Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 123.


__ADS_3

“Hadiah?” Lilis mengerutkan keningnya.


“Iya sayang. Hadiah dong ah”


“Apa itu?”


William mendekatkan dirinya ke diri Lilis. Lalu berbisik.


“Hadiah ku yaitu...” Cup. William mengecup bibir manis Lilis. Lilis tentu saja kaget. Lilis melepaskan kecupan William. Ia memukul dada William yang bidang.


“Will... ini di tempat umum”


“Ya sudah kita lanjutkan di rumah ya” William tersenyum nakal.


Lilis pun mencubit pinggang William saking geramnya. William mengaduh kesakitan. Tapi kemudian keduanya tersenyum bahagia.


Selesai berbelanja dan membayar ke kasir, William dan Lilis kembali ke mobil dan menuju rumah.


Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di rumah. Lilis segera meletakkan semua belanjaannya di dapur dan meminta pembantu untuk menyusunkan di kulkas dan di tempatnya.


William kembali ke ruang bacanya. Ia membuka laptopnya dan membaca beberapa laporan yang dikirmkan Jack. Lilis mencari William dan ikut masuk ke ruang baca William.


“Will..”


“Iya” William menoleh ke Lilis.


“Sedang apa?”


“Memeriksa beberapa file saja”


“Katanya lagi males”


“Hehe... hanya mengecek sebentar sayang” William bangkit dan mendekatin istrinya.


“Jika kau disini bersama ku, lalu yang urusan kerjaan dengan siapa?”


“Siapa lagi kalau bukan Jack. Kan biasanya gitu”


“Sayang, berilah waktu untuk Jack. Dia kan akan menikah dengan Tania. Jangan selalu memberikan pekerjaan yang banyak untuk Jack. Kasilah waktunya bersama dengan calon istrinya” Lilis mengingatkan.


“Hem... Aku juga mau dkat-dekat dengan istriku selalu” William memeluk Lilis. Tangannya sudah berada di pinggang ramping Lilis. Lilis tersenyum. William selalu merayunya dan memperlihatkan pesonanya di depan Lilis.


Aduh... Siapa seh yang gak akan luluh dan terpesona dengan wajah yang sangat tampan milik William. Berdarah blesteran dan hanya memuja istrinya seorang.


William mendekatkan wajahnya ke wajah Lilis. Ia mengecup bibir manis milik Lilis. Manisnya selalu disesap oleh William.


Semakian lembut dan mesra maka Lilis juga membalas sama lembut dan mesranya pada William.


“Aku inginkan lebih sayang...” Bisik William penuh sensual di telinga Lilis.


“Sabarlah sayang. Beberapa hari lagi ya” Lilis tersenyum manis.


William pun menganggukan kepalanya. Ia lalu mengecup puncak keningnya Lilis dengan penuh kasih sayang.


William melepaskan pelukannya. ia kembali ke kursi nya menghadap ke mejanya yang ada laptop di hadapannya.


“Aku keluar dulu ya sayang. Sepertinya Rafa dan Fatar akan segera pulang sekolah. Aku mau menyambut si kembar” Lilis menatap suaminya.


“Iya sayang”William menganggukan kepalanya dan menatap Lilis lembut.


Lilis keluar dari ruangan William. Dan William kembali ke laptopnya memeriksa beberapa file kembali.


Di ruang tengah Lilis duduk santai di dekat sofa sambil membuka tabletnya. Ia juga mengecek hapenya. Tak berapa lama kemudian si kembar pun pulang. Mereka langsung turun dari mobil dan masuk kerumah.


Di ruang tengah si kembar melihat Mamanya.


“Mama...” Ucap si kembar bersamaan.


Lilis melihat ke arah si kembar dan tersnyum hangat.


“Rafa... Fatar...” Lilis bangkit dan berdiri dan menyambut si kembar. Si kembar berlari ke arah Mamanya dan memeluk Mamanya.


