Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 65.


__ADS_3

“Apa!!!” Ucap Lilis yang barusan tiba. Jack menoleh ke arah Lilis. Lilis barusan mendengar apa yang dikatakan oleh dokter tersebut. Lilis nampak syok.


Jack menghampiri Lilis. Ia tak mau Lilis panik.


“Tenang Lis.” Ucap Jack kepada Lilis.


“Jack. Apakah benar kata Dokter? William hilang ingatan?”


Jack memandangi Lilis. Terlihat jelas di raut wajahnya kalau ia sangat cemas. Jack kemudian beralih pandang ke dokter. Dokter segera mendekatin Jack dan Lilis.


“Begini Nona Lilis. Tuan William Smith sudah terlalu lama terbaring di rumah sakit. Karena itulah ingatannya menghilang. Saya mau melakukan pemeriksaan lanjutan tapi Tuan Smith malah menghilang.” Dokter mencoba menjelaskan.


“Lalu apakah ingatannya akan hilang selamanya? Lalu bagaimana aku dan anak-anak? Apakah William akan melupakan kami juga?” Air mata Lilis kembali mengalir. Ia tak pernah menyangka kalau hal ini bisa terjadi.


“Saya rasa tidak akan begitu. Ingatannya akan kembali lagi namun perlahan. Tuan Smith hanya butuh waktu saja agar ingatannya kembali.” Ujar Dokter tersebut.


“Tapi sekarang William telah hilang. Dia hilang kemana?” Lilis benar-benar cemas.


“Tenang Lis. Aku akan kerahkan seluruh anak buah dan akan menyewa detektif untuk melakukan pencarian ke William” Jack berjanji ke Lilis. Dia akan melakukan semua cara agar William kembali di temukan.


Lilis pun hanya menganggukan kepalanya perlahan. Walau hatinya sangat cemas memikirkan William.


“Sekarang pulang lah Lis. Istirahatlah. Kalau ada apa-apa, aku akan segera menghubungimu” Jack meminta Lilis untuk pulang dahulu.


“Baiklah”


***


Dirumah kecil dan sederhana di pinggiran kota. Yang sudah nampak tua dan hampir roboh, disitulah Ayu tinggal seorang diri. Iya. Dia sekarang hanya sendirian. Pasalnya tak punya siapa pun lagi.


Ayu membawa William ke rumah kecilnya. William di rebahkannya di kasur almarhum neneknya. Disitulah William berbaring dan istirahat.  Ayu ke dapur melihat persediaan dapur. Ia melihat masih ada beberapa bahan makanan. Cukup untuk tiga hari. Ayu lalu mulai memasak makanan untuk makan malamnya untuk dua orang. Setelah setengah jam kemudian ia telah selesai memasak. Hanya bisa memasak du telur dadar dengan tumis kangkung saja. Ayu meletakan semua menu makanan di atas meja makan kecilnya. Ia lalu berjalan ke arah kamar neneknya. Memeriksa keadaan William.


“Hem. Kenapa pula ku bawa dia ke rumah ku? Kenal juga kagak. Hadeh. Ayu, kau ini ceroboh sekali ya” Gumam Ayu pada dirinya sendiri.


William terbangun, ia lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah Ayu.


“Kenapa?” Tanya William.


“Eh... gak apa-apa Om. Om lapar gak? Makan yuk..” Ayu mengajak makan.


“Bolehlah. Aku sudah lapar.” William lalu mengikutin Ayu.


Ayu berjalan ke arah meja makan kecilnya. Ia duduk dan William juga ikut duduk. William melihat menu makanan sederhana. Ayu memperhatikan tingkah laku William.


“Om... Cuma ada ini. Gak apa-apa kan.”


“Iya. Gak apa. Ini juga udah enak.”


“Tau dari mana? Nyoba juga belum. Yuk lah makan kita”


William menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Kini keduannya makan dengan tenang. William nampak lahap memakan makanannya. Ayu nampak kaget melihat William yang sedang makan. Kayak orang yang gak makan berapa lama gitu. Begitu pikir Ayu.


“Om... pelan-pelan aja makannya. Nanti keselek loh.”


“Hem...” William menjawab singkat.


“Enak ya Om. Lahap bener makannya”


“Iya. Masakanmu enak juga” Jawab William singkat. Tapi masakan Ayu memang enak. Walau dia masih muda tapi sudah bisa memasak. Biasanya jaman modern gini anak muda banyak malasnya. Tapi mungkin karena hidupnya yang sederhana gini kali ya jadi apa-apa harus bisa.


Ayu yang mendengar jawaban William malah terlihat senang. Ia senang masakannya di puji oleh William. Lalu Ayu menatap ke arah William kembali. Om nya ganteng banget ya.. hehehe gitu lah pikiran bocah gadis muda ini.


William yang sadar di tatap oleh Ayu terus. Kemudian buka suara.


“Makan dek. Wajah ku bukan makanan.”


“Eh...” Ayu kembali melanjutkan makannya.


“Oh. Iya. Namamu siapa dik?”


“Yah.. Om kok lupa seh. Namaku Ayu Hastari. Panggil aja Ayu. Kalau Om?”


