Bukankah kau ketakutan sayang? Jika tak nyaman, aku akan tidur di kamar tamu saja”


Lilis menggelengkan kepalanya.


“Tidak. Tidurlah disini saja” Pinta Lilis.


William menurut. Mereka pun berdua tidur di ranjang. Ya hanya tidur saja tanpa melakukan apa pun.


***


Esoknya harinya.


Tania sedang bersama Lilis. Di mereka sedang berada di restorannya milik Tania. Saat ini Lilis berada di ruangan Tania. Ia duduk santai di sofa milik Tania. Lilis duduk bersama Tania.


“Bagaimana Tan? Sudah ada padamu, yang ku minta?” Tanya Lilis.


“Sudah. Aku minta bantuan Jack. Dan Jack mengerahkan anak buahnya. Semua yang kau minta sudah ada disini” Tania menyerahkan beberapa data berkas.


Lilis membaca satu persatu data berkasnya.


“Untuk apa kau mau tahu tentang Vanya Steele?” Tania agak heran.


“Dia menyatakan perang padaku. Jadi aku harus tahu data-data dari lawanku” Lilis masih membaca data berkas tersebut.


“Perang? Maksudmu?” Tania menatap Lilis dengan pandangan yang tak mengerti.


“Dia bilang suka pada William. Jatuh cinta pada William dan ingin merebut William dari ku” kedua bola matanya Lilis berkilat-kilat saat mengatakannya.


“Gila. Apa gak ada pria lain? Sampai suami orang mau direbut. Apa dia mau jadi pelakor?”

__ADS_1


“Entahlah. Maka aku minta datanya kau carikan” Sebelumnya Lilis sudah menghubungi Tania untuk membantunya mencari data Vanya. Dan Tania tentu saja meminta Jack yang mencarikannya. Saat ini Lilis membaca data tentang Vanya Steele.


“Hem... Aku paham sekarang” Ucap Tania sambil menganggukan kepalanya.


“Tapi kenapa tak kau hajar dia? kau kan sudah belajar bela diri Lis” Sambung Tania kembali.


“Tak bisa gegabah. Salah langkah, aku yang bakal di tangkap polisi. Menghadapi wanita itu harus pakai taktik juga kan”


“Ide bagus. Lalu apa yang tertulis di data tersebut”


“Disini dikatakan Vanya Steele Direktur utama dari perusahaan J and Co. Saat ini perusaahan William dan perusahaan Vanya sedang ada kerja sama. Vanya punya seorang Papa yaitu Presdir dari J and Co yaitu Grey Steele. Mamanya Vanya bernama Anatasya Grey yang sudah lama meninggal. Jadi karena itu Papanya sangat menyayanginya. Mereka dari keluarga kaya yang terpandang. Vanya lulusan dari Paris. Beberapa waktu lalu ia pulang dari paris dan baru saja menyelesaikan kuliah S2-nya. Langsung menjabat jadi Direktur utama. Sempat di jodohkan berkali-kali oleh Papanya, namun semuanya di gagalkan oleh Vanya. Ia tak mau dijodohkan. Umurnya masih muda sekitar 25 tahun. Muda, cantik dan menarik plus kaya. Separuh bule dan separuh Indonesia. Karena Mamanya orang Indonesia dan Papanya orang bule.” Lilis membaca semua datanya dengan detail.


“Tunggu dulu Lis... Dia belasteran ya. sama dengan William ya.” Tania tiba-tiba mengatakan isi dalam pikirannya.


“Iya. William juga separuh keturunan Indonesia dan separuh keturunan Inggris. Almarhum Papanya orang Inggris sedangkan Almarhum Mamanya adalah orang Indonesia” Jawab Lilis.


“Jadi mereka punya kesamaan ya. sama-sama berdarah campuran. Blesteran”


“Iya Tan. Tapi umur mereka terpaut jauh. Jika saat ini Vanya sekitar 25 tahun, sedangkan Willam sekarang sekitar 34 tahun.”


“Kau Lis?”


“Aku 29 tahun, sebentar lagi 30 tahun.”


“Nah... sudah dipastikan Lis, lawanmu masih muda, energik, cantik dan menarik lagi” Ucap Tania.


Lilis memutar kedua bola matanya dengan malas. Dan menutup semua berkas data Vanya. Kemudian meletakkkannya di atas meja. Ia menatap lurus Tania.


“Hey... Kau ini sahabatku kan. Kenapa malah memojokan ku? Jadi menurutmu aku kalah cantik karena dia lebih muda dan cantik begitu.” Lilis terlihat kesal.


“Hehe... Aku hanya mengingatkan. Kemenangan dia hanya masih muda. Dan kau sudah menua”


“Aku belum terlalu tua”


“Iya deh. Masih cantik” Tania terkekeh.