“Akhirnya sudah pulang sekolah? Bagaimana di sekolah?” Lilis memandangi ke dua anaknya.


“Baik Ma...” Jawab Fatar.

__ADS_1


“Dan selalu nilai terbaik Ma” sambung Rafa juga.


“Bagus... Good job” Lilis duduk disofa kembali dan si kembar ikut duduk di dekat Mamanya.


Lilis mengelus rambut si kembar dengan lembut, si kembar menatap Mamanya.


“Ma... Rafa bahagia. Akhirnya keluarga kita bisa bersama kayak gini” Ucap Rafa kecil.


“Iya Ma. Ada Mama, kak Rafa, Fatar dan Papa. Keluarga kita jadi lengkap Ma” sambung si Fatar juga.


Lilis tersenyum hangat.


“Iya nak. Mama juga bahagia”


“Lalu kapan Mama punya dedek bayi lagi?” Si kembar menatap Mamanya.


“Kapan ya... Kalau udah tiba saatnya ya nak”


“Sekarang bisa Ma.... Fatar mau adek cowok”


“Gak Ma... adek cewek aja”


Lilis tertawa. Ia lucu mendengar percakapan anaknya. Dikira anak-anaknya kalau punya bayi itu gampang kali ya. langsung sehari bisa hamil dan brojol gitu hahaha.


“Butuh proses loh nak”


“Oh iya. Papa dan Mama harus proses dulu Fatar, baru bisa punya adek kita”


“Benar juga kata kakak. Kan mau hamil harus proses, belum lagi hamil 9 bulan terus melahirkan ya kan?”


“Nah itu udah tahu kalian” tak sangka juga Lilis kalau si kembar bisa tahu hal begituan.


“Tahu dari mana nak, masalah kayak gitu?”


“Tahu dari sekolah Ma. Kan ada pelajarannya juga di sekolah” Rafa menjelaskan.


Lilis menganggukan kepalanya. Ia kira saat nanti SMA baru hal itu dipelajarin anak-anaknya. Soalnya masa Lilis dulu saat SMA baru mempelajarinya. Tapi ternyata perkembangan zaman membuat mereka sudah mempelajarinya. Asal tidak salah kaprah saja nanti, karena si kembar masih kecil.


“Apa karena sekolah Rafa dan Fatar dari sekolah elit khusus anak pintar ya jadi pelajarannya cepat membahas hal tersebut” Keluh Lilis dalam hatinya.


Saat Lilis melamun, si kembar melihat sekeliling.


“Ah... iya sayang. Papa lagi di ruang bacanya. Oh iya. Ganti baju seragamnya ya nak. Terus makan siang ya. Biar Mama siapkan di meja makan”


“Oke Ma” Si kembar pun menjawab kompak dan segera melaksanakan perintah Mamanya. Rafa melangkah ke kamarnya dan Fatar juga sama.


Lilis berjalan melangkah ke arah dapur, ia mengatakan kepada pembantunya untuk segera menyiapkan makan siang. Sekalian Lilis juga memasak di dapur juga untuk anak-anaknya dan suaminya. Pembantu hanya membantunya saja menyiapkan karena Lilis lah yang memasak saat ini.


Sedangkan si kembar yang sudah berganti pakaian, malah ke ruang baca Papanya. Mereka mengetuk pintu kemudian masuk ke dalam.


William melihat ke arah si kembar yang baru masuk ke ruangannya.


“Papa...” Si kembar berlari dan memeluk Papanya. William berdiri dan menyambut pelukan hangat anak kembarnya.


William tersenyum. Ia lalu melihat wajah si kembar.


“Sudah pulang rupanya?” Tanya William.


“Sudah Pa...” Jawab Rafa sekilas.


“Kok tumben hari ini Papa di rumah?” Fatar bertanya ke Papanya.


“Papa ingin bersama kalian. Lagian di kantor Papa kan bos tinggal suruh anak buah kan beres”


“Sering-sering seperti ini ya Pa” Pinta Rafa ke Papanya.


