
Wenny tentu saja kaget. Ia tak sangka bakal ada polisi yang datang dan masuk kedalam ruangannya.
“Apa maksudnya ini?” Wenny membelalakkan matanya.
Ternyata polisi-polisi tersebut datang bersama Panji. Panji pun masuk kedalam ruangan.
Wenny tentu saja kaget.
“Sial.” Ucap Wenny dalam hatinya.
William melihat ke arah Panji.
“Terima kasih kau mau datang.”
“Tak masalah.” Ucap Panji. Dan Panji lalu melemparkan sebuah surat cerai ke wajah Wenny.
“Mulai saat ini kau bukan istriku lagi. Ini surat cerai kita.” Panji terlihat marah ke Wenny.
“Apa maksud kalian semua ?” Wenny pura-pura bodoh. Ia sebenarnya sedang berniat kabur.
Panji tertawa kesal menatap Wenny.
“Dasar wanita kejam. Kau kan yang membunuh kedua orang tuaku. Semua sidik jarimu ada di TKP. Tega kau ya Wen. Aku menyesal karena pernah menikahimu.” Amuk marah panji.
“Well... Polisi-polisi ini akan menangkapmu dan menahanmu dipenjara. Satu saat kau membunuh kedua mertuamu. Kedua hutang mu menumpuk di bank tidak dibayar dan kau mau kabur. Ketiga pembayaran pajak perusahaan yang kau elakan, ke empat penggelapan dana perusahaan dan penipuan dana keuangan perusahaan. Ke lima pembunuhan bik minah, kau pikir kami tak tahu aksi bejatmu. Semuanya sudah kami ketahui karena setiap gerak gerikmu sudah diawasi orang-orangku, bahkan ada rekamannya. Dan yang terakhir penganiyaan dan penyiksaan terhadap kedua orang tua Lilis. Aku rasa sudah cukup banyak bukti yang ku kumpulkan untuk menjeratmu masuk penjara.” William berkata dengan panjang lebar.
Wajah Wenny berubah masam. Ia sudah tak bisa mengelak lagi.
Ternyata saat Panji sudah tahu kebenarannya, Jack datang menemui Panji. Jack juga mengetahui perihal Wenny membunuh kedua mertuanya. Panji pun berkerja sama dengan Jack dan William. Dengan semua bukti yang ada pada Willian dan Panji maka mereka melaporkan Wenny.
Polisi menangkap Wenny. Kedua tangannya Wenny di borgol dan ia diseret oleh polisi-polisi tersebut.
“Dasar berengsek kalian semua. Kau menjebak ku Lis. Kalian semua sekongkol. Aku akan menuntut balas.” Amuk teriak Wenny saat diseret polisi.
Tas besar yang dibawa Wenny terjatuh dilantai. Jack mengambilnya.
“Kau amankan semuanya itu Jack.” Ucap William.
“Ya. Tapi sebaiknya nanti Lilis yang menyimpan ini” Ucap Jack saat ia memegang tas besar tersebut.
Panji, Lilis, William dan Jack mengikuti dari belakang para polisi yang membawa Wenny. Sampai di depan pitu lobi masuk dan diluar gedungnya. Wenny melirik kesekitar, ia bisa melihat Mamanya dari kejauhan.
“What!!!” Seru Hesti. “Anak ku ditangkap oleh polisi. Haduh bagaimana ini?” Ucap Hesti dari dalam mobil.
Tanpa mikir panjang lagi. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan laju dan mengejutkan semua orang. Ia lalu menabrakkan mobilnya ke arah polisi yang membawa Wenny.
Semua orang kaget. Hal ini dimanfaatkan Wenny untuk masuk ke mobil dan kabur bersama Mamanya.
“Sial..” Ucap Panji dan William bersamaan.
Beberapa polisi yang masih selamat akibat tabrakan tadi, menembak ke arah mobil hesti yang membawa wenny. Namun mobil semakin menjauh. Wenny berhasil kabur bersama Mamanya.
“Tuan Smith dan Pak Panji Sudrajat. Kami akan melakukan pengejaran dan perintah untuk pengkapan Nona Wenny. Sekalian menyatakan kalau dia adalah sekarang buronan yang sedang di cari. Kami permisi.”Ucap salah seorang polisi dan kemudian ia pamitan dengan beberapa polisi yang selamat. William dan panji hanya menganggukan kepalanya. Polisi yang terluka segera di larikan ke rumah sakit.
