Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 81.


__ADS_3

Malam hari. Dikediaman rumah keluarga Smith.


Rafa dan Fatar sudah selesai makan malam. Keduanya lagi diruang keluarga sambil menonton TV.


“Kak Rafa. Mama dan Papa kemana? Sudah malam belum pulang juga?” Fatar kecarian Mama dan Papanya.


“Gak tahu. Biarkan aja lah. Orang juga udah gede. Sama-sama dewasa.” Rafa hanya fokus nonton TV.


“Tapi udah malam ini kak. Telepon Mama aja atau ke hape Papa.” Fatar sudah hendak menelepon dari Hapenya. Namun di cegah sang kakak.


“Stop. Biarkan saja Mama dan Papa. Mereka paling lagi berduannya. Mau nambah adek gak?”


“Adek?” Fatar mengkerutkan keningnya.


“Hehehe...” Rafa terkekeh.


“Kalau Mama dan Papa bersatu kan nanti pasti ada adek baru...” ucap Rafa kembali.


Fatar akhirnya paham maksud sang kakak.


“Kalau gitu semoga aja adeknya Laki-laki. Biar Fatar ada teman bermain.”


“Enak aja. Adek kita nanti perempuan aja. Biar aku ada kawan joinnya.”


“Enggaklah... adek cowok aja”


“Adek cewek...”


“Cowok...”


“Cewek...”


Kedua kakak beradik ini malah meributkan adik yang sama sekali belum ada... Hahaha...


“Eh... tunggu dulu. Mama dan Papa harus nikah dulu lah...” Ucap Rafa kemudian.


“Iya lah kak. Masak iya STJ terus...” Fatar akhirnya bermain game di Hapenya.


“Lah... emang kau tahu apa itu STJ?”


“Tahu lah. Hubungan STJ itu artinya Status Tak Jelas.”


Rafa menoleh ke Fatar.


“Sejak kapan kau mengerti hal seperti itu”


“Sejak tahu kak Rafa di dekatin Felix terus di sekolah hehe...” Ledek Fatar.


“Sialan...” Rafa melempar bantal kecil ke arah Fatar. Fatar dengan sigap mengelak.


“Gak kenak... Weekkk” Fatar menjulurkan lidahnya mengejek sang kakak.


“Iiihhh. Adik nyebelin. Ngpain pakai bahas felix segala sih.” Rafa jadi bete.


“Lah... disekolah aja heboh tu orang dekatin kak Rafa terus... diterima aja deh kak cinta nya ckckckck” Fatar menggoda sang kakak.


“Enggak. Aku gak suka Felix. Lagian kita masih kecil. Masa iya, anak SD main cinta-cinta dan oacaran gitu. Ogah ah...”

__ADS_1


“Lah... kan cinta monyet kak. Mana tahu bisa berlanjut ke cinta sejati... Asyik...” Goda Fatar.


Rafa saking kesalnya dicubitnya Fatar hingga Fatar mengaduh kesakitan.


“Haiissshh. Sakit kali kak”


“Makanya jangan resek. Ngomong cinta-cinta segala. Masih kecil bau kencur aja main cinta-cinta. Cinta monyet pula. Iya cinta monyet. Kau yang jadi monyetnya.” Rafa kesel dan dongkol sekali hatinya.


“Ya elah... Tampan gini jadi monyet. Gak level. Tampan mempesona gini kok. Semua memandang aja terpesona” begitu percaya dirinya Fatar.


“Huek... Huek...” Rafa pura-pura seakan muntah-muntah, mendengar Fatar yang terlalu narsis.


“Aduh kak. Gak usah di pungkiri, wajah tampan ku kan diwarisi dari Papa kita. Lihat dong. Aku ini  duplikat kembaran Papa sewaktu masa kecilnya” Fatar membanggakan dirinya yang tampan. Tapi benar deng, Fatar memang setampan Papanya. Paras wajahnya William menurun ke Fatar.


“Stop narsisnya. Dah lah. Mau kekamar aku. Mau belajar habis tu tidur. Bye.” Rafa mematikan Tv dan beranjak pergi ke kamarnya.


Fatar tak terlalu merespon, ia sibuk main game di hapenya. Tak lama kemudian suara mobil terdengar, dan masuklah Lilis bersama William. Keduanya saling bergandengan tangan. Kemudian Lilis dan William melewatin ruanga keluarga dimana Fatar masih ada.


“Eh.. Mama dan Papa? Udah pulang juga akhirnya?” Sapa Fatar.


“Loh Fatar belum bobok? Udah Makan sayang?” Lilis menghampiri Fatar dan duduk disebelah fatar.


“Belum ngantuk Ma. Mama dan Papa tadi kemana?”


“Papa dan Mama tadi lagi dinner di luar” Ucap William dan ikut duduk di sebelah Lilis.


“Kok gak ngajak-ngajak seh?” Fatar jadi cemberut.