“Hehe. Tentu saja aku membela mu. Kan sahabatku. Tenang saja Lis. Walau bagaimana pun tentu tetap kau yang menang. Kan William hanya mencintaimu.”


“Aku takut Tan.”


“Takut apa?”


“Takut William akan tergoda padanya. Karena ia masih muda dan cantik lagi”


“Hey... Kau juga masih cantik Lis. Keluarkan pesonamu sayang” Hibur Tania ke Lilis.


Lilis duduk bersender di sofa.


“Lis. Kau ini istri sah. Tunjukan pesonamu. Aku yakin William hanya akan melihatmu. Dan satu lagi, luluhkan William di atas ranjang tentunya” kedip mata Tania.


“Soal itu aku masih agak...”


“Hey... Jangan memikirkan hal lain Lis. Ingat rumah tanggamu harus dijaga. Satu-satunya cara adalah tetap membuat William disisimu. Pesonamu tunjukan. Kau mengerti kan maksudku” Tania menunjukan wajah serius. Dan Lilis menganggukan kepalanya.


***


Di tempat lain. Dikantor Vanya.


Semua data William dan Lilis sudah dibacanya. Agak heran juga Vanya karena data William tidak terlalu banyak. Hanya lahir di Inggris lalu ke Indonesia bersama Mamanya. Kemudian kembali ke Inggris kuliah disana. Lalu kembali ke Indonesia menjadi Presdir di Perusahaan I.S. Papanya orang Inggris dan Mamanya orang Indonesia. Blesteran. Sama seperti dirinya. Begitulah yang Vanya baca datanya.


Sedangkan data Lilis, putri dari keluarga Hartono. Mempunyai anak kembar yang ternyata anak kembarnya adalah anaknya William. Mereka menikah dan tinggal bersama sekarang. Punya sebuah butik terkenal. Ia berbakat dalam mendesain pakaian.


“Ah.... Data biasa. Tak terlalu istimewa.” Gumam Vanya sendirian.

__ADS_1


Vanya melihat ke arah jaka.


“Jaka... Apa ini saja data yang kau temukan? Bagaimana gosip yang kau dengar kalau William dan Lilis agak menjauh? Ada hal lainnya tidak?” Tatap Vanya dengan tajam ke arah Jaka.


“Cuma itu saja Nona yang aku dapatkan. Masalah gosip mereka berjauhan. Itu ku dengar dari detektif yang menyelidiki mereka.”


“Tapi pasti ada alasannya kenapa Lilis menjauh dan tak mau disentuh. Dan hal itu kenapa?” Vanya menggerakan sebelah kakinya. Ia tengah berpikir.


“Oh iya. Ada satu lagi info yang ditemukan detektif yang kita sewa untuk menyelidiki Tuan William Smith dan Lilis, Non.” Jaka teringat sesuatu.


“Apa itu?”


Jaka menyerahkan sebuah map. Map tersebut dibuka Vanya dan dibacanya.


Vanya terkejut bukan main melihat informasi tersebut.


“Kau yakin ini Jaka?” Pandang Vanya.


“Yakin Non. Soalnya pihak rumah sakit dan suster yang pas memeriksa yang mengatakannya. Bahkan Lilis sempat terganggu jiwa dan mentalnya.”


“Hahaha...” Vanya tertawa girang.


“Jadi karena hal inikah mereka menjaga jarak dan berjauhan. Aku tahu dan paham sekarang” Vanya tersenyum puas.


Bersambung...


Jauhkan lah pelakor jauh-jauh... Pertahankan rumah tanggamu Lis. :)


Yang suka dengan karya ini, ikutin terus kisahnya sampai akhir ya kakak readers semuanya :)


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


 


Karya ini sedang mengikutin lomba, jadi mohon dukungannya terus ya kak.


 


Cara mendukungnya gampang yaitu :


1. Like semua episodenya / bab-nya ya kak. Dibaca juga semua babnya :)


2. Klik Vote setiap hari dan setiap saat ya kak. Dan setiap hari senin juga :D


3. Klik Favorite juga ya kak


4. Selalu berikan dukungannya ya kak setiap saat :D


5. Tinggalkan komen ya kak :)


6. Kasi bintang 5 ya kak untuk karya ini sebagai menyukai karya ini dan apresiasi ke karya saya ini.


 


Makasih semuanya. Dukung terus karya ini ya kakak readers semuanya, biar Author semangat UP ceritanya. Love you all  :)


Karya ini akan segera Tamat, akhir bulan ini rencananya akan di Tamatkan. Jadi Vote yuk kak yang banyak dan Like sebanyak-banyaknya. Thanks :D


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2