“Papa usahakan ya” William mengecup puncak kening kedua anaknya.


Ia lalu membawa si kembar duduk di sofa di dekat ruangannya. Mereka duduk bersama di sofa tersebut.


“Pa... kapan kami di kasi dedek baru?” Fatar melontarkan pertanyaan tersebut dan memandang Papanya.


William tersenyum.


“Kalian sudah mau punya adek bayi kah?”

__ADS_1


“Iya Pa. Sudah mau” jawab Rafa.


“Hem... Kalau itu kalian tanya Mama dong”


“Kok Mama Pa?” Fatar bingung.


“Iya nih Pa. Kok Mama? Seharusnya Papa yang lebih bekerja keras lagi. Biar dedek bayinya cepat ada” Rafa mengatakan apa yang ada di isi kepalanya yang ia pikirkan saat ini.


William terkekeh. Bagaimana ia harus bilang, kalau Mamanya si kembar saat ini sedang datang bulan, sehingga usaha punya adek bayi di tunda dahulu.


“Bagaimana ya? Eeemmm...” William tengah berpikir.


“Ih... Papa. Kok bagaimana seh?” Rafa sedikit merajuk.


“Wah... putri Papa bisa merajuk juga ya... asal jangan kayak Mama kalian yang lagi PMS ya”


“PMS  Pa?” Si kembar mengerutkan keningnya.


“Iya. PMS. Palang Merah Sementara” William terkikik.


Rafa yang anak perempuan langsung mengerti. Ia jadi terkekeh setelah paham maksud sang Papa. Karena ia pernah mendengar sebelumnya masalah hal tersebut.


Hanya Fatar yang bingung. Fatar anak laki-laki, jadi masalah itu dia belum paham. Apa lagi ia masih kecil. Fatar kebingungan dan memandangi wajah Papanya dan Kakaknya bergantian.


“Maksudnya apa seh? Fatar gak paham?” Wajah Fatar sudah kebingungan


William dan Rafa malah tertawa terbahak-bahak, apa lagi melihat ekspresi si Fatar semakin membuat Papanya dan Kakaknya malah terkekeh.


Bersambung...


 


Hari-hari mendekatin akan bakal Tamat nih kakak readers semuanya novel Rafa dan Fatar ini.


Soalnya semua konflik dan masalah udah gak ada. :D


Mohon Maaf kalau Author kurang dalam menyajikan cerita atau pembaca kurang puas. Dan Maaf juga typo sering bertebaran di setiap ceritanya. Karena habis ngetiknya langsung main UP terus.


Maafkan atas segala kekurangan Author ya :D


Maaf juga gak bisa hadirkan visualnya para tokoh ceritanya. Ada salah satu pembaca yang nanyakan visualnya. Bukan gak mau memberikan visualnya. Hanya saja jika tak sesuai ekspektasi maka akan mengecewakan. Jadi mari kita menghalu visualnya masing-masing dan simpan di pikiran kita yak :D


Terima kasih kepada pembaca yang selalu setia dari awal sampai akhir cerita. Thanks a lot. Love you all. :D


Yang suka dengan karya ini, ikutin terus kisahnya sampai akhir ya kakak readers semuanya :)


 


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Karya ini sedang mengikutin lomba, jadi mohon dukungannya terus ya kak.


 


Cara mendukungnya gampang yaitu :


1. Like semua episodenya / bab-nya ya kak. Dibaca juga semua babnya :)


2. Klik Vote setiap hari dan setiap saat ya kak. Dan setiap hari senin juga :D


3. Klik Favorite juga ya kak


4. Selalu berikan dukungannya ya kak setiap saat :D


5. Tinggalkan komen ya kak :)


6. Kasi bintang 5 ya kak untuk karya ini sebagai menyukai karya ini dan apresiasi ke karya saya ini.


Makasih semuanya. Dukung terus karya ini ya kakak readers semuanya, biar Author semangat UP ceritanya. Love you all  :)


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2