“Papa lagi melamar Mama jadi butuh waktu berdua donk my son” William mengacak-acak rambut Fatar.


“Serius Ma? Pa?”


“Iya sayang. Dan Mama udah setuju” Lilis tersenyum manis.


“Asyik... bakal cepat dapat adek baru” Fatar kegirangan.


William dan Lilis malah jadi saling pandang.


“Adek baru?” Ucap Lilis dan William bersamaan.


“Iya dong. Kalau Papa dan Mama cepat nikah kan nanti pasti bakal ada adek baru. Ma, Fatar request adeknya nanti cowok ya?”


“Hahahaha....” William dan Lilis tertawa terbahak-bahak. Mereka tak habis pikir kok anaknya bakal mikir kesitu. Sedangkan William dan Lilis saja belum memikirkan hal tersebut.


“Boleh... nanti Papa usahakan dapat adek cowok buat Fatar.” William tersenyum nakal ke arah Lilis.


“Asyik....” Ucap Fatar. Ia puas.


“Ehem....” Lilis berdeham sambil melotot ke arah William. Sedangkan William malah hanya tertawa kecil.


“Ya udah Fatar mau ke kamar ya Pa.. Ma... Selamat malam.”


“Iya sayang. Selamat malam.” Lilis tersenyum.


“Have a nice dream my son” William juga tersenyum.


Fatar mengangguk kan kepalanya. Lalu ia beranjak pergi berjalan ke arah kamarnya.

__ADS_1


Tinggallah Lilis dan William.


“Aku sudah lelah. Mau mandi dulu terus istirahat. Selamat malam sayang.” Lilis hendak pergi namun ditahan William.


“Mandi bareng mau gak sayang?” William menggoda sambil tersenyum nakal.


Lilis melototkan matanya.


“Ntar aja kalau udah nikah.” Lilis lalu beranjak pergi ke arah kamarnya dan memasuki kamarnya sendiri.


William terkekeh. Ia pun bangkit dan berjalan masuk kamarnya sendiri juga.


***


Hari demi hari pun terlewati. Waktu pun terus berlalu. Sudah dua minggu berlalu, Lilis dan William sibuk merencanakan hari pernikahannya. Mereka sudah booking tempat untuk resepsi pernikahannya. Menyiapkan undangan, pernak pernik pernikahan, pakaian pengantin juga. Juga menyiapkan berkas-berkas pernikahan yang akan mereka daftarkan secara hukum. Jadi mereka akan sah menikah secara agama dan hukum juga. William juga menyiapkan segala sesuatu berkas agar Lilis beserta Rafa dan fatar terdaftar di kartu keluarganya dan kemudian akan menyandang nama keluarga Smith. Yang awalnya Rafa Hartono dan Fatar Hartono akan berubah menjadi Rafa Smith dan Fatar Smith. Dan Lilis akan menyandang nama menjadi Nyonya Smith juga. Sehingga di akte lahir Rafa dan fatar nanti juga kan ada nama Lilis dan William sebagai orang tua kandungnya.


Lilis sendiri yang akan mendesain baju pengantinnya. Ia benar-benar bahagia dalam membuat sendiri pakaian pengantinnya yang akan dikenakannya sendiri bersama William. Bahkan Tania juga ikut serta dalam membantu Lilis menyiapkan semua hal untuk pernikahan sahabatnya tersebut.


Saat ini William dan Jack sedang sibuk dikantor, mereka berdua baru saja selesai rapat dengan para pegawai dan staf kantor.


William dan Jack hendak kembali ke dalam ruangan kantornya. Dia ingin menyelesaikan pekerjaannya. Namun sebuah hal mengejutkan malah dilihat William. Katty sedang menunggu William dan Katty saat ini sedang berhadapan dengan sekretaris William yaitu Natasya.


“Maaf Mba... Tuan Smithnya mungkin masih rapat. Kembali saja nanti buat janji.” Ucap Natasya.


“Tak apa. Aku akan menunggu.” Katty terlihat santai saja.


William melihat ke arah Katty.


“Katty?”


Katty menoleh. Dan dilihatnya William. Ia tersenyum dan memeluk William.


“Hai Will...” Katty masih memeluk William dengan erat.


Sontak saja Jack dan Natasya kaget. Soalnya mereka tak mengenal Katty. Dan yang mereka tahu kalau William sedang menyiapkan pernikahannya dengan Lilis.


William yang dipeluk Katty, bersikap biasa saja. Pasalnya ia sudah lama kenal Katty. Namun satu hal yang tidak diketahui William. Saat ini Lilis datang bersama Tania, tepat dimana William dan Katty berpelukan.


“Siapa wanita itu?” pikir Lilis dalam hatinya.


Bersambung...


Maaf telat UP nya ya Kak... soalnya lagi sibuk dengan kerjaan di kantor. Moga selalu stay setia di karya ini ya kak. Makasih :D


Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D


Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D


Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.

__ADS_1


__ADS_2