“Aku gak tahu namaku.” William menghentikan makannya. Karena ia memang tak ingat apa pun.


“Ku panggil Om ganteng aja ya hehehe.”


“Emangnya aku ganteng...” Tanya William sambil menaikan alisnya sebelah.


“Hahaha...” William tertawa.


Mereka pun selesai makan. Ayu membereskan meja makan. William ikut membantu.


“Gak usah Om. Biar aku aja. Aku udah biasa”


“Gak apa-apa. Aku bisa bantu kok”


Akhirnya keduanya saling membereskan dan mencuci piring kotor bersama-sama. Selesai semuanya, Ayu memandang ke arah William. Ia lalu mengajak William duduk di kursi tua yang ada dirumahnya.


Mereka duduk di dekat kursi tua tersebut.


“Om... Kalau gak ingat namanya, terus tempat tinggal dan keluarga gimana? Ingat gak? Kalau ingat biar besok Ayu antarkan. Malam ini tidurlah dikamar nenek ku.”


“Nenekmu yang meninggal itu.”


“Iya Om. Esok sekalian aku mengurus jenazah nenek biar sekalian dimakamkan.”


“Ini Rumah mu?” Tanya William sambil memperhatikan sekelilingnya.


“Rumah nenek Om. Tapi ya sekarang tinggal aku seorang.”


“Sebelumnya kau juga tinggal dengan nenekmu?”

__ADS_1


“Dulu waktu Ayah dan Ibu masih hidup. Kami tinggal di rumah kontrakan. Tapi setelah orang tua ku meninggal karena kecelakaan, aku tinggal dengan nenek kemudian. Nenek sendirian. Jadi kami berduaan tinggal disini. Tapi tahun lalu nenek sakit keras. Kami gak punya biaya berobat. Orang kecil dan susah kayak kami mana bisa berobat di rumah sakit. Kemaren nenek merasakan sangat sakit akhirnya ku bawa ke dokter padahal nenek melarang. Tapi Ayu berharap agar nenek selamat walau harus bayarnya nyicil ke rumah sakit tapi baru dirawat berapa hari nenek udah tiada. Kata dokter udah gak bisa ditanganin. Akhirnya ya nenek meninggal. Hiks” Ayu teringat neneknya. Ia kembali menangis.


William merasa kasian kepada gadis muda tersebut.


“Kau masih sekolah?” Tanya William


“Masih Om. Kelas 2 SMA. Di SMA Swasta Om” Ayu menghapus air matanya.


“Umur mu berapa sekarang?”


“Iiihh. Kok tanya umur Om. Ayu masih muda lah Om. Masih 16 tahun” Ayu senyam senyum.


“Biaya hidup dan sekolah bagaimana?”


“Biaya hidupku, makan dan sekolahku ya om. Aku kerja sambilan Om. Pagi sampai siang aku belajar terus siang ke sore aku kerja Om. Kadang kalau lembur bisa sampai malam.”


“Anak kecil kerja sampai malam. Gak takut apa sendirian di luar sana.”


“Dari nenek sakit udh selalu gitu Om. Dulunya nenek buka warteg Om. Ayu kadang suka bantu di warteg nenek. Lumayan hasilnya cukup untuk kami. Kemudian nenek sakit. Gak bisa apa-apa. Jadi Ayu yang kerja. Dari mulai itu Ayu kerja sampai sekarang. Kalau gak gitu gimana biaya makan dan sekolah ayu Om.”


“Kasian..” Gumam William.


“Gak perlu kasian Om. Ayu udah biasa.” Ayu tersenyum manis. Ia mendengar gumaman William.


William jadi ikut tersenyum. Ia lalu mengacak-acak rambut kepala Ayu hingga rambut Ayu jadi agak berantakan.


“Aduh Om... Jangan diacakin lah. Rambut Ayu jadi berantakan” Polos sekali si Ayu.


“Kerja apa kau?”


“Kalau pagi-pagi buta antar Koran dan susu ke rumah-rumah gitu yang langganan Susu dan Koran. Kalau udah selesai langsung ke sekolah. Selesai pulang sekolah Ayu kadang langsung ke tempat jaga Konter Hape. Gaji nya lumayan lah Om. Cukup untuk hidup”


“Kalau aku tak ingat apa pun dan tinggal disini terus, apakah boleh dik?” Tanya William.


Ayu terpelongo mendengar kata-kata William. Ia jadi terbengong.


Bersambung...


Halo-halo kak readers semuanya. Akhirnya bisa UP kembali. Wah si William mau tinggal sama Ayu... Ayu bakal nerima gak ya? kayaknya bakal senang ya kan bisa tinggal bersama Om ganteng :D


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Like nya masih sikit nih. Gak tembus belum... jadi up nya agak lama gak apa-apakan... saya usahakan selalu UP tiap hari ya.


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


Tinggalkan komen yah... Kalau hari minggu emang agak lelet UP nya karena acc dari pusatnya emang lama. Harap sabar selalu dan setia dengan karya ini ya kakak :D


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.


 

__ADS_1


 


__ADS_2