William menatap Panji.
“Terima kasih atas kerja samanya.” William mengulurkan tangannya.
“Ya tak masalah. Kalau Wenny di tangkap lagi tolong kabarin aku.”
“Baiklah. Dan datang lah ke acara pernikahan kami yang tinggal menghitung hari.”
“Baiklah. Kalau begitu aku pamit pulang.” Panji pamitan. Ia menoleh ke arah Lilis dan menganggukan kepalanya. Lilis pun membalas hal yang sama.
Panji pun lalu pergi dengan mobilnya. Tinggallah William, Lilis dan Jack.
“Jack kembali kerahkan anak buah dan para penjaga. Para penjaga harus mengawal semua keselamatan kita semua. Karena para musuh masih berkeliaran di luar. Nona LL dan temannya. Sekarang Wenny dan Mamanya. Jadi kita harus waspada terus.” Perintah William dan Jack pun menganggukan kepalanya.
Jack pun pamitan. Sekarang tinggal Lilis dan William. Lilis menghembuskan nafas panjangnya.
__ADS_1
“Will.... hari ini sungguh berat.”
“Tenang sayang. Mereka pasti akan ke tangkap.”
“Iya. Ku harap mereka akan segera tertangkap dan membusuk di penjara.”
“Sayang...”
“Iya Will..”
“Mulai sekarang semua aset dan perusahaan Hartono kau yang ambil alih ya. aku sudah pegang semua surat-suratnya. Oh iya rumah keluarga Hartono juga sudah kita rebut kembali. sekarang semuanya adalah milik mu sayang.” William menatap lembut Lilis.
“Makasih sayang.” Lilis memeluk William dengan erat.
“Now.. kita pulang dan istirahat. Hari pernikahan kita semakin dekat sayang. Oh iya kita jemput dulu anak-anak ya sekalian pulang.”
“Oke” Lilis pun tersenyum bahagia.
William lalu mengajak Lilis naik mobilnya dan kemudian ia pun melajukan mobilnya.
***
Di tempat persembunyian Laura dan Philip.
Laura sedang menatap chip di tangannya. Philip datang menghampiri Laura dan membawa makanan dan minuman untuk mereka berdua.
“Laura. Ayo kita makan bersama” Ajak Philip.
“Hem...”
Laura menoleh ke Philip.
“Philip. Kau sewa beberapa pembunuh bayaran segera. Culik Lilis sebelum hari pernikahannya dan bunuh dia. aku dengar dari mata-mata yang kita pasang untuk mengawasi mereka, kalau William dan Lilis akan segera menikah. Jadi tangkap Lilis hidup-hidup dan bawa ke hadapanku. Kalau tak bisa, bunuh saja dia di tempat” Perintah Laura ke Philip.
“Baiklah. Aku akan menyewa para pembunuh bayaran” Philip pun mengiyakannya dan menuruti perintah Laura.
Laura tersenyum licik.
***
Di toko itu Lilis sedang mencari sepatu yang cocok untuk dipakainya di hari pernikahan. Ia lupa menyiapkan sepatunya. Berjam-jam mereka di toko itu.
“Lis... apakah masih lama memilihnya. Tak ada kah yang cocok belum?” Katty mulai lelah.
“Maaf ya Kat. Kalau saja Tania tak sibuk kerja juga saat ini, mungkin Tania yang ku ajak. Aku malah ditemanin oleh mu. Maaf ya” Lilis jadi agak sungkan.
“Gak apa-apa Lis. William juga yang memintaku untuk menjagamu.” Katty lalu duduk di dekat kursi yang disediakan oleh pegawai toko.
“Kat. Pilihlah juga untuk mu. Aku yang belikan”
“Tak usah Lis. Aku sudah punya hells ku sendiri.”
“Baiklah kalau begitu.”
Lilis sebenarya pusing memilih. Sebenarnya sebelumnya sudah ada heels yang disediakan untuk pernikahannya. Namun karena di rasa Lilis kurang sesuai akhirnya ia mencari kembali.
Pegawai toko datang mendekat.
“Maaf Nona. Kalau Nona tidak ada yang cocok, bagaimana kalau mencoba melihat sepatu yang satu ini bagaimana?”
“Ada kah model sepatu lain. Kenapa tak bilang?” Ucap Lilis ke pegawai toko.
“Saya rasa itu ada digudang. Karena sudah tak ada peminatnya makanya tak dipajang lagi Non. Namun sebenarnya sepatu tersebut masih baru dan bagus.”
“Bawalah kemari.”
Pegawai toko pun menganggukan kepalanya. Ia lalu pergi kegudang belakang toko. Cukup lama juga ia mencari di gudang. Setelah cukup lama ia kembali ke hadapan Lilis.
“Ini Nona..”
__ADS_1
Lilis menerima dan membukanya. Sepasang sepatu heels kaca yang sangat unik dan cantik sekali.
Lilis tersenyum bahagia. Ia menyukainya.
“Ini saja. Aku mau ini” Ucapnya dan langsung ia beli. Dan pegawai toko pun segera memprosesnya untuk di packing. Lilis membayar dikasir. Dan ia pun pulang bersama Katty dan para pengawalnya.
Baru berjalan keluar dari toko, Katty sudah melihat gelagat yang mencurigai dari beberapa orang yang ada dijalanan.
“Cepat masuk mobil Lis.” Pinta Katty.
“Kenapa?” Lilis mengkerutkan keningnya.
“Ada yang mengincar kita, cepatlah” Bisik Katty.
Namun baru saja Katty berkata, para pria asing langsung menembak ke arah Katty dan Lilis. Mereka segera berlindung di balik mobil mereka yang di parkir di pinggir jalan.
Para pengawal Lilis pun segera melepaskan tembakannya ke para pria asing tersebut. Seperti nya mereka para pembunuh bayaran.
Katty, Lilis dan para pengawalnya terkepung. Nampaknya para pembunuh bayaran itu sangat banyak sekali.
“Sial.” Umpat Katty.
Lilis menundukan kepalanya, ia berlindung agar tidak kena tembakan.
“Kau sebaiknya kabur Lis. Masuklah kedalam mobil dan langsung menyetir menjauhi semuanya.” Ucap Katty.
“Lalu kau bagaimana Kat?” Lilis tentu saja kuatir pada Katty. Ia sebenarnya panik. Namun berusaha tetap tenang.
“Jangan pikirkan aku. Selamatkan dirimu dulu.”
Tepat di saat katty dan Lilis masih berbicara. Beberapa pengawal Lilis telah terkena tembak dan tewas di tempat.
Karena musuh makin mendekat dan mereka terkepung, Katty menarik Lilis masuk kedalam mobil mereka. Tertinggal dua pengawal yang bersama Lilis dan Katty.
Mereka semua masuk ke mobil yang sama. Katty langsung menghidupkan mobil dan menyetir dengan keadaan mobil nya terus ditembakin musuh. Karena terlalu terburu-buru dan disertai tembakan bertubi-tubi terus, Katty jadi tak fokus melihat jalan. Hingga mobil mereka menabrak tiang listrik.
Mobil pun berhenti. Beberapa musuh mendekatin mobil tersebut. Mereka menarik tubuh Lilis yang terkulai dan luka-luka lecet sedikit di tubuhnya. Katty berusaha keluar dari mobil. Dan sialnya dua pengawal mereka yang tersisa langsung ditembak mati.
Lilis yang sudah ditarik musuh langsung di todongkan pistol ke kepalanya. Katty yang sudah keluar mobil melihat ke arah Lilis. Katty sendiri pun telah luka-luka kembali di tubuhnya.
“Lepaskan dia.” Ucap katty saat melihat Lilis ditangan musuh dan sedang di todongkan pistol.
Bersambung...
Halo-halo... Semoga tetap stay dan setia di karya ini ya kak. Dari awal sampai akhir nanti. Makasih yang selalu setia di karya ini. Thank you all :)
Waduh katty dan Lilis dalam bahaya... Lilis di todong pistol lagi. Pasti ini orang-orang suruhan Nona LL alias si Laura. Bikin kesal yak... :(
Yuk kak... Gerakan jempolnya yak :D
Di Like yang banyak ya kakak readers semuanya... kasi Vote juga banyak-banyak ya :D
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D